APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Affair

Affair

Kehidupan pernikahan yang terasa hambar dan dingin membuatku terjebak dalam nostalgia masa lalu. Kenangan manis bersama Hany, sang mantan kekasih, terus membayangi setiap sudut hari-hariku hingga menjadi beban bagi hubungan saat ini. Bayang-bayang kebahagiaan lama itu kini mengancam keutuhan rumah tangga yang sedang dijalani. Akankah pernikahan ini mampu bertahan di tengah godaan memori yang tak kunjung sirna, ataukah semuanya akan berakhir hancur?
Bab
Bagikan

Bab 2

Pagi itu, aku pun sarapan dengan menu yang sudah disiapkan oleh mas Adam. Setelah ini aku akan menghadiri resepsi pernikahan Rama dan Farin. Selesai sarapan, aku pun langsung bersiap untuk mandi. Sebelumnya aku sudah cek undangan resepsi pernikahan yang harus aku hadiri.

Setelah selesai, Aku pun memilih busana dengan nuansa putih. Aku memilih menggunakan dress dengan bahan renda di bagian dada dan lengan. Dress selutut yang pas di badan dengan belahan lima senti di bagian belakang. Aku pun memilih menggerai rambut panjangku. Ku sematkan anting kecil dan juga kalung dengan liontin jangkar di leher. Menambah kesan anggun yang aku miliki.

Aku memilih menggunakan sepatu dengan hak sedang, tidak terlalu tinggi karena aku akan menghadiri resepsi di sebuah rumah di pinggiran kota bukan di sebuah hotel mau pun gedung mewah, pikirku. Tak lupa aku memasukkan dompet serta gawai di dalam tas tanganku yang berwarna silver, dengan ornamen mutiara air tawar di bagian depannya.

Setelah selesai merias diri, aku pun langsung mengambil kontak mobil yang ada di atas nakas sembari aku berjalan keluar rumah. Aku pun melajukan mobil sesuai dengan arahan Google map. karena aku memang belum pernah mengunjungi lokasi itu.

Rama adalah salah satu teman kerja Mas Adam. Bahkan mereka sudah seperti saudara. Namun kini di hari pentingnya Rama, Mas Adam tak dapat menghadirinya. Sebenarnya aku pun malas untuk datang jauh-jauh. Namun kalau aku tak datang, tak enak juga dengan mas Adam mau pun dengan Rama.

Setelah menempuh jarak sekitar tiga puluh menit, sampailah aku di sebuah alamat yang di tunjukkan. Ternyata dugaanku salah, tempak ini bukanlah di pinggiran kota. Namun memang sedikit terpencil. Namun memiliki kesan yang estetik, Aku pun keluar dari mobil sembari memandang ke segala arah. Berharap aku menemukan orang yang bisa aku ajak ngobrol. Namun nihil, tak ada siapa pun yang aku kenal. Sembari aku melangkah memasuki gedung, aku pun kembali menggunakan masker.

Bukannya apa, sejak marak dengan kasus covid-19. Aku lebih memproteksi diri, aku lebih sering menggunakan masker saat keluar rumah. Aku pun memasuki gedung sembari mengedarkan pandang ke sekeliling gedung. Tampak perempuan penjaga tamu melemparkan senyum padaku.

Aku pun membalas senyumnya sembari mengisi buku tamu. Kemudian aku mengambil soufenir yang menurutku sangat unik. Soufenirnya adalah pohon kaktus kecil dengan bunga merak di atasnya. Aku pun kembali mengayunkan kaki menuju panggung pernikahan. Aku pun menyalami kedua mempelai sembari tersenyum.

" Rama, maaf ya Mas Adam nggak bisa datang. Katanya ada rapat pagi ini." terangku.

" Iya, terima kasih sudah hadir." jawab Rama.

Aku pun tersenyum dan kini aku beralih pada pengantin perempuan, bersalaman dan cipika cipiki.

" Selamat ya, semoga sakinah, mawadah, warohmah ya." Kataku.

" Terima kasih mbak." Kata Farin, sang pengantin perempuan.

Aku pun kini turun dari panggung, dan aku mencoba mengayunkan kaki ke arah hidangan. Aku pun mengambil piring dan mengisi dengan sedikit nasi di atasnya. Kemudian aku menambahkan acar serta bistik ayam. Dalam acara nikahan acar adalah makanan faforitku. Aku pun kini duduk di meja yang masih kosong di bagian belakang. Aku memang sedari dulu paling tak suka dengan sesuatu yang mencolok. Tak lupa aku pun mengambil es sirup khas pernikahan

Aku pun melepas masker yang masih menutupi hidung dan mulut, aku pun melipat masker. Dan kini aku mulai menikmati makanan di atas piring.

Tak berapa lama aku di kejutkan dengan datangnya seorang pria dan duduk di sampingku.

" Hay, sayang." Sapa pria itu.

Aku yang terkejut pun hampir tersedak di buatnya.

" Slow, minum dulu." Tawar pria itu sebari menyodorkan minum yang tadi aku ambil.

Aku masih belum menyadari siapa pria yang membuatku jantungan. Aku pun mengambil gelas dari tangan pria itu kemudian aku meneguk habis. Baru kemudian aku mengalihkan pandang ke arah pria yang membuatku tersedak. Aku hanya bisa melongo dan tak percaya dengan pengelihatan ku sendiri.

" Kenapa? terkejut ya? nggak percaya ya?" tanya pria di sampingku sembari ia menggerakkan alisnya naik turun. Sedangkan au masih terdiam seolah tak percaya.

" Hey, kenapa melamun?" tanyanya lagi.

" Sorry, aku nggak nyangka aja bisa ketemu kamu di sini." jawabku dengan gugup.

Bagaimana aku tak gugup. Pria yang semalam aku bayangkan saat aku bercinta dengan suamiku, kini berada di sampingku. Pria yang pernah hadir di dalam hidupku mengisi keseharian ku.

" Dunia memang sempit, aku nggak nyangka kalau kita akan bertemu di sini." kata Hany sembari ia tersenyum sembari menyangga dagunya menggunakan tangan kanannya.

" Kamu, kenal juga dengan pengantinnya?" tanyaku. Aku masih susah payah mengontrol degup jantungku.

" Iya. Rama adalah teman kerjaku sekarang. Sedangkan kamu?" tanya Hany.

" Rama dulunya adalah teman suamiku." kataku sembari tertunduk.

" Ah, rupanya kamu sudah menikah."

entah itu sebuah pertanyaan atau pernyataan kekecewaan dirinya.

" Iya. Aku sudah menikah tiga tahun." terangku.

"Sudah lama juga, ya. Aku pikir kamu tak akan bisa move one." katanya sembari tersenyum.

" Ah, begitu ya? Lalu dimana istri kamu? Katanya waktu itu kamu langsung menikah dengan seorang wanita?" Tanyaku.

" Iya, aku sudah menikah. Hanya saja, perempuan yang berstatus istriku itu, bukanlah istriku sesungguhnya," terangnya.

Aku pun terdiam masih melanjutkan hidangan yang masih tersisa di atas piring.

" Setelah ini mau kemana?" tanya Hany.

" Aku sih nggak ada acara hari ini. Kenapa memang?" tanyaku.

" Aku pengen ngajak kamu makan." katanya.

" Ah kau lupa? Ini aku sudah makan." kataku datar.

" Kalau begitu aku akan mengajakmu jalan-jalan." Katanya lagi.

" Baiklah. Apa kamu bawa mobil? Atau mau bagaimana?" tanyaku.

" Nanti mobilku biar di bawa sama temen, jadi aku nebeng kamu saja ya." terangnya.

" Oke lah kalau begitu." kataku.

Tak berapa lama setelah aku selesai dengan hidangan yang ada di atas piring, Hany beranjak dari duduknya. Dan ia berjalan ke salah satu meja dimana es cream cap berjejer. Tak berapa lama, ia pun kini kembali sembari menyodorkan cap es cream kepadaku.

" Buat mencuci mulut." katanya.

" Mencuci mulut itu dengan air. Bukan dengan Es." gerutuku sembari menyendokkan es ke dalam mulutku.

" Ya pokoknya gitulah." katanya.

Aku pun tak berniat menjawab ucapannya.

