APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Ada Cinta Di Sekolah

Ada Cinta Di Sekolah

Kimberly Aldama merupakan gadis cantik yang memikat lewat senyum manis dan ciri khas gigi kelincinya. Sebagai permata berharga bagi keluarga Aldama dan Fidelyo, ia tumbuh dalam limpahan kasih sayang yang luar biasa. Keempat saudara laki-laki serta para sepupunya selalu memanjakan dan menjaganya dengan sangat ketat. Mereka berkomitmen penuh untuk memastikan keselamatan Kimberly, melindunginya dari segala ancaman demi menjaga kebahagiaan adik tercinta.
Bab
Bagikan

Bab 1

Suasana di kediaman Fathir Aldama tampak berisik. Dimana dua orang pelayan sedang menyiapkan sarapan pagi untuk majikannya di dapur.

"Bibi. Apa sarapannya sudah siap?" tanya Nashita selaku Nyonya di dalam rumah tersebut yang melangkahkan kakinya menuju dapur.

"Sebentar lagi, Nyonya. Tinggal menu makanan untuk nona muda Kimberly saja," jawab salah satu pelayan tersebut.

Nashita membantu pelayan tersebut dengan menata makanan yang sudah selesai dimasak di atas meja. Ketika Nashita tengah menata makanan di atas meja, tiba-tiba putri bungsunya datang menghampirinya dalam keadaan masih mengantuk.

"Pagi, Mom." Kimberly menyapa ibunya sembari mendudukkan pantatnya di kursi.

"Pagi juga, sayang." Nashita membalas sapaan dari putri cantiknya itu, lalu tangannya mengusap lembut rambut putrinya. "Masih mengantuk, hum?" tanya Nashita tersenyum.

"Hm." Kimberly menjawab dengan anggukkan kepalanya.

"Kalau masih mengantuk kenapa bangun? Ini kan baru pukul enam pagi, sayang."

"Enggak tahu. Tiba-tiba pengen bangun pagi aja."

Nashita tersenyum gemas mendengar penuturan dari putri bungsunya. Kemudian Nashita beranjak menuju kulkas. Nashita membuka kulkas tersebut dan mengambil dua kotak susu pisang kesukaan putri kesayangannya itu. Setelah itu, Nashita kembali menghampiri sibungsu.

"Ini untuk membuat semangat putri Mama kembali lagi." Nashita berucap sembari meletakkan dua kotak susu pisang di hadapan putrinya.

Mata Kimberly berbinar-binar saat melihat minuman kesukaannya ada di hadapannya. Kimberly mengangkat kepalanya yang sedari tiduran di atas meja dan tangannya sebagai bantalnya.

"Susu pisang kesukaanku!" seru Kimberly dan langsung menyeruput habis susu pisang tersebut. Sementara Nashita tersenyum bahagia melihatnya.

"Pelan-pelan minum, sayang. Tidak akan ada yang memintanya."

Setelah habis satu kotak. Kimberly meninggalkan meja makan dan menuju ruang tengah dengan membawa satu kotak susu pisang yang masih utuh. Nashita yang melihatnya hanya geleng-geleng kepala sembari tersenyum melihat kelakuan kesayangannya itu. Dan setelahnya, Nashita kembali dengan tugasnya menyiapkan dan menata makanan di atas meja.

Beberapa menit kemudian terdengar suara langkah kaki menuruni anak tangga. Mereka adalah Fathir Aldama, Jason Aldama, Uggy Aldama, Enda Aldama dan Riyan Aldama.

Saat mereka menuruni anak tangga, mata mereka melihat sosok gadis manis, cantik, imut dan menggemaskan yang sangat amat mereka sayangi sedang tertidur di sofa ruang tengah dengan layar tv yang menyala. Mereka tersenyum bahagia melihat pemandangan indah itu. Lalu mereka pun memutuskan untuk menghampiri kesayangan mereka itu.

Kini mereka telah berada di ruang tengah dan sudah duduk di sofa. Uggy meraih remot yang di pegang oleh Kimberly, lalu mematikan tv tersebut. Mereka memandangi wajah damai Kimberly yang tengah tertidur.

"Kenapa Kimberly tidur disini?" tanya Uggy bingung.

"Kimberly tidak tidur disini dari semalam kan, Kak?" tanya Riyan.

Jason duduk di samping adik perempuannya. Tangannya mengusap lembut rambut adiknya dan mencium keningnya. Detik kemudian Kimberly pun membuka kedua matanya.

"Kakak Jason," ucap Kimberly.

Jason tersenyum melihat wajah cantik adiknya. "Maafkan kakak, ya yang sudah membuat kamu kebangun."

Kimberly tersenyum, lalu menggelengkan kepalanya cepat. "Tidak apa-apa, Kak!"

"Kenapa kamu tidur disini, hum?" tanya Fathir.

Kimberly menolehkan wajahnya melihat kearah Ayahnya. "Aku tadi kebangun pukul enam pagi, Dad! Lalu aku langsung turun ke bawah dan melihat Mommy yang sedang menyiapkan sarapan pagi. Aku bosan dan juga mengantuk. Makanya aku tidur disini." Kimberly menjawabnya.

Mereka tersenyum mendengar penuturan dari Kimberly, kesayangan mereka.

"Oh iya. Bukannya hari ini adalah hari pertama kamu masuk sekolah kan?" tanya Enda.

"Iya, Kak Enda." Kimberly menjawabnya.

"Apa kamu sudah menyiapkan semuanya?" tanya Uggy.

"Sudah. Sudah lengkap semua, Kak Uggy!"

"Ya, sudah. Hari pertama kamu masuk sekolah. Biar kakak yang antar!" seru Enda.

"Baiklah."

"Kimberly, sayang." Fathir memanggil putrinya.

"Iya, Dad!"

"Daddy sudah belikan mobil baru untukmu. Apa kamu tidak ingin mencobanya?"

"Nanti saja saat pulang dari sekolah, Dad! Hari ini Kak Uggy sudah janji akan mengantarku ke sekolah." Kimberly memperlihatkan senyuman manis di bibirnya. Mereka yang melihatnya tersenyum bahagia.

"Ya, sudah kalau begitu. Sekarang kamu kembali ke kamar dan bersiap-siaplah!" seru Jason.

"Baiklah," jawab Kimberly.

Setelah itu, Kimberly bangkit dari duduknya dan langsung pergi meninggalkan ruang tengah menuju kamarnya di lantai dua.

Kini semuanya sudah berkumpul di meja makan, termasuk sibungsu kesayangan keluarga Aldama.

"Kimberly sayang. Makan yang banyak ya!" seru Nashita kepada putrinya.

"Aish, Mommy! Kalau aku makan banyak. Nanti badanku bisa jadi gendut. Memangnya Mommy mau punya anak gendut?" Kimberly mempoutkan bibirnya.

Mereka semua tersenyum mendengar aksi protes dari Kimberly.

"Kalau kakak tidak masalah kalau kamu jadi gendut. Gendut kan lucu. Apalagi kalau kedua pipi kamu itu bertambah bulat. Kan bisa diunyel-unyel setiap hari!" seru Riyan.

"Yah. Itu benar, Yan! Kakak setuju banget," ucap Enda menambahkan.

"Ya, udah! Aku gak jadi makannya." Kimberly seketika merajuk dan mendorong piringnya ke depan, lalu menyandarkan punggungnya di kursi. Jangan lupa bibirnya yang masih manyun.

Mereka semua terkejut saat Kimberly yang merajuk. Kalau sudah seperti ini, akan bakal susah menyuruh kesayangan mereka untuk makan kembali. Jason dan Uggy memberikan plototannya pada Enda dan Riyan.

"Tanggung jawab tuh. Bujukin Kimberly untuk kembali makan," ucap Jason.

"Harus berhasil," sela Uggy.

"Iya, iya!" jawab Enda dan Riyan bersamaan.

"Hei, Kim. Makan lagi ya. Maafkan kakak. Kakak kan cuma bercanda." Enda berusaha membujuk adiknya.

"Tidak mau," jawab Kimberly.

"Ayolah, adek kakak yang manis, baik hati dan cantik. Makan lagi ya. Pleaseee!" Riyan berbicara sembari melipat tangan di depan adik perempuannya.

"Tidak mau. Kenapa sih maksa?" sahut Kimberly yang makin mengerucutkan bibirnya.

"Kimberly makan ya sayang. Dikit juga gak apa-apa. Asal perutnya terisi." Fathir ikut membujuk putrinya.

"Tidak mau. Seleraku udah hilang gara-gara Kak Enda dan Kak Iyan."

"Terus kamu mau makan apa sayang? Apa Mommy bikin sereal saja dan ditemani sama susu pisang?" tanya Nashita.

Kimberly menatap wajah ibunya dengan mata yang berbinar. Dengan cepat Kimberly menganggukkan kepalanya. Sedangkan Fathir, Jason, Uggy, Enda dan Riyan tersenyum gemas dan juga bahagia melihatnya.

Walau sibungsu tak menghabiskan sarapan paginya. Padahal sibungsu baru dua sendok menyuapi makanan itu masuk ke dalam perutnya. Tapi mereka bersyukur dengan sibungsu hanya memakan sereal dan susu pisang. Paling tidak ada yang masuk ke dalam perutnya.

"Ini makanlah." Nashita menyodorkan semangkuk sereal dan satu gelas susu pisang pada putru bungsunya.

"Terima kasih, Mom!"

"Sama-sama, sayang!"

Kimberly pun langsung melahap sereal tersebut dengan semangatnya. Mereka semua tersenyum melihatnya.

Saat Kimberly sedang menikmati serealnya, tiba-tiba ponselnya berbunyi.

DRTT!

DRTT!

Kimberly mengambil ponselnya di saku jaket sekolahnya. Dan dapat dilihat olehnya nama 'Sinthia' di layar ponselnya. Kimberly pun langsung menjawabnya.

"Hallo, Sin."

"Hallo, Kim. Kamu dimana?"

"Aku masih di rumah. Tepatnya masih sarapan. Ada apa?"

"Buruan datang ke sekolah. Sebentar lagi akan diadakan ospek untuk siswa dan siswi baru. Akan ada hukumannya bagi siswa dan siswi yang datang terlambat."

"Apa?!" teriak Kimberly. "Ya, sudah! Aku akan segera berangkat."

PIP!

Kimberly langsung mematikan panggilan tersebut.

"Kak Enda. Ayo, buruan antar aku ke sekolah. Tadi Sinthia barusan bilang kalau sebentar lagi seluruh siswa dan siswi baru akan segera berkumpul di lapangan. Siapa yang terlambat akan dihukum?" ucap Kimberly.

"Hei, tenang saja! Tidak akan ada yang berani menghukum adik manis kakak ini. Kamu lupa kalau di sekolah itu ada kakak-kakak sepupunya kamu, hum?" hibur Enda

"Kamu gak lupakan Billy, Triny dan Aryan. Mereka sekolah di sana. Mereka tidak akan membiarkan kamu terkena hukuman." Jason ikut menghibur adiknya.

"Mereka semua senior di sana," kata Riyan.

"Lalu bagaimana dengan Sinthia, Santy, Rere dan Cathrine? Aku tidak mau mereka dihukum karena terlambat, Kak!" ucap dan tanya Kimberly.

"Tenanglah. Semua akan baik-baik saja. Percayalah!" Riyan menghibur adiknya sambil mengusap lembut kepalanya.

"Ya, sudah! Kita berangkat sekarang!" seru Enda.

"Mom. Dad! Aku berangkat ke sekolah dulu." Kimberly berpamitan dengan kedua orang tuanya.

"Kimberly, sayang. Tunggu dulu," panggil Nashita.

"Ada apa, Mom?" tanya Kimberly.

"Kamu lupa satu hal," jawab Nashita.

"Lupa?" Kimberly berucap sembari berpikir. "Apa sih, Mom? Aku benar-benar tak tahu."

"Hah!" Nashita menghela nafasnya. "Ini." Nashita menunjuk kedua pipinya.

Kimberly mengerutkan keningnya. "Memang kenapa dengan pipinya Mommy?"

"Ya, Tuhan! Kenapa putri bungsuku menjadi lemot begini, sih?" batin Nashita.

Sementara Fathir, Jason, Uggy, Enda dan Riyan tersenyum geli melihat keduanya.

"Sebelum berangkat sekolah kan biasanya kamu selalu mencium kedua pipi Mommy, sayang." Nashita akhirnya mengatakan hal itu kepada putrinya.

"Hehehehe. Aku lupa, Mom!" Kimberly menjawabnya disertai kekehannya. Setelah itu, Kimberly pun menghampiri sang ibu. dan memberikan mencium ke dua pipi ibunya.

"Kakak juga mau dong," rengek Jason, Uggy dan Riyan pada adiknya.

Kimberly menghampiri kakak pertama, kakak kedua dan kakak keempatnya itu, lalu memberikan kecupan ke dua pipi kakak-kakaknya itu.

"Daddy, bagaimana? Apa Daddy juga kebagian?" Fathir tidak mau kalah.

"Huff." Kimberly menghembuskan nafasnya. Sedangkan mereka hanya tersenyum gemas melihat wajah imut dan cantik sibungsu kesayangan mereka. Kimberly menghampiri ayahnya, lalu mencium ke dua pipi Ayahnya itu.

"Sudahkan? Boleh aku berangkat sekarang?" tanya Kimberly memasang wajah memelas.

"Silahkan, Princess." Nashita, Fathir, Jason, Uggy dan Riyan menjawabnya sembari tersenyum hangat.

Setelah itu, Kimberly pun pergi meninggalkan kelimanya dan disusul oleh Enda di belakang.

"Dad Mom, Kak Jason, Kak Uggy, Riyan. Kami berangkat!" teriak Enda.

"Hati-hati!" teriak Nashita, Fathir, Jason, Uggy dan Riyan.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Api Cemburu Ladyboy
7.9
Apa jadinya saat Diandra, gadis tomboy pecinta motor, dipaksa bertunangan dengan Handoko? Di balik kekayaannya, Handoko menyimpan obsesi unik untuk tampil anggun menyerupai ibunya. Meski ia berniat berubah, kehadiran Diandra justru memicu konflik besar yang mengancam hubungan mereka hingga di ambang kehancuran. Di tengah gejolak emosi dan rintangan yang ada, mampukah benih cinta yang mulai tumbuh menyatukan dua kepribadian yang sangat bertolak belakang ini?
Sampul Novel CUKUP SETAHUN AKU DI SISIMU, MAS
9.0
Menjalani peran sebagai istri kedua di bawah bayang-bayang pernikahan siri bukanlah hal mudah. Namun, segalanya menjadi rumit saat aku menyadari bahwa istri pertama suamiku adalah sahabat karibku sendiri. Terjebak dalam rahasia besar ini, aku memilih untuk bermain cantik dan menyembunyikan identitas asliku demi bertahan di sisinya. Dalam waktu setahun yang penuh drama dan kepura-puraan, mampukah aku menjaga rahasia ini tanpa menghancurkan persahabatan kami?
Sampul Novel FAMILIAR PLACES
9.7
Setelah lima belas tahun terpisah, takdir mempertemukan kembali Byan dan Gemi dalam sebuah pertemuan yang penuh emosi. Di tengah rintik hujan, keduanya melepaskan kerinduan mendalam yang telah lama terpendam. Byan berusaha memberikan segalanya demi kenyamanan Gemi, meski ia tak menyadari sebuah kenyataan pahit bahwa wanita yang ia cintai itu kini telah berstatus sebagai istri orang lain. Hubungan rahasia ini menjadi pelampiasan rasa rindu mereka yang terlarang.
Sampul Novel PEREMPUAN PALING SULIT DITAKLUKKAN  (Seni Untuk Merawat Luka)
8.3
Kisah cinta ini menguji sepasang kekasih yang mendamba bahagia, namun justru dihantam badai masa lalu yang kelam. Kekhawatiran yang mendalam memicu krisis kepercayaan dan dilema cinta segitiga yang rumit. Sang protagonis harus memilih antara bertahan demi harapan masa depan atau menyerah pada konsekuensi masa lalu. Baginya, cinta bukan sekadar memuja keindahan pasangan, melainkan seni merawat luka dan komitmen untuk terus melangkah maju bersama.
Sampul Novel Ibu Mertuaku, Godaanku
8.5
Nathan memulai lembaran baru bersama istrinya, Elira Devina, di tengah kemegahan kota. Namun, kehadiran Seraphine, ibu mertua yang janda dan penuh pesona, menciptakan ketegangan tak terduga. Meski awalnya hanya ada rasa hormat, Nathan mulai merasakan getaran terlarang melalui tatapan dan sentuhan yang tidak sengaja. Di balik kebahagiaan rumah tangganya, tumbuh rahasia gelap yang mengancam segalanya saat batasan antara menantu dan mertua perlahan memudar.
Sampul Novel ISTRI KEDUA TUAN KAIRO
8.0
Farah Maharani, gadis desa berusia dua puluh lima tahun, terjebak situasi sulit hingga terpaksa menyewakan rahimnya kepada pengusaha bernama Kairo Juang. Keputusan ini bermula dari Salsa, istri Kairo, yang lelah dihina mandul oleh orang-orang di sekitarnya. Demi mendapatkan keturunan, Salsa merelakan suaminya menikahi wanita lain. Meski awalnya kesepakatan ini berjalan lancar tanpa kendala, sebuah malapetaka besar tiba-tiba datang mengancam kehidupan mereka.