APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Alisha: Wanita yang Kau Sia-siakan

Alisha: Wanita yang Kau Sia-siakan

Alisha hancur saat Rama, suami yang ia cintai, berselingkuh dengan seorang aktris. Tanpa kata maaf dari Rama, ia pergi membawa luka dan mulai mencari kerja bermodal ijazah SMA. Alisha akhirnya menjadi pengasuh anak Damar, seorang CEO muda. Ketulusan Alisha memikat hati bosnya, namun tiba-tiba Rama muncul kembali untuk meminta rujuk. Kini, Alisha bimbang memilih antara Damar yang tulus atau mantan suaminya yang datang membawa penyesalan mendalam.
Bab
Bagikan

Bab 3

Dulu, Alisha pernah berkata dengan angkuh pada layar televisi yang menayangkan berita perceraian selebriti. Dengan badan tegak dan tatapan mata lurus pada pengacara sang artis, Alisha mengatakan ia tak akan membiarkan rumah tangganya di kemudian hari goyah. Dengan seluruh tenaga ia akan mempertahankan ikatan suci yang belum pernah ia rasa.

Namun, hari ini, tangannya yang bertaut bergetar walau sekuat tenaga ia tahan. Senyum kecil di bibirnya tak bisa menutupi tatapan penuh luka dari mata hitam legamnya. Alisha memandang lurus tangan kekar sang suaminya, Rama, yang tengah menggenggam pulpen hitam. Di antara keduanya ada secarik kertas di atas meja yang telah Alisha bubuhi tanda tangan. Kini giliran Rama.

“Alasan perceraian kita karena ketidak cocokkan, Mas. Bukan perselingkuhan. Tidak akan ada media yang terlibat. Bahkan seekor lalat pun mungkin nggak akan mendengar berita perceraian kita,” ucap Alisha, menyadari kekhawatiran Rama.

“Karier aku sedang naik-naiknya, Alisha. Aku tidak akan membiarkan kamu kalau—“

“Aku tidak memberitahu siapa pun atas perbuatan kamu, Mas. Kamu pun tahu, bahwa hanya segelintir orang yang tahu tentang pernikahan kita.”

Miris. Alasan pernikahan mereka bukanlah karena cinta, tapi sebuah perjodohan. Ibu Rama, Sinta, menyukai Alisha dan menginginkannya menjadi menantu. Rama tidak menolak. Dia tidak berani menolak permintaan Ibunya. Sikapnya yang manis selama masa perkenalan membuat Alisha mantap menerima lamaran lelaki itu. Bahkan setelah menikah pun, Rama bersikap layaknya suami idaman. Namun, itu semua hanya berlaku di 3 bulan pernikahan mereka.

Rama mulai menunjukkan watak aslinya. Dia mulai suka menuntut Alisha akan banyak hal. Mulai dari penampilan hingga performanya sebagai Ibu rumah tangga. Dan, di bulan ke-6 pernikahan mereka Alisha mendapati sebuah rahasia luar biasa. Dengan kedua matanya dia menyaksikan Rama bersama perempuan lain. Dan bukannya menyangkal, lelaki itu malah mengatakan segalanya. Tentang perasaannya dan betapa dia muak memiliki Alisha sebagai istrinya.

“Bagaimana aku bisa percaya sama kamu, Alisha? Bisa saja kamu mengatakan segalanya pada media dan menghancurkan karierku.”

Tangan Alisha mengepal di atas pangkuan. Dia memejam sejenak, berusaha tenang sekaligus menghalau air mata yang memaksa keluar.

“Untuk apa?” tanyanya. “Untuk apa aku melakukan hal seperti itu?”

Rama mengeraskan rahang. Bukannya menatap Alisha, matanya justru terpaku pada tanda tangan cantik istrinya itu. Sejak sekitar 2 minggu yang lalu–saat Alisha memergoki perbuatannya–ia tak pernah lagi menatap mata gelap perempuan itu.

“Ada banyak alasan, Alisha. Salah satunya adalah sebab dari perceraian kita. Mungkin kamu ingin … balas dendam. Aku tidak bisa percaya ucapan kamu begitu saja.”

Rasanya menyakitkan. Di sini, Alisha adalah korban dan Rama malah memperlakukannya seakan pelaku yang patut dicurigai. Padahal yang Alisha butuh kan hanya tanda tangan dari laki-laki itu. Sudah dua jam ia duduk di sini, di sofa yang dulu sangat nyaman baginya. Dua koper besar milik Alisha sudah tersiap di sampingnya.

“Aku harus melakukan apa untuk membuktikan ucapanku? Apakah di sini, aku adalah pihak yang perlu membuktikan sesuatu? Bukannya itu hal yang seharusnya kamu lakukan, Mas?”

“Jangan mengubah pembicaraan, Alisha. Tidak ada yang perlu aku buktikan.”

“Kalau begitu sudahi saja semuanya. Jangan dipersulit. Taksiku sudah menunggu sejak 20 menit yang lalu,” ucap Alisha tak sabar.

Ia bukanlah wanita suci yang akan rela saat melihat perselingkuhan suaminya. Ia bukan perempuan lemah lembut yang hanya akan meratap saat tahu bahwa pernikahan 6 bulannya hanya suaminya anggap sebagai beban. Ia bukan wanita yang hanya akan berpasrah dan menerima saat diduakan. Ia hanya wanita biasa, yang merasa marah, kesal, dan benci. Dadanya terasa panas saat melihat wujud suaminya yang masih baik-baik saja bahkan setelah mematahkan hatinya.

Rama diam. Matanya tertuju pada kata-demi kata dalam surat cerai di hadapannya. Jarinya memutar-mutar pulpen dalam genggaman. Seharusnya ini mudah. Perceraian adalah hal yang selama ini ia inginkan. Seharusnya ia hanya perlu menanda tangani selembar kertas itu dan membiarkan Alisha menyelesaikan semuanya. Ia tak perlu khawatir. Alisha bukan wanita yang akan melakukan kejahatan hanya karena sebuah kemarahan. Namun, sejak kertas tipis itu Alisha hamparkan di atas meja, Rama tak juga lepas dari rasa bimbang.

“Aku akan pergi dari rumah ini, juga dari hidup kamu. Nggak akan ada yang tahu tentang alasan … perceraian kita.”

Rama mengangkat kepala. Seketika mata gelap Alisha mengunci maniknya. Dia tenggelam dalam netra kelam yang biasanya terlihat lembut. Namun, kini berbeda. Semakin lama Rama menatap mata Alisha, maka semakin terasa pula nyeri di dadanya. Segera Rama memutus pandang, menggeleng pelan mengusir pemikiran bahwa ia merasa bersalah.

“Ya sudah. Lebih cepat lebih baik. Aku pegang omongan kamu,” ujar Rama, sebelum menggoreskan tanda tangannya yang terlampau sederhana. Hanya sebuah huruf R dan beberapa lekokkan. Aneh rasanya karena Rama membutuhkan waktu terlalu lama hanya untuk merangkai tanda sederhana itu.

Kertas berisikan kalimat bertinta hitam itu kini telah terisi dua tanda tangan. Mata Alisha tak bisa teralih dari goresan tanda tangan Rama yang dulu pernah ia tertawakan. Tak ia sangka pernikahan yang selalu ia bangga-banggakan kini berakhir miris. Sebuah perselingkuhan, bahkan Rama tak berniat merayu maupun meluruskan perbuatannya. Alisha marah. Sedikit pun Rama tak menghargai perasaannya.

“Lucu, ya,” gumam Alisha, terkekeh pelan.

Rama mendengarnya walau samar. Kerutan muncul di keningnya. Sebuah perceraian yang didasari perselingkuhan, tak ada lucu-lucunya. Ditatapnya mata Alisha yang kini dilapisi kaca bening. Rama berdecak, membuang muka.

Alisha tak ingin menangis, apalagi di hadapan Rama. Maka, ia segera meraih kertas di atas meja, memasukkannya ke dalam amplop coklat lalu berdiri. Dia menyampirkan tas di bahu, lalu meraih kedua koper besarnya. Sebelum pergi Alisha berbalik untuk melihat Rama. Lelaki itu, yang akan menjadi mantan suaminya, tak menatapnya sedikit pun.

“Selamat tinggal, Mas. Aku harap, nggak satu pun cerita hidup aku yang diisi kehadiran kamu di masa depan nanti.”

Setelahnya Alisha melangkah mantap keluar dari rumah yang sudah ia tempati 6 bulan ini. Tempat ia tertawa saat bahagia dan menangis saat gundah. Sekarang ia akan meninggalkan segala beban masa lalunya di sini. Di rumah yang menjadi saksi sehancur apa dirinya setelah mendapati sang suami mendua.

Sebelum masuk ke dalam taksi, sekali lagi Alisha menatap rumah megah berlantai dua itu. Bibir mengukir senyum, sedangkan cairan bening mulai berjatuhan dari mata sayunya. Tak seperti yang pernah ia gaungkan. Ternyata Alisha tak mampu mempertahankan rumah tangganya. Bukan, ia tak ingin mempertahankan rumah tangganya. Ia tak ingin menggenggam ikatan suci yang telah Rama nodai. Rumah yang ia kira kuat, ternyata selama ini berdiri tanpa fondasi. Hanya berisi dinding-dinding hampa yang berusaha Alisha isi dengan cinta dan harapannya.

Kini semuanya sudah selesai. Pernikahan yang ia pikir akan bertahan selamanya, kini tinggal menunggu hari hingga mendengar suara palu di pengadilan. Dulu, Alisha selalu tersenyum saat berpikir Rama adalah pangeran berkuda yang mengubah hidupnya. Benar, Rama mengubah hidupnya. Membuatnya menjadi seorang wanita yang jauh lebih tangguh, bahkan saat hatinya lebur.

Alisha mengusap air matanya. Sopir taksi yang ia tumpangi baru saja kembali ke kursi kemudi setelah menata koper Alisha dalam bagasi. Sekali lagi meyakinkan hati bahwa ini pilihan terbaik. Alisha mengukir senyum lembut untuk mengakhiri segala keburukan yang menimpanya saat ini. Tangan kecilnya bergerak menekan tombol di pintu mobil, membiarkan kaca transparan di sampingnya itu bergerak naik. Tepat sebelum kaca mobil tertutup seluruhnya, Alisha dapat melihat Rama yang memandangnya dari balik jendela berjeruji. Pria itu berdiri diam dengan raut yang tak bisa Alisha artikan.

Alisha membuang muka. Ia benar-benar berdoa agar tak lagi disatukan dengan Rama dalam hal apapun. Dia menutup mata rapat-rapat. Hingga saat taksi mulai melaju, kelopak tanpa riasan itu perlahan terbuka. Alisha menyandarkan punggungnya yang terasa lelah. Beberapa kali ia menghela napas berat. Menyakitkan dan memalukan. Diselingkuhi dan tak mendapat permintaan maaf sama sekali.

Taksi yang Alisha tumpangi berhenti saat lampu lalu lintas berubah merah. Alisha melempar pandangan keluar jendela di pinggir jalan di mana terdapat sebuah papan iklan produk kosmetik. Ada potret sorang perempuan cantik berpose manis dengan tangan menggenggam sebuah lipstik.

Segera, Alisha mengalihkan pandangan. Dadanya sesak. Perempuan itu, dia Rindi, aktris terkemuka yang beberapa kali menjadi lawan main Rama. Mereka selalu terlihat serasi. Dalam film, maupun dalam ingatan Alisha. Saat Rama memeluk Rindi sambil membisikkan kata cinta, lalu mereka tertawa bersama, tanpa tahu ada sosok Alisha yang tengah susah payah menahan tangis di balik dinding.

Ucapan Rama beberapa hari lalu tiba-tiba terngiang di kepalanya. Tentang kecemburuannya dengan selebriti lain yang memiliki istri yang teramat sempurna. Tangan Alisha terangkat menyentuh pipi. Telunjuknya menelusuri hidung mancungnya, bibir tipisnya, hingga garis rahang. Alisha tidak merasa dirinya cantik, apalagi pintar. Namun, bukan berarti Rama dapat menghinanya sedemikian rupa. Tak pernah terbayangkan sedikit pun olehnya, mulut yang dulu mengucap kata manis bisa mencelanya dengan begitu buruk.

“Kamu aktor yang hebat, Mas. Bahkan dalam pernikahan kita,” lirih Alisha.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Balas Dendam Sang Mantan Kekasih yang Dikhianati
8.4
Aryan Adhitama, CEO berhati dingin, terpaksa menikahi Alana Shafira setelah sebuah jebakan obat perangsang membuatnya merenggut kesucian perawat kakeknya itu. Pernikahan ini digelar demi tanggung jawab dan nama baik keluarga, meski Aryan hanya menganggap Alana sebagai beban. Alana pun terjebak dalam penderitaan batin bersama pria yang membencinya. Di tengah perbedaan status dan rahasia kelam, mampukah cinta tumbuh dari paksaan dan kesalahpahaman?
Sampul Novel Dibuang suami kere dinikahi Dokter Tajir
8.0
Silvia hancur setelah dikhianati suaminya yang berselingkuh. Di tengah luka itu, ia bertemu Dokter Dana akibat sebuah insiden kecil. Saat benih cinta mulai tumbuh, ayah Silvia yang hilang sepuluh tahun kembali sebagai konglomerat dan menjodohkannya dengan pria lain demi balas budi. Kini Silvia terjepit antara cintanya pada Dana atau takdir pilihan ayahnya. Sementara itu, sang mantan suami mulai menyesal melihat Silvia kini menjadi wanita terhormat.
Sampul Novel Duet Maut Janda dan CEO Badass
8.2
Vina Pryanika, janda berusia 29 tahun, terdesak secara ekonomi pasca perceraian. Dalam kondisi mabuk, ia tak sengaja menampar Eros Gaharu, CEO teknologi yang dikenal kejam dan tempramental. Eros pun meniduri Vina yang tak berdaya sebagai balasan. Di sisi lain, Vina berambisi menghancurkan keluarga mantan suaminya. Keduanya akhirnya menjalin kolaborasi maut demi membalas dendam masing-masing. Namun, akankah kerja sama ini berubah menjadi sesuatu yang tak terduga?
Sampul Novel Keluar dari Kepompong
8.7
Emma Fowler kembali ke tanah air setelah tiga tahun, namun ia justru berakhir di ranjang Nathan Tate sebagai pendamping. Nathan terpesona tanpa menyadari identitas asli Emma. Saat Emma menagih janji pernikahan lama mereka, Nathan menolak dingin dan menganggapnya hanya saudara. Kecewa, Emma memutuskan hubungan sepuluh tahun itu. Namun, saat ia hendak pergi selamanya, Nathan justru berlutut memohon agar Emma tidak meninggalkannya dan menepati janji lama mereka.
Sampul Novel Kembalinya Sang Mantan Istri yang Agung
9.5
Bram mengkhianati cinta tulus istrinya demi Hesti yang tiba-tiba muncul. Di tengah vonis kanker dan duka kehilangan orang tua, sang istri dipaksa bercerai atas tuduhan palsu. Setelah memalsukan kematian demi lepas dari penderitaan, ia melepaskan identitas lamanya yang lemah. Tiga tahun berlalu, ia bertransformasi menjadi Aurora Morgan yang berkuasa. Kini ia kembali untuk menuntut balas atas segala luka dan penghinaan yang pernah Bram torehkan di masa lalu.
Sampul Novel Mantanku yang Berhati Dingin Menuntut Pernikahan
9.2
Carrie terjebak dalam pernikahan kontrak yang dingin dengan Kristopher hingga ia tak sengaja jatuh cinta. Namun, saat krisis melanda, suaminya justru memilih wanita lain. Merasa dikhianati, Carrie pun memutuskan bercerai. Saat Carrie mulai bangkit dan dikelilingi banyak pria, Kristopher baru menyadari penyesalannya. Demi mendapatkan kembali mantan istrinya, ia menawarkan mahar 40 miliar rupiah dan menuntut sebuah pernikahan baru yang penuh ambisi.