APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Antara Pekerjaan Rahasiaku Dan Cintanya

Antara Pekerjaan Rahasiaku Dan Cintanya

Meri terpaksa melakoni profesi pembunuh bayaran demi uang karena sulit mencari kerja. Mike adalah satu-satunya orang yang mengetahui rahasia kelam ini. Meski Meri mencintai sahabatnya itu, ia memilih memendam rasa demi menjaga pertemanan, apalagi Mike sudah memiliki kekasih seorang model cantik. Namun, pertemuan tak terduga dengan seorang dokter tampan di rumah sakit mulai menggoyahkan hatinya. Siapakah sebenarnya belahan jiwa yang ditakdirkan untuk Meri?
Bab
Bagikan

Bab 3

Aku menghembuskan nafasku dengan kasar, biarlah rumahku meledak setidaknya aku masih bias selamat. Aku bisa membeli tempat tinggal baru dengan tabunganku yang sudah menumpuk di dalam rekeningku.

“Suruhan siapa ya orang-orang itu? Hebat juga mereka bisa mengetahui tempat tinggalku, pasti mereka bukanlah orang-orang sembarangan! Awas, aku akan mencari tahu kalian dan membalas dendam pada kalian karena kalian baru saja menghancurkan tempat kenangan masa kecilku,” gumamku mencoba mengingat beberapa korban yang Sudah kubun*h.

“Ah, sudahlah! Sebaiknya aku segera angkat kaki dari sini. Aku sudah tidak memiliki tempat tinggal lagi. Dan si*lnya, aku lupa untuk mengambil ponselku, dompetku juga! Argghhhh!” aku memekik menahan amarah yang tertahan di dadaku ini.

“Jam tanganku yang memiliki fungsi ganda sebagai ponsel juga ketinggalan di kamarku! Arggghhh! Benar-benar si*l!” umpatku dalam hati merasa sangat kesal.

"Motor maticku juga ikut meledak lagi!” aku mendengus kesal.

Setelah memastikan orang-orang jahat itu pergi meninggalkan rumahku jauh sekali, aku memutuskan untuk berjalan kaki saja, siapa tahu di depan jalan sana ada orang yang bisa kuminta pertolongannya.

Akhirnya setelah berjalan kurang lebih selama 10 menit, aku menemukan beberapa orng pria yang sedang duduk dan bercengkerama di sebuah pos keamanan warga, aku pun berinisiatif untuk meminjam ponsel kepada mereka untuk memesan jasa ojek online aku bersikap senatural mungkin layaknya perempuan dewasa pada umumnya. Di sana ada tiga orang Bapak-bapak yang sedang asyik bermain jud* gapl*h.

“Permisi Bapak-bapak, maaf saya mau memesan jasa ojek online, tapi barusan saya kecopetan jadi saya nggak punya ponsel lagi untuk memesan jasa ojek online itu. Bisakah saya meminjam ponsel salah satu Bapak yang ada di sini?” ucapku berbohong tanpa banyak basa-basi lagi.

“Oh, iya Mbak silahkan boleh kalau mau pakai ponsel punya saya mah … asal …‘’ ucapnya seraya mengedipkan sebelah matanya pada kedua temannya yang lain.

"Suit, suit, suit …” timpal salah satu pria paruh baya yang ada di pos itu.

“Mbak, kalau mau layanin kita malam ini, jangankan ponsel, terong belanda bakal Abang kasih dah .…” pria paruh baya itu bangkit dari duduknya dan beranjak menghampiriku.

Kedua temannya yang lain sama-sama ikut beranjak dari duduknya dan mendekatiku, mereka semua menatapku dengan tatapan mata genit, ada satu orang yang meneteskan air liurnya. Ih, yuuh menjijikkan sekali! Lalu, ia pun mengelapnya dengan tangan kanannya.

Tatapan mereka seperti binatang buas yang siap untuk menerkam mangsanya, aku hanya menghela nafas dengan rahangku yang kokoh. Aku melemaskan otot tanganku dengan mematahkan jari-jemariku.

“Mau satu persatu, atau langsung semuanya saja?” tantangku dengan rasa percaya diri yang sangat tinggi di hadapan mereka.

“Terserah si Mbak nya aja mau main satu-satu, atau mau three in one … ha ha ha …” gelak tawa meluncur dari bibir mereka yang hitam akibat terlalu banyak merokok.

Aku melakukan peregangan otot-otot leherku dengan memiringkannya ke kiri dan ke kanan, “ baiklah, sudah lama sekali aku tidak melakukan ini, bagaimana jika kalian langsung kuterkam saja?” ucapku dengan senyuman menyeringai.

“Wuihhhh! Mant ….”

Bugh! Bug! Bugh!

Sebelum salah satu dari mereka menyelesaikan ucapannya, dengan sigap aku langsung menend*ng dada mereka dengan tendanganku yang sangat ampuh, satu tendangan dariku ini dapat langsung melumpuhkan lawan yang ada di hadapanku. Seketika itu juga mereka jatuh tersungkur, badan serta pant*t mereka telah mencium tanah dengan sangat mantap sekali.

“Hm …” aku berkacak pinggang dengan berdiri tegak di hadapan mereka.

“Apa masih kurang??” tanyaku dengan berteriak sangat lantang di hadapan mereka dalam keadaan yang sangat memalukan itu.

“A, ampun, ampun … jangan! Jangan lagi! Ampun, Mbak!” pria paru baya itu mengatupkan kedua tangannya. Sementara kedua pria mes*m lainnya masih merasakan nyeri di kepala akibat tendanganku.

“Itu belum seberapa, itu baru pemanasan …”

“Jangan … jangan … Mbak mau ponsel kan? Ini, pakai aja ponsel saya.” Pria itu mengeluarkan ponselnya dari dalam saku celananya.

“Ini, Mbak!” Ia menyerahkan benda pipih itu kepadaku.

Aku pun menerimanya dan segera memasuki apliasi ojek online untuk segera memesan jasanya, layar ponsel ini sudah retak setengahnya.

Setelah selesai memesan jasa ojek online di apliksasi tersebut, aku pun segera mengembalikan kembali ponsel itu kepada empunya.

"Nih, urusi dulu akhlak serta ponselmu! Sudah bau tanah juga masih banyak tingkah! Baru kena satu kali tendangan saja sudah terkapar!” cecarku dengan tatapan mata nanar dan menjijikkan melihat ketiga pria bus*k berotak mes*m ini.

Sebelum meninggalkan ketiga pria bangkotan itu, aku berinisiatif untuk meminta sedikit uang untuk bayar ojek online yang telah kupesan. Maklum, uang tunai yang kumiliki di dalam dompetku ikut meledak di dalam kamarku.

Aku merogoh saku celana si Bapak tua bin bangkotan itu, aku mengambil dompet kulit yang sudah lusuh itu, saat aku membukanya “wow,” gumamku, “lumayan juga isinya! Ada lima lembar uang 100 ribuan! Banyak juga uangnya nih ak-aki bau tanah …” aku bersorak-sorai kegirangan di dalam hatiku. Kuambil dua lembar uang 100 ribuan itu, sejurus kemudian, aku pun melemparkan dompet lusuh itu di depan wajahnya.

“Aku pinjam uangmu, tapi aku tidak berniat untuk mengembalikannya! Iklhlaskan saja kepergian dua lembar uangmu ini! Jangan kau ungkit-ungkit lagi, bila suatu saat kau bertemu denganku dimana pun sampai kapan pun!” umpatku padanya seraya tersenyum sinis menatapnya.

Ia mengangguk dengan cepat dan mengambil dompet lusuh miliknya yang terjatuh ke tanah.

“Iya, iya saya ikhlas! Silahkan ambil saja berapapun yang kamu inginkan!”

Tak beberapa lama kemudian, akhirnya ojek online yang baru saja kupesan pun telah tiba, aku pun segera menaiki kuda besi itu bersama supit ojek online tersebut

****

Beberapa menit kemudian, kami telah sampai di sebuah kostan berlantai tiga yang ditinggali sorang teman dekatku.

“Sudah berhenti di sini saja, Bang. Berapa ongkosnya?” tanyaku pada Babang supir ojol tersebut.

“45 ribu aja, Mbak,” sahutnya setelah melihat harga yang tertera di dalam aplikasi ponselnya.

“Ini, Bang. Ambil aja kembaliannya!” Aku menyerahkan uang 100 ribu padanya.

Kedua matanya menyiratkan kebahagiaan yang tiada tara, “wah, alhamdulillah makasih banyak ya, Mbak. Semoga hidupnya berkah dan rezekinya tambah lancer …” serunya seraya merasa sangat sumringah.

Aku tertegun sejenak memikirkan kata-katanya, “hm, iya sama-sama, Pak. Hati-hati di jalan, Pak!” imbuhku padanya.

****

Aku berjalan menaiki setiap anak tangga, akhirnya aku telah sampai di lantai 2 di kamar nomor 6, tempat dimana teman dekatku itu tinggal.

Tok, tok, tok.

Aku mengetuk pintu agak keras, maklum sudah dini hari, pasti temanku itu sudah terbuai dalam mimpi indahnya.

Tok, tok, tok.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Beauty and The Mafia
8.4
Hidup Rosetta Alighieri hancur saat ia diculik oleh mafia kejam, Marco Botticelli. Ia menjadi tawanan akibat fitnah saudara kembarnya, Caritta, yang menuduhnya mencuri kalung pusaka Marco. Di tengah intrik berbahaya, benih cinta tak terduga justru tumbuh di antara mereka. Saat Marco menawarkan sebuah komitmen serius, Rosetta terjebak dalam dilema besar. Haruskah ia menerima pria kriminal itu dan terjun ke dunia gelap yang penuh risiko demi perasaan yang mulai tumbuh?
Sampul Novel Escape
8.1
Emily Watson, model cantik yang terancam bahaya, berada dalam lindungan Ethan Davis, pemilik perusahaan keamanan elite di London. Dr. Watson menyewa jasa Ethan demi menjaga rahasia besar putrinya, sebelum ia ditemukan tewas mengenaskan tanpa kepala. Di tengah pelarian dan ancaman pembunuhan, Ethan dan Emily harus menghadapi trauma masa lalu mereka yang kelam. Akankah cinta yang lahir dari kegelapan ini mampu menyelamatkan mereka dari intrik mematikan yang mengintai di setiap sudut kota?
Sampul Novel Gairah Sang Bodyguard
8.7
Venus Harristian, penyanyi pop ternama, terancam bahaya setelah menyaksikan kejahatan besar. Demi melindunginya hingga hari kesaksian di pengadilan, Dion Elang Juliandra, seorang polisi, direkrut menjadi pengawal pribadinya. Namun, kedekatan intens menumbuhkan perasaan terlarang di antara mereka. Padahal, baik Venus maupun Dion telah memiliki pasangan dan terikat janji pernikahan masing-masing. Di tengah teror, mereka terjebak antara kesetiaan dan gairah cinta yang sulit tertahan.
Sampul Novel MAGIC CARD
8.8
Isamu Kenichi, bajak laut penakluk delapan samudra, ditelan paus raksasa saat mengarungi Samudra Hitam yang misterius. Di sana, ia menemukan buku pusaka Magic Card dan memperoleh kekuatan Weredragon dari para penjaga kartu tersebut. Namun, kekuatan ini menuntut bayaran besar. Isamu kini memikul tugas berat untuk membasmi pasukan Werewolf haus darah, yang ternyata adalah mantan awak kapalnya sendiri yang telah disihir oleh iblis jahat.
Sampul Novel Obsesi Mafia Tampan
9.0
Haruka Arsya terjebak dalam karier model dewasa yang tak diinginkannya hingga ia diculik oleh penggemar fanatik bernama Agaskara Angkasa. Terobsesi memiliki Haruka sepenuhnya, pria itu nekat menggunakan obat terlarang demi memutus hubungan sang idola dengan kekasihnya. Haruka mencoba melarikan diri, namun situasi kian pelik saat musuh Agaskara menjadikannya sandera. Kini, ia harus bertahan di tengah konflik mafia dan obsesi gila yang mengancam nyawanya.
Sampul Novel Pejuang LDR
8.8
Rencana pernikahan Dissa dan Daniel terancam saat Daniel memilih menjadi dokter relawan di medan perang Gaza. Hubungan jarak jauh mereka awalnya lancar, namun Daniel tiba-tiba hilang kontak. Di tengah kekhawatiran, Dissa menerima foto Daniel bersama Jesika, mantan sahabatnya. Dissa pun bimbang apakah harus membatalkan pernikahan atau tetap percaya, tanpa mengetahui fakta sebenarnya yang menimpa Daniel di sana. Akankah cinta mereka bertahan di tengah konflik dan kecurigaan?