APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel  Aku sangat menginginkanmu

Aku sangat menginginkanmu

Pasca kecelakaan tragis, Ana terjebak dalam pusaran ingatan tentang suaminya, Sebastián, dan pria dari masa lalunya, Gabriel. Narasi yang melintasi waktu ini menguak tabir kebohongan dalam pernikahan Ana serta perselingkuhan yang berbahaya. Di tengah konspirasi keluarga dan pengkhianatan yang menyakitkan, Ana dipaksa memilih antara cinta lama atau membalas dendam. Akankah ia menemukan penebusan, atau justru hancur oleh rahasia gelap yang selama ini tersembunyi?
Bab
Bagikan

Bab 3

Rumah orang tua Sebastian, yang dulunya tempat tawa dan kegembiraan, kini dipenuhi percakapan tak penting, tawa yang dipaksakan, dan tatapan mata yang sembunyi-sembunyi. Pesta yang awalnya menjanjikan kesempatan untuk bersantai, telah berubah menjadi serangkaian interaksi yang canggung. Cahaya ruang tamu yang hangat menyinari wajah para tamu dengan lembut, tetapi suasananya terasa berat, seolah-olah sesuatu yang penting akan terungkap.

Ana berdiri di ujung ruangan, mengamati pemandangan itu. Gelas anggurnya hampir setengah penuh, jari-jarinya dengan gugup memutar-mutarnya. Sebastian menghabiskan sebagian besar malam itu berbincang dengan saudaranya, Tomás, dan beberapa orang yang menghampiri meja prasmanan. Namun, Ana tak kuasa menahan perasaan terasing dari segala sesuatu di sekitarnya. Sesuatu dalam dirinya telah berubah dalam beberapa minggu terakhir. Penyebutan nama Gabriel, jarak yang ditinggalkan Sebastian, rutinitas pernikahannya yang dingin... Semua itu membawanya pada perenungan yang mendalam.

Tiba-tiba, pintu depan terbuka dengan suara yang memecah alunan musik latar, dan seketika itu juga, Ana merasakan getaran halus menjalar di tulang punggungnya. Kehadirannya begitu halus namun menusuk. Sebastián segera mengangkat kepalanya, wajahnya memerah sesaat, tetapi ekspresinya tetap serius dan tenang. Ana memperhatikan, terpesona sekaligus bingung.

Sesosok jangkung berambut gelap agak acak-acakan memasuki ruangan. Kehadirannya begitu mengesankan, seolah udara pun mengenalinya. Gabriel. Ia sama sekali bukan orang asing bagi Ana. Terakhir kali Ana melihatnya, waktu seakan berhenti di antara mereka. Meskipun mereka tak bertukar kata, ada sesuatu di mata mereka yang mengungkapkan lebih dari sekadar percakapan.

Gabriel bergerak perlahan ke tengah ruangan, menyapa beberapa anggota keluarga dengan senyum malu-malu, tetapi tatapannya terpaku pada Sebastián sejenak sebelum beralih ke Ana. Tatapan mereka bertemu sesaat, dan seketika itu juga, dunia di sekitar mereka seakan lenyap. Rasanya kata-kata tak lagi dibutuhkan, seolah semua yang terjadi sebelum momen itu telah meninggalkan bekas yang tak terhapuskan di antara mereka, sesuatu yang tak dapat dihapus oleh waktu maupun keadaan.

"Gabriel?" Suara Sebastian terdengar lebih tegang daripada yang Ana duga. Campuran antara terkejut dan sesuatu yang lebih dalam, sesuatu yang tersembunyi di balik nadanya yang tenang. "Aku tak tahu kau akan datang..." Gabriel tersenyum penuh teka-teki, sebuah gestur yang menunjukkan misteri sekaligus keakraban. Itu bukan senyum ramah, melainkan senyum pemahaman bersama, seolah mereka berdua menyadari sesuatu yang tak disadari satu sama lain.

"Aku ada perubahan rencana. Kupikir ini kesempatan bagus untuk... bertukar kabar," kata Gabriel, tatapannya menyapu wajah-wajah yang hadir, tetapi selalu kembali ke Sebastian lalu ke Ana. Para tamu, yang sebagian besar telah berpencar ke seluruh ruangan, mulai menyadari energi aneh yang muncul dengan kedatangan Gabriel. Ada ketegangan yang nyata, seolah udara telah menebal. Bisikan-bisikan mulai menyebar, dan beberapa senyum menjadi dipaksakan. Ana, penasaran sekaligus gelisah, berusaha menyembunyikan rasa tidak nyamannya. Ia tetap dekat dengan meja, berpura-pura tertarik pada percakapan sepele tentang cuaca yang dimulai dengan salah satu bibi Sebastián. Namun, matanya tak henti-hentinya mengikuti gerak-gerik Gabriel. Bukan hanya kehadirannya yang membuatnya gelisah; melainkan fakta bahwa ada sesuatu pada posturnya, cara ia memandang Sebastián, yang tak bisa ia tafsirkan. Apa yang terjadi di antara mereka?

Tak lama kemudian, Gabriel menghampiri Ana, meninggalkan yang lain. Tatapannya tajam, nyaris melucuti senjata. Tatapannya, setajam yang ia ingat, bertemu dengan tatapannya dengan campuran antara pengenalan dan sesuatu yang lebih dalam, sesuatu yang tak dapat Ana pahami sepenuhnya.

"Sudah lama kita tak bertemu, ya?" "Gabriel berkata, suaranya berat namun lembut, seolah menunggu Ana mengingatnya sepenuhnya.

Ana, yang sedikit menggigil, mengangguk perlahan.

"Ya... sangat," gumamnya, tak mampu berkata apa-apa lagi. Pikirannya penuh dengan pertanyaan yang tak terjawab, dan kedekatan Gabriel justru membuat segalanya semakin membingungkan.

Namun sebelum ia sempat memproses pikirannya, sebuah komentar tak terduga dari bibi Sebastian memecah suasana tegang. Ia menghampiri Gabriel dengan senyum yang agak nakal, seolah ia mengenalnya dengan sangat baik.

"Oh, Gabriel, kau selalu seperti keluarga, ya? Kau dan Sebastian sangat akrab. Aku tak percaya sudah berapa lama sejak saat-saat ketika kalian berdua... yah, kau tahu segalanya tentang Sebastian, bukan hanya sebagai teman..." Bibi Sebastian melontarkan kalimat itu tanpa berpikir panjang, tak menyadari reaksi yang lain.

Keheningan singkat menyelimuti ruangan itu. Semua mata tertuju pada Gabriel dan Sebastian, yang bertukar pandang penuh arti. Sebastian, yang hingga saat itu tetap tenang, mengatupkan bibirnya dan tatapannya mengeras.

Gabriel tersenyum sinis, tetapi tak berkata apa-apa. Ia hanya mengangkat gelas anggur yang dipegangnya dan mengarahkannya ke Sebastian.

"Itu masa yang berbeda," kata Gabriel, mengisyaratkan bahwa ada lebih banyak hal di balik pernyataannya daripada yang terlihat.

Ana memperhatikan percakapan itu, pikirannya dipenuhi pertanyaan. Apa arti kata-kata itu? Persahabatan seperti apa, atau sesuatu yang lebih, yang Gabriel bagikan dengan Sebastian? Dan mengapa tatapan itu, yang begitu sarat makna, di antara mereka?

Percakapan di antara para tamu terus berlanjut, tetapi suasana telah berubah drastis. Ketegangan terasa nyata di udara, dan Ana tak kuasa menahan diri untuk tidak merasa terjebak dalam jaring misteri yang bahkan ia sendiri tak yakin ingin ungkapkan.

Namun, satu hal yang jelas: Gabriel bukan sekadar teman dari masa lalu. Dan Sebastián, meskipun berusaha mempertahankan kedok normalitas, tak mampu menyembunyikan apa yang sebenarnya ia rasakan.

Malam terus berlalu, tetapi bagi Ana, beban yang tak terucapkan, yang tersembunyi, yang belum terungkap, menyelimutinya bagai bayangan yang tak mampu ia singkirkan.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bodyguard I'm In Love
9.7
Jhon Christy terobsesi pada Aleta Louison sejak pandangan pertama. Seiring waktu, perasaan tersebut berkembang menjadi obsesi yang kelam. Demi mendekati sang pujaan hati, Jhon rela melepas hidup mewahnya dan bertolak ke Rusia untuk menjadi seorang bodyguard. Ambisi terbesarnya hanyalah terus mendampingi Aleta. Jhon bertekad menyembuhkan sisi psikopat dalam diri gadis itu dan membimbingnya kembali menjadi sosok wanita yang normal sepenuhnya.
Sampul Novel Bujang Kaya Jadi Budak Cinta
9.4
Erhan adalah bujangan kaya yang ramah namun ceroboh dalam urusan asmara. Ia sering memicu konflik keluarga karena terang-terangan menggoda kekasih para sepupunya agar berpaling padanya. Namun, tantangan sesungguhnya muncul saat ia jatuh hati pada seorang wanita dingin yang sinis terhadap pernikahan dan cinta. Kini, Erhan harus berjuang keras membuktikan ketulusannya. Mampukah sang miliarder meyakinkan wanita itu bahwa ia telah menjadi budak cinta sejatinya?
Sampul Novel Dendam Anak Tiri
9.1
Masa kecil yang penuh kemiskinan dan hinaan mengubah Alena dari gadis lembut menjadi sosok ambisius yang haus balas dendam. Ia bertekad menghancurkan keluarga ayah kandungnya yang kaya raya karena telah menelantarkannya. Di sisi lain, adik tirinya yang manja, Alyssa, tidak menyadari bahwa kehidupan mewahnya akan segera terusik. Pertemuan mereka memicu konflik besar saat rahasia persaudaraan terungkap. Akankah misi Alena berhasil atau justru berakhir duka bagi keduanya?
Sampul Novel Melisa (Cinta Pertama)
9.7
Melisa Aurelie terjebak dalam kenangan cinta pertamanya. Saat Dion harus pindah demi merawat ibunya, Melisa tetap setia meski hubungan jarak jauh terasa berat. Namun, Dion menghilang tanpa kabar hingga hati Melisa hancur. Di tengah ketidakpastian, Bagas yang merupakan teman masa kecilnya hadir menawarkan kesembuhan. Ketika Melisa mulai membuka hati untuk Bagas, Dion tiba-tiba kembali. Kini, Melisa terjebak dilema besar antara masa lalu dan cinta yang baru.
Sampul Novel Menikahi Pria Lumpuh
9.3
Kehidupan Gea Athena hancur seketika saat dikhianati oleh suaminya sendiri. Tanpa belas kasihan, ia dijual seharga tiga miliar rupiah kepada seorang pria yang menderita kelumpuhan. Tragedi memilukan ini memaksa Gea memasuki babak baru yang gelap dalam hidupnya. Terjebak dalam kesepakatan bisnis yang kejam, ia kini harus menghadapi takdir bersama sosok asing yang menjadi pemilik barunya. Sebuah kisah romansa modern tentang pengkhianatan dan perjuangan.
Sampul Novel Nelangsa TAKDIR
8.7
Pertemuan kembali setelah belasan tahun memicu obsesi gelap bagi Caleb. Saat Eddith gagal mengingat masa lalu mereka, kebahagiaan Caleb berubah menjadi kekejaman yang tak terduga. Pria tanpa belas kasihan itu kini menguasai hidup Eddith sepenuhnya. Meski Eddith berusaha melawan dan menolak, hasrat Caleb justru semakin membara. Di bawah ancaman rasa sakit yang lebih hebat, Eddith terjebak dalam cengkeraman takdir pria yang kini ia sebut sebagai seorang bajingan.