APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel AKU PELAKOR

AKU PELAKOR

Arum hancur saat ayahnya menceraikan sang ibu demi wanita lain. Ia menyaksikan ibunya berjuang sendirian hingga terpaksa menikahi pemabuk akibat fitnah keji. Penderitaan bertubi-tubi ini hampir membuat Arum mengakhiri hidupnya karena depresi. Kini, luka batinnya berubah menjadi dendam membara terhadap wanita yang merebut ayahnya. Arum bersumpah menuntut balas pada sosok yang menghancurkan keluarganya dan membuat sang ayah mengabaikan tanggung jawabnya.
Bab
Bagikan

Bab 1

Bab 1

PENGHIANATAN HISYAM

Tin tiiin ....

Terdengar suara klakson dibunyikan panjang. Sekar bergegas menuruni tangga.

"Bun, Sekar berangkat dulu, ya! Sudah dijemput!" pamit Sekar.

"Iya, Nduk. Hati-hati!" sahut Ibunya.

"Bunda istirahat saja. Gak usah ngerjakan apa-apa. Biar Mbok Nah saja."

"Bunda bosen, Nduk, kalo gak boleh ngapa-ngapain," sahut Ibunya.

"Bunda kan, baru sembuh. Jadi, gak boleh terlalu capek."

"Iya, Nduk. Udah sana berangkat. Kasihan bosmu nunggu lama."

"Iya, Bun. Assalamualaikum," ujar Sekar sembari mencium tangan Ibunya.

"Waalaikumsalam," sahut Ibunya.

Sekar segera meninggalkan rumahnya. Rumah minimalis yang dibeli dari hasil catering Bundanya.

"Halo, sayang! Maaf, ya, nunggunya lama!" ujar Sekar setelah masuk ke dalam mobil.

"Gak papa. Disuruh nunggu berapa lamapun aku siap, kok! Apapun buat kamu, sayang!"

"Ish ... pagi-pagi sudah gombal. Udah ah, ayo, berangkat!"

"Oke, sayang!"

Aldi, atasan sekaligus kekasih Sekar segera melajukan kendaraannya. Aldi merupakan direktur utama di perusahaan tempat Sekar bekerja. Sedangkan Sekar adalah sekretarisnya.

Sekar mengawali karir di perusahaan tersebut sebagai staf administrasi. Berkat kelihaiannya, dalam waktu tiga tahun dia sudah naik jabatan menjadi sekretaris pribadi sekaligus kekasih gelap sang bos. Ya, hanya kekasih gelap karena sang bos telah memiliki seorang istri.

"Istri kamu gak curiga kamu sering pulang telat dan berangkat pagi-pagi gini?" tanya Sekar.

"Gaklah! Dia itu percaya sekali sama aku," sahut Aldi.

"Masak sih?"

"Beneran. Lagian, aku beralasan sama dia kalau kantor lagi ada masalah serius."

"Ha ... pinter banget kamu!" sahut Sekar.

"Iya, dong! Harus itu!" sahut Aldi.

*************************

Di rumah, Bunda Sekar menangis sedih. Jujur, dia tidak rela dengan jalan yang ditempuh Sekar. Namun, segala kesakitan yang pernah Sekar alami selama ini, mengobarkan api dendam di dalam dadanya.

Semua itu bermula pada kejadian dua puluh tahun yang lalu. Saat itu, Sekar berusia tujuh tahun.

*******

Dua puluh tahun yang lalu

"Bun, Ayah mana?" tanya Arum. Sekar kecil biasa dipanggil Arum. Sekar Arum Wardani, nama yang diberikan oleh sang ayah kepadanya.

"Maaf, Rum. Hari ini, Ayah ada pekerjaan yang gak bisa ditinggalkan," sahut Bundanya.

"Tapi, Bun, kan Ayah sudah janji. Pas hari ulang tahunku yang ketujuh, Ayah mau ngajak Arum jalan-jalan," rengek Arum.

"Iya, Sayang! Maafkan Ayah, ya! Begini saja, bagaimana kalau jalan-jalannya sama Bunda saja? Arum mau kemana?"

"Gak asik, Bun! Arum maunya sama Ayah juga!" rengek Arum lagi.

"Iya, Bunda faham. Perginya sama Ayah lain kali saja. Hari ini pergi sama Bunda. Bagaimana?" rayu Bundanya.

"Iya, deh, Bun! Arum mau. Kita ke kebun binatang, ya!" ujar Arum.

"Iya, sayang! Ya udah, yuk, kita siap-siap!"

Setelah selesai bersiap, mereka berdua segera berangkat naik sepeda motor. Walaupun sedikit kecewa, namun Arum tetap gembira bisa pergi jalan-jalan ke kebun binatang.

Setibanya di lokasi, Irma segera membeli dua buah tiket. Kemudian, mereka segera memasuki area kebun binatang. Hal yang pertama yang dilihat Arum adalah aneka burung. Berbagai jenis dari beberapa negara ada di situ. Arum merasa takjub dengan banyaknya jenis burung.

Selanjutnya, mereka menuju area binatang mamalia. Pertama, mereka melihat harimau. Ada empat ekor harimau yang tampak, dua ekor induk dan dua ekor masih anak-anak. Selanjutnya,mereka melihat singa, jerapah, gajah, dan lain-lain.

Setelah puas melihat-lihat, mereka menuju restoran yang ada di dalam lokasi.

"Bun, itu kan ayah?" tunjuk Arum. Irma mengikuti arah telunjuk putrinya.

Deg. Disana, tampak suaminya sedang menggandeng wanita hamil sekitar lima bulan dan menggendong seorang gadis kecil seusia Arum. Irma tampak terkejut.

Tanpa sengaja, pandangan mereka bersiborok. Ayah Arum pun tampak terkejut. Langkahnya terhenti. Dengan menggandeng putrinya, Irma melangkah mendekati mereka.

"Siapa mereka, Mas? Kenapa Mas Hisyam bisa sama mereka? Ini yang namanya ada urusan penting kantor?" tanya Irma beruntun.

"Irma, tolong jangan emosi dulu. Kita bisa bicarakan ini baik-baik," sahut Hisyam gugup.

"Ayah bohong! Katanya Ayah kerja, makanya gak bisa ngajak Arum jalan-jalan. Ini malah jalan-jalan sama mereka," ujar Arum marah.

"Arum sayang, maafkan Ayah, ya! Irma, tolong kamu bawa Arum pulang dulu! Setelah ini, aku akan menyusul!" ujar Hisyam.

Tanpa banyak kata, Irma segera meninggalkan lokasi tersebut. Di sepanjang jalan, air matanya tak berhenti menetes. Dia berharap, perkiraannya salah. Dia berharap, mereka bukan siapa-siapa dan hanya kebetulan bertemu saja. Namun, semakin dia berharap, hatinya semakin sakit. Karena apa yang dilihatnya, sudah tampak jelas.

"Bun, Arum lapar," ujar Arum.

Irma segera menghapus air matanya. Dia teringat, tadi sebelum bertemu suaminya, mereka memang berencana makan siang.

"Kita beli Kent*ky saja, ya?" sahut Bundanya.

L

"Iya, Bun."

Irma menghentikan sepeda motornya di sebuah restoran cepat saji.

"Bunda gak makan?" tanya Arum.

"Gak, Bunda gak lapar. Arum saja yang makan," sahut Bundanya.

"Gak boleh! Kata Bunda, kita harus makan tepat waktu agar gak gampang sakit! Kita bagi dua ya, makanannya?" ujar Arum.

Irma merasa terharu dengan perhatian putrinya.

"Gak usah. Ini buat Arum saja! Bunda pesan lagi saja, ya!" sahut Bundanya.

"Oke, Bun!"

Setelah menyelesaikan acara makan siangnya, mereka segera pulang.

"Arum, segera sholat dhuhur, habis itu tidur siang ya!" perintah bundanya.

"Siap, Bun!"

Irma segera menuju ke kamarnya. Setelah menunaikan sholat dhuhur, dia menunggu suaminya pulang. Sayang, yang ditunggu pun tak kunjung datang.

Hingga pukul 22.00, Ayah Arum baru menginjakkan kaki di rumah.

"Assalamualaikum!" ujarnya. Tak ada sahutan. Hisyam segera memasuki kamarnya. Dilihatnya, sang istri telah tertidur. Hisyam segera menuju ke kamar mandi.

Setelah selesai membersihkan diri, dilihatnya istrinya sudah menunggunya disamping tempat tidur.

"Kamu memang belum tidur apa terbangun?" tanyanya.

Irma tak menanggapi. Hisyam duduk di sebelah istrinya.

"Ada yang ingin kamu jelaskan?" tanya Irma.

"Maafkan aku, Ir! Aku khilaf!"

"Siapa dia?"

"Dia juga istriku, Ir. Kami sudah menikah secara siri empat bulan yang lalu."

Tes ....

Airmata Irma menetes begitu saja. Hatinya begitu sakit. Sejak awal, dia sudah memperkirakan. Namun, mendengar sendiri dari bibir suaminya, hatinya terasa begitu sakit.

"Maafkan aku, Ir!" ujar Hisyam sembari menggenggam jemari istrinya.

Irma segera menarik tangannya. Dia tidak sudi disentuh oleh penghianat itu.

"Kamu jahat, Mas! Apa salahku?" ujar Irma tergugu.

"Kamu gak salah, Ir. Aku yang melakukan kesalahan. Tolong, maafkan aku!"

"Kamu tega, Mas! Apa kurangku selama ini?" tanya Irma masih tergugu.

"Kamu wanita yang sempurna, Ir."

"Bohong! Buktinya, kamu masih mencari kesenangan di luar!" ujar Irma sarkas.

"Maafkan aku, Ir. Aku siap menerima hukuman apapun, asalkan kamu mau memaafkan aku."

"Benarkah?" tanya Irma sangsi.

"Tentu saja."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bukan Aku Yang Menjebakmu
8.8
Nadira Almeira, sekretaris bersahaja di Mahardika Corp, mendadak dituduh menjebak CEO Elvano Mahardika demi kekuasaan. Tanpa bukti, Elvano memecat dan mempermalukannya di depan publik dengan lemparan uang yang menghina harga dirinya. Padahal, Nadira hanyalah korban yang tidak tahu apa-apa. Situasi kian rumit saat ia menyadari dirinya tengah mengandung anak Elvano. Kini, Nadira harus memilih antara pergi selamanya atau kembali menghadapi pria yang telah menghancurkannya.
Sampul Novel Bukan Ipar Penggoda
8.0
Kehidupan Maura Anabella berubah drastis dalam semalam akibat sebuah tragedi yang tak terduga. Kesuciannya terenggut secara paksa karena tindakan ceroboh kakak iparnya sendiri yang sedang berada di bawah pengaruh alkohol. Kejadian kelam tersebut meninggalkan luka mendalam bagi Maura, menciptakan konflik batin dan drama keluarga yang rumit. Kini, ia harus menghadapi kenyataan pahit di tengah situasi yang mengancam kehormatan dan masa depannya sendiri.
Sampul Novel Direklamasi oleh Pewaris Mafia
8.8
Lima tahun menikah, Nora Yates hancur saat memergoki Stefan Gordon berselingkuh dengan Izabella. Stefan mengakui pernikahannya hanyalah balas dendam kejam demi membuat Nora menderita. Di tengah depresi akibat pengkhianatan itu, Nora memutuskan berhenti menjadi ibu rumah tangga yang lemah. Dunia telah lupa bahwa sebelum sakit, dia adalah peretas legendaris yang ditakuti. Kini, sang peretas bangkit kembali untuk bergabung dengan perusahaan lama dan menuntut keadilan.
Sampul Novel Gairah Liar Nayla
7.8
Nayla selalu percaya bahwa kehidupan pasti akan berakhir indah meski badai menerjang. Namun, keyakinannya diuji saat ia jatuh pingsan karena kelelahan di sofa rumahnya. Di tengah kondisi tak berdaya itu, seorang pria misterius yang telah merencanakan segalanya muncul mendekat. Dengan niat terselubung, ia mulai menyentuh tubuh Nayla yang sedang terlelap. Situasi menjadi semakin mencekam saat pria itu meraba dadanya, memicu reaksi tak sadar dari Nayla yang sedang tertidur.
Sampul Novel Kim Nana
9.7
Kim Nana terpaksa mengorbankan masa mudanya demi membesarkan sang adik setelah ditelantarkan orang tua mereka yang egois. Meski kini sukses berkarier, luka masa lalu mengubahnya menjadi sosok yang keras dan dingin. Beban hidup yang berat membuatnya mati rasa hingga menutup diri dari cinta pria mana pun. Mampukah Nana berdamai dengan masa lalunya dan memaafkan orang tuanya? Siapakah pria yang sanggup meluluhkan hatinya yang beku? Ikuti kisah perjuangan Nana di sini.
Sampul Novel MENIKAHI BILLIONAIRE
8.8
Zyan Liu terancam gagal menjadi ahli waris utama keluarga Liu jika ia tidak segera menikahi wanita yang sesuai dengan standar ketat keluarganya. Di luar dugaan, Mu Tian Rui yang hanyalah gadis desa sederhana justru dianggap memenuhi kriteria tersebut. Kini, dua insan dengan latar belakang kehidupan yang sangat kontras ini terjebak dalam sebuah pernikahan yang diatur. Mampukah Zyan dan Rui mempertahankan hubungan mereka di tengah jurang perbedaan yang begitu lebar?