APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Aku Menikah, Tapi Bukan Untuk Dicintai

Aku Menikah, Tapi Bukan Untuk Dicintai

Terdesak utang, Lana menerima tawaran Valerie untuk menggoda ayahnya, Cedric Vellani, demi membatalkan pernikahan pria kaya itu dengan wanita pemburu harta. Namun, Cedric yang dingin tak mudah ditaklukkan. Lana justru terjebak dalam pesona sang target hingga hubungan transaksional mereka berubah jadi perasaan terlarang. Saat Valerie merasa dikhianati, Lana harus memilih antara uang atau cinta yang berawal dari kebohongan. Akankah ini berakhir bahagia?
Bab
Bagikan

Bab 2

Lana memandangi dirinya di cermin apartemen kecilnya. Malam ini, ia akan bertemu dengan Cedric Vellani untuk pertama kalinya. Pria yang harus ia hancurkan.

Tangannya meremas kain gaun sederhana yang dipinjamnya dari Valerie. Bahannya lembut, jatuh sempurna di tubuhnya, menampilkan siluet yang lebih mewah daripada pakaian yang biasa ia kenakan. Tapi tetap saja, ia merasa seperti seorang penyusup dalam dunianya sendiri.

Suara notifikasi ponsel mengalihkan perhatiannya. Pesan dari Valerie.

"Mobil sudah menunggumu di bawah. Ingat, jangan gugup. Kau hanya perlu bersikap alami. Buat Ayah terpesona. Aku percaya padamu."

Lana mengembuskan napas panjang. Ia tidak yakin bisa melakukan ini, tetapi sudah terlambat untuk mundur.

Dengan langkah ragu, ia mengambil tas kecilnya dan berjalan keluar.

Mobil mewah yang dikirim Valerie membawanya ke sebuah restoran eksklusif di pusat kota. Tempat yang hanya dihuni orang-orang dari kalangan atas, seperti Cedric Vellani.

Saat ia melangkah masuk, matanya langsung tertuju pada pria itu.

Cedric duduk di meja pribadi di sudut ruangan, ditemani segelas wine merah. Posturnya tegap, dengan jas hitam yang disesuaikan sempurna untuk tubuhnya yang masih tegap di usianya yang lebih dari 45 tahun. Rahangnya tegas, matanya tajam dan penuh perhitungan.

Lana menelan ludah. Ini bukan pria biasa. Ini adalah seseorang yang telah terbiasa mengendalikan segalanya di sekelilingnya.

Ia menarik napas dalam, mengumpulkan keberaniannya sebelum melangkah mendekat.

Cedric mengangkat wajah saat merasakan kehadirannya. Mata gelapnya meneliti Lana dari ujung kepala hingga ujung kaki. Bukan dengan tatapan cabul, tetapi dengan penilaian dingin yang membuat bulu kuduk Lana berdiri.

"Selamat malam, Tuan Vellani," Lana membuka suara, berusaha terdengar percaya diri.

Cedric tidak langsung menjawab. Ia hanya menyesap winenya perlahan, seolah menimbang-nimbang sesuatu.

"Kau bukan bagian dari lingkaran sosialku," katanya akhirnya. "Siapa yang mengundangmu?"

Lana tersenyum kecil, mencoba menyembunyikan kegugupannya.

"Apakah itu penting?" balasnya, mencoba bersikap menggoda seperti yang diajarkan Valerie.

Satu alis Cedric terangkat. "Sangat penting."

Lana menelan ludah. Pria ini bukan seseorang yang bisa dimanipulasi dengan mudah.

Tapi ia tak boleh mundur.

"Aku kebetulan ada di sini, dan aku melihat Anda duduk sendirian. Saya hanya berpikir... mungkin Anda butuh teman bicara," katanya dengan nada seramah mungkin.

Cedric diam sejenak sebelum akhirnya menepuk kursi di seberangnya.

"Kalau begitu, duduklah."

Lana merasa lega, meski hanya sedikit. Ia duduk, berusaha menjaga posturnya tetap anggun.

Seorang pelayan segera datang, menawarkan menu. Lana melihat daftar harga dan hampir tersedak. Satu hidangan di tempat ini lebih mahal daripada uang sewa apartemennya selama sebulan.

Cedric tampaknya memperhatikan reaksi kecilnya.

"Pesan saja apa pun yang kau mau," katanya.

Lana tersenyum tipis. "Mungkin saya hanya akan memesan minuman."

Cedric menyandarkan punggungnya ke kursi, mengamatinya dengan seksama.

"Aku tidak suka basa-basi," katanya tiba-tiba. "Katakan padaku, apa sebenarnya tujuanmu?"

Denyut jantung Lana berdetak lebih cepat.

"Maksud Anda?"

Cedric mengetuk gelas winenya dengan jari.

"Wanita cantik sepertimu tidak akan mendekati pria sepertiku tanpa alasan. Jadi, apakah ini tentang uang? Atau ada hal lain yang kau inginkan?"

Lana mencoba mempertahankan ketenangannya. Ia tahu Cedric cerdas. Ia bukan tipe pria yang bisa dibodohi dengan kata-kata manis.

"Kenapa Anda berpikir bahwa saya menginginkan sesuatu?"

Cedric tersenyum kecil, tetapi senyuman itu dingin.

"Karena aku sudah terlalu sering melihat permainan seperti ini."

Lana menggigit bibirnya.

Ini tidak akan mudah.

Obrolan mereka berlanjut, meski lebih terasa seperti pertempuran mental dibanding percakapan biasa. Cedric terus menguji, sementara Lana berusaha bertahan.

Namun, ada satu hal yang ia sadari sepanjang malam itu: Cedric bukan pria yang mudah didekati.

Ia tajam, penuh kontrol, dan tak mudah terpengaruh oleh pesona siapa pun.

Saat makan malam berakhir, Cedric berdiri lebih dulu.

"Kau menarik," katanya singkat.

Lana menatapnya, menunggu kata-kata berikutnya.

"Tapi aku tidak tertarik pada permainan kecil ini," lanjut Cedric.

Darah Lana membeku.

"Apa maksud Anda?"

Cedric tersenyum tipis, lalu membungkuk mendekatinya, berbisik di telinganya dengan nada rendah yang penuh bahaya.

"Jika kau mendekatiku dengan motif tersembunyi, aku sarankan kau berhati-hati."

Lana menahan napas.

Sebelum ia sempat merespons, Cedric sudah berjalan pergi, meninggalkannya dalam kebingungan dan ketakutan.

Saat Lana kembali ke apartemennya malam itu, Valerie langsung menelepon.

"Bagaimana? Apa Ayah tertarik?"

Lana menggigit bibirnya.

"Aku pikir dia sudah mencium sesuatu. Dia tidak bodoh, Val."

Valerie menghela napas. "Aku tahu Ayah cerdas, tapi kau juga bukan wanita biasa, Lana. Aku yakin kau bisa membuatnya goyah."

Lana terdiam.

Sebelum bertemu Cedric, ia berpikir ini hanya akan menjadi tugas sulit. Tapi kini, ia menyadari sesuatu yang lebih besar-Cedric bukan hanya sulit, ia berbahaya.

Dan kini, ia telah menarik perhatian pria itu.

Bukan dalam cara yang ia inginkan.

Bukan sebagai wanita yang menggoda.

Tetapi sebagai ancaman yang harus diawasi.

Dan itu lebih berbahaya dari yang ia perkirakan.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Biarkan Aku Pergi, Suami CEO-ku yang Sombong
9.1
Menikah demi menyelamatkan bisnis keluarga, Averie memberikan segalanya untuk Brayden meski sang suami mencintai wanita lain. Saat Brayden meraih puncak kejayaan di Grup Fowler, Averie justru kehilangan bayinya dan nyaris tewas di lautan. Trauma mendalam membuatnya menuntut cerai demi memulai lembaran baru. Namun, Brayden yang kini didera penyesalan justru menolak melepaskannya. Ia bersikeras bahwa takdir telah mengikat mereka untuk tetap bersama selamanya.
Sampul Novel Cinta, Kebohongan, dan Anjing yang Mematikan
9.7
Dunia wanita ini runtuh saat ibunya sekarat akibat serangan anjing milik Helena. Bukannya peduli, Bara sang tunangan justru membela hewan itu dan pergi demi urusan bisnis. Namun, saat ibunya wafat, terungkap bahwa Bara berbohong. Alih-alih ke Singapura, ia justru berpesta mewah di Maladewa bersama Helena. Di depan pusara sang ibu, ia menyadari bahwa cinta dan janji miliarder itu hanyalah kepalsuan belaka. Pengkhianatan kejam ini mengakhiri segalanya.
Sampul Novel HOT DUDA
9.6
Taran merupakan pengusaha sukses yang ingin mendukung karier musik adiknya, Kejora, setelah viral di YouTube. Ia pun mempekerjakan Resti sebagai manajer. Awalnya, hubungan mereka tegang karena Taran merasa Resti terlalu ikut campur. Namun, berkat Kejora, keduanya justru semakin akrab. Meski ada Ben yang mencoba menghalangi, benih cinta antara Taran dan Resti kian tumbuh kuat, terutama saat mereka menghabiskan waktu bersama selama berada di Bali.
Sampul Novel Istri Di Atas Kertas Sang CEO
8.1
Demi kesembuhan ibunya, Shania yang baru berusia 19 tahun terpaksa menjadi istri kontrak Steven, seorang CEO perusahaan limbah kimia yang dingin. Steven sebenarnya enggan berurusan dengan wanita, namun ia tak kuasa menolak tuntutan adiknya. Ia pun menawarkan satu miliar rupiah kepada Shania dengan syarat sang gadis bersedia diperbudak melalui perjanjian tertulis. Kini, Shania harus bertahan menghadapi berbagai taktik kejam Steven dalam pernikahan formalitas mereka.
Sampul Novel Kau Ceraikan Aku, Tetapi Anakku Akan Menjadi Pewaris
9.3
Lara terpaksa menceraikan Elara akibat tekanan sang ibu mertua yang memandang rendah statusnya sebagai putri sopir. Elara yang dulu hangat berubah menjadi dingin dan membiarkan pernikahan rahasia mereka hancur. Setelah malam tak terduga yang dianggap Elara sebagai momen bersama Elena, ia resmi bertunangan dengan wanita itu. Lara yang patah hati memilih mengasingkan diri ke desa untuk membuat sabun organik, tanpa menyadari bahwa dirinya tengah mengandung pewaris suaminya.
Sampul Novel Lovers
8.9
Pertemuan tak terduga di kelab malam saat tahun baru menjadi awal kisah Ryan Bagaskara dan Kanaya Putri Soemardi. Meski Kanaya tak sengaja mengotori bajunya, Ryan justru jatuh hati pada pandangan pertama. Namun, hubungan mereka terhalang tembok besar karena ayah Kanaya berniat menjodohkan putrinya dengan Gilang Witjaksono. Situasi kian rumit sebab Gilang, anak pejabat negara itu, ternyata masih kerabat Ryan. Ryan kini harus berjuang demi cinta di tengah restu yang sulit didapat.