" kok kamu belum memiliki momongan? Apa kalian memang sengaja menundanya?" tanya Hany.

" Nggak juga. Kami nggak menundanya. Mungkin memang belum di kasih saja." kataku.

" Atau mungkin," katanya tertahan.

Aku pun reflek memandang manik matanya. Manik mata yang dulu bisa meneduhkan dan bisa mendamaikan hati Tampak ia tersenyum nakal. Aku tahu apa yang ia pikirkan. Namun aku berlagak tak tahu.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel CEO TAMPAN ITU SUAMIKU
9.5
Demi menghindari perjodohan dengan Rama, duda pilihan ayahnya, Keyra nekat menikahi CEO bernama Farid. Namun, saat cinta mulai tumbuh di hati Farid, Kenzo yang merupakan masa lalu Keyra hadir kembali sebagai klien perusahaan. Kini Keyra terjebak dalam dilema besar. Haruskah ia tetap setia kepada Farid, suaminya yang terkadang bersikap kasar, ataukah ia akan kembali ke pelukan Kenzo, pria dari masa lalu yang pernah sangat ia cintai?
Sampul Novel CINTA DI BALIK CADAR
8.0
Katrina terpaksa berpisah dari Reyhan karena perbedaan keyakinan dan pindah ke Surabaya. Satu dekade kemudian, mereka bertemu kembali. Namun, Reyhan tak mengenali sosok Katrina yang kini telah mualaf dan bercadar. Meski saling mencari, takdir justru menguji mereka lewat perjodohan Katrina dengan Hardin, sahabat Reyhan. Di sisi lain, Reyhan berencana menikahi Anggia. Akankah cinta lama mereka menemukan jalan pulang atau berakhir duka di tengah rumitnya hubungan ini?
Sampul Novel Cinta yang Tersulut Kembali
8.0
Pasca persalinan tragis yang hampir merenggut nyawanya, Selina memilih menghilang demi melindungi anak-anaknya dari Raditia yang menuntut hak asuh. Bertahun-tahun kemudian, takdir mempertemukan mereka kembali. Raditia yang hancur oleh kabar kematian palsu Selina di masa lalu, kini berupaya keras mengejarnya meski Selina telah memiliki kehidupan baru. Di tengah luka lama dan keributan yang dipicu Raditia, Selina harus memilih antara memaafkan atau terus melangkah.
Sampul Novel GODAAN PAK DOSEN
8.8
Naina Alexandra terjebak dalam dilema besar saat harus menikahi Arhan Bramantio, dosen pembimbing skripsinya yang sangat dingin dan angkuh. Meski membenci sifat kaku sang dosen, Naina tak berdaya menolak wasiat terakhir mendiang ibunya. Pernikahan yang berawal dari keterpaksaan ini pun dipenuhi ketegangan dan tantangan emosional. Mampukah Naina bertahan menjalani rumah tangga bersama pria yang paling ia benci demi sebuah janji masa lalu yang sakral?
Sampul Novel Membalas Suami Bajinganku
8.2
Keinginan Lara membina keluarga hancur saat Seno berselingkuh dan menjalankan proyek rahasia yang mengorbankan mereka. Meski sering berganti pasangan, Seno menolak melepaskan Lara demi ambisinya. Di tengah keterpurukan, Lara bangkit bersama Andre, cinta pertamanya yang sempat dituduh membunuh ibunya. Saat mereka bekerja sama membalas dendam, Dokter Miriam muncul untuk menghalangi. Mampukah Lara meraih kebahagiaan setelah mengalahkan pengkhianatan suaminya?
Sampul Novel Negeri Ini Dikuasai Mafia
8.6
Basudo tumbuh dalam kemiskinan yang memicu dendam mendalam terhadap orang-orang di sekitarnya. Sejak remaja hingga dewasa, ia menempuh jalur berbahaya demi menghabisi mereka yang membuatnya menderita. Demi kekuasaan dan ambisi ekonomi, sang raja mafia ini tega membinasakan banyak nyawa tanpa ragu. Namun, kekejamannya memicu perlawanan sengit. Defian dan Telma muncul sebagai sosok pemberani yang siap mempertaruhkan nyawa untuk menghentikan Basudo dan kelompoknya.