APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel 1001 hari tanpa mani

1001 hari tanpa mani

Berada di tengah kegelapan pekat bukanlah bukti bahwa seseorang memikul dosa yang tak terampuni. Kisah ini mengajak kita untuk memperluas sudut pandang dalam melihat realitas yang ada. Terkadang, kebenaran tersembunyi di balik bayangan yang kita takuti. Hanya dengan membuka mata lebih lebar, Anda dapat menyadari keberagaman fenomena serta spektrum warna yang sebenarnya terpampang nyata di hadapan Anda, menyingkap misteri yang selama ini terkunci.
Bab
Bagikan

Bab 2

Hahh... aku lelah menatap langit, kapan aku bisa menggenggamnya hingga bisa kusimpan dilemari usang ku dikamar

ntah sajak ke berapa yang sedang ku ukir ini,rasanya bosan hanya mengagumi langit yang sudah ku amati 3 tahun terakhir

Untuk kesekian kalinya aku mengangumi pergerakkan awan yang perlahan kemudian hilang menjadi hujan.tugas nya telah usai dan bentuknya pun pecah berderai

"Teratai sewarna" ah,pak susilo yang menyebalkan.aku kurang menyukai dosen yang satu ini, begitu berisik dan sedikit narsistik

"ya pak,saya di sini" Kulihat wajah pak susilo yang sudah keriput selaput itu menatapku dengan garang

Memangnya aku salah apa?

"warna, kamu bilang izin ke toilet tapi ternyata kamu enak enakkan bersantai di atap toilet seperti kera di kampung saya"

kenapa tidak dibawa saja kera nya ke sini,pak susilo pasti jadi artis kera dadakkan jika ia pintar berbisnis sepertiku

"kenapa diam saja, warna?saya sedang bertanya sama kamu" selain berisik ternyata pak susilo ini punya bakat menjadi depkoleptor ternyata

"saya tidak bilang kalau saya akan masuk ke toilet bukan atap toiletnya pak"

"kamu ini selalu ngelawan ketika di nasehati" sungguh aku khawatir penyakit jantung pak susilo kambuh karna terlalu banyak berteriak

menyusahkan saja manusia satu ini....

aku bosan menatap deretan angka yang memiliki nominal di papan tulis itu,ah kenapa pula ada 7 angka nol di dibelakang angka 2 itu

ternyata harga dari pendidikkan ku sebanyak itu

apa yang akan ku dapat selama 4 tahun kedepan?apa sesuai dengan nominal angka setan di depan

" Apakah sudah jelas?jika ada pertanyaan segera utarakan sekarang" jelas sekali jika bu mala tidak ingin ada yang bertanya,terlihat jelas dari mata bulatnya yang mengisyaratkan jika ada yang bertanya,maka saya akan memusnahkan semua bahasa kata yang kau punya

Ah, persetanan dengan pemusnahan semua kata dan bahasa,mulutku sudah gatal ingin bertanya,atau lebih tepatnya mempertanyakan

"bu"

kulihat kilatan abu abu samar terpantri di diujung kiri dan kanan hidung lebarnya

Lucu sekali, pikirku

"kali ini apa yang ingin kamu tanyakan warna?"

bagaimana ia bisa tau nama ku?dari sekian banyak orang di sini kenapa harus mengingat namaku?oh mungkin karna aku lah yang paling membencinya di bumi ini

"kenapa angka nol nya begitu banyak bu? "

Kretek... Kretekkk.... Kretek...

Ck, lagi lagi wanita paruh baya ini membunyikan buku buku jarinya

ia sedang merasa tertarik dengan pertanyaanku

ah,kurasa ia selalu tertarik dengan pertanyaanku

"karna setelah lulus,kau bertanggung jawab atas kehidupan seseorang, warna" aku menatap wajah bu mala dengan tatapan benci

" saya bukan calon dokter kalau ibu lupa,saya tidak bertanggung jawab atas kehidupan atau nyawa manusia,jika saya memiliki kuasa itu,nyawa pertama yang akan saya permainkan adalah bu mala"

seolah sudah menduga setiap kata kataku,bu mala hanya tersenyum

wanita itu melepas kaca mata minusnya,kurasa ini akan jadi pembahasan yang panjang

"Kamu benar,manusia hanya harus sehat fisik,jika ia sakit ya harus kedokter.ah,saya rasa dokter adalah Tuhan yang sesungguhnya"

kutatap bu mala dengan mata yang hampir terlepas dari kepalaku

wanita paruh baya ini mulai gila,pikirku

"tidak bu,jika tubuh sehat tapi pikiran mulai rusak,apa bedanya hidup dan mati.dia hanya mengisi jasad tanpa jiwa di dalamnya,tidak ada arti kehidupan,dan apa ibu sudah gila?bagaimana manusia sehina kita bisa di samakan dengan tuhan? Cihh,saya saja benci dengan manusia yang bersikap langit,sekarang ibu malah menjadikan nya Tuhan dengan sangat bodohnya"

kali ini bu mala meregangkan semua otot ototnya,dan menatapku dengan tatapan penasaran

"jadi siapa yang pantas di jadikan Tuhan? "

aku benci wanita ini

"tidak ada siapapun bu,kata siapa itu untuk makhluk dan manusia,bukan untuk Tuhan"

kulihat bu mala tersenyum di balik telapak tangan keriputnya itu

Apa yang lucu dari jawabanku?

"jadi intinya,Tuhan itu tidak ada,?karna tidak ada bukti keberadaannya"

aku benar benar membencinya

"lihatlah ke cermin besar bu,barangkali mata ibu sudah tidak berfungsi lagi jadi sekalian ibu pakai kaca mata setebal jalan raya itu.ibu,saya dan teman teman saya masih bernapas dengan bebas, masih hidup dengan nyata,masih di jerumuskan oleh syaiton,masih dibisikkan keburukan oleh hawa nafsu,apakah otak ibu kurang besar dan berisi.mana ada manusia yang dengan suka rela memberi oksigen tanpa tanda jasa, berupa harta dan kuasa"

bu mala tertawa dengan keras

" ini yang akan kamu dapatkan dengan nominal 7 nol yang kamu katakan tadi" lagi lagi aku menatap bu mala dengan sangat benci

"tapi ini karna saya pintar" jawab ku dengan yakin

bu mala mendekati ku dan mengusap pipi ku dengan lembut

"kamu harus mengorbankan sesuatu untuk mendapatkan sesuatu,kali ini semesta meminta mu mengorbankan harta, tenaga dan usaha untuk jadi penolong manusia yang rusak mentalnya.berusahalah warna,karna saya ingin melihat mu tinggi melampaui gedung ini"

bu mala meninggalkan ruangan kami dan menyisakan puluhan pasang mata yang menatapku dengan berbisa

"kau sangat menarik,gadis psikologi"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Terlarang Sang Raja Alfa, Dendam Diamku
9.5
Tiga tahun mendampingi Alpha Kaelan, aku hanyalah bayang-bayang Lyra, bibiku sendiri. Saat ayahku wafat, Kaelan justru mengabaikanku demi wanita itu di Paris. Kebenaran pahit terungkap di ruang rahasianya; seluruh pertemuan kami hanyalah rekayasa agar dia memiliki pengganti Lyra. Kini, mengandung benihnya, aku membalas dendam dengan tipu daya. Menggunakan sihir untuk menyembunyikan kehamilan dan surat penolakan resmi, aku pergi selamanya menuju benua baru.
Sampul Novel Dewa Itu Adalah Patungku
8.6
Melinda kecil yang polos menemukan sebuah patung beruang di jalanan dan memutuskan untuk membawanya pulang. Ia merawat benda itu dengan penuh kasih sayang tanpa menyadari identitas aslinya. Tak disangka, patung tersebut merupakan inkarnasi sosok pria muda yang perkasa. Hingga Melinda tumbuh menjadi gadis cantik, wujud beruang itu tetap bertahan sampai muncul ketegangan yang mengubah segalanya. Akankah hubungan unik antara manusia dan dewa ini berakhir bahagia?
Sampul Novel My Handsome Partner
8.0
Karir Senja stagnan hingga tugas meliput bencana menyeretnya ke banjir bandang. Terdampar di hutan, ia bertahan hidup bersama Ella si peri dan menyelamatkan pria bernama Salaar Bayu dari laba-laba raksasa. Pertemuan mereka berlanjut di Desa Galie, di mana Bayu bertugas sebagai jagawana. Keduanya bekerja sama mengungkap misteri Hutan Sungai Hitam. Namun, kehadiran Fajar, sang mantan kekasih, menguji hati Senja di tengah misi berbahaya mereka.
Sampul Novel One Chance without Change
9.0
Dalam sebuah kisah yang menyelimuti misteri dan kengerian mendalam, muncul sebuah pertanyaan penuh keputusasaan mengenai batas penderitaan manusia. Tokoh utama terjebak dalam situasi yang sangat menyiksa hingga ia mempertanyakan apakah ada bentuk kematian yang jauh lebih menyakitkan daripada apa yang sedang ia alami saat ini. Keadaan ini memicu ketakutan luar biasa di tengah dunia fantasi yang kelam, di mana rasa sakit menjadi inti dari eksistensi.
Sampul Novel Perjalanan Fantasi
9.5
Keisha Yania Putri, aktris berbakat yang hancur karena pengkhianatan kekasihnya menjelang pertunangan, jatuh terlelap dalam duka sambil memeluk kalung ibunya. Secara misterius, ia terbangun di sebuah dimensi asing yang jauh dari realita. Setelah disekap di gubuk, Keisha diselamatkan oleh seorang Pangeran dan Panglimanya. Di tengah petualangan dunia baru ini, cinta segitiga pun tumbuh. Siapakah di antara dua ksatria itu yang akan memenangkan hati Keisha?
Sampul Novel Terjebak Peran Figuran
9.4
Azalea, mantan pekerja keras yang bereinkarnasi ke dunia novel tragedi, hanya ingin hidup tenang di desa terpencil. Namun, rencana itu hancur saat saudara tirinya menipu Azalea untuk menggantikannya sebagai calon permaisuri di istana. Di tengah kutukan penyihir yang menimpa Putra Mahkota Xavierth, Azalea terpaksa terjun ke pusat konflik utama. Kini ia harus bertahan hidup di antara para tokoh penting sambil mencari cara agar tidak ikut hancur dalam akhir cerita.