APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Balasan Setimpal Untuk Suami & Selingkuhannya

Balasan Setimpal Untuk Suami & Selingkuhannya

Kehidupan pernikahan yang semula damai hancur seketika saat pengkhianatan sang suami terungkap. Luka mendalam akibat perselingkuhan itu memicu tekad kuat dalam diri sang istri untuk bangkit dari keterpurukan. Ia tidak lagi tinggal diam meratapi nasib, melainkan menyusun rencana matang demi menuntut keadilan. Inilah perjuangan emosional seorang wanita dalam membalas rasa sakit hatinya dan memberikan ganjaran setimpal bagi mereka yang telah mengkhianatinya.
Bab
Bagikan

Bab 3

"Lin, apa yang akan lu lakukan? Jika melihat pasangan lu selingkuh di depan mata?" tanyaku masih dalam pelukan Dialin.

Dialin langsung menyentuh kedua pundakku, dia lepaskan dekapannya. Sorot matanya mengisyaratkan kebingungan sekaligus pertanyaan.

Aku pun menatap mata Dialin. Memberi tahu bahwa pertanyaanku serius.

"Zu, kenapa lu tiba-tiba nanya seperti itu. Jangan bilang kalau ...."

Dialin membuka lebar matanya. Mungkin dia sedang tegang, menanti kejelasan selanjutnya.

Aku menghela napas, lalu memalingkan wajah ke sisi lain.

Haruskah aku beritahu padanya saat ini juga? Bahwa, laki-laki yang sangat kucintai. Laki-laki yang dulu sangat memanjakanku, kini terbawa arus. Dimabuk cinta wanita lain.

Lebih menyakitkan lagi wanita itu adalah sahabatku sendiri. Setelah apa yang kami lewati bersama, justru itu yang dia lakukan.

Andai saja dulu, Lisa memang jujur menyukai Punda. Tentu aku lebih rela mengalah, tetapi tidak untuk saat ini.

Dia menunjukkan siapa dirinya sebenarnya, setelah aku merajut cinta dengan Punda. Itu benar-benar menyakitkan.

"Hei, Zu. Malah bengong. Jangan bikin gua penasaran kayak gini dong," ucap Dialin menyadarkan lamunanku.

Aku tersenyum. Aku pikir untuk saat ini, Dialin tidak perlu tahu mengenai semua itu.

"Bukan apa-apa, Lin. Gua cuma asal ucap saja tadi. Hmm, gua mau dong buahnya."

"Ish, hampir jantung gua copot," ucap Dialin kembali mengambil apel, yang sudah dikupasnya separuh.

"Makasih ya, Lin. Lu jadi repot-repot ngurusin gua."

"Hus, jangan bicara gitu, ah. Oh, iya, anak lu mana, Zu?" Dialin menyodorkan satu potong kecil ke mulutku.

"Masih di ruang bayi, Lin. Sebenarnya sih gua bisa pulang hari ini. Cuma ya, gitu deh. Kata Punda gua kemarin pingsan." Aku menjelaskan sambil mengunyah daging apel.

"What? Lu pingsan, Zu? Apakah melahirkan seserem itu?" Dialin membesarkan matanya. Mungkin dia ngeri membayangkan semuanya.

Bagiku sakit melahirkan tidak seseram dikhianati. Wanita di luar sana pun mungkin punya pemikiran yang sama. Namun, aku tak bisa membayangkan. Kenapa sebagian wanita tega menjadi pemisah? Apakah mereka tidak berpikir berkali-kali? Ada hati yang mereka sakiti.

Lalu, kenapa bisa laki-laki yang tadinya sangat mencintai. Kemudian, begitu mudah tergoda, terpedaya, dan berpaling.

Hukuman apa yang pantas mereka terima? Bukan hanya Si Penggoda, tetapi begitu juga dengan Si Tuan Rumah, yang begitu mudah membukakan pintu.

Tamu tak akan masuk, jika tidak dibukakan pintu. Dalam hal ini, aku pun turut andil. Ya, aku menyesal terlalu percaya pada Lisa, yang dulunya adalah sahabatku.

"Gua nanya loh, Zu. Malah bengong," Dialin ikut memasukkan potongan apel ke mulutnya.

"Eh, maaf Lin. Menurut gua sih tergantung, Lin. Buktinya banyak kan, para wanita yang pengen hamil dan melahirkan. Lu gimana?"

"Hmm, gua belum siap menikah, Zu. Boro-boro mikirin hamil. Handoko masih sabar kok nunggu gua siap."

"Hmm, menurut gua sih lu mantapkan dulu hati lu. Jangan sampai menyesal kayak ...."

"Kayak apa, Zu?"

Ups! Aku hampir keceplosan.

"Ya, kayak kebanyakan orang, Lin. Pas pacaran udah mantap. Eh, pas udah nikah malah memuakkan." Wajahku menegang kembali terbawa suasana.

"Eh, eh, ekspresi lu gitu amat. Hmm, gua jadi curiga nih. Apa jangan-jangan Punda selingkuh, Zu?"

Aku terkejut, jangan sampai Dialin mencium rahasia yang aku pendam. Ini terlalu awal untuk dia tahu. Aku takut dia tidak bisa menahan emosi. Bisa kacau semua rencanaku.

"Enggak, Lin. Bukan, kok, ya. Bukan," ucapku gugup menyembunyikan perasaanku.

Air mataku hampir jatuh sekali lagi. Jika Dialin mendesakku, mungkin pertahananku akan runtuh.

"Zu, kasih tahu gua," ucap Dialin mulai mendesakku.

"Nggak mungkin lu bahas itu. Punda selingkuh kan', Zu?" Dialin memegang kedua pundakku.

Aku sengaja tidak menatap mata Dialin. Akan tetapi, Dialin berusaha agar bisa melihat mata ini. Aku tidak tahan lagi, pertahananku runtuh. Air mata mengalir deras di pipi.

"Jadi, benar Punda selingkuh, Zu?"

Aku mengangguk pelan, dan kembali terisak.

"Berengsek!" cerca Dialin langsung memelukku.

"Nangislah, Zu. Menangislah sepuas yang lu mau. Gua akan ada untuk lu. Kapan pun lu minta."

Tepukan pelan penuh kasih sayang dari Dialin, membuat ketegaran ini bertambah. Dia sudah seperti ayah dan bundaku yang telah tiada. Kadang-kadang, seperti kakak laki-lakiku, Ardito--pemuda selengean yang kini satu-satunya kupunya.

Aku merasa Dialin-lah sahabat sejati yang sesungguhnya. Benar-benar ada setiap saat, dalam tangis ataupun tawa.

"Zu, lu tahu siapa wanita pelakor itu?" tanya Dialin mengakhiri tangisanku.

Aku melepaskan dekapannya, lalu mengusap air mata yang telah tumpah.

Kuperbaiki suasana hati ini  dengan senyuman yang terpaksa. Setidaknya aku harus mengakhiri kebodohan ini.

Untuk apa aku terus menangisi orang, yang tidak bisa menghargai cintaku.

"Lu pasti sudah tahu kan, Zu? Siapa wanita gatal itu? Gua siap memberinya pelajaran."

"Ya, Lin. Gua tahu wanita itu."

"Kasih tahu gua, Zu. Gua siap mengirimnya ke neraka sana!" Sorot mata Dialin penuh amarah dan kebencian.

Kutatap lekat Dialin. Dia mengangguk dengan tegas. Tidak! Aku tidak mau membuatnya masuk penjara, hanya untuk menuntaskan sakit hati ini.

"Lu tau kan, Zu? Gua memang terkenal nakal. Tapi nakal gua nggak kayak wanita yang sudah melukai hati lu. Lu juga pasti masih ingat. Waktu gua masuk penjara cuma gara-gara membunuh bokap gua."

Aku mengangguk. Aku juga sangat tahu Dialin melakukan itu, karena ayahnya selingkuh.

Aku jadi ragu, haruskah aku katakan siapa wanita itu? Aku takut, Dialin bertindak gegabah dan menggagalkan semua rencanaku.

"Nggak, Lin." Aku menggeleng.

"Kenapa, Zu? Lu nggak mau kasih tahu ke gua?"

"Bukan gitu."

"Terus apa? Lu mulai nggak percaya sama gua? Lu sudah anggap gua orang lain?" Dialin terlihat kecewa.

"Tapi, Lin. Ini beda," ucapku tiba-tiba menjadi bingung.

"Masalah sahabat gua, adalah masalah gua juga, Zu. Kita itu ibarat satu tubuh. Lu yang dilukai, gua ikut merasakan perihnya."

"Gua takut lu nggak bisa nahan emosi. Gua juga takut lu terjerat masalah gua terlalu jauh, Lin."

"Kasih tahu gua, Zu. Gua janji nggak akan gegabah." Sorot mata Dialin penuh permohonan.

Haruskah aku beritahu nama wanita itu?

Aku tidak yakin Dialin bisa menahan diri, setelah tahu nama wanita itu. Aku menjadi bimbang dan ragu. Karena wanita itu adalah orang yang dekat dengan kami.

Bersambung ....

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Anak Tersisih
8.4
Sarinah melarikan diri dari rumah karena ketidakadilan orang tuanya. Insiden kecelakaan mobil justru membawanya ke kehidupan baru sebagai Rully setelah ia diadopsi. Dari gadis buta huruf, ia bertransformasi menjadi dokter sukses. Namun, konflik besar muncul saat seorang pria melamarnya tanpa mengetahui asal-usul Rully yang sebenarnya dari keluarga miskin. Kini, ia harus memilih antara jujur atau terus bersembunyi demi menjaga cinta dan statusnya.
Sampul Novel Cinta Terlarang Dengan Tetangga
9.7
Maya terjebak dalam pernikahan kelam bersama Rafael, suami temperamental yang kerap menyakiti fisik dan batinnya. Suatu malam, ia terpaku melihat kemesraan Daniel, tetangga barunya, terhadap pasangannya. Kelembutan Daniel memicu rasa iri sekaligus kekosongan mendalam di hati Maya. Meski Daniel telah beristri, benih cinta terlarang mulai tumbuh di jiwa Maya. Kini ia terombang-ambing antara tanggung jawab moral dan dambaannya akan kasih sayang yang tulus.
Sampul Novel DIARY_LIANA
8.4
Liana Salsabila, mahasiswi cerdas di Medan, mengalami trauma berat setelah dipaksa keguguran oleh kekasihnya melalui minuman beracun. Tragedi ini berujung pada pengangkatan rahim yang menghancurkan batinnya. Meski berasal dari keluarga terpandang, putri pengusaha saham Arbi dan Fitri ini sempat nekat menjalin hubungan rahasia tanpa restu. Kini, ia ditinggalkan saat sakit. Mampukah Liana menghadapi kemarahan orang tuanya setelah rahasia kelam ini terungkap?
Sampul Novel Gairah Liar Atasanku
9.1
Renata terpaksa menyerahkan kehormatannya kepada Dion, sang atasan, demi membiayai pengobatan suaminya. Meski awalnya hanya untuk satu malam, Dion menuntut lebih karena nilai uang satu miliar yang besar. Intensitas pertemuan mereka justru menumbuhkan benih cinta terlarang di antara keduanya. Di sisi lain, Vera dan Andika harus menghadapi kenyataan pahit saat mengetahui pasangan masing-masing telah mengkhianati komitmen pernikahan mereka demi gairah ini.
Sampul Novel Jovan, Birahi Anak Panti
8.1
Menjalani kehidupan pernikahan ternyata jauh lebih rumit dari dugaan awal saya. Dahulu, saya mengira berumah tangga hanya sebatas menyatukan dua insan serta saling memenuhi nafkah lahir dan batin secara sederhana. Namun, kenyataan mengungkap adanya elemen kompleks yang mewarnai perjalanan panjang ini. Inilah sebuah kisah nyata yang saya alami sebagai pasangan suami istri di usia dua puluh dua tahun, di mana setiap tantangan menguji kedalaman komitmen kami.
Sampul Novel perceraian
8.2
Dunia seakan berhenti berputar dan segalanya terasa runtuh seketika saat kenyataan pahit itu datang menghantam. Perasaan hancur ini bukan sekadar karena perpisahan dengan Nadia, melainkan beban dari pengkhianatan yang selama ini tersembunyi. Meski kabar mengenai perselingkuhannya sudah sering terdengar, momen kehancuran rumah tangga ini tetap mengguncang pijakan hidupku. Inilah akhir tragis dari sebuah kesetiaan yang dikhianati secara berulang.