APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Balasan Setimpal Untuk Suami & Selingkuhannya

Balasan Setimpal Untuk Suami & Selingkuhannya

Kehidupan pernikahan yang semula damai hancur seketika saat pengkhianatan sang suami terungkap. Luka mendalam akibat perselingkuhan itu memicu tekad kuat dalam diri sang istri untuk bangkit dari keterpurukan. Ia tidak lagi tinggal diam meratapi nasib, melainkan menyusun rencana matang demi menuntut keadilan. Inilah perjuangan emosional seorang wanita dalam membalas rasa sakit hatinya dan memberikan ganjaran setimpal bagi mereka yang telah mengkhianatinya.
Bab
Bagikan

Bab 1

"Bu, tolong suruh dia keluar," pintaku pada bidan yang berada di sisiku.

Bidan itu menatapku. Mungkin dia heran karena aku mengusir suamiku. Ia tidak tahu, bahwa aku menderita apabila laki-laki bejat itu ada di sini.

"Bu, tolong usir dia dari sini," pintaku sekali lagi. Telunjuk ini mengacung lemah ke arah laki-laki berwajah tampan itu.

"Maaf, Bapak. Silakan keluar dulu," ucap bidan dengan sopan padanya.

"Tapi, Bu? Saya mau melihat anak saya lahir," ucapnya protes.

Aku berpaling, cih! Melihat anaknya? Bahkan dia tidak ada ketika aku membutuhkan dirinya. Ia justru sibuk bergoyang, naik turun di atas tubuh selingkuhannya. Cuih! Aku tidak sudi ia menyaksikan aku menderita. Aku tidak sudi ia mendengar erangan kesakitanku, ketika berjuang melahirkan.

"Saya tidak akan bisa melahirkan, Bu. Jika dia tidak keluar dari sini."

Wanita yang kebingungan itu, akhirnya memaksa suamiku keluar. Sebelum keluar, suamiku menatap tajam ke arahku. Aku balik menatapnya tajam tanpa berkedip. Tentu saja tatapanku penuh kebencian.

Rekaman adegan persetubuhannya masih berputar-putar dalam kepalaku. Betapa besar gairahnya malam itu. Membuat selingkuhannya mendesah-desah lepas tanpa malu. Mereka sangat menikmati pergumulan itu, tanpa sadar lupa merapatkan pintu.

Cih! Dua sejoli yang menjijikkan. Aku berjanji tidak akan membiarkan perbuatan mereka. Rasa sakit ini harus aku balas. Itu janjiku!

"Ayo, Bu. Tarik napas, keluarkan pelan-pelan. Jika kontraksinya muncul, barulah Ibu ngeden," ucap bidan yang ada di sampingku. Sementara bidan yang lain ada di bawah sana. Mengecek apakah bayiku sudah mulai turun atau belum.

Aku harus berhasil melahirkan anak ini dengan selamat. Tuhan ... tolong jangan cabut nyawaku dulu.

Peluh yang mengalir deras, terus dikeringkan oleh bidan yang ada di sampingku. Bidan-bidan di sini sangat ramah. Jadi, aku tidak butuh suamiku ada di ruangan ini.

Sakitnya kontraksi, tidak sebanding dengan sakitnya dikhianati. Aku masih bisa bertahan menahan sakit melahirkan daripada sakit dikhianati. Walaupun seluruh urat nadiku menjadi tegang menahan sakit ini. Aku akan berjuang melahirkanmu, Nak. Kuelus lembut perut buncit ini.

"Sayang, bantu Bunda ya, Nak. Kita sama-sama berjuang," ucapku lirih.

Dua bidan yang menemaniku ikut terharu dan tersenyum. Lagi-lagi, mereka menguatkan aku agar tetap tenang dan kuat.

Dorongan itu tiba-tiba muncul, sangat kuat. Aku mengeden sekuat yang aku bisa. Sambil terus melihat ke arah perutku.

"Ayo, Bu. Terus, yang kuat, Bu."

Aku merasakan sesuatu mengganjal di jalan lahirku. Semangat ini kembali bangkit, meskipun rasanya tenaga ini mulai melemah.

"Bagus, Bu. Rambutnya sudah kelihatan," ucap bidan yang memantau jalan lahirku.

Dorongan itu datang lagi. Kesempatan ini tidak aku sia-siakan. Mencengkeram paha ini, aku mengeden sekuat yang aku bisa.

"Pelan, Bu ... yang lembut."

Setelah itu aku merasakan sesuatu keluar dari jalan lahirku. Suara tangisan bayi langsung terdengar. Aku tersenyum sambil menangis. Kedua bidan itu langsung menyedot cairan, yang ada di dalam mulut dan hidung bagiku.

"Selamat ya, Bu. Bayinya laki-laki," ucap bidan menelungkupkan bayi merah itu di dadaku.

Kuelus pipinya. Wajahnya sangat mirip dengan suamiku. Hidungnya mancung dan bibirnya mungil. Aku berharap bayi kecil ini akan mempermudah jalanku. Rencana untuk menghancurkan ayahnya kelak.

Mamah dan papah mertuaku pasti sangat senang. Aku bisa memberikan cucu laki-laki pertama pada mereka. Aku akan memanfaatkan keadaan ini.

Aku janji, akan menghancurkan Punda--suamiku.

Bersambung ....

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Anak Tersisih
8.4
Sarinah melarikan diri dari rumah karena ketidakadilan orang tuanya. Insiden kecelakaan mobil justru membawanya ke kehidupan baru sebagai Rully setelah ia diadopsi. Dari gadis buta huruf, ia bertransformasi menjadi dokter sukses. Namun, konflik besar muncul saat seorang pria melamarnya tanpa mengetahui asal-usul Rully yang sebenarnya dari keluarga miskin. Kini, ia harus memilih antara jujur atau terus bersembunyi demi menjaga cinta dan statusnya.
Sampul Novel Cinta Terlarang Dengan Tetangga
9.7
Maya terjebak dalam pernikahan kelam bersama Rafael, suami temperamental yang kerap menyakiti fisik dan batinnya. Suatu malam, ia terpaku melihat kemesraan Daniel, tetangga barunya, terhadap pasangannya. Kelembutan Daniel memicu rasa iri sekaligus kekosongan mendalam di hati Maya. Meski Daniel telah beristri, benih cinta terlarang mulai tumbuh di jiwa Maya. Kini ia terombang-ambing antara tanggung jawab moral dan dambaannya akan kasih sayang yang tulus.
Sampul Novel DIARY_LIANA
8.4
Liana Salsabila, mahasiswi cerdas di Medan, mengalami trauma berat setelah dipaksa keguguran oleh kekasihnya melalui minuman beracun. Tragedi ini berujung pada pengangkatan rahim yang menghancurkan batinnya. Meski berasal dari keluarga terpandang, putri pengusaha saham Arbi dan Fitri ini sempat nekat menjalin hubungan rahasia tanpa restu. Kini, ia ditinggalkan saat sakit. Mampukah Liana menghadapi kemarahan orang tuanya setelah rahasia kelam ini terungkap?
Sampul Novel Gairah Liar Atasanku
9.1
Renata terpaksa menyerahkan kehormatannya kepada Dion, sang atasan, demi membiayai pengobatan suaminya. Meski awalnya hanya untuk satu malam, Dion menuntut lebih karena nilai uang satu miliar yang besar. Intensitas pertemuan mereka justru menumbuhkan benih cinta terlarang di antara keduanya. Di sisi lain, Vera dan Andika harus menghadapi kenyataan pahit saat mengetahui pasangan masing-masing telah mengkhianati komitmen pernikahan mereka demi gairah ini.
Sampul Novel Jovan, Birahi Anak Panti
8.1
Menjalani kehidupan pernikahan ternyata jauh lebih rumit dari dugaan awal saya. Dahulu, saya mengira berumah tangga hanya sebatas menyatukan dua insan serta saling memenuhi nafkah lahir dan batin secara sederhana. Namun, kenyataan mengungkap adanya elemen kompleks yang mewarnai perjalanan panjang ini. Inilah sebuah kisah nyata yang saya alami sebagai pasangan suami istri di usia dua puluh dua tahun, di mana setiap tantangan menguji kedalaman komitmen kami.
Sampul Novel perceraian
8.2
Dunia seakan berhenti berputar dan segalanya terasa runtuh seketika saat kenyataan pahit itu datang menghantam. Perasaan hancur ini bukan sekadar karena perpisahan dengan Nadia, melainkan beban dari pengkhianatan yang selama ini tersembunyi. Meski kabar mengenai perselingkuhannya sudah sering terdengar, momen kehancuran rumah tangga ini tetap mengguncang pijakan hidupku. Inilah akhir tragis dari sebuah kesetiaan yang dikhianati secara berulang.