APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Ashes Of Love (Abu Cinta)

Ashes Of Love (Abu Cinta)

Arkan dan Dinar tumbuh bersama di panti asuhan dengan janji suci untuk menikah. Namun, sebuah tragedi mengirim Arkan ke penjara. Usai bebas, ia hancur mendapati Dinar telah menikah dengan pria lain. Rasa cinta itu berubah menjadi benci akibat pengkhianatan sang kekasih. Takdir kemudian mempertemukannya dengan Kirana, yang ternyata merupakan putri tiri Dinar. Di sinilah dendam dan luka masa lalu mulai memicu konflik baru yang tak terduga bagi mereka.
Bab
Bagikan

Bab 3

“Bagaimana?” tanya rekan Rama ketika dia baru saja mendudukkan dirinya.

“Tak dapat apa pun,” Rama menghela nafas seraya menaikkan bahunya, dia lalu menoleh dan balik bertanya “lalu bagaimana denganmu, apa kau sudah cek cctv di sana?”

“Sudah, tapi yah begitulah....” petugas itu menghela nafas lemas dan melanjutkan, “tak ada yang bukti konkrit ketika perkara berlangsung.”

Dahi Rama mengerut, “Begitukah? Lalu apa yang kau dapatkan sampai saat ini?”

“Lihat ini..” petugas itu menggeser laptopnya menghadap Rama dan memperlihatkan rekaman cctv yang baru saja dia dapatkan,

Rekaman itu diambil dari cctv depan gedung, pukul sepuluh malam, terlihat di sana Arkan yang turun dari sepeda motornya dan berlari masuk, lalu rekaman beralih di lobi gedung dan sama dengan yang sebelumnya di rekaman itu juga terlihat Arkan yang berlari menuju lift dan setelahnya tak ada rekaman lagi.

“Hanya ini?”

“Iya hanya ini, ini gedung baru, belum semua bagian gedung dilengkapi cctv, jadi hanya ini yang kudapatkan.”

“Lalu rekaman sebelum kejadian? Maksudku dua korban itu?

“Sebentar, biar kucari dulu,” ujar petugas itu. Kemudian jarinya dengan lincah terbang di atas keyboard laptopnya.

Tak sampai satu menit petugas itu berhenti dan kembali menghadapkan laptop pada Rama.

Kali ini rekaman diambil pada pukul setengah sepuluh malam. Terlihat di sana Dinar dan seorang pria paruh baya keluar dari sebuah mobil, keduanya berjalan beriringan masuk ke gedung apartemen sebelum akhirnya juga menghilang di balik lift.

“Hanya ini yang kau dapatkan?” Rama menoleh ke rekannya.

“Sayangnya iya.” Petugas itu menghela nafas.

“Apa di lift  juga tidak ada?”

“Ada, tapi belum berfungsi, ini baru saja dipasang.”

Rama diam, terlihat dahinya mengercit tanda dia tengah berpikir. “Mereka berdua datang jam setengah sepuluh malam, ini rentang empat puluh lima menit dari saat korban melapor dan ada dua puluh menit sebelum itu tersangka datang. Jadi diantara dua puluh menit inilah poin pentingnya.”

“Hm, aku rasa begitu tapi bukankah kau merasa ini jalan buntu?”

“Belum tentu. Kita masih memiliki saksi lain yang dimintai keterangan, juga masih ada barang bukti yang kini tengah diperiksa tim forensik.”

“Yup tampaknya memang begitu, lalu sekarang bagaimana? Apa kau ingin melanjutkan pemeriksaan?”

Rama dengan pelan menggeleng, “tak perlu, toh dia juga tak akan mengatakan hal yang lain,” “oh, kirimkan rekaman pemeriksaan ini pada tim ahli, biarkan mereka memeriksa ekspresinya.”

“Oke. Oh ya aku baru saja dapat telepon dari keluarga produser, mereka bilang pengacara mereka akan datang besok.”

“Oke, minta dia bertemu denganku besok.”

“Siap.”

“Oh ya satu lagi, bawakan aku berkas latar belakang dari tersangka dan korban. Aku akan memeriksanya.”

“Oke, setelah ini kuberikan.”

Setelahnya, Rama berdiri dan masuk kembali ke dalam ruang interogasi, di dalam dia menghampiri Arkan, “apa anda memiliki kuasa hukum.”

“Tidak,” jawab Arkan langsung.

“Kalau begitu, kami akan meminta balai hukum kota untuk menyediakan pengacara untuk anda, juga anda berhak melakukan pembelaan diri yang tidak bisa anda katakan kepada saya.”

Arkan hanya melihat Rama tanpa menjawab pertanyaannya.

Melihat Arkan tak menjawab, rama lantas berkata, “saya anggap itu tanda setuju,”

 Rama lalu meminta petugas lain untuk membawa Arkan ke selnya. Dan dari awal hingga akhir Rama tetap melihat arah pergi Arkan,

“Ada yang janggal,” gumamnya dengan alis menyatu

****

Keesokan Harinya.

Seperti yang sudah dijadwalkan, hari ini akan dilaksanakan penyelidikan ulang kasus penyerangan yang dilakukan Arkan dan dengan agenda keterangan Dinar yang saat ini berstatus sebagai saksi.

Pada pukul delapan pagi Dina sampai di kantor kepolisian dan begitu sampai dia langsung dibawa ke ruang interogasi guna dimintai keterangan.

Di dalam ruangan interogasi Rama memutar  rekaman cctv sebelum kejadian dan memperlihatkan rekaman itu pada Dinar yang melihat rekaman itu dengan seksama.

Di depannya Rama juga melakukan hal yang sama, dia mengamati ekspresi Dinar dengan seksama.

Tak lama rekaman selesai diputar, lalu Rama duduk di seberang dan berkata, “ini adalah rekaman yang kami dapatkan, sekarang bisakah anda memberikan kesaksian anda saat kejadian berlangsung.”

Dinar menatap Rama, seketika ekspresinya menjadi ketakutan namun dia coba tahan. Sejenak dia diam seraya meremas-remas tangannya untuk mengatasi ketakutannya.

Melihat reaksi Dinar yang terlihat ketakutan Rama segera berkata, “atur nafas dan tenangkan diri anda.”

Sesaat Dinar mengikuti instruksi Rama dan perlahan nafasnya kembali teratur.

“Jika anda belum siap memberikan kesaksian, ada baiknya kita tunda.” Ucap Rama. Tapi Dinar menggeleng, “tidak saya akan memberikan kesaksian saya sekarang, lebih cepat lebih baik.” Ucapnya lirih, wajahnya menunjukkan tekad yang tegas walaupun disertai dengan ekspresi sedikit ketakutan.

“Baiklah jika itu keinginan anda namun saya minta jangan memaksakan diri, jika anda merasa tertekan kita bisa mengakhiri sesi ini kapan pun,” ujar Rama pada akhirnya tapi dia juga memberi himbauan agar Dinar berhenti saat dia tak sanggup lagi melanjutkan.

Lalu begitulah, setelahnya Dinar mulai menceritakan semua yang dia alami dari awal hingga akhir yang tentunya sesuai dengan yang sudah diinstruksikan Arkan yang mengandung 90% kenyataan dan 10% rekayasa.

****

Di sisi lain, di ruang jenguk Arkan tengah menemui Rio pengacara yang ditunjuk menangani kasusnya.

Sudah lebih dari sepuluh menit keduanya duduk berhadapan tapi selama itu pula keduanya saling diam tanpa ada yang bersuara. Rio fokus pada berkas-berkas didepannya sedangkan Arkan diam seribu bahasa.

“Tindak percobaan pembunuhan yang dapat menghilangkan nyawa, ini pasal pidana yang dituduhkan kepada anda,” ucap Rio setelah membaca berkas perkara di tangannya dan kemudian melihat kearah Arkan.

Tapi yang dilihat hanya menatap balik Rio tanpa mengatakan sepatah kata pun.

“Oh saya lupa memperkenalkan diri, saya Rio Hermawan dari balai hukum kota, saya  pengacara yang diminta untuk menangani kasus anda.” “Dan sebelum saya mulai menangani kasus anda, sekarang bisa anda menceritakan dengan jujur apa yang terjadi pada hari itu.”

“Bukankah anda sudah mendengarnya pihak kepolisian,” ucap Arkan tenang.

“Itu kata kepolisian, yang saya mau adalah cerita versi anda,” Balas Rio, kekeh meminta Arkan untuk bercerita.

Arkan tampak berpikir, Rio yang ada didepannya menyadarinya dan kemudian berkata, “saya tahu anda belum mempercayai saya tapi sebagai pengacara anda, saya berhak tahu apa yang terjadi sehingga saya bisa menjalankan pekerjaan saya dengan sebaik mungkin, juga walaupun saya tak bisa membersihkan nama anda paling tidak bisa berusaha meminimalkan hukuman anda, jadi saya minta kerja samanya.”

Arkan mengawasi Rio sebentar sebelum menjawab, “baik, terima kasih atas kerja kerasnya.”

“Itu tugas saya. Baik kembali ke permasalahan. Saya sudah membaca berkas kasus anda, menurut undang-undang yang berlaku ancaman hukumannya adalah minimal 8 tahun kurungan penjara dan maksimal 20 tahun penjara. Dan dari undang-undang itu saja kita tahu itu adalah kasus yang berat."

Mendengar ucapan Rio, Arkan akhirnya buka suara, dia menceritakan apa yang terjadi kemarin dari awal hingga akhir pada Rio yang mendengarkan dengan seksama yang kemudian mencatat poin-poin dalam buku kecilnya.

Tapi tentu saja sama seperti Dinar, Arkan juga menceritakan kejadian kemarin 90% kebenaran dan 10% rekayasa seperti yang telah mereka sepakati.

Setelahnya Rio pergi, sebelumnya berkata akan datang lagi lusa dan Arkan dibawa kembali ke selnya karena waktu jengguk telah habis. Rio juga memberi tahu bahwa polisi masih melakukan investigasi pada kasusnya dan untuk rencana sidang pertama akan dilakukan dua minggu depan yang diagendakan pembukaan kasus dan pemaparan kejadian perkara.

----

Bojonegoro, 08 Desember 2022

Kak Ikma

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel BERBEDA KEYAKINAN
8.0
Alif menemukan sosok berharga dalam diri Nurul, dan perasaan kagum itu pun terbalas. Namun, saat hubungan mereka mulai serius, Khairunnisa yang merupakan masa lalu Alif muncul kembali menyatakan cinta. Tak hanya itu, Alif harus berjuang meluluhkan hati Pak Handoko yang sulit melepas putri kecilnya. Meski Alif terus meyakinkan Nurul, sikap gadis itu berubah drastis setelah dari Surabaya. Ternyata, ada rahasia mengejutkan dari Nurul yang lebih rumit dari sekadar restu.
Sampul Novel Galau Cinta Untuk Siapa
8.7
Kaila terpaksa menikahi Boyke Dhamara demi menjaga kehormatan keluarga setelah Dwina kabur tepat satu jam sebelum akad. Setahun menjalani pernikahan muda yang tak pernah ia impikan, tiba-tiba Dwina muncul kembali dan menuntut Kaila meninggalkan Boyke karena mereka ingin menikah. Kaila kini terjebak dalam kebingungan besar. Bagaimana reaksi Boyke saat mengetahui mantan kekasihnya kembali, dan akankah posisi Kaila sebagai istri pengganti segera berakhir?
Sampul Novel Hati Seorang Ibu, Kebohongan Kejam
8.5
Kehidupan sempurna aku bersama Gavin Suryadiningrat hancur saat bank mengungkap rahasia akta kelahiran anak kembar kami. Ternyata, ibu sah mereka adalah Iliana, cinta pertama suamiku. Aku hanyalah ibu pengganti yang disewa karena kemiripan fisik. Tragisnya, anak-anak yang aku besarkan justru menghinaku hingga aku terluka parah. Saat aku bersimbah darah, mereka malah pergi merayakan kembalinya Iliana. Kini, pengabdianku selama enam tahun berakhir dalam pengkhianatan.
Sampul Novel Istri Mandul, Tak Pernah dicintai
9.6
Tiga tahun Alina bersabar menghadapi dinginnya sikap Rayhan dan hinaan keluarga yang melabelinya mandul. Meski merindukan kehadiran buah hati, harapan itu pupus karena sang suami tak pernah menginginkannya. Kini, Alina berada di titik jenuh setelah menyadari bahwa pernikahan mereka kosong tanpa rasa cinta. Di tengah kepedihan dan sikap abai Rayhan, ia mulai meragukan masa depannya. Haruskah Alina terus bertahan dalam ikatan yang hanya menyisakan luka?
Sampul Novel Istri Tomboy Sang CEO
8.8
Zella Polly adalah gadis tomboy yang terdesak untuk meninggalkan rumah keluarganya yang penuh diskriminasi. Namun, ayahnya hanya memberi izin keluar jika ia menikah. Di sisi lain, Hugo Chavez, seorang CEO muda, harus segera mencari istri di tengah rasa sakit hati akibat pengkhianatan kekasihnya. Keduanya pun sepakat menjalani pernikahan kontrak sebagai solusi. Mampukah mereka melewati segala rintangan dan dinamika dalam ikatan rumah tangga tersebut?
Sampul Novel Marriage Express
8.6
Indira Aubrey terpaksa menjalani pernikahan dini dengan Liam Ogawa, pria keturunan Jepang yang dianggapnya mesum. Meski orang lain merasa ia beruntung masuk ke keluarga Ogawa, Indira justru merasa tertekan harus tinggal satu atap dengan Liam. Ia bersumpah akan terus membenci dan merahasiakan statusnya dari teman-teman. Namun, saat Liam mulai menyerah dan mengabaikannya, benarkah rasa benci itu berubah menjadi penyesalan? Akankah cinta datang saat semuanya terlambat?