APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel After Of You

After Of You

Tiga tahun mendampingi Alvin dari nol hingga sukses rupanya tak menjamin kesetiaan. Saat kariernya memuncak, Alvin justru berselingkuh dengan sekretarisnya, memaksa Laura pergi dengan hati hancur. Terpuruk dalam depresi, Laura nyaris mengakhiri hidupnya sendiri. Namun, di ambang kematian, seorang pria misterius datang menyelamatkannya. Sebelum kehilangan kesadaran, Laura hanya sempat mendengar suara dingin yang menyebutnya wanita bodoh.
Bab
Bagikan

Bab 3

Keesokan paginya seperti biasa, Laura selalu semangat menjalani aktivitasnya. Reysa menjadi tak tega jika harus memberitahu bukti perselingkuhan kekasih temannya tersebut. Tapi Reysa lebih tidak tega membiarkan temannya di khianati dan di bodohi oleh kekasihnya. Laura yang selalu semangat menceritakan tentang kekasihnya pada Reysa, namun ia juga tidak tahu jika yang di ceritakan dan di bangga-banggakan sudah tega berkhianat.

"Pagi, Reysa! Kangen banget gue sama lo" sapa Laura ceria pada Reysa yang sudah duduk di tempat kerjanya.

"Pagi juga besti! Gimana kerjaanya udah kelar," jawab Reysa yang juga menanyakan pekerjaan Laura pasca pulang dari luar kota.

"Sudah donk, udah kelamaan pisah sama ayang," sahut Laura sambil terkekeh.

"Dih, gaya lo, pisah tiga hari aja udah kayak pisah tiga abad," ledek Reysa, namun hatinya juga mencelos melihat kegirangan sahabatnya tersebut.

"Lo gak punya ayang sih, coba kalau punya ayang pasti tiap hari cengar-cengir mulu lo," sahut Laura dengan nada sedikit ketus.

"Gue gak mau coba-coba, takut sakit hati gue."

"Sakit hati? kenapa harus sakit hati?"

"Cowok banyak brengseknya," ceplos Reysa.

"Cowok gue pengecualian," sahut Laura.

"Belum tau aja lo," ucap Reysa kemudian berdiri berlalu hendak ke pantry, Laura tidak menyahut lagi.

Laura mengeluarkan handphonenya, hendak menelpon kekasihnya, yang akhir-akhir ini sangat sulit di hubungi namun Laura bersikap mengerti dengan kesibukan kekasihnya, karena jabatan baru kekasihnya. Laura Pun mendial nomor telpon kekasihnya, namun hasilnya sama telponnya tidak diangkat oleh Alvin. Wajah Laura pun berubah menjadi sendu, padahal ia sudah mencoba bersikap baik-baik saja karena tidak mau berfikir negatif pada Alvin.

Hingga Reysa datang masuk ruang kubikel nya, melihat ekspresi sedih sahabatnya Reysa pun langsung menghampiri Laura dan duduk di sampingnya.

"Kenapa lo, habis girang-girang mendadak sendu aja, gag ada duit lo?" Canda Reysa menghibur temannya.

"Alvin!" Jawab Laura lesu.

"Alvin? Kenapa sama tu anak?" Reysa mengerutkan kening pura-pura tak tahu.

"Entah, perasaan gue aja atau gimana!? Alvin, makin susah dihubungi, kemarin waktu gue pulang, gue hubungi juga susah banget. Pas bisa gue hubungi mau gue ajak ketemu dia bilang masih sibuk sama pekerjaannya," ujar Laura masih memasang wajah lesu.

Reysa menghembuskan nafas, ia yang mengetahui kelakuan Alvin di belakang Laura, ia menjadi tak tega melihat temannya bersedih. wajah yang biasanya selalu bersemangat menjadi lesu tak ada semangat sama sekali. "Ya, sabar aja mungkin memang lagi sibuk, ntar siang kita makan di luar ya, ada yang pengen gue omongin," ajak Reysa.

"Ngomong apa'an?" tanya Laura kepo.

"Dah, ntar aja kepo nya, lo kerja yang bener sekarang," ucap Reysa sambil melipir kemejanya.

Laura pun kembali melanjutkan pekerjaannya, ia mencoba untuk fokus dengan pekerjaannya karena tidak mau membawa masalah pribadinya dalam pekerjaannya.

***

Reysa dan Laura berjalan ke basement saat jam istirahat tiba. Keduanya masuk mobil dengan Reysa yang mengemudikan mobilnya, ya mereka pergi menggunakan mobil Reysa. Reysa melajukan mobilnya membawa keluar dari halaman kantornya menuju kafe tempat biasa yang mereka kunjungi.

Hanya menempuh beberapa menit mereka sampai di kafe langganan mereka. Keduanya masuk dan memilih tempat di pojok dekat dengan jendela. Waiters langsung menghampiri kedua gadis cantik ini untuk mencatat pesanannya. Sambil menunggu keduanya mengobrol asik dengan sesekali bercanda, banyak pengunjung lelaki memandangi kedua gadis cantik ini dengan tatapan memuja, namun Reysa dan Laura hanya memasang wajah cuek karena sudah menjadi hal biasa dengan tatapan para lelaki tersebut.

"Ra, gue mau tanya nih, tapi lo jangan tersinggung ya!?" Reysa melontarkan ucapannya pada Laura.

"Nanya aja, kayaknya serius banget gitu!" ujar Laura.

"Lo pernah gak menaruh rasa curiga gitu sama cowok lo? Saat cowok lo lagi susah di hubungi gitu!?" tanya Reysa sedikit takut.

Mendapat pertanyaan tersebut seketika membuat Laura terdiam dengan wajah sendu. "Jujur, ada rasa khawatir sih, karena gak tau keadaan dia gimana, lagi ngapain gitu! Tapi gue mencoba berfikir positif, mungkin memang dia lagi sibuk aja," ungkap Laura sedikit sedih.

"Kalau misal dia berkhianat di belakang lo, gimana?" Ceplos Reysa begitu saja.

"Lo apaan sih, gak mungkin, Alvin, sampe selingkuh, bahkan dia sudah membuktikan cintanya dengan melamar gue," ucap Laura mencoba tersenyum dengan menunjukkan jari manis yang tersemat cincin cantik pemberian dari kekasihnya.

"Tapi, Ra…" ucapan Reysa terjeda karena masih berpikir-pikir lagi.

"Tapi apa? Lo kenapa sih gak jelas gitu," sewot Laura karena kesal dengan tingkah Reysa yang menurutnya sedikit aneh.

"Gue mau ngasih tau lo sesuatu," Reysa merogoh saku blezernya dang mengeluarkan handphone, kemudian ia membuka galeri untuk menunjukkan foto kekasih temannya tersebut saat bersama wanita tempo lalu.

Laura mengerutkan kening saat Reysa meletakkan handphone di depannya. "Apa?" tanya Laura penasaran.

"Lo buka aja sendiri."

Penasaran, Laura pun membuka handphone temannya. Ia mengerutkan kening karena masih belum ngeh jika yang di dalam foto tersebut adalah kekasihnya Alvin. Tapi setelah di zoom Laura sangat syok saat melihat jelas jika foto tersebut adalah Alvin tengah bersama seorang wanita sambil memegang tangan perempuan tersebut. Bahkan di foto itu Alvin tersenyum bahagia begitupun wanita yang entah siapa. Bukti foto ini tidak bisa mengelakkan atas apa yang sudah di lakukan Alvin dibelakangnya.

"Ini, Alvin?" ucap Laura lirih, sambil menahan sesak di dadanya.

"Ii-iiya, Ra, itu memang benar, Alvin, cowok lo," kata Reysa mengucapkan sedikit gugup, takut temannya kenapa-kenapa setelah melihat foto tersebut.

Sambil memegang dadanya yang terasa amat sesak, Laura mencoba untuk tidak menangis. "Tt-tidak mungkin, Sa, Alvin, orang yang sangat baik dan setia banget sama gue," Laura berucap dengan suara serak karena menahan berusaha menahan tangisnya.

"Gue cuma pengen lo tau aja, Ra, gimana cowok lo di luar sana, aku juga gak nyangka, Alvin, bisa setega itu sama lo yang udah nemenin dari Nol," Reysa mencoba menguatkan temannya yang pasti sangat terluka melihat fakta tentang cowoknya tersebut.

"Lo yang tenang ya, Ra, jangan sedih, lo selidiki lebih lanjut aja dulu," ucap Reysa sambil mengusap pundak temannya.

"Sakit, Sa!" Ucapnya sambil memegang dadanya yang terasa sesak. Laura tidak bisa membendung air mata yang sudah menumpuk di pelupuk matanya, hingga akhirnya jatuh membasahi pipinya.

Entah benar atau tidak Alvin telah berkhianat padanya, namun tetap saja Laura sangat kecewa melihat foto kemesraan kekasihnya dengan wanita lain. Laura berfikir apakah mungkin Alvin memang selingkuh di belakangnya mengingat beberapa hari terakhir ini Alvin sangat susah di hubungi. Pesan chatnya pun jarang di balas.

Ucapan Reysa ada benarnya juga, ia akan mencari tahu lebih jauh tentang Alvin. Meski begitu Laura berharap jika Alvin masih setia dengannya karena Laura sangat mencintai Alvin. Rasa cintanya pada seorang Alvin membuat Laura belum siap jika harus kehilangan kekasihnya yang sudah bertahun-tahun menemaninya baik suka maupun duka. Sosok Alvin yang sangat penyabar menghadapi dirinya yang terkadang suka marah, ngambek karena hal sepele, membuat Laura sangat beruntung memiliki kekasih yang bahkan tidak pernah membentak dirinya sekalipun walaupun sedang bertengkar sekalipun.

"Ra, lo gak pa-pa kan?" tanya Reysa sembari mengusap lengan Laura, yang tiba-tiba melamun dengan memasang wajah sedih.

"Eh, gak pa-pa kok, Sa!" ucap Laura mencoba untuk tersenyum agar kelihatan baik-baik saja. Namun Reysa bisa melihat sorot mata yang tidak bisa membohongi rasa sedih dan kecewanya Laura.

Reysa menjadi tidak enak setelah memberitahu kenyataan tentang cowok temannya tersebut. Akan tetapi dia justru lebih kasihan jika tidak memberitahu Laura tentang cowoknya. Dia tidak akan setega itu membiarkan temannya di bohongi oleh kekasihnya tersebut. Sepandai-pandai nya menyimpan bangkai, baunya akan tercium juga. Jadi cepat atau lambat semuanya akan terbongkar dengan sendirinya. Tapi Reysa akan selalu ada untuk sahabatnya, karena bagaimanapun juga ia tahu kisah dan perjalanan keduanya. Tidak dipungkiri Luara akan terjatuh dalam kesedihan yang teramat, mengingat dia yang sangat mencintai Alvin terlalu dalam. Reysa takut jika Laura sampai depresi, karena tidak sedikit pasangan kekasih yang patah hati memilih jalan buruk sebagai pelarian rasa sakitnya.

***

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel 100 Hari Menikah Dengan Si BOS
9.7
Xavi Alonso bukan hanya taipan bisnis yang tak terkalahkan, tapi juga sosok dingin yang menjebak wanita incarannya dalam pernikahan. Saat sang istri merasa tertipu dan menuntut cerai karena perilaku dominannya, Xavi justru memberikan segalanya. Seluruh harta, perusahaan, hingga dirinya sendiri ia serahkan demi memanjakan sang istri. Di balik kemegahan hartanya, sang penguasa angkuh ini ternyata adalah iblis yang tak punya batas dalam mencintai pasangannya.
Sampul Novel Cintanya, Penjaranya, Putra Mereka
7.9
Brama Wijaya memenjarakanku selama lima tahun atas fitnah pembunuhan Kania. Setelah bebas, ia menyiksaku di kandang anjing dan memaksaku meminum obat mandul. Saat Kania terungkap masih hidup, Brama membiarkan adikku tewas di tangan Kania. Aku pun mengakhiri hidup demi membalas dendam. Kini, aku terbangun tepat di hari kebebasanku. Dengan kesempatan kedua ini, aku bersumpah akan menyeret Brama dan Kania ke neraka atas segala penderitaan yang telah mereka perbuat.
Sampul Novel Istriku, Jaminan Bisnis Ayahku
9.1
Elias Pradana, pengusaha sukses yang merasa terjebak dalam hampa pernikahan bersama Safira, menemukan pelipur lara pada sosok Dina. Kepolosan gadis desa itu membawa warna baru saat hubungannya dengan sang istri mendingin pasca insiden pahit. Namun, keadaan berbalik ketika Safira berusaha berubah kembali menjadi wanita yang dulu dicintai Elias. Merasa menjadi beban, Dina memilih pergi menghilang. Kini Elias terjebak di persimpangan antara masa lalu dan kebahagiaan barunya.
Sampul Novel Jangan Main Api Denganku, Mas
8.5
Lima tahun membina rumah tangga, aku percaya Mas Bambang adalah sosok suami setia. Namun, topeng itu kini hancur setelah perselingkuhannya terbongkar. Meski dikhianati, aku tak akan gegabah. Biarlah ia terus bersandiwara dalam kebohongannya, sementara aku menyusun rencana rapi untuk merebut segalanya. Aku akan bermain cantik hingga ia jatuh miskin dan memohon ampun. Pengkhianatan ini akan kubalas dengan penyesalan terdalam yang takkan pernah ia lupakan.
Sampul Novel Love my adoptive father
7.9
Alexander Lux mengadopsi Bella Laurent dari panti asuhan sejak usia tiga belas tahun untuk mengobati luka hatinya. Meski awalnya Alex berjanji tak ingin menikah lagi, kebersamaan mereka justru menumbuhkan benih cinta terlarang yang sangat mendalam. Kehadiran Bella membawa warna baru bagi Alex hingga hubungan mereka menjadi sangat intim. Namun, romansa ini terancam saat orang tua Alex memaksanya dijodohkan dan sang mantan kekasih kembali muncul mengusik mereka.
Sampul Novel  Pernikahan Kontrak Sang Pendendam
9.2
Keira hancur setelah Adnan, tunangannya, menghamili wanita lain tepat sebelum pernikahan mereka. Prinsip Keira untuk menjaga kesucian justru berujung pengkhianatan pahit. Demi membalas luka hati, ia nekat menjalani pernikahan kontrak dengan Dion. Bertekad melepaskan masa lalu, Keira justru bersikap agresif untuk menyerahkan kesuciannya pada sang suami. Namun, Dion tetap dingin dan tak acuh. Akankah pelarian ekstrem ini mampu menyembuhkan dendam Keira?