APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Bayangan Mafia Mengintai Setiap Nafasku

Bayangan Mafia Mengintai Setiap Nafasku

Terjebak di pusaran mafia yang kelam, aku merindukan kehidupan damai di balik layar. Namun, segalanya berubah saat ibuku menikahi mantan bos mafia. Kaelion Verez Montefalco, pewaris takhta kejam dari Italia Selatan, kini menjadi saudara tiriku yang obsesif. Dia mengontrol setiap gerak-gerik dan napas yang kuhela. Di saat aku berjuang mempertahankan kebebasan, Kaelion justru menggunakan kekuasaannya untuk menjeratku dalam dominasi yang dingin dan tak terelakkan.
Bab
Bagikan

Bab 1

Aku selalu percaya hidupku akan berjalan dengan tenang. Impianku sederhana: belajar dengan serius, lulus tepat waktu, dan hidup jauh dari sorotan orang banyak. Aku tidak pernah menyangka, impian itu akan dihancurkan sebelum sempat kuselesaikan bab pertamanya.

Hari itu, udara di kota terasa panas, bahkan untuk musim semi. Aku berjalan di trotoar kampus, menenteng tas yang beratnya lebih karena buku daripada harapanku sendiri. Matahari menyorot di kaca mata hitamku, membuatku merasa lebih terisolasi dari dunia luar. Menjadi introvert bukan sekadar pilihan, tapi perlindungan. Aku ingin berada di balik layar, diam, tidak terlihat, tidak terdengar. Namun, diamku selalu diganggu oleh sesuatu yang lebih besar dari diriku sendiri-takdir, rupanya, dan keluargaku.

Ibu memutuskan menikah. Sekali lagi. Tapi kali ini bukan pria biasa. Aku melihat undangan pernikahan itu di meja makan, dengan huruf emas yang mewah, hampir seperti pengumuman publik tentang sebuah kerajaan. Nama pria itu, Kaelion Verez Montefalco, tidak asing bagi mereka yang mengikuti berita gelap dunia bawah tanah Italia Selatan. Dia bukan sekadar mantan mafia; dia adalah legenda yang hidup, pewaris dan kepala keluarga Montefalