APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Aku Bukan Perawan

Aku Bukan Perawan

Shinta Larasati hancur setelah dikhianati Predi Prasetiyo yang berselingkuh dengan Putri Patrisia. Alasan Predi pergi karena masa lalu Shinta yang tak lagi suci. Demi membalas luka itu, Shinta merantau ke ibu kota untuk meraih kesuksesan dan membuktikan harga dirinya. Di tengah perjuangan, muncul Brama Sebastian yang mencoba mencuri hatinya. Namun, bayang-bayang cinta lama pada Predi masih menghantui. Akankah Shinta memilih Brama atau tetap terobsesi pada dendamnya?
Bab
Bagikan

Bab 2

Hari demi hari dia lewati tanpa kehadiran Predi lagi, dalam kepedihan dan kepiluan hatinya, Shinta mencoba menerapkan kata-kata itu dan menyimpan dalam relung hatinya yang terdalam. Dia memang harus tabah. Tabah dalam menjalani segala macam cobaan, termasuk pertemuan yang tanpa sengaja dengan Predi.

Saat itu, Shinta baru saja selesai belanja di sebuah mini market, dan ia baru saja akan menyetop sebuah angkot ketika sepasang matanya tiba-tiba saja melihat mobil yang dikendarai Predi berhenti tak jauh dari tempatnya berdiri.

Sudah lebih dari satu bulan ia tidak bertemu cowok itu, maka itu betapa gembira hatinya saat melihat kembali kehadiran cowok tampan yang pernah menguasai perasaan dan menghuni hatinya itu. Dan Shinta bermaksud menghampiri Predi yang diperkirakan tidak melihatnya, kalau saja dari pintu mobil sebelah kiri keluar seorang gadis cantik dengan dibalut kaos ketat warna merah yang nampak kesexsyan tubuhnya.

Seketika Shinta merasa jantungnya bergerumuh cepat dan dadanya seakan bertalu-talu begitu mengenali siapa gadis itu. Yah, dia memang Putri gadis yang sempat dilaporkan teman- temannya sering jalan bareng Predi belakangan ini.

" Tunggu sebentar ya. Aku enggak lama kok."

Shinta sempat mendengar kata,-kata itu di ucapkan Putri yang kemudian masuk kedalam mini market. Tinggalah Predi seorang diri di dalam mobilnya.

Melihat kesempatan baik itu, Shinta pun segera menghampiri mobil merah yang di parkir ditepi jalan itu.

"Predi,"panggilnya ketika sudah berada di dekat pintu mobilnya yang kacanya dibiarkan terbuka.

Mendengar namanya dipanggil, cowok itu segera menoleh. Alangkah terkejutnya ia begitu mengetahui siapa yang memanggilnya.

"Shitna,"desisnya dengan suara hampir tak terdengar. Dilepaskannya kacamata hitamnya.

"Kamu!

"Sudah lama kamu tidak datang ke rumahku lagi. Kenapa?"tanya Shinta tanpa basa-basi lagi. Ia berpikir, lebih baik berterus terang ketimbang berbasa- basi karena hanya akan membuang-buang waktu saja.

" Aku,-" Predi kelihatan bingung dan tak tahu harus menjawab apa.

Melihat sikap cowok itu, seulas senyum sinis tersungging di bibir Shinta. Meski Predi tidak mengataknnya, tapi ia tahu apa yang ada di kepala cowok itu. Laporan-laporan yang diterima Shinta dari teman-temannya serta apa yang dipergokinya kali ini, telah menjawab semua yang menjadi pertanyaan dalam hatinya. Predi bermaksud melupakannya dan berpaling pada gadis lain.

"Kamu kelihatan gugu," Shinta berusaha menenangkan hatinya yang dilumuri kekecewaan . "Padahal, kalau saja kamu mau berterus terang mengatakan semuanya, pasti aku akan menerimanya dengan hati lapang. Aku sadar dengan keberadaanku sekarang, Pred. Aku memang bukan gadis yang pantas untukmu. Tapi... Sungguh aku kecewa dengan sikapmu yang tak berani berterus terang. Dengan sikapmu yang seperti itu, secara tidak langsung kamu telah membuat hatiku semakin sedih dan kecewa. Kamu telah mempermainkan hati dan perasaanku."

"Shin-" Predi merasa tenggorokannya benar- benar tercekat. Sungguh ia tak tahu harus bagaimana menjelaskan semuanya pada Shinta. Dalam hatinya yang paling dalam, ia pun mengakui, kalau apa yang dikatakan Shinta tadi adalah benar. Secara tak langsung, ia telah membuat hidup gadis itu semakin merana dan nalangsa. Ah, mengapa sulit rasanya untuk berterus twrang?

"Aku tahu yang terjadi padamu sekarang" Shinta berusaha menekan kepedihan dalam hatinya dalam-dalam. "Ternyata apa yang dilaporkan teman-teman benar, kamu mulai berpaling dengan yang lain. Tapi... Aku tidak menyalahknmu sepenuhnya, Pred. Kamu memang berhak melakukan apapun yang kamu suka Sementara aku, Aku tidak punya hak lagi untuk menentang apa lagi melarang keinginanmu. Kamu... Kamu sudah bukan milikku lagi."

Sisa-sisa Shinta menahan air mtanya agar tidak menerobos keluar. Namun bersamaan dengan itu, ia pun segera membalikan tubuhnya dan berlalu meninggalkan Predi yang masih terhenyak di tempatnya.

Puas dan lega rasanya telah bisa mengungkapkan apa yang selama ini mengganjal dalam hatinya. Namun begitu, Shinta juga merasa ada yang tiba- ltiba hilang dari relung hatinya selesai mengucapkan kalimat tadi. Yah, predi memang sudah bukan miliku lagi .

Cowok tampan itu sudah bukan lagi kekasihnya yang dulu, yang pernh menguasai perasaan dan menghuni relung hatinya yang paling dalam. Ah, sedih sekali bila membayangkan itu.

Shinta tidak tahu, kalau pada waktu bersamaan saat ia meninggalkan Predi Futri pun keluar dari dalam mini market dengan membawa kantong plastik berisi makanan dan minuman.

Gadis berambut cepak itu hanya menyeringai dengan senyum sinis saat pandangannya yang lurus bertemu dengan wajah Shinta, yang segera meninggalkan tempat itu.

"Mau apa perempuan itu menghampirimu, Pred?" Tanyanya ketika sudah berada kembali di dalam mobil.

"Siapa?" Predi pura-pura tidak tahu sambil tangannya segera menghidupkan kembali mesin mobilnya.

"Siapa lagi kalau bukan Shinta, perempuan miskin itu?" Futri mencibir. Parasnya yang seketika mengeruh memperlihatkan betapa bencinya ia pada Sinta, gadis yang pernah menjadi rivalnya dalam memperebutkan cinta predi dulu.

"Jangan berkata begitu ah." Kilah Predi kemudian, merasa tak enak Shinta dikatakan sebagai perempuan miskin.

"Lho, dia memang miskin kan? Tinggalnya aja di tempat sempit rumahnya juga jelek banget, itu kan namanya orang miskin. Lagian kamu mau aja pacaran sama perempuan miskin?" Putri tetap ngotot.

"Siapa sih yang mau hidup susah, Predi mencoba menahan hatinya untuk tidak emosi, Shinta toh pernah menjadi kekasihnya. Tidak enak juga bila mendengar gadis yang pernah dicintainya itu sampai dihina sedemikian rupa.

"Sejak dulu ia sudah tahu kalau Putri memang amat sangat membenci Shinta. Terutama sejak ia memilih Shinta dan menjadikan gadis itu sebagai kekasihnya.

Dan sekarang, bukan salah Putri kalau ia merasa menang dalam segala hal. Mungkin dalam hati gadis itu bersorak senang bisa melihat penderitaan dan kepahitan hidup Shinta, sekaligus berhasil menggaet cinta Predi, yang juga adalah kekasih Shinta.

Malam harinya, Predi masih memikirkan kata -kata Shinta yang terus terngiang dalam telinganya. Ada perasaan bersalah yang menguasa hatinya. Betapa kejamnya ia yang telah menyia-nyiakan dan meninggalkan gadis itu begitu saja. Padahal, Shinta gadis yang begitu baik. Selama ini Shinta selalu menjaga cinta dan kesetiaannya, namun Predi malah membalasnya dengan penghianatan pelan-pelan tanpa sepatah kata pun yang terucap sebagai keputusan yang bisa dipegang.

Pikir Predi, dengan sikapnya yang seperti itu, ia tidak akan melukai hati Shinta lebih parah lagi dan berharap hubungannya bisa berakhir dengan baik-baik. Tapi, siapa yang sangka ternyata Shinta tak menginginkan itu. Gadis itu lebih suka kalau ia secara gentleman mengatakan semuanya, sehingga malah akan lebih cepat selesai tanpa meningalkan rasa kecewa di hati masing-masing. Bukan malah menggantung semuanya dengan sikap diam-diam seperti tak terjadi suatu apapun.

Kini Predi menyesali, mengapa ia tak bisa berterus terang mengatakan hal-hal yang mengganjal perasaannya? Kenapa lidahnya selalu terasa kelu setiap kali keinginannya timbul untuk menemui Shinta dan membicarakan semuanya ? Sehingga keinginan-keinginan itu akhirnya terkubur dengn sendirinya, bahkan muncul suatu keengganan untuk mengunjungi rumah Shinta dan mengapeli gadis itu seperti dulu.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel CINTA DARI MASA LALU
9.5
Kehidupan Luwina hancur setelah ayahnya terseret korupsi. Terjebak di negeri asing tanpa harta, ia diselamatkan oleh Reyhan, pria yang mengaku sebagai kakak tirinya. Namun, kepulangannya ke tanah air justru memicu konflik baru. Luwina bertemu kembali dengan Hardin Putra Surawijaya, pria yang dulu menghancurkannya hingga hamil. Ironisnya, Hardin adalah sahabat Reyhan sekaligus suami dari Katrina, mantan kekasih kakaknya tersebut.
Sampul Novel Cinta Gadis Bunga
8.0
Lucyana, gadis dari latar belakang sederhana, mendadak jadi pusat perhatian setelah Nyonya Silviana mengangkatnya sebagai ahli waris tunggal. Perubahan status sosial yang drastis ini memicu penolakan keras dari orang-orang di sekitarnya yang meragukan kepantasannya. Di tengah kepalsuan dan intrik keluarga kaya, Lucyana harus berjuang mempertahankan diri. Mampukah ia bertahan menghadapi tekanan tersebut sembari mencari sosok cinta sejati yang tulus?
Sampul Novel Dia Bukan Milikku
9.3
Letnan Imam mengutamakan tugas negara, namun pengkhianatan Serda Resti menghancurkan janji suci mereka. Meski Resti telah menjadi milik orang lain, bayangannya tetap ada. Pasca kecelakaan, Imam menemukan cinta baru pada Dokter Utami. Namun, penugasan ke Lampung mempertemukannya dengan Lita, pelajar yang mirip Resti. Saat kesetiaannya diuji, Utami memilih berpisah sementara Lita sudah memiliki kekasih. Siapakah yang akhirnya akan mengisi kekosongan hati sang Letnan?
Sampul Novel Dokter Milik Tuan Muda
8.2
Kimmy Jordan, seorang dokter berbakat, terjebak dalam dilema besar setelah menyetujui perjodohan dari orang tuanya. Di tengah komitmen itu, hatinya justru tertambat pada pemilik kafe langganannya. Sementara itu, Dokter Inggit harus menghadapi realita pernikahan paksa dengan pria kaku yang ia juluki beruang kutub. Ikuti perjuangan dua dokter cantik ini dalam menavigasi rumitnya komitmen, perasaan tulus, dan dinginnya sikap pasangan dalam hidup mereka.
Sampul Novel Gelora Panas Sekretaris Seksi
8.4
Pasca dikhianati dan ditinggal kekasihnya, Kayla bertekad membalas dendam kepada Miranda yang menjadi pemicu perpisahannya dengan Bisma. Di tengah luka hati, ia melamar sebagai sekretaris pribadi Jason, seorang pria tampan yang langsung terpikat oleh pesona fisik dan kecantikan Kayla. Demi ambisinya, Kayla berjanji memberikan kepuasan yang jauh melampaui apa pun yang pernah Jason dapatkan dari Miranda sebelumnya dalam hubungan profesional yang provokatif.
Sampul Novel Melahirkan Anak Mantan
9.3
Rania terpaksa meninggalkan kota kelahiran dan cintanya, Devano, karena tekanan situasi yang tak terelakkan. Tanpa penjelasan, ia menghilang dan meninggalkan luka mendalam bagi Devano. Enam tahun berlalu, takdir mempertemukan Devano dengan bocah laki-laki yang memiliki kemiripan fisik antara dirinya dan Rania. Rahasia besar apa yang sebenarnya disembunyikan Rania selama ini? Mengapa ia tega pergi hingga memicu kebencian di hati Devano? Ikuti kisah penuh emosi ini.