APKDock Logo
Sampul Novel Another Maze

Another Maze

9.6 / 10.0
Keberhasilan mesin waktu memicu kemunculan bola misterius yang meledak saat disentuh Robert Hans. Laboratorium hancur total, menyisakan Zora sebagai satu-satunya ilmuwan yang selamat. Demi menyelamatkan Hans yang pingsan, Zora nekat masuk ke mesin waktu tanpa koordinat pasti. Di sana, Dewi Penjaga Waktu mengungkap rahasia pulang: mereka harus mengumpulkan kepingan Air Mata Aldebran yang tersebar di berbagai dimensi asing guna menciptakan kunci kembali.

Another Maze Bab 1

Walau dengan tubuh penuh luka bercucuran darah, Miranda tak pernah berhenti melepaskan tangannya, memeluk seorang anak berusia dua belas tahun yang tergeletak pingsan di pangkuannya, Robert Hans.

Puluhan pasukan cyborg bersenjata lengkap mulai mengepung dan menodongkan senjata rifle ke arah mereka berdua.

“Miranda! Mengapa kau malah melindungi anak itu? Anak itu telah membunuh suamimu!” teriak salah satu cyborg.

“Apa kalian tidak sadar? Kalian mau membunuh seorang anak kecil? Kalian orang WG sungguh biadab sekali!” sanggah Miranda, perempuan berambut perak, berjas lab dan mengenakan kacamata.

Seorang perempuan berseragam militer tiba-tiba berjalan masuk ke tengah kerumunan pasukan cyborg.

“Kami tidak akan membunuh anak itu, Miranda. Serahkan saja Robert Hans kembali pada WG, anak itu akan menjadi aset yang berharga bagi kami!” sahut perempuan tersebut.

Miranda merogoh saku jas labnya, lalu diambillah sebuah remote kontrol, dan diarahkannya kepada perempuan tersebut.

“Jika kalian nekat ingin mengambil anak ini dariku, seluruh bidikan laser yang terpasang di setiap dinding di ruangan ini akan aktif dan menyerang kalian! Aku juga tak akan ragu menekan tombol penghancur ruangan ini!” ancam Miranda serius, “Memang anak ini telah menghilangkan nyawa suamiku, tapi itu dilakukannya tanpa dia sengaja! Dan, aku tak akan membiarkan WG memanfaatkan anak ini hanya untuk melanjutkan mesin waktu ciptaannya!”

Dhuar!

Sebuah tembakan dilancarkan oleh perempuan tersebut, tepat mengenai punggung Miranda.

“Aku peringatkan kau! Walau kau ilmuan WG, jika kau berani melawan perintah atasanmu, maka tak akan ada tempat bagimu lagi di dunia ini!” ancam perempuan tersebut dengan angkuhnya.

Huek!

Miranda muntah darah, tubuhnya kesakitan menahan luka serius di punggungnya.

“Cepat serahkan anak itu Miranda!!” bentak perempuan berseragam militer tersebut sembari menodongkan pistol ke arah Miranda.

“WG sungguh serakah … tak hanya telah merampas putri kesayanganku, kalian bahkan memaksa seorang anak kecil hanya untuk memenuhi ambisi kalian yang tidak berguna!” ucap Miranda dengan terbata-bata, “WG benar-benar licik!”

“Diam kau!!” bentak Emma, perempuan berseragam militer tersebut dengan penuh amarah.

Dhuar!

Tembakan kedua dilancarkannya tepat mengenai kaki Miranda.

“Miranda Ozora!! Kali ini aku tak akan segan lagi untuk membunuhmu!!” teriak Emma lantang.

Zab!

Tiba-tiba satu unit cyborg tumbang terkena serangan laser dari dinding menembus dadanya.

Zab!

Zab!

Zab!

Serangan laser susulan secara beruntun, dengan sekejap serangannya telah menumbangkan seluruh pasukan cyborg yang mengepungnya.

Tatapan mata Emma tampak serius. Dia tampak sangat ketakutan bercampur panik saat seluruh pasukan cyborg-nya tergeletak berjatuhan.

“Kurang ajar kau, Miranda!!!” teriak Emma lantang.

Dhuar!

Tembakan ketiga mengarah tepat mengenai dada Miranda.

Huek!

Miranda kembali muntah darah sembari menahan rasa sakit yang luar biasa.

Emma lalu mengarahkan pistolnya tepat di pelipis kepala Miranda.

Tanpa sedikit pun rasa takut, Miranda justru tersenyum sembari memandang wajah Robert Hans.

“Robert Hans, aku harap kau akan menjadi ilmuan yang berguna di masa depan. Aku harap kau juga bisa berteman baik dengan putriku, Zora … uhuk! Uhukk!” pesan Miranda kepada Robert Hans, “Kau masih muda, dan jalanmu masih panjang, kejarlah impianmu, kembangkan keahlianmu, dan jangan pernah kau kembali ke WG untuk melanjutkan mesin waktu yang berbahaya itu.”

Klik!

Miranda lalu menekan tombol merah pada remote-nya, alarm peringatan berbunyi.

Seluruh ruangan berguncang dahsyat.

“Keluarlah Mike!! Bawa Robert Hans keluar dari sini!!” teriak Miranda lantang.

“Tak akan kubiarkan!!” sahut Emma.

Sebuah robot tikus raksasa tiba-tiba keluar dari dalam tanah, ia menerobos dengan melubangi lantai menggunakan mulut bornya.

Dengan sigap Miranda meletakkan tubuh Hans, lalu menerkam tubuh Emma dan menjatuhkannya ke lantai.

“Lepaskan aku Miranda!!” teriak Emma.

“Tidak! Kau akan mati di sini bersamaku!”

Dhuuar!

Emma menembak perut Miranda, sementara robot tikus tersebut berhasil membawa Robert Hans kabur dengan menaikkannya ke atas punggung robot.

Seluruh dinding dan atap bangunan mulai runtuh menimpa seisi ruangan.

“Lepaskan aku!! Tak akan kubiarkan kau lolos, Robert Hans!!” teriak Emma.

Miranda dengan sigap mengunci tangan Emma, mencegah Emma menembak robot yang membawa Robert Hans.

“Pergilah, Hans! Jangan pernah kembali ke WG! Aku sangat-sangat menyayangimu!” teriak Miranda lirih, air matanya mengalir membasahi pipi putihnya.

Bangunan tersebut telah hancur, rata dengan tanah dan mengubur mereka berdua.

**

Seorang perempuan misterius dengan wajah tertutup tudung jubah hitam mendekat ke arah Hans yang duduk tersandar di bawah pepohonan di tengah hutan. Tampak di dekat Hans sebuah bangkai dari robot tikus yang telah menyelamatkannya.

Perempuan misterius tersebut akhirnya menjadi ibu angkat Hans. Dialah yang telah merawat Robert Hans seorang diri di sebuah gubuk kecil di tengah hutan. Dia pula yang telah mengajarinya cara berburu, meracik tanaman obat, dan melatih kemampuan bela diri.

Di tengah kesibukan Hans meracik obat, ibu angkatnya tiba-tiba datang menghampirinya.

“Nak, Ibu pikir sebaiknya kau pergi ke kota untuk belajar dan mengasah keahlianmu di sana.  Ibu harus kembali melanjutkan perjalanan panjang Ibu untuk mencari seseorang.”

“Mencari siapa, Bu? Biar aku temani!” usul Hans.

“Tidak boleh!” bentak ibu angkat Hans, “Nak, Ibu akan berkata terus terang padamu. Saat Ibu pertama kali menemukanmu, kau tergeletak pingsan di tengah hutan, terdapat selebaran kertas berisi pesan yang terselip di saku jasmu.”

“Pesan? Pesan apa, Bu?” tanya Hans penasaran.

“Pesan dari Miranda, agar menyuruhmu pergi ke Kota Lorensia dan mengelola lembaga penelitian Miranda di sana, Mira-Tech.”

“Miranda … sepertinya aku pernah mendengar nama itu.” ucap Hans sembari mengingat-ingat, “Mengapa Ibu tidak memberitahuku pesan ini dari dulu?”

“Tentunya, Ibu harus merawatmu dan membekalimu banyak hal!” jawab sang ibu, “Mungkin saat ini kau masih kehilangan ingatanmu, tapi suatu saat kau akan kembali mengingatnya.”

Hans termenung, wajahnya tampak sedih karena dia belum siap jika harus berpisah dengan ibu angkatnya.

Sang ibu lalu mendekat dan memeluk Hans. Selang beberapa saat, ibu angkatnya membalikkan badan dan mengucap salam perpisahan.

“Di pesan itu juga tertulis, kau harus menjauhi orang WG-Tech. Nak, ini adalah percakapan terakhir kita. Sekarang pergilah, Nak! Jika suatu saat kau bertemu kembali dengan Ibu, aku harap kau tidak melupakan Ibu … Ibu menyayangimu.” pamit ibu angkat Hans.

Dengan mengenakan jubah hitam, ibu angkat Hans melangkahkan kaki dan berjalan semakin jauh, sementara Hans masih tampak terpukul atas kepergiannya.

**

Lima belas tahun berlalu, Hans kini telah genap berusia tiga puluh satu tahun. Dia menjadi pemimpin Mira-Tech, dan lembaga penelitian tersebut kini telah berkembang pesat.

Segala hasil eksperimen Hans, maupun data penelitian rahasia Hans, tak ada seorang ilmuan pun yang mengetahui letak keberadaannya kecuali seorang asistennya, Dhea Kumala Anggraini.

Hanya Dhea yang pernah diajaknya berkeliling menuju sacred room, sebuah ruangan rahasia yang terletak di lantai bawah lembaga penelitian Mira-Tech. Sacred room merupakan tempat tersembunyi segala hasil eksperimen Hans sekaligus tempat penyimpanan data penelitian rahasianya.

Suatu ketika, di tengah perjalanan, Hans kala itu mengantarkan Dhea pulang dengan mobilnya. Hans melihat dari kaca mobilnya beramai-ramai mobil hitam berlogo Im-Tech melaju kencang berlawanan arah dengan mobil Hans.

Dhea yang duduk di sebelah Hans turut melihat dan melaporkannya kepada Hans.

“Tuan, bukankah itu rombongan mobil Im-Tech?” tunjuk Dhea.

Hans tampak cemas, firasatnya tak keruan, namun ia tetap mengalihkan perhatian dan tancap gas.

“Aku harap tidak terjadi apa-apa.” gumam Hans was-was.

* * *

Lanjut Membaca

Daftar Isi Another Maze

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Dicampakkan Setelah Menjadi Korban Rudapaksa
9.4
Nalula Diandra mengalami tragedi memilukan saat kesuciannya dirampas di hadapan kekasihnya sendiri akibat rencana keji kakek sang pria. Alih-alih membela, kekasihnya justru memilih menikahi wanita lain. Di tengah kehancuran, Lula ditemukan oleh orang tua kandungnya yang merupakan konglomerat kuat. Bersama mereka, ia merancang pembalasan dendam untuk menghancurkan pria itu beserta keluarganya. Namun, akankah kepuasan batin ia temukan setelah semua hancur?
Sampul Novel Dosa Berbalut Cinta
8.6
Saschya mengira pernikahannya dengan Adnan akan membawa kebahagiaan abadi, namun realitanya justru menjadi neraka penuh kekerasan. Adnan melampiaskan dendamnya terhadap mertua dengan menyiksa istrinya secara keji setiap hari. Di tengah penderitaan fisik dan batin yang mendalam, sosok dari masa lalu Saschya tiba-tiba muncul kembali. Akankah kehadiran mereka membantu Saschya lepas dari belenggu Adnan, atau justru menambah konflik baru dalam hidupnya yang hancur?
Sampul Novel En-PD154
9.0
Setelah memenangkan sepuluh laga beruntun di arena, aku justru dikhianati Roderick. Tunanganku itu malah bermesraan dengan cinta pertamanya dan membiarkan wanita itu menghinaku sebagai sosok kasar yang tak berkelas. Kelembutannya kemarin sirna, berganti pengakuan cinta untuk wanita lain di hadapanku. Dengan hati yang mendingin, aku menghubungi ayahku sang bos mafia. Aku meminta pernikahan dibatalkan karena aku ingin mencari pria lain yang jauh lebih layak.
Sampul Novel Gairah Berbahaya Si Gadis Lugu
9.2
Rheina, gadis lugu yang terjebak dalam lingkungan beracun, awalnya berniat membebaskan sahabatnya dari cengkeraman tuan tanah. Namun, situasi memburuk saat ayahnya justru menikahi sahabatnya itu sebagai istri keempat. Konflik keluarga yang kelam ini akhirnya menyeret Rheina ke dalam lembah kenistaan. Ikuti liku perjalanan hidup Rheina saat ia terjerat dalam cinta segitiga rumit bersama dua pria di tengah tekanan hidup yang penuh kata kasar dan adegan dewasa.
Sampul Novel Godaan Cinta: Biarkan Aku Menjadi Budakmu
8.1
Angela mengambil risiko besar dengan mengandung anak Jeremy secara rahasia, meski ia tahu dirinya hanya dimanfaatkan. Sadar akan kekejaman Jeremy, Angela sengaja memancing amarah pria itu agar ia dilepaskan. Namun, pelariannya berakhir saat Jeremy berhasil melacak posisinya. Di ambang keputusasaan, Angela memohon kebebasan. Tak disangka, kehadiran sang buah hati justru mengubah segalanya. Jeremy yang dulu dingin kini menawarkan diri untuk melayani Angela dan bayi mereka.
Sampul Novel Istri Rahasianya, Aib Publiknya
8.1
Duniaku runtuh saat menangani pasien VIP bernama Evelyn Santoso. Tunangan yang ia tangisi adalah suamiku, Bima. Namun di foto itu, dia adalah Brama Wijaya, taipan kejam, bukan pria konstruksi yang kurawat saat amnesia. Brama masuk tanpa mengenaliku, lalu memeluk Evelyn dan membisikkan janji setia yang sering ia ucapkan padaku. Melalui tatapan dinginnya, ia menegaskan bahwa pernikahan kami adalah aib rahasia yang harus segera ia lenyapkan selamanya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan