APKDock Logo
Sampul Novel Amelia Bangkit, Balas Dendam Dimulai

Amelia Bangkit, Balas Dendam Dimulai

9.2 / 10.0
Setelah delapan tahun berjuang demi kehamilan, Amelia justru mendapati suaminya, Aditya, berselingkuh dengan Nasywa yang tengah mengandung. Dorongan kasar Aditya mengakibatkan Amelia keguguran dan kehilangan segalanya. Lima tahun berlalu, Amelia bangkit menjadi sosok sukses dan berkuasa. Saat Aditya kembali dalam kondisi hancur untuk memohon pengampunan, Amelia hanya menatapnya dingin. Baginya, wanita lemah yang dulu mencintai suaminya itu telah lama mati.

Amelia Bangkit, Balas Dendam Dimulai Bab 1

Delapan tahun menanti buah hati lewat siksaan IVF, akhirnya garis dua itu muncul.

Berniat memberi kejutan, aku justru memergoki suamiku, Aditya, sedang tertawa bahagia memilih baju bayi bersama wanita lain yang perutnya membuncit.

Saat aku menuntut penjelasan, wanita itu berpura-pura kesakitan.

Tanpa ragu, Aditya mendorongku hingga tersungkur demi melindungi wanita itu.

"Jangan sentuh Nasywa! Dia sedang mengandung anakku!" bentaknya, lalu pergi meninggalkanku yang kesakitan di lantai mal yang dingin.

Hari itu, sementara dia menyambut kelahiran anak dari selingkuhannya dengan sukacita, aku terbaring dingin di ruang operasi.

Aku harus merelakan janin yang paling kunanti untuk pergi selamanya, karena hatiku sudah lebih dulu mati.

Lima tahun berlalu, aku kembali sebagai wanita sukses yang berdiri tegak di atas panggung.

Aditya, yang kini hidup berantakan, kurus, dan penuh penyesalan, datang mengemis di kakiku meminta kesempatan kedua.

Aku hanya tersenyum tipis, menatap matanya yang sembab, lalu berkata dengan dingin:

"Anda siapa? Amelia yang mencintaimu sudah mati lima tahun lalu."

Bab 1

AMELIA POV:

Aku melihat Aditya, suamiku, tertawa lepas bersama wanita lain. Wanita itu memegang perut buncitnya, dan Aditya dengan lembut memilih-milih perlengkapan bayi bersamanya. Dunia yang baru saja kuisi dengan kebahagiaan kehamilan yang telah lama kunanti, hancur berkeping-keping di lantai mal yang ramai ini.

Jantungku terasa diremas kuat. Napas tercekat di tenggorokan. Ini tidak nyata.

Baru semalam, Aditya memelukku erat. Dia mencium keningku, berbisik bahwa aku adalah separuh jiwanya. Dia bilang dia bersemangat untuk ulang tahun pernikahan kami besok.

Dia bahkan memijat kakiku yang pegal setelah seharian menjalani pemeriksaan terakhir di klinik IVF. Dia begitu manis, begitu perhatian.

Tapi sekarang, di depan mataku, dia membelai rambut wanita itu. Menggenggam tangannya dengan posesif. Dia membungkuk, berbisik sesuatu ke telinga wanita itu, dan wanita itu tersipu. Mereka seperti pasangan yang paling bahagia di dunia, berbelanja untuk buah hati mereka.

Perutku terasa mual. Kebahagiaanku tadi pagi, saat melihat hasil USG yang menunjukkan titik kecil harapan di dalam diriku, seolah menguap begitu saja. Digantikan oleh kehampaan yang dingin.

Aditya mengangkat kepalanya. Matanya menatap tepat ke arahku. Senyum di wajahnya seketika beku. Tubuhnya menegang.

Wanita di sampingnya ikut menoleh. Matanya membulat, ketakutan yang jelas tercetak di wajahnya. Dia mencengkeram lengan Aditya erat-erat, seolah mencari perlindungan.

Aditya menarik napas dalam. Dia menuntun wanita itu ke kursi terdekat.

"Duduklah, Nasywa. Kau butuh istirahat," suaranya terdengar kaku, berusaha tenang.

Dia lalu berjalan ke arahku. Langkahnya berat. Matanya menghindari tatapanku.

"Amelia? Ada apa? Kenapa kau di sini?" tanyanya, suaranya mencoba terdengar normal. Bohong. Semua itu bohong.

Aku menggelengkan kepala. Aku mundur selangkah saat dia mencoba meraih tanganku. Sentuhannya terasa menjijikkan.

Tidak, tidak mungkin.

Aku berharap dia akan membantah. Berharap dia akan mengatakan ini semua salah paham, bahwa wanita itu hanya klien atau kolega. Bahwa perutnya yang membuncit itu hanya ilusi. Atau mungkin, ini semua hanya mimpi burukku.

Air mataku sudah menggenang. Aku menahan diri untuk tidak membiarkannya jatuh. Suaraku bergetar saat aku mencoba berbicara.

"Dia... dia siapa?" Aku menunjuk Nasywa dengan jari gemetar.

Aditya menghela napas. Dia mendekatiku lagi, mencoba memelukku.

"Kita bisa bicarakan ini di rumah, sayang."

Aku meronta. "Jangan sentuh aku! Katakan sekarang!"

Kepalaku terasa akan pecah. Badanku lemas. Hatiku hancur berkeping-keping.

Aku menatapnya tanpa suara. Menuntut jawaban.

Aditya menunduk. Dia menghindari mataku. "Anak itu... anakku, Amelia."

Dunia berputar. Kakiku lemas, hampir tidak bisa menopang tubuhku. Rasanya seperti ada tangan tak terlihat yang mencekikku.

Aditya mencoba memegangiku. Wajahnya penuh penyesalan.

"Mel, aku minta maaf. Aku..."

"Jangan sentuh aku, Aditya!" Aku menepis tangannya, jijik. "Bagaimana bisa? Bagaimana kau bisa... masih berpura-pura mencintaiku?"

Orang-orang di sekitar kami mulai memperhatikan. Bisikan-bisikan terdengar. Aku tidak peduli.

Tiba-tiba, Nasywa berlari ke arah Aditya. Dia memeluk lengannya posesif.

"Mas, jangan sakiti dia! Dia tidak tahu apa-apa!" Nasywa menatapku dengan mata berkaca-kaca, seolah aku adalah penjahatnya.

Aditya refleks membalas pelukan Nasywa. Melindunginya.

Aku merasa seperti orang bodoh. Aku yang disakiti, tapi aku yang terlihat jahat.

"Tutup mulutmu, jalang!" Aku berteriak, amarah membakar seluruh tubuhku. "Kau merebut suamiku! Kau penghancur rumah tangga!"

Nasywa terkejut. Tubuhnya bergetar. Dia semakin meringkuk di pelukan Aditya.

"Amelia, cukup!" Aditya membentakku.

Dia mendorongku dengan kasar. Aku kehilangan keseimbangan.

Aku jatuh ke lantai yang dingin. Tanganku refleks melindungi perutku. Rasa sakit menjalar dari telapak tanganku yang tergores lantai, tapi rasa sakit di hatiku jauh lebih dalam.

Aditya melihatku jatuh. Ada keterkejutan dan penyesalan di matanya. Dia mencoba mendekatiku, terlihat ingin membantuku.

Namun, Nasywa tiba-tiba mengerang kesakitan. Dia memegang perutnya.

"Mas... perutku sakit..."

Aditya segera melupakan aku. Dia mengangkat Nasywa dalam pelukannya dan bergegas pergi.

Sebelum dia menghilang di balik keramaian, dia menoleh padaku. Matanya penuh rasa bersalah.

"Aku akan jelaskan nanti, Mel."

Dan dia pergi. Meninggalkanku sendirian, tergeletak di lantai.

Aku memegang perutku. Hidungku perih, dan air mata akhirnya tumpah ruah. Tidak ada lagi harapan. Tidak ada lagi kami.

Semuanya berakhir.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Amelia Bangkit, Balas Dendam Dimulai

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Akulah Cintamu
9.3
Hidup Kayra hancur setelah suaminya menghilang tanpa jejak pasca panggilan video terakhir mereka. Kini, ia berjuang sendirian membesarkan dua anaknya. Di tengah kesulitan, ia bertemu Damar, ipar yang membencinya karena skandal masa lalu terkait rahasia saudari kembarnya. Meski awalnya Damar menolak mengakui anak hasil hubungan tersebut, kemiripan sang bayi meluluhkan hatinya. Akankah pertemuan ini membawa Kayra menuju kebahagiaan yang selama ini hilang?
Sampul Novel Dinodai keluarga suami
9.6
Anisa Rahma memulai hidup baru sebagai istri Seno Bagaskara, pria kaya raya yang membawanya tinggal di kediaman besar keluarga. Namun, situasi menjadi rumit karena mereka harus berbagi atap dengan saudara ipar lainnya. Di balik kemewahan tersebut, Anisa tidak menyadari bahwa adik laki-laki Seno dan suami dari iparnya menyimpan hasrat terlarang kepadanya. Kini, Anisa terjebak dalam ancaman nafsu mereka di rumah itu. Sanggupkah ia bertahan?
Sampul Novel Feniks dari Abu: Cinta yang Terlahir Kembali
8.7
Demi menyelamatkan Adrian dari ledakan mobil, punggungku hancur oleh luka bakar. Selama empat tahun masa komanya, aku setia merawatnya. Namun setelah sadar, ia justru menyatakan cinta pada Stella di depan publik. Mereka menghinaku, bahkan Adrian menuduhku berbohong saat aku diserang preman. Baginya, aku hanyalah beban. Puncaknya, ia membuangku di jalan tol saat hari pernikahan demi Stella. Kini, aku memilih pergi dan meninggalkan segalanya menuju bandara.
Sampul Novel Menaklukkan Duda Dingin
8.7
Amber Lim, sosialita cantik dengan reputasi buruk sebagai perusak hubungan, memutuskan untuk bertobat. Demi berguru pada desainer legendaris Adam Smith, ia nekat menembus musim dingin utara yang mematikan. Namun, Amber dirampok dan terdampar di hutan beku. Satu-satunya harapan hidupnya adalah pria misterius bernama Tuan Dingin. Duda yang membenci wanita ini dicap kanibal oleh warga sekitar. Akankah Amber mampu meluluhkan hatinya atau justru menjadi korban kebencian sang pria?
Sampul Novel Misteri matinya teman-temanku
8.6
Satu demi satu nyawa teman, keluarga, hingga mereka yang pernah menyakitiku terenggut secara brutal. Kematian tragis ini menyisakan kengerian mendalam karena sang pelaku sangat lihai menghapus jejak, membuat identitasnya mustahil terungkap. Di tengah kepungan teka-teki gelap yang penuh misteri, korban terus berjatuhan tanpa henti. Naasnya, aku yang menjadi tokoh utama dalam kisah kelam ini pun tak luput dari incaran maut yang mengintai dari balik bayangan.
Sampul Novel Pengantin Pengganti, Hati Pendendam
8.8
Upacara janji nikah yang seharusnya menjadi ajang kampanye Baskara berubah jadi pengkhianatan. Aku dibius dan melihatnya menikahi selingkuhannya di depan para elite. Setelah tujuh tahun pengorbananku membangun kariernya, dia justru menyebutku tidak berguna. Namun saat perceraian tiba, Baskara berpura-pura amnesia akibat kecelakaan dan memohon agar aku tidak pergi. Dia ingin bermain sandiwara, maka aku akan memastikan dialah yang hancur dalam permainan ini.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan