APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Abang Duda Kesayangan

Abang Duda Kesayangan

Dilara Aysila Airene mengalami pertemuan tak terduga dengan seorang duda menawan usai menolong seorang nenek di jalanan. Terpikat oleh ketampanan pria tersebut, Dilara pun jatuh hati dan bertekad memenangkan hatinya. Berbagai upaya rayuan hingga aksi-aksi konyol mulai ia lancarkan demi menarik perhatian sang pria idaman. Akankah misi cinta Dilara ini membuahkan hasil manis, atau justru menemui hambatan? Simak perjuangan uniknya dalam mengejar sang duda.
Bab
Bagikan

Bab 1

"Sya la la. " seorang gadis berjalan santai sambil menyanyi, tiba tiba dia berhenti melihat beberapa gerombolan pemuda menganggu seorang nenek di jalan.

"Dasar pemuda sialan. " makinya berlari kearah nenek tersebut.

"Hei berhenti kalian, cupu memang beraninya sama nenek nenek. " ejek Dilara. Para pemuda itu merasa tidak terima, berniat mengeroyok Dilara.

bug

Bug

Para pemuda itu langsung kabur, Dilara menghela nafas lega sambil mengumpat. Tak lama menghampiri nenek yang dia tolong. "Apa ada yang sakit nek? " tanya Dilara dengan raut cemasnya.

"Terimakasih nak, telah menolong nenek. Nenek pergi dulu ya. " Dilara mengangguk, menatap kepergian nenek itu dengan hati yang lega.

"Kasihan nenek itu, harusnya anak anaknya menemani si nenek supaya tidak di ganggu pemuda pemuda tengil tadi. " gumam Dilara lirih. Gadis itu melangkah pergi dari sana,dengan langkah cepat menuju ke pusat perbelanjaan terdekat.

Bug

"Aduh. " tanpa sengaja dia menabrak seseorang, Dilara menoleh dan melongo melihat pahatan sempurna yang di miliki pria tampan di depannya saat ini.

"Apa kau tidak bisa melihat jalan, hingga menabrak saya nona. " suara ketus nan dingin membuyarkan lamunan Dilara.

"Eh maafkan aku, melihat ketampanan Anda membuat saya silau Tuan. " ceplosnya. Pria itu mengerutkan kening, melihat tingkah Dilara yang aneh menurutnya, setelah itu pergi begitu saja.

"Tuan tunggu. " pekik Dilara tersadar namun teriakannya di abaikan pria itu. Gadis bermata sipit itu hanya bisa merutuki kebodohannya, bagaimana bisa dia lupa menanyakan nama pria itu. Dilara segera membeli bahan bahan makanan sesuai perintah ibunya.

Dilara Aysilla Smith, puteri bungsu dari keluarga Smith. Dia memiliki seorang kakak laki laki bernama, Ethan Anggara Smith. Keluarganya begitu memanjakan Dilara membuat gadis itu terkadang manja sekaligus mandiri jika dia tengah dalam keadaan waras. Kehidupan keluarganya memang cukup hangat dan ramai, mengingat kakak beradik itu selalu berdebat kapanpun dan di manapun. Selesai belanja, Dilara segera pulang mengingat ibu ratunya telah menghubungi dirinya sejak tadi.

"Mommy yuhu, anak gadis mommy pulang. " teriaknya keras, suaranya yang menggelegar membuat semua orang langsung datang.

"Hei kurcil, suaramu itu cempreng. Berhenti berteriak bodoh, ini bukan hutan. " geram Ethan pada adiknya yang dibalas cengiran oleh Dilara. Gadis itu segera membawa belanjaannya ke dapur, lalu kembali ke depan bergabung bersama sang kakak.

"Kau sudah gila, senyum senyum sendiri

Cil? " tanya Ethan merasa heran.

"Apaan sih Bang Set, kau tahu tadi di jalan aku ketemu pangeran. " gumam Dilara dengan senyuman manis di bibir.

"Dih halu. " cibir Ethan yang merasa adiknya mengada ada.

Dilara tak mempedulikan cibiran kakaknya, Mommy dan Daddy saling melempar pandangan sudah terbiasa melihat kedua anaknya berdebat.

"Dila sayang, panggil kakak kamu dengan benar! Dilara berdecak pelan, sudah kesekian kalinya ibu permaisurinya itu terus menasehati hal yang sama. Gadis itu mengira kakaknya pasti akan besar kepala nantinya pikir Dilara.

"Gak ah mom, enakan panggil bang Set soalnya sering muncul tiba tiba tanpa di undang kayak setan. " elak Dilara dengan senyum polosnya. Lagi lagi terdengar suara helaan nafas berat, Ethan melempar bantal pada wajah sang adik. Dilara tertawa puas melihat raut kesal di wajah kakaknya.

"Adik laknat kau. "

"Ngomong ngomong bang, si nenek lampir itu udah gak merengek lagi ke sini? " tanya Dilara dengan wajah tanpa dosanya. Ethan melirik adiknya malas, mengerti siapa yang di sebut nenek lampir oleh adiknya. Mommy hanya bisa mengelus dada, mendengar ucapan frontal putrinya.

"Kami sudah putus. " jawabnya pendek.

"Baguslah, padahal abang ganteng lho masa iya pacaran sama si nenek lampir yang super matre itu. " dumel Dilara meledek kakaknya. Ethan yang tak tahan dengan ocehan adiknya langsung menjitak kepala Dilara.

"Dia mundur karena jangan jangan? "

"Jangan jangan? Dilara menahan tawanya, melihat keluarganya yang begitu penasaran dengan ucapannya.

"Takut wajahnya kalah saing sama wajahku yang imut, babyface dan cantik ini. " kekehnya percaya diri. Tawa Daddy meledak mendengar pernyataan putrinya, Ethan hanya mencibir kelakuan adiknya. Mommy Diana hanya bisa menepuk dahinya, sikap Dilara memang sangat mirip dirinya di masa muda dulu.

"Dila sayang, mommy ingin bicara serius kali ini? " ujar Mommy Diana.

"Bicara saja mom!

"Mommy dan Daddy sudah memutuskan akan menjodohkan kamu. "

"Apa, no mom. Ini bukan jamannya Siti Nurbaya mommy, lagipula Dila bisa kok cari pasangan Dila sendiri. Asal mommy tahu ya, Dila sudah punya pangeran Dila sendiri. " serunya percaya diri. Mommy dan Daddy saling melirik satu sama lain, begitu penasaran siapa pria yang di maksud oleh Dilara.

"Tapi sayang Dila gak ninggalin dompet Dila, biar pangerannya Dila nyariin Dila. Ya kayak Cinderella yang ninggalin sepatu kacanya di pesta. " cerocosnya. Daddy tertawa keras melihat ucapan absurd putrinya, Ethan hanya mencibirnya pelan dan fokus pada gamenya.

"Ya sudah Dila ke kamar ya mom, dad. " Dilara bangkit, sebelum pergi sempat menyenggol lengan kakaknya. Ethan mengumpat pelan, mengambil ponselnya yang terjatuh, kesalnya lagi dirinya di omeli mommy habis habisan.

"Ah capeknya. " Dilara merebahkan tubuhnya di atas ranjang, gadis itu menyukai warna biru hingga kamarnya di dominasi warna biru. bibirnya melengkung teringat kejadian tadi, terbayang wajah pria yang menjadi calon suaminya di masa depan. Selama ini Dilara hanya memiliki sedikit teman, gadis itu mencari teman yang tulus tanpa melihat status sosialnya. Bersyukurnya dia bertemu dengan Marinka Olivia, gadis manis berkulit sawo matang itu mau berteman dengannya.

"Jadi kangen sama Rinka, lagi apa ya dia. Aku harap dia tak lagi di siksa ibu tirinya. " gumam Dilara lirih. Dilara begitu khawatir pada sahabatnya tersebut.

"Besok aku datangi deh. "

Dilara bangun, segera membersihkan tubuhnya yang lengket. Selesai dengan aktivitas sorenya, gadis itu kembali berbaring di ranjangnya bermain ponsel. Diapun melotot membaca pesan dari Marinka sahabatnya. Dilara bangkit, mengambil tasnya lalu bergegas ke luar.

"Abang Set eh kak Ethan antar aku yok. " ucapnya dengan nada manis di depan kakaknya. Ethan meliriknya sekilas dan kembali bermain game, Dilara mendengus jengkel.

"Abang Setan. " teriaknya kencang. Ethan berjengit kaget, hampir saja melempar ponselnya. Dilara benar benar kesal di cuekin oleh kakaknya di saat penting seperti ini.

"Apa? "

"Antar aku ke rumah Marinka, Rinka perlu bantuanku bang! geramnya sebal. Ethan menyambar kunci mobilnya, bangkit dan mengikuti dari belakang sang adik. Selama perjalanan Ethan hanya diam mendengar ocehan adiknya. Meski terkadang menyebalkan dan jahil, menurutnya Dilara gadis yang cukup peduli dengan orang lain, orang orang yang dekat dengannya.

Setelah tiga puluh menit, Dengan tergesa gesa Dilara turun dari mobil tanpa mendengar teguran kakaknya.

Tok

tok

"Rinka, ini aku Dilara. " panggil Dilara dengan cemas. Merasa tak ada jawaban setelah beberapa kali di ketuk, Ethan memilih mendobraknya. Keduanya terkejut melihat keadaan rumah Marinka yang kacau balau, keduanya bergegas menghampiri Marinka yang meringkuk di lantai.

"Hei Rin. " Marinka mengangkat dahinya, langsung menerjang tubuh sahabatnya. Dilara mengusap punggungnya yang bergetar hebat. Meskipun bingung Dilara tetap berusaha menghiburnya. Dia membantu Rinka bangun, mengajaknya duduk di sofa.

"Katakan ada apa Rin, kenapa kamu begini? " tanya Dilara dengan hati hati.

"Ayah tak lagi sayang sama aku Dila, ayah lbih sayang pada Mikha daripada aku. " Rinka mengatakan semuanya pada Dilara, membuat gadis itu tercengang. Ethan hanya diam, membiarkan kedua gadis itu saling menguatkan dan bicara dari hati ke hati.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dicerai Suami, Dipinang Sultan
9.2
Dunia Asha runtuh saat Raka, suaminya yang model terkenal, menceraikannya demi karier. Pernikahan tiga tahun itu berakhir karena Asha dianggap beban. Di tengah rasa sakit, hadir Rafael Adiwangsa, duda konglomerat sekaligus wali murid di sekolah tempat Asha mengajar. Rafael menawarkan kasih sayang yang jauh berbeda dari masa lalu Asha yang kelam. Mampukah Asha menyembuhkan luka hatinya dan menerima cinta pria berkuasa ini saat dirinya merasa tidak punya apa-apa lagi?
Sampul Novel Dokter Milik Tuan Muda
8.2
Kimmy Jordan, seorang dokter berbakat, terjebak dalam dilema besar setelah menyetujui perjodohan dari orang tuanya. Di tengah komitmen itu, hatinya justru tertambat pada pemilik kafe langganannya. Sementara itu, Dokter Inggit harus menghadapi realita pernikahan paksa dengan pria kaku yang ia juluki beruang kutub. Ikuti perjuangan dua dokter cantik ini dalam menavigasi rumitnya komitmen, perasaan tulus, dan dinginnya sikap pasangan dalam hidup mereka.
Sampul Novel Imperium Rahasia Miliaran Dolar Penggantinya
9.0
Lima tahun Anya menyamar jadi wanita miskin demi mendanai kesuksesan Bima sebagai CEO teknologi. Namun, Bima justru membawa Katrina dan mengkhianati Anya. Setelah dipermalukan di lelang bawah tanah agar tunduk, Anya mendengar pengakuan kejam bahwa dirinya hanyalah pengganti Katrina. Bima tak sadar bahwa Anya adalah investor rahasia di balik kekayaannya. Saat hubungan mereka hancur, Anya memutuskan menghubungi Kian untuk segera menikah dan meninggalkan Bima selamanya.
Sampul Novel Istri Simpanan Itu Akan Menyesal
8.7
Nayla Azzura dan Rafka Dirgantara terlihat seperti pasangan sempurna dengan rumah tangga tanpa cela. Namun, kenyataan pahit terungkap saat Rafka diketahui memiliki istri simpanan. Bukannya menyerah, Nayla justru menyusun taktik balas dendam yang cerdas dan penuh kejutan unik. Di tengah rencana liciknya, kehadiran pria lain justru memicu percikan tak terduga dalam hubungan mereka. Siapakah yang akhirnya memenangkan permainan penuh rahasia dan pengkhianatan ini?
Sampul Novel Kehangatan selimut cinta
8.7
Sophia adalah wanita dengan daya tarik fisik yang unik dan gairah asmara yang meluap-luap. Suatu ketika, saat ia hendak melangkah keluar kamar, sebuah tangan tiba-tiba mencengkeram bahunya dengan kasar. Tubuh Sophia terdorong hingga menempel pada dinding di samping pintu. Ia nyaris berteriak karena terkejut, namun mulutnya segera dibungkam secara paksa. Ketegangan pun memuncak dalam pertemuan yang tidak terduga dan penuh desakan tersebut.
Sampul Novel Menikah dengan CEO Dingin
9.7
Jasmine Mariana harus menghadapi tantangan besar saat menikahi Kevin Prakarsa, CEO dingin yang tampak tidak bergairah. Pernikahan ini terpaksa ia jalani demi melunasi utang ayahnya. Namun, status sebagai istri Kevin justru membawanya ke dalam pusaran masalah baru, mulai dari gangguan mantan istri hingga berbagai peristiwa tak terduga lainnya. Bagi Jasmine, pernikahan ini barulah awal dari perjuangan berat. Mampukah ia bertahan dalam ikatan tanpa kehangatan tersebut?