APKDock Logo
Sampul Novel Asisten Pribadi CEO Dingin

Asisten Pribadi CEO Dingin

9.7 / 10.0
Elena, desainer berbakat, terpaksa menunda mimpinya demi menjadi asisten Arion, CEO startup yang dingin. Meski awalnya sulit menghadapi sikap kaku sang atasan, Elena mulai menemukan sisi hangat Arion. Saat skandal besar mengancam perusahaan, Elena beraksi heroik membongkar pelaku sabotase. Kedekatan ini memicu perasaan cinta Arion, namun Elena terjebak dilema besar antara mengejar asmara atau mewujudkan ambisi agensi pribadinya yang sempat tertunda.

Asisten Pribadi CEO Dingin Bab 1

Pukul tujuh pagi. Alarm ponsel Elena menjerit, memaksanya keluar dari alam mimpi yang baru saja memperlihatkan desain interior kafe impiannya. Dengan enggan, ia meraih ponsel, mematikannya, lalu meregangkan tubuh. Sinar matahari pagi yang menerobos celah tirai jendela apartemennya yang minimalis terasa ironis. Dulu, pagi secerah ini adalah awal dari hari-hari penuh inspirasi, saat ia bisa tenggelam dalam dunia desain grafis, menciptakan logo-logo memukau atau tata letak situs web yang menawan. Sekarang? Pagi berarti persiapan untuk menghadapi Arion Aditama, CEO dingin dan perfeksionis yang menjadi bos barunya.

Elena menghela napas. Sebulan. Baru sebulan ia bekerja di perusahaan rintisan teknologi bernama "InnoTech", dan rasanya sudah seperti setahun. Arion, dengan aura formalitasnya yang tak tergoyahkan dan tatapan mata tajam yang seolah menembus jiwa, adalah definisi hidup dari seorang bos yang menuntut. Setiap detail harus sempurna, setiap laporan harus tanpa cela, dan setiap keputusan harus berbasis data yang solid. Sebagai mantan desainer lepas yang terbiasa dengan kebebasan kreatif, transisi ini terasa seperti dibelenggu.

"Elena, jam delapan kurang lima belas menit. Anda sudah menyiapkan jadwal pertemuan saya dengan investor dari Jepang?" Suara Arion, tenang namun menusuk, masih terngiang-ngiang di benaknya dari email terakhir tadi malam. Ia sudah memeriksa jadwal itu setidaknya lima kali sebelum tidur, memastikan tidak ada satu pun detail yang terlewat.

Mandi kilat, mengenakan setelan blazer hitam dan blus putih bersih-seragam tidak tertulis untuk asisten pribadi di InnoTech-Elena mematut diri di depan cermin. Rambut panjangnya ia tata rapi dalam sanggul rendah, dan riasan tipis menambah kesan profesional. Ia tahu, kesan pertama sangat penting di mata Arion. Kesalahan kecil saja bisa berarti tatapan disapproving yang mampu membuat tulang punggung merinding.

Sambil menyeruput kopi instan yang baru ia seduh, Elena membuka laptop. Meja makan kecilnya kini dipenuhi dengan tablet grafis yang tergeletak tak berdaya dan sketsa-sketsa yang belum terselesaikan. Dulu, meja itu adalah medan perang kreatifnya. Sekarang, itu hanya menjadi pengingat pahit tentang impian yang terpaksa ia tunda. Agensi desainnya sendiri. Nama "Kreativa Studio" sudah ia siapkan, bahkan logo kasarnya pun sudah ada. Tapi kenyataan berbicara lain. Kondisi keuangan keluarga yang mendadak goyah membuat Elena harus mengambil pekerjaan stabil ini, pekerjaan yang jauh dari gairahnya, demi melunasi utang orang tuanya.

Di balik semua tuntutan Arion, sebenarnya ada sedikit rasa kagum yang tumbuh di hati Elena. Pria itu memang dingin, tapi etos kerjanya luar biasa. InnoTech, yang bergerak di bidang pengembangan aplikasi berbasis AI, meroket dalam waktu singkat berkat visi dan dedikasi Arion. Ia membangun perusahaan itu dari nol, dengan tangan dan pikiran sendiri, hingga kini menjadi salah satu startup paling menjanjikan di Asia Tenggara. Kegigihan seperti itu, Elena akui, adalah sesuatu yang ia ingin miliki dalam perjalanannya membangun Kreativa Studio kelak.

Setibanya di kantor InnoTech yang modern dan minimalis, Elena langsung menuju mejanya. Meja kerjanya berada tepat di luar ruangan Arion, memberinya pandangan langsung ke pintu kaca yang selalu tertutup itu. Ia menyalakan komputer, memeriksa email, dan meninjau ulang jadwal Arion untuk hari ini. Pertemuan penting dengan investor Jepang pukul sembilan, dilanjutkan dengan rapat tim pengembangan produk, dan wawancara dengan kandidat manajer pemasaran di sore hari. Hari yang padat, seperti biasa.

Elena mengatur tumpukan dokumen yang harus ditandatangani Arion, meletakkan secangkir teh hijau kesukaan sang CEO di sampingnya, dan memastikan proyektor di ruang rapat berfungsi. Segala persiapan harus rampung sebelum Arion tiba. Pria itu tidak suka membuang waktu sedetik pun.

Tepat pukul delapan lewat lima menit, pintu lift terbuka, dan Arion Aditama muncul. Dengan setelan jas abu-abu gelap yang pas di tubuh atletisnya, rambut hitam tertata rapi, dan ekspresi wajah yang selalu tenang, ia berjalan tegak. Elena langsung berdiri, siap memberikan laporan singkat.

"Selamat pagi, Pak Arion," sapa Elena, suaranya mantap.

Arion hanya mengangguk, sorot matanya sekilas menyapu meja Elena sebelum beralih ke ruangannya. "Jadwal saya hari ini?" tanyanya tanpa basa-basi, suaranya rendah dan dalam.

"Pukul sembilan, Anda ada pertemuan dengan perwakilan Nishi Corp dari Jepang di ruang rapat utama. Saya sudah menyiapkan berkas presentasi dan laporan keuangan terbaru. Setelah itu, pukul sebelas, rapat tim pengembangan produk untuk membahas fitur baru aplikasi 'Zenith'. Lalu sore nanti, pukul dua, wawancara kandidat manajer pemasaran, Nona Karina Wijaya." Elena merinci dengan jelas, tidak melewatkan detail sekecil apa pun.

Arion mendengarkan dengan saksama, sesekali mengangguk kecil. "Bagus. Pastikan teh saya tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin. Dan minta Pak Bima untuk menyiapkan tim IT di ruang rapat, ada beberapa presentasi video yang akan diputar."

"Baik, Pak," jawab Elena sigap.

Arion masuk ke ruangannya, dan Elena bisa merasakan ketegangan yang sedikit mereda. Ia mengambil napas dalam-dalam. Satu hari lagi dimulai. Satu hari lagi menjadi asisten pribadi CEO dingin yang membuat hidupnya penuh tantangan, namun entah mengapa, juga memberinya pelajaran berharga tentang disiplin dan profesionalisme. Dalam hati, Elena bertanya-tanya, apakah suatu hari nanti ia bisa sekuat Arion, membangun mimpinya sendiri dari nol, tanpa harus menunda ambisinya?

Lanjut Membaca

Daftar Isi Asisten Pribadi CEO Dingin

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel CHRONOPHILE
8.2
Menikahi pria yang pernah ditolak di masa lalu membawa dilema besar dalam sebuah perjodohan. Apakah dia bertahan karena cinta yang tersisa, atau justru merencanakan balas dendam atas luka lama? Sebagai pasutri, mereka dipaksa menjalani komitmen di tengah bayang-bayang masa lalu yang kembali mengusik ketenangan. Di dunia Chronophile, di mana waktu sangat dihargai, rahasia dan konflik mulai menguji kesetiaan mereka dalam mempertahankan rumah tangga ini.
Sampul Novel Dewa Itu Adalah Patungku
8.6
Melinda kecil yang polos menemukan sebuah patung beruang di jalanan dan memutuskan untuk membawanya pulang. Ia merawat benda itu dengan penuh kasih sayang tanpa menyadari identitas aslinya. Tak disangka, patung tersebut merupakan inkarnasi sosok pria muda yang perkasa. Hingga Melinda tumbuh menjadi gadis cantik, wujud beruang itu tetap bertahan sampai muncul ketegangan yang mengubah segalanya. Akankah hubungan unik antara manusia dan dewa ini berakhir bahagia?
Sampul Novel Dicampakkan Setelah Menjadi Korban Rudapaksa
9.4
Nalula Diandra mengalami tragedi memilukan saat kesuciannya dirampas di hadapan kekasihnya sendiri akibat rencana keji kakek sang pria. Alih-alih membela, kekasihnya justru memilih menikahi wanita lain. Di tengah kehancuran, Lula ditemukan oleh orang tua kandungnya yang merupakan konglomerat kuat. Bersama mereka, ia merancang pembalasan dendam untuk menghancurkan pria itu beserta keluarganya. Namun, akankah kepuasan batin ia temukan setelah semua hancur?
Sampul Novel IPARKU, CANDU SUAMIKU
9.8
Dua tahun menikah, Nadia Antika bertahan menghadapi hinaan ibu mertuanya karena cinta tulus Askara Brahma. Namun, kebahagiaan itu sirna saat suaminya berubah menjadi tertutup dan dingin. Nadia mulai mencium rahasia besar yang disembunyikan sang suami di balik perubahan sikapnya. Mampukah ia mengungkap kebenaran yang menyakitkan? Bagaimana reaksi Nadia saat mengetahui Askara ternyata menjalin hubungan terlarang dengan adik iparnya sendiri di rumah mereka?
Sampul Novel MY LOVELY LITTLE WIFE
8.9
Yuki tak mampu menyembunyikan kekesalannya setelah ditolak mentah-mentah oleh pria yang dijodohkan dengannya. Alasan pria itu sangat klise, ia merasa tidak mengenal Yuki sama sekali. Sambil mengumpat dalam hati, Yuki menjuluki calon suaminya itu sebagai pria tua yang menyebalkan. Namun, rasa dongkol itu segera berubah menjadi sebuah rencana licik. Sebuah seringai muncul di wajahnya saat sebuah ide brilian terlintas untuk memberi pelajaran bagi pria itu.
Sampul Novel SETETES DARAH SUCI
8.6
Ramalan kuno mengungkap eksistensi gadis berdarah suci yang mampu memberikan keabadian dan kekuatan luar biasa. Setetes darahnya sanggup mencegah kepunahan klan serta menjamin kemudaan abadi bagi siapa pun yang memilikinya. Kelahirannya disambut pesta pora seluruh makhluk di alam semesta, ditandai awan gelap saat bulan purnama dan hawa dingin yang mencekam. Kini, nyawa dan darah sucinya menjadi incaran utama karena semua entitas mendambakan mukjizat yang ada dalam dirinya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan