APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel ANGKASA [Perjodohan]

ANGKASA [Perjodohan]

Angkasa Lesmana Regan awalnya menentang keras ide perjodohan yang direncanakan sang ibu. Namun, pendiriannya seketika goyah dan ia langsung setuju saat mengetahui bahwa calon istrinya adalah Meisya. Di balik sikap dingin dan pura-pura tidak kenal saat berada di lingkungan sekolah, Angkasa ternyata memiliki sisi tersembunyi. Saat di rumah, ia berubah total menjadi sosok yang sangat manja bahkan melebihi bayi demi mendapatkan perhatian dari Meisya.
Bab
Bagikan

Bab 3

"Angkasa!" teriak Meisya.

Angkasa berbalik menatap ke arah siswi yang tengah mengenakan baju olahraga dengan rambut di kuncir kuda, tas Doraemon, sepatu Doraemon lengkap dengan Tumbler Doraemon di tangannya.

"Shit, dia udah gila!" rutuk Angkasa.

Angkasa menatap datar ke arah Meisya seolah mereka tak saling mengenal. Dari kejauhan Angkasa melihat Gara dan Bagas tengah berjalan menuju ke arah mereka. "Ck, lo ngapain pakai tas itu Meisya!" ucap Angkasa lirih.

"Kenapa? Meisya suka, tasnya lucu kok!" ucapnya.

Angkasa bergeleng pelan, melihat jarak temannya yang semakin dekat membuat Angkasa memberi jarak dengan Meisya. "Anak TK lo? Tas, sepatu, sama tumbler yang lo bawa bikin mata gue sakit tau gak!" cetus Angkasa.

Gara bersama Bagas meledakkan tawanya saat melihat ke arah Meisya. Gara mendekatinya dengan tawa meledek. "Ck, anak TK mana, dik? Kok bisa nyasar ke sini?" Ledeknya.

Meisya menatapnya tajam, dengan mata melotot kesal. "Meisya bukan anak TK, minggir dasar kumpulan orang jelek suka nyinyir!" ucapnya sembari mendorong tubuh Gara.

Meisya pun dengan sengaja menabrak bahu Angkasa keras. "Awas aja Meisya aduin Mami nanti!" bisiknya.

Angkasa tersenyum tipis mendengarnya. Angkasa tidak terlalu khawatir dengan itu semua, meskipun Angkasa berlagak sok tidak kenal dengan Meisya. Tapi gadis itu sendiri pun tak pernah lemah setiap kali diejek dia justru berani melawan dengan ucapan absurdnya.

"Anjir, dia berani ngatain kita jelek. Baru kali ini ada cewek yang berani sama kita!" ucap Gara.

"Spesial tuh cewek!" Celetuk Bagas, sembari menatap ke Angkasa.

"Apa!" ucap Angkasa sewot. Merasa tak terima dengan tatapan Bagas yang mengintimidasi ke arahnya. Bagas hanya bergeleng, ketiganya segera masuk ke dalam kelas karena jam masuk baru saja berbunyi.

****

Meisya duduk di bangku kelasnya tak perduli dengan tatapan mengejek dari teman-temannya dia suka, dan orang lain tak berhak menjudge apa yang dia sukai.

"Selamat pagi anak-anak!"

"Selamat pagi, Pak." Setelah kedatangan Pak Marko tak lama kemudian datang seorang gadis cantik dengan tatapan datar. Dari penampilannya terlihat sekali jika dia gadis tomboy.

"Hari ini kelas kalian kedatangan siswi baru, silahkan perkenalan nama kamu!" ucap Pak Marko.

"Hai semua, kenalin nama gue Lala!" ucap gadis itu datar. Sedari tadi Meisya terus menatapnya, matanya terus mengerjab lucu.

"Baik, Lala kamu boleh duduk di sebelah Meisya!" Kebetulan di sebelah bangku Meisya memang tidak ada yang menempatinya.

Lala mengangguk segera duduk di sebelah Meisya dia sempat menatap ke arah tas, sepatu juga Tumbler yang Meisya letakkan di meja, serba Doraemon.

"Lucu!" ucap Lala.

Mendengar itu membuat Meisya tersenyum kecil baru kali ini ada gadis yang memujinya seperti itu, selama ini mereka pasti akan selalu mengejeknya karena kesukaannya pada Doraemon. "Nama lo siapa?" tanya Lala, sembari mengulurkan tangannya.

"Meisya!" Dengan senang hati Meisya membalas uluran tangan siswi baru itu.

"Baik anak-anak sekarang waktunya olahraga, kalian semua segera menuju lapangan dan untuk kamu Lala segera ganti baju!"

"Baik, pak!"

Meisya mengantar Lala ke kamar mandi, mulai saat ini Meisya sudah mengklaim Lala sebagai sahabatnya. "Lala mau temenan sama Meisya kan?" tanyanya lirih.

Lala yang tengah bercermin menatap ke arah Meisya dengan senyum tipis. "Waktu gue minta kenalan sama lo, itu artinya lo udah resmi jadi sahabat gue!"

"Yee, akhirnya Meisya punya temen!" Soraknya. Lala menatapnya dengan kerutan di dahi.

"Emang selama ini lo nggak punya temen?" tanyanya.

Meisya menggeleng wajahnya terlihat sedih, dia sendiri pun tidak tahu kenapa tidak ada yang mau berteman dengannya. Banyak yang mengejek jika Meisya gadis aneh, karena kecintaannya terhadap Doraemon. "Nggak ada. Lala, emang salah ya kalau Meisya suka sama Doraemon? Emang aneh ya?" tanyanya.

Lala menggeleng tersenyum tipis ke arah Meisya. "Nggak aneh, itu kesukaan lo. Mereka nggak berhak ngejudge apa yang lo suka, biarin! Nggak usah di dengerin ucapan orang-orang suka iri kayak mereka!" ucap Lala.

Meisya mengangguk, senyum di bibirnya mengembang. "Makasih, Lala baik deh!" ucapnya.

Lala terkekeh pelan, dia merasa gemas dengan Meisya. Entah apa yang mereka pikirkan sampai menjudge gadis semenggemaskan Meisya.

"Ayo ke lapangan!"

*****

Angkasa menatap lekat pada seorang gadis yang tengah berjalan santai dengan siswi lain yang terlihat asing di matanya.

"Meisya sama siapa?" Monolognya, wajahnya terlihat cemas. Angkasa mengambil ponselnya untuk menghubungi Meisya.

Cebol

Lo sama siapa?

Woi cebol!!

Bales!!

Angkasa mengeram kesal saat pesannya hanya dibaca oleh Meisya. Dia menatap tajam pada gadis yang juga menatap ke arahnya tak kalah galak. "Balas!" Bibir Angkasa bergerak tanpa suara, namun Meisya malah memalingkan wajahnya kesal.

"Ck, ngambek lagi tuh bocah!" kesal Angkasa.

Dia terus memperhatikan dari jauh, Angkasa tengah duduk di kantin. Yang tak jauh dari lapangan, membuat dia bisa melihat jelas ke arah Meisya. Angkasa mengambil ponselnya berharap Meisya membalas pesannya tapi tetap saja, tak ada balasan pesan masuk dari nomor gadis itu.

Angkasa dengan sabar menunggunya sembari mengawasi Meisya dari jauh. Untungnya Angkasa tinggal sendiri, teman-temannya tengah berada di gudang sekolah yang sudah Angkasa sulap menjadi tempat istirahat. Dari luar memang terlihat kusam, namun di dalamnya tidak bisa diragukan lagi kemewahannya. Ruang rahasia yang Angkasa dan teman-temannya buat.

"Meisya, awas!"

Bugh!

Angkasa menoleh cepat, matanya terpaku saat melihat tubuh Meisya limbung ke belakang setelah kepalanya terkena lemparan bola basket.

"Meisya!" teriak Angkasa, dia segera berlari ke arah lapangan tak perduli dengan tatapan orang-orang kepadanya.

Angkasa segera menggendong tubuh Meisya membawanya ke ruang UKS. Dia sama sekali tak peduli dengan banyaknya mata yang menatap aneh ke arahnya. Yang dia khawatirkan sekarang adalah kondisi kekasihnya. Kebetulan UKS dalam keadaan sepi, membuat Angkasa panik harus apa.

"Sayang, bangun!" bisik Angkasa lirih,

Tangannya mengusap lembut pipi Meisya. Mengambil minyak kayu putih mengoleskannya pada pelipis dan leher Meisya agar gadisnya segera bangun. Meisya menggeliat, kedua matanya mengerjab pelan. Tangannya memegang kepalanya yang terasa sakit.

"Auh!" ringisnya.

"Sayang, mana yang sakit hm?" tanya Angkasa lembut.

Meisya menatapnya aneh, sebelum kembali memejamkan matanya.

"Maaf, Anda siapa ya?"

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Antara Takdir dan Cinta
9.3
Daren memaksa Azra Guzel Nawala untuk menikahinya tanpa memberi ruang untuk menolak. Bagi Azra, pria egois itu tidak memahami cinta suci dan hanya memberikan perintah mutlak. Meski Azra sangat mencintai Bima, sosok yang terasa mustahil ia gapai, takdir justru menyeretnya ke pelukan orang asing yang terobsesi memilikinya. Kini, Azra terjebak dalam dilema antara perasaan tulusnya pada Bima dan pernikahan paksa yang menghancurkan harapannya akan kebahagiaan sejati.
Sampul Novel Cinta yang Kupikir Abadi, Ternyata Bohong
8.0
Aldric dan Keira terikat pernikahan kontrak demi kepentingan finansial keluarga. Setelah dua tahun penuh kepura-puraan, Aldric memilih bercerai demi mantan kekasihnya, tanpa tahu Keira pergi dalam keadaan mengandung. Lima tahun berlalu, takdir mempertemukan mereka kembali di sebuah kota kecil. Aldric terkejut melihat anak laki-laki yang sangat mirip dengannya. Kini, ia harus memilih antara menebus kesalahan masa lalu atau kehilangan keluarga kecilnya selamanya.
Sampul Novel Diselingkuhi Tunangan Dinikahi CEO Tampan
9.2
Hidup Dea hancur setelah dikhianati papa, sahabat, dan tunangannya. Ia pun mengungsi ke rumah sang mama, namun hampir dilecehkan ayah tirinya. Beruntung, Bian sang kakak angkat sekaligus CEO tampan menyelamatkannya. Meski trauma dan enggan mencintai lagi, sebuah kesalahpahaman memaksa Dea menikah dengan Bian. Mampukah Dea menjalani rumah tangga tanpa rasa cinta? Akankah ia menyadari perasaan tulus yang telah lama Bian pendam untuk dirinya?
Sampul Novel Harga Sebuah Keperawanan
9.6
Terdesak kemiskinan, Dinda nekat menjual kehormatannya seharga lima ratus ribu rupiah kepada preman. Namun, razia kepolisian menggagalkan rencananya hingga ia bertemu Sergio, polisi tampan yang menolongnya. Meski Sergio sudah berkeluarga, Dinda tetap mengejar cintanya hingga mereka memulai hubungan terlarang secara sembunyi-sembunyi. Akankah rahasia gelap ini terungkap? Bagaimana reaksi istri Sergio saat mengetahui pengkhianatan suaminya tersebut?
Sampul Novel I Love You My Secret Daddy
9.5
Kehidupan Aisyahzaara Bellova yang serba berkecukupan berubah drastis sejak sang ayah menikah lagi. Di balik sikap manis di depan sang ayah, ibu tirinya kerap menyiksa Aisyahzaara secara diam-diam. Demi menjaga kebahagiaan ayahnya, gadis berusia 17 tahun ini memilih bungkam. Merasa haus akan kasih sayang, ia pun nekat menjadi sugar baby. Namun, sosok pria yang menjadi daddy rahasianya ternyata menyimpan sebuah fakta besar yang mengguncang takdir hidupnya.
Sampul Novel Luka Karena CINTA
8.6
Diandra, gadis desa yang cantik, terjebak dalam obsesi cinta pada Robert meski hubungan LDR mereka hancur akibat kekasaran dan perselingkuhan. Walau sempat depresi dan mencoba segala cara untuk kembali, Robert tetap meninggalkannya hingga ia menuai karma tragis. Di tengah luka, muncul Louis, pemuda Jerman lembut yang sabar mengejar hati Diandra. Akankah Diandra mampu melepaskan bayang masa lalu demi memulai hidup baru yang bahagia dalam dekapan tulus Louis?