APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Antara Dendam & Penyesalan

Antara Dendam & Penyesalan

Lima tahun menikah, Sofia hanya mendapat pengkhianatan dari Adrian yang memendam dendam pada keluarganya. Saat Sofia berjuang melawan kanker, Adrian justru bersama wanita lain. Setelah ayahnya koma dan rahasia pernikahan terbongkar, Sofia memilih mengakhiri hidup demi melunasi utang masa lalu. Kepergian tragis itu menghancurkan Adrian dalam penyesalan mendalam. Ia bersimpuh memohon maaf, namun segalanya sudah terlambat karena Sofia telah pergi membawa luka yang tak tersembuhkan.
Bab
Bagikan

Bab 3

Hari-hari yang berlalu setelah pertemuan itu terasa semakin kelabu bagi Sofia. Setiap napas yang ia tarik, setiap detik yang berlalu, hanya mengingatkannya pada satu hal yang tak bisa ia hindari lagi—waktunya sudah hampir habis. Kanker yang merenggut tubuhnya semakin ganas, tak memberi ampun. Rasa sakit yang dulu datang perlahan kini datang begitu cepat dan menyakitkan, seakan tubuhnya sedang berontak melawan kenyataan. Namun, rasa sakit fisik itu, yang terus menggerogoti tubuhnya, tak pernah lebih dalam daripada sakit hati yang ia rasakan.

Sofia merasa dirinya terperangkap dalam hidup yang tak lagi memiliki arti. Ia telah menyerahkan seluruh dirinya kepada seorang pria yang ternyata tidak pernah mencintainya, yang bahkan menikahinya hanya untuk membalas dendam. Mungkin ia terlalu naif, terlalu berharap, terlalu mempercayakan hidupnya pada seseorang yang tak pernah ada di sisinya. Setiap kali ia mencoba untuk mencari kedamaian, setiap kali ia mencoba untuk berdamai dengan dirinya sendiri, rasa sakit itu kembali mengingatkannya pada kenyataan—bahwa hidupnya, pada akhirnya, hanyalah sebuah kebohongan yang terbalut dalam kata-kata manis.

Pagi itu, Sofia terbangun dengan rasa lelah yang luar biasa. Ia menatap ke luar jendela, melihat dunia yang tampaknya terus berjalan tanpa peduli padanya. Bunga-bunga yang mekar di halaman rumah, langit yang cerah, suara burung yang berkicau—semuanya terlihat begitu jauh. Seperti ada tembok besar yang memisahkannya dari dunia luar. Semua yang indah itu hanya menjadi bayangan yang tidak bisa ia sentuh, tidak bisa ia rasakan. Hatinya sudah terlalu hancur untuk merasakan apapun.

Adrian sudah tidak datang lagi ke rumah sejak malam itu. Setelah kata-kata yang keluar dari mulut Sofia, ia tahu bahwa tidak ada lagi ruang bagi mereka untuk saling berbicara. Adrian mungkin sudah merasa bahwa semua yang ia lakukan takkan bisa diperbaiki. Sofia tidak lagi membutuhkan penyesalan atau kata-kata kosong darinya. Ia hanya ingin semuanya berakhir, ingin mengakhiri penderitaan yang telah lama ia tanggung.

Namun, meskipun ia mencoba untuk tetap tegar, rasa sakit yang ia rasakan semakin tidak tertahankan. Setiap napas terasa seperti seratus jarum menusuk tubuhnya. Setiap gerakan terasa begitu berat, seolah ia sedang berjalan di bawah beban yang tidak bisa ia angkat. Tetapi yang paling menyakitkan bukanlah rasa sakit itu sendiri—melainkan kesendirian yang datang bersamanya. Kesendirian yang begitu mendalam, yang menembus sampai ke jantungnya.

Ketika siang menjelang sore, Sofia akhirnya memutuskan untuk keluar dari rumah. Ia tahu bahwa ia tidak akan pernah merasa lebih baik dengan berdiam diri di dalam, dengan merenung tentang semua yang telah terjadi. Ia berjalan perlahan ke arah taman kecil di belakang rumah, tempat yang dulu menjadi tempat favoritnya untuk duduk dan merenung bersama Adrian. Namun kini, taman itu terasa seperti tempat asing yang penuh kenangan pahit.

Sofia duduk di bangku taman itu, menatap ke arah langit yang perlahan mulai gelap. Malam mulai menyelimuti dunia, dan dalam keheningan itu, ada perasaan yang tak bisa ia ungkapkan—sebuah perasaan yang jauh lebih dalam daripada kata-kata. Perasaan yang menyakitkan, yang menghimpit dada, yang membuatnya merasa seperti tak ada lagi alasan untuk terus bertahan. Ia ingin mengakhiri semuanya, mengakhiri penderitaan yang sudah terlalu lama ia tahan.

Air mata mulai mengalir di pipinya. Sofia tidak mencoba untuk menahan tangisnya. Semua yang ia rasakan terlalu berat untuk dipendam lebih lama. Ia merasakan semua rasa sakit, kemarahan, dan penyesalan yang telah lama terkubur di dalam hatinya. “Kenapa, Adrian?” ia berbisik, seolah meminta jawaban pada angin malam yang tak akan pernah bisa memberinya. “Kenapa aku harus melalui semua ini? Kenapa aku harus menjadi korban dari dendam yang tak pernah ada habisnya?”

Sofia terdiam, menatap tanah di bawahnya, berusaha mencerna semua perasaan yang bergejolak dalam dirinya. Semua perasaan yang selama ini ia pendam, yang ia coba untuk sembunyikan, kini keluar begitu saja. Keinginan untuk lari dari kenyataan begitu kuat, tetapi di sisi lain, ia merasa bahwa ia sudah terlalu lelah untuk terus melawan. Waktu yang ia miliki begitu sedikit. Tubuhnya yang rapuh dan lemah semakin membatasi gerakannya, dan meskipun ia ingin tetap bertahan, hatinya sudah terlalu lama hancur.

Ia merasa seperti tenggelam dalam lautan kesedihan yang tak pernah berujung. Setiap detik terasa seperti hari yang panjang. Setiap napas yang ia hirup seakan semakin sulit untuk ditahan. Semua yang terjadi, semua yang ia alami, terasa seperti beban yang terlalu berat untuk dipikul. Ia ingin lari, tetapi tak tahu ke mana. Ia ingin pergi, tetapi tak tahu bagaimana cara untuk mengakhiri semuanya.

Dengan tangan yang gemetar, Sofia meraih tas yang ada di sampingnya. Dalam tas itu, ada selembar surat yang telah ia siapkan sejak beberapa hari yang lalu. Surat itu adalah surat yang mengakhiri semuanya. Surat yang ia tulis dengan tangan sendiri, sebagai bentuk perpisahan terakhir. Ia menatap surat itu sejenak, merasakan segenap perasaan yang terkumpul dalam setiap kata yang ia tulis. Surat itu bukan hanya untuk Adrian, bukan hanya untuk keluarganya. Surat itu adalah bentuk penebusan dari semua rasa sakit yang ia rasakan. Sebuah akhir yang sudah lama ia tunggu.

Dengan perlahan, Sofia berdiri dan melangkah menuju gedung tinggi yang terletak beberapa blok dari rumahnya. Gedung itu telah lama menjadi simbol bagi kehidupannya yang rapuh, simbol dari segala penderitaan yang selama ini ia rasakan. Gedung yang mengingatkannya pada kesendirian yang tak berujung, pada kekosongan yang kini ia rasakan.

Langkahnya semakin berat, semakin lambat. Namun ia tahu, langkah ini adalah langkah terakhir yang akan ia ambil. Ketika ia sampai di tepi gedung, ia menatap ke bawah, melihat dunia yang tampaknya begitu jauh. Semua yang ia tinggalkan di bawah sana, semua orang yang pernah ia cintai, terasa begitu jauh. Bahkan Adrian yang dulu pernah ia percayai, kini hanya menjadi bayangan yang tak bisa ia raih.

Sofia menutup matanya, merasakan angin malam yang menyapu wajahnya. Ia merasa ringan, seolah-olah semua beban yang selama ini menekan tubuhnya akhirnya terlepas. Tanpa suara, tanpa kata-kata, Sofia melangkah ke depan, meninggalkan dunia yang tidak pernah bisa ia pahami.

Dan dengan itu, penderitaannya berakhir.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel CEO Dingin Itu Penyelamatku
7.8
Embun terjebak dalam pernikahan yang menyiksa. Alih-alih kasih sayang, Putra justru menciptakan neraka karena hatinya terpaku pada wanita lain yang sudah Embun anggap kakak sendiri. Meski telah berkorban demi meraih cinta sang suami, perjuangan Embun selalu dipandang sebelah mata. Luka hatinya kian dalam saat Putra menyebut nama wanita itu usai mereka berhubungan intim. Di tengah kepedihan ini, mampukah Embun tetap bertahan saat kehadirannya tak lagi dianggap?
Sampul Novel Cinta Dari Masalalu
9.7
Ratih tidak pernah menduga bahwa perasaannya terhadap Arsenna, teman masa SMA yang ia sukai, akan kembali terusik setelah sebelas tahun berlalu. Pertemuan tak terduga membawa mereka ke dalam rangkaian mimpi aneh yang saling bertautan secara misterius. Di antara batas realita dan dunia fantasi yang tidak biasa, mampukah mereka memahami takdir ini? Ikuti perjuangan Ratih dan Arsenna dalam mencari jawaban atas ikatan masa lalu demi bersatu di masa kini.
Sampul Novel Dia Tidak Tahu Identitas Istrinya Sampai Mereka Bercerai
8.5
Lima tahun silam, Bettina Rowe menyelamatkan nyawa Asher Lambert hingga ia kehilangan kemampuan untuk mengandung. Karena Asher mengaku enggan memiliki keturunan, Bettina terkejut saat suaminya mendadak ingin menggunakan jasa ibu pengganti. Asher memilih Betsy Sugden, mahasiswi yang berwajah mirip Bettina, demi mendapatkan ahli waris. Tanpa Asher sadari, Bettina sudah membulatkan tekad untuk bercerai tepat saat rencana itu diutarakan padanya.
Sampul Novel FAULT
8.7
Trauma masa lalu yang kelam menghancurkan hidup Arista Lucy, mengubah gadis lembut ini menjadi pembunuh bayaran yang dingin dan kasar. Di tengah kobaran dendam yang membara, sosok Evan muncul membawa misteri besar sekaligus ketenangan yang tak terduga. Kehadiran pria tersebut perlahan memberi warna baru dalam hari-hari Arista yang selama ini membatu. Kini, Arista harus menghadapi pergolakan batin antara misi balas dendam dan rasa damai yang dibawa oleh Evan.
Sampul Novel KAMU SINI DONG DEKETAN
8.3
Darwis, seorang wartawan, terjebak konflik asmara rumit saat kekasihnya, Wulan, harus berobat ke luar negeri. Ia menikahi Marlenna yang ternyata mengandung anak Marcel, sementara benih cinta tumbuh antara Darwis dan Arini sebelum maut memisahkan mereka. Situasi kian pelik ketika Wulan sembuh dan Aldi kembali muncul pasca kecelakaan. Di tengah godaan cinta lama dan pengkhianatan, kehadiran bayi mungil bernama Arini menjadi pengikat kesetiaan bagi rumah tangga Darwis dan Marlenna.
Sampul Novel Cinta di Atas Es: Jangan Tinggalkan Aku, Pembohongku yang Menawan
9.0
Nyla merasa diabaikan oleh Ethan yang dingin dan menganggapnya pembohong. Saat menyadari dirinya tak berharga di hati pria itu, Nyla memilih menjauh. Namun, sikap Ethan justru berubah drastis saat Nyla mulai mengambil jarak. Nyla pun menantang alasan Ethan mempertahankannya meski tak ada rasa percaya. Ethan yang dulu angkuh kini justru memohon dengan rendah hati agar Nyla tidak pergi, mengakui kesalahan besar yang telah ia perbuat demi memperbaiki hubungan mereka.