APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Bangkit Dari Luka: Istri Yang Terbuang

Bangkit Dari Luka: Istri Yang Terbuang

Tiga tahun mencintai Elton hancur seketika saat ia mencampakkan Jilly ke laut demi menyelamatkan Rachel. Di tengah pengkhianatan itu, Jilly menyembunyikan kehamilannya dan merancang pelarian dari pernikahan beracun mereka. Saat Elton akhirnya menemukan persembunyian Jilly dalam kondisi hancur, ia memohon pengampunan demi sang buah hati. Namun, bagi Jilly, sosok ayah dari bayinya telah mati sejak hari suaminya lebih memilih wanita lain daripada nyawanya sendiri.
Bab
Bagikan

Bab 3

Jilly POV

Apartemen ini terasa begitu asing, meski aku sudah menghabiskan tiga tahun hidupku di sini. Dinding-dinding abu-abu yang dulu kusebut elegan, kini terasa dingin dan menghimpit, layaknya penjara mewah yang kuncinya baru saja berhasil kucuri.

Aku sudah menerima tawaran pekerjaan itu. Sebuah firma arsitektur di kota pesisir, ratusan kilometer jauhnya dari tempat ini.

Mereka menginginkanku karena portofolioku—karya-karya yang selama ini selalu dicemooh Elton sebagai "sekadar hobi buang-buang waktu".

Di matanya, aku hanyalah aksesoris pemanis di samping seorang CEO sukses. Namun bagi dunia luar, ternyata aku memiliki nilai yang nyata.

Kotak kardus terakhir sudah terisi penuh. Aku tidak membawa banyak barang. Hanya pakaian, buku-buku sketsa, dan laptopku.

Semua barang pemberian Elton—tas bermerek, perhiasan mahal, hingga gaun-gaun pesta—kutinggalkan begitu saja, tergeletak tanpa nyawa di dalam lemari.

Itu semua bukan milikku. Itu hanyalah kostum untuk peran boneka yang dia paksa aku mainkan.

Aku menatap cincin di jari manisku. Cincin pertunangan bertahta berlian itu terasa dingin dan memberatkan.

Aku masih ingat saat Elton memberikannya di sela-sela jam makan siangnya yang sibuk—tanpa kotak beludru, tanpa berlutut, hanya kalimat datar: "Pakailah, ibuku terus bertanya."

Dengan satu tarikan napas, aku menyentaknya lepas.

Bekas putih melingkar tertinggal di kulitku, satu-satunya bukti bahwa benda itu pernah menjeratku.

Aku berjalan ke dapur, membuka tutup tempat sampah, dan menghempaskan cincin seharga mobil mewah itu ke atas tumpukan sisa makanan semalam.

Denting logam yang beradu dengan tulang ayam terdengar lebih merdu daripada simfoni mana pun.

"Panggungku bukan di sini lagi," bisikku pada kekosongan ruangan itu.

Tepat saat itu, ponselku bergetar di atas meja. Nama "Elton" berkedip di layar.

Dulu, nama itu akan membuat jantungku melonjak kegirangan. Sekarang, rasanya seperti melihat panggilan dari penagih utang yang akan menyita hidupku.

Aku membiarkannya berdering tiga kali sebelum menggeser tombol hijau.

"Di mana kau?" Suara Elton terdengar tajam, menusuk tanpa basa-basi. "Aku pulang dan apartemen kosong. Rachel butuh bantuan memilih dekorasi untuk pesta amal besok, kau harus membantunya."

Dia bahkan tidak bertanya kabarku. Baginya, fungsiku hanyalah menjadi pelayan bagi wanita selingkuhannya.

"Aku bukan asisten pribadinya, Elton," jawabku datar, menahan gejolak emosi.

Hening sejenak di ujung sana. Elton tidak terbiasa mendengar penolakan dariku.

"Apa maksudmu? Jangan mulai bertingkah kekanak-kanakan, Jilly. Cepat pulang."

"Aku tidak akan pulang. Dan aku bukan milikmu lagi. Kau tidak punya hak sedikit pun untuk menyuruhku."

Aku memutus sambungan telepon sebelum dia sempat membalas.

Jantungku berpacu kencang, bukan karena takut, melainkan karena sensasi kebebasan yang memabukkan. Aku memblokir nomornya. Selesai.

Malam itu, aku terlelap di sofa, kelelahan setelah mengepak seluruh hidupku ke dalam kardus. Tidurku lelap tanpa mimpi, seolah otakku akhirnya mengizinkan tubuhku untuk benar-benar beristirahat.

Namun, pagi datang membawa kejutan yang brutal.

Aku terbangun dengan rasa mual yang hebat. Aku berlari terhuyung ke kamar mandi, memuntahkan isi perutku hingga hanya tersisa cairan pahit yang menyengat tenggorokan.

Tubuhku gemetar, keringat dingin membasahi piyamaku. Ini bukan masuk angin biasa. Insting wanitaku menjeritkan satu kemungkinan mengerikan yang paling kutakuti.

Dua jam kemudian, aku duduk terpaku di ruang tunggu rumah sakit, meremas amplop hasil laboratorium di tanganku. Kertas itu terasa panas, seolah membakar kulitku.

Positif. Hamil enam minggu.

Dunia seakan runtuh menimpaku dalam sekejap.

Aku baru saja membuang cincinnya. Aku baru saja memutuskan untuk pergi. Dan sekarang, sepotong kecil dari dirinya sedang tumbuh di dalam rahimku, mengikatku padanya untuk selamanya.

Aku berjalan keluar dari rumah sakit dengan langkah gontai, sementara air hujan mulai turun membasahi wajahku, menyamarkan air mata yang mulai merebak.

Aku meraba saku, ingin menelepon Shawn—satu-satunya orang yang mungkin bisa membantuku berpikir jernih di tengah kekacauan ini.

Tapi gerakanku terhenti seketika. Sebuah mobil mewah meluncur pelan dan berhenti tepat di lobi rumah sakit.

Elton keluar dari kursi pengemudi. Dia mengembangkan payung, lalu berlari kecil memutari mobil untuk membukakan pintu penumpang.

Rachel keluar dari sana, wajahnya berseri-seri. Tangannya memegang sebuah amplop rumah sakit yang identik dengan milikku.

Wanita itu tertawa manja, lalu memeluk lengan Elton erat-erat. Elton menunduk, mendengarkan celotehan Rachel dengan perhatian penuh.

Dia tersenyum—sebuah senyum tulus yang sudah bertahun-tahun lenyap dari wajahnya saat bersamaku.

Mereka terlihat seperti keluarga bahagia yang sempurna.

Tanganku gemetar hebat hingga amplop hasil labku hampir terlepas. Aku menangkapnya tepat waktu, meremasnya hingga lecek dalam genggaman.

Tiba-tiba, Elton menoleh. Matanya menyapu area tempatku berdiri.

Jantungku berhenti berdetak. Apakah dia melihatku?

"Sayang, lihat ini!" seru Rachel keras, menarik wajah Elton kembali padanya. Dia menunjuk sesuatu di kertasnya dengan antusias.

Elton kembali fokus pada Rachel, melupakan sekilas bayangan yang mungkin dia lihat di tengah hujan.

Dia merangkul bahu Rachel, menuntunnya masuk ke dalam mobil, melindungi wanita itu dari setiap tetes air hujan seolah dia adalah barang pecah belah yang paling berharga.

Aku berdiri mematung di trotoar, membiarkan hujan mengguyurku tanpa ampun. Air dingin bercampur dengan air mata panas yang kini mengalir deras di pipiku.

Aku mengandung anaknya, berdiri kedinginan di sini, sementara dia merayakan kebahagiaan dengan wanita lain di dalam mobil hangat itu.

Aku berbalik, melangkah menjauh menembus hujan.

Langkahku berat, tapi aku tidak menoleh lagi. Pemandangan itu adalah jawaban Tuhan atas segala keraguanku.

Aku tidak akan memberitahunya.

Bayi ini tidak akan pernah menjadi senjata untuk mengemis cinta, dan aku tidak akan membiarkan anakku tumbuh melihat ayahnya memuja wanita lain selain ibunya.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Alisha: Wanita yang Kau Sia-siakan
9.1
Alisha hancur saat Rama, suami yang ia cintai, berselingkuh dengan seorang aktris. Tanpa kata maaf dari Rama, ia pergi membawa luka dan mulai mencari kerja bermodal ijazah SMA. Alisha akhirnya menjadi pengasuh anak Damar, seorang CEO muda. Ketulusan Alisha memikat hati bosnya, namun tiba-tiba Rama muncul kembali untuk meminta rujuk. Kini, Alisha bimbang memilih antara Damar yang tulus atau mantan suaminya yang datang membawa penyesalan mendalam.
Sampul Novel Anak Rahasia Sang Presdir
8.2
Hidup Ariana hancur setelah dikhianati ibu tirinya hingga ia terpaksa menjadi ibu pengganti bagi seorang miliarder dingin. Setelah persalinan, pria itu secara kejam merampas bayinya demi menghindari ikatan pernikahan. Namun, takdir berkata lain saat waktu mulai mengikis kebekuan hati sang presdir. Di balik luka dan pemisahan paksa, benih cinta yang tak terduga justru tumbuh perlahan di antara mereka, mengubah dendam menjadi perasaan yang hangat.
Sampul Novel DESTINY
9.5
Zeline Zakeisha sering dikhianati karena kondisi genophobia miliknya. Demi kesembuhannya, sahabat Zeline mendaftarkannya ke situs kencan internasional. Di sana, ia terhubung dengan Ricardo Fello Daniello, triliuner asal New York yang muak dengan wanita pemburu harta. Meski terpisah jarak Indonesia-New York, kepribadian Zeline yang unik justru memikat Ricardo. Kini, mereka harus berjuang melawan trauma dan jarak demi membuktikan apakah takdir akan menyatukan cinta mereka.
Sampul Novel Hidupku yang Kaya Mendadak
8.5
Terlahir miskin, aku banting tulang demi membiayai kuliah dan membelikan iPhone untuk kekasih impianku. Namun, pengorbananku dibalas pengkhianatan saat aku memergokinya bermesraan dengan pria lain. Tak hanya dihina karena kemiskinanku, aku pun dipukuli hingga terpuruk dalam keputusasaan. Di titik terendah itu, sebuah telepon dari ayah mengubah segalanya. Rahasia besar terungkap bahwa aku sebenarnya adalah putra seorang miliarder yang sangat kaya raya.
Sampul Novel Lelaki Asing Yang Menodaiku
9.1
Alana melarikan diri dari rencana pernikahan karena merasa ternoda oleh pria misterius yang tidak ia kenali. Tragedi masa lalu sebagai TKW itu meninggalkan trauma mendalam hingga ia menutup diri. Sementara itu, Lars adalah CEO sukses yang merasa hidupnya hampa setelah kehilangan sebagian ingatan akibat kecelakaan. Saat takdir mempertemukan mereka, Lars merasa terobsesi pada Alana. Rasa rindu dan perih yang muncul mulai mengusik rahasia masa lalu mereka yang kelam.
Sampul Novel Menikahi Ceo
8.7
Arga adalah CEO yang belum pernah jatuh cinta hingga ia bertemu Raisya, siswi SMA tangguh yang hidup bersama kakaknya. Ketidaksengajaan di depan rumah membawa Raisya terus menggoda Arga hingga benih asmara tumbuh. Namun, hubungan unik ini terputus saat Raisya kuliah ke luar negeri dan melupakan Arga. Saat kembali, Arga ternyata sudah bertunangan. Akankah cinta gila mereka bersemi kembali, atau Arga justru memilih tetap setia pada tunangannya?