APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Aksara Cinta Antara Harta dan Pilihan

Aksara Cinta Antara Harta dan Pilihan

Amora Carolline terjepit dalam dilema besar antara ambisi karier dan asmara. Kehadiran Arka Christian, pebisnis sukses yang menawarkan kemewahan, membawa Amora ke dunia gemerlap. Namun, muncul Vano Elbar, pria pilihan ibunya yang menawarkan kehangatan serta ketulusan dalam kesederhanaan. Kini, Amora harus menentukan arah hidupnya: mengejar harta bersama Arka yang penuh tekanan, atau memilih cinta tulus Vano meski hidup terbatas. Sebuah pencarian makna cinta sejati.
Bab
Bagikan

Bab 3

Pagi-pagi buta di akhir pekan, Amora dan Berlin bersiap untuk meliburan diri di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Mereka sudah merencanakan liburan ini sejak lama. Mereka tiba di Bandara Komodo dengan semangat petualangan dan ransel penuh harapan. Angin sejuk dan pemandangan pegunungan hijau menyambut kedatangan mereka. Setiba di hotel yang mereka sewa, mereka beranjak istirahat di kamar dan bersiap-siap untuk prepare istirahat.

“Lu mandi sana gih” suruh Amora ke Berlin.

Berlin mengangguk dan tersenyum. "Oke, Mor. Tapi nanti kita harus segera bersiap untuk menjelajah pulau ini."

Amora tertawa. "Tentu saja! Tapi biar kita punya energi penuh dulu. Nanti sore kita bisa nikmati keindahan pulau."

Berlin segera menuju kamar mandi, merasa bersyukur akan petualangan yang menunggu mereka di Pulau Flores. Sementara itu, Amora mulai merencanakan rute perjalanan mereka, mencatat tempat-tempat yang ingin mereka kunjungi. Setelah mandi, Berlin bergabung dengan Amora di ruang tamu.

Amora menyematkan peta pulau di dinding dan berkata, "Jadi, kita akan mulai dari Pantai Pink, kemudian ke Desa Adat Waerebo, dan akhirnya Puncak Amelia untuk matahari terbenam. Bagaimana menurut lu, Ber?”

Berlin mengangguk setuju. "Kedengaran seperti rencana yang luar biasa, Mor! Pantai Pink pasti akan menjadi tempat yang menakjubkan untuk memulai."

Amora menambahkan, "Dan Desa Adat Waerebo akan memberikan kita wawasan yang mendalam tentang budaya lokal. Aku yakin akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan."

Mereka berdua melanjutkan perbincangan mereka, membahas rute perjalanan, waktu tempuh, dan hal-hal menarik yang dapat mereka temui di sepanjang jalan. Sementara itu, matahari terus naik di langit memberikan sinyal bahwa saatnya mereka memulai petualangan.

Setelah persiapan selesai, mereka meninggalkan hotel dan memulai perjalanan mereka menuju Pantai Pink. Dalam perjalanan, mereka menyaksikan pemandangan alam yang menakjubkan, merasakan kebersamaan yang hangat di dalam mobil sewaan mereka.

Saat tiba di Pantai Pink, dengan langkah ringan Amora dan Berlin berjalan di sepanjang Pantai Pink, menikmati keindahan alam yang luar biasa. Pasir merah muda yang lembut di bawah kaki mereka memberikan sensasi yang unik, seolah-olah mereka berjalan di atas permadani alami.

Amora tersenyum, "Ini benar-benar indah, Ber. Pantai Pink ini seperti surga yang tersembunyi."

Amora mengeluarkan kamera dari tasnya. "Ayo, Ber! Kita abadikan momen ini."

Dengan senyuman, Berlin mengikuti langkah Amora. Mereka berdua berpose di tepi Pantai Pink, latar belakang laut lepas yang tenang, dan langit biru yang cerah. Berlin mengepalkan tangan sambil tersenyum lebar, sedangkan Amora melambaikan tangan dengan latar belakang pasir merah muda yang memesona.

Amora tertawa. "Ini akan menjadi kenangan indah dari Pulau Flores."

Berlin setuju. "Pasti, Mor. Kita harus bikin album foto khusus untuk liburan ini."

Mereka melanjutkan sesi foto mereka, mengabadikan momen-momen berharga di Pantai Pink. Mereka berdua saling menggoda, tertawa, dan berpose dengan ekspresi gembira. Suasana ceria dan kebersamaan mereka terpancar dari setiap foto yang diambil.

Selesai berfoto-foto, Amora melihat sekeliling, "Mari kita lanjutkan petualangan kita. Desa Adat Waerebo dan Puncak Amelia menunggu!"

Berlin mengangguk. "Benar, Mor! Ayo kita lihat apa lagi yang Pulau Flores tawarkan."

Sambil membawa kenangan indah dari Pantai Pink, Amora dan Berlin melanjutkan perjalanan mereka, siap menjelajahi keajaiban Pulau Flores yang masih menanti. Perjalanan mereka dilanjutkan dengan semangat tinggi. Amora dan Berlin menjelajahi pulau ini dengan antusiasme, siap untuk merasakan setiap keindahan dan keunikan yang ditawarkan Flores.

Saat tiba di Desa Adat Waerebo, mereka disambut oleh kehangatan masyarakat lokal. Penduduk desa dengan senang hati membagikan cerita dan tradisi mereka kepada Amora dan Berlin. Mereka berdua mendapatkan wawasan yang mendalam tentang kehidupan dan budaya masyarakat adat Flores. Amora, sebagai seorang ahli arsitektur, tidak bisa menahan kekagumannya terhadap keunikan dan keindahan Desa Adat Waerebo. Ia dengan seksama mengamati struktur dan desain rumah-rumah adat yang berjejer rapi di desa tersebut. Dengan mata yang penuh minat, ia memperhatikan setiap detail arsitektur tradisional yang memberikan desa ini ciri khasnya.

Penduduk desa, melihat ketertarikan Amora pada arsitektur, dengan senang hati menjelaskan lebih lanjut tentang filosofi di balik setiap bentuk dan material yang digunakan dalam pembangunan rumah adat mereka. Amora menanyakan pertanyaan dengan penuh antusiasme, ingin memahami lebih dalam tentang keterkaitan antara arsitektur dan kehidupan sehari-hari masyarakat Waerebo.

Pak Joko, salah seorang tokoh masyarakat di Desa Adat Waerebo, tersenyum ramah melihat antusiasme Amora terhadap arsitektur tradisional mereka. "Selamat datang di Waerebo, Mbak Amora. Kami senang bisa berbagi tentang rumah adat kami dengan Anda."

Amora dengan penuh semangat menjawab, "Terima kasih, Pak Joko! Saya benar-benar kagum dengan keindahan dan keunikan rumah-rumah di sini. Apakah Anda bisa menjelaskan lebih lanjut tentang filosofi di balik desain dan material yang digunakan?"

Pak Joko mengangguk, "Oke, Mbak Amora. Rumah adat kami didesain dengan mempertimbangkan keseimbangan antara manusia dan alam. Setiap elemen memiliki makna tersendiri. Misalnya, atap ciri khas berbentuk kerucut melambangkan hubungan vertikal antara manusia dan roh leluhur kami yang tinggal di langit."

Amora menyimak dengan seksama, dia berkomentar "Wow menarik sekali! Gimana dengan material yang digunakan, Pak Joko?"

Pak Joko menjawab, "Material yang digunakan juga memiliki makna simbolis. Sebagian besar rumah adat kami menggunakan bahan-bahan alami seperti kayu, bambu, dan daun rumbia. Penggunaan material alami ini tidak hanya berfungsi estetis, tetapi juga mencerminkan hubungan harmonis kami dengan alam. Kayu, misalnya dianggap sebagai elemen yang hidup dan memiliki roh, sehingga penggunaannya di rumah-rumah kami dianggap sebagai penghormatan terhadap pohon yang memberikan kehidupan."

Amora mengangguk mengerti, “Makasih, Pak Joko atas penjelasannya yang begitu berharga. Ini sungguh memperkaya pemahaman saya tentang kekayaan budaya di sini."

Saat Amora dan Pak Joko tengah berbincang-bincang tentang rumah adat dan kebudayaan lokal, tiba-tiba muncul Arka. Amora dan Berlin terkejut dengan kedatangan Arka.

“Kamu di sini juga, Arka?” tanya Amora.

Arka tersenyum ceria. "Ya, benar! Dari empat hari yang lalu aku memustuskan buat liburan ke sini. Aku tadi gak sengaja mendengar obrolan kalian yang menarik, apa boleh aku gabung kalian?"

“Tentu saja boleh dong, Arka. Kami senang kamu bisa bergabung dengan kami. Pak Joko sedang menjelaskan tentang filosofi di balik desain rumah adat dan bahan-bahan yang digunakan,” jawab Berlin.

Arka menyatakan minatnya, "Wow, itu terdengar sangat menarik! Aku berniat liburan di sini juga untuk mendengar tentang kebudayaan lokal disini itu tentu akan membuat pengalaman liburanku lebih tak terlupakan."

Pak Joko tersenyum ramah. "Tentu, Arka. Silakan bergabung dan tanyakan apapun yang ingin Anda ketahui. Kami senang berbagi pengetahuan tentang keindahan budaya dan tradisi di sini."

Mereka pun melanjutkan obrolan, dengan Arka yang bersemangat mendengarkan penjelasan lebih lanjut tentang rumah adat dan mencurahkan kekagumannya terhadap keunikan kebudayaan lokal. Obrolan semakin hidup dengan kehadiran Arka yang menyuntikkan energi baru ke dalam percakapan tersebut.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bangunkan Aku Dengan Cintamu
9.7
Dijual miliaran demi menikahi Eric, taipan yang koma, Emily menjadi bahan cemoohan. Setelah memergoki kekasihnya berselingkuh dengan adik angkatnya, ia bertekad membalas dendam melalui pernikahan ini. Emily membuktikan kemampuannya dengan merebut penghargaan medis yang dicuri darinya dan menghukum orang tua angkatnya yang kejam. Saat Eric sadar, ia tidak mengusir Emily, melainkan memuja sang istri sambil mengungkap rahasia besar yang selama ini tersembunyi.
Sampul Novel Boss Lady: Mantan Suamiku Ingin Aku Kembali
8.9
Selena dianggap parasit oleh suaminya, Kenneth. Setelah lelah disakiti, ia menuntut cerai dan pembagian harta. Kenneth setuju karena ingin bebas, namun Selena justru bangkit menjadi pengusaha sukses yang dikelilingi pria. Terkejut melihat transformasi mantan istrinya yang mandiri, Kenneth mulai mengejarnya kembali. Saat Selena meluapkan kemarahannya, Kenneth justru mengakui kegilaannya dan memohon untuk rujuk demi menyatukan kekayaan serta masa depan mereka.
Sampul Novel CINTA GILA KENAN
9.7
Kenan dikenal sebagai pebisnis yang kejam dan berhati dingin. Namun, ketenangannya terusik saat bertemu kembali dengan Yezi, wanita keturunan Jepang-Indonesia yang terlibat dalam masa lalunya. Merasa diabaikan, Kenan menuntut ganti rugi tak masuk akal kepada ayah Yezi. Tak tinggal diam, Yezi membalas ancaman itu dengan rekaman rahasia dari kejadian tiga tahun silam. Di tengah persaingan bisnis dan arogansi, rahasia besar apa yang sebenarnya menyatukan mereka?
Sampul Novel Gadis Imut Kesayangan Sugar Daddy
8.9
William Samsons MacRay, arsitek ternama berusia 37 tahun, tak sengaja bertemu Emmy Estelia Setiawan saat tertimpa sial di bandara. Emmy, lulusan Harvard yang baru kembali ke Jakarta, ternyata adalah karyawan baru di perusahaan milik William. Ketertarikan mendalam membuat William selalu membawa Emmy dalam perjalanan bisnis dunianya hingga hubungan mereka berkembang menjadi sugar daddy dan baby. Namun, perjodohan dari orang tua William mengancam cinta beda usia ini.
Sampul Novel Harem milik Suamiku
9.1
Demi lepas dari desakan orang tua, Marigold memutuskan menikah dengan Maximilian. Sang miliarder sendiri terikat ramalan untuk menyunting tujuh istri bernama bunga demi kejayaan bisnisnya. Di sebuah mansion mewah, ketujuh wanita ini bersaing ketat demi status sosial, harta, dan gengsi sebagai pendamping pria sempurna. Maximilian pun harus menghadapi dinamika serta pesona unik para istrinya setiap hari. Siapakah yang akhirnya akan memenangkan hati sang tuan tanah?
Sampul Novel Kupu-Kupu Kertas
8.9
Masa depan Mayang hancur saat hamil di usia remaja dan ditinggalkan Mahesa. Ia terpaksa menolak lamaran Sena dengan kasar sebelum akhirnya terjebak dalam lembah hitam di ibu kota. Sembilan tahun berlalu, takdir mempertemukan mereka kembali. Sena telah bertransformasi menjadi pengusaha kaya yang menyimpan dendam, sementara Mayang sedang berjuang keras memperbaiki hidupnya. Di tengah penghinaan Sena yang ingin membeli harga dirinya, Mayang tetap teguh mempertahankan haknya untuk bertaubat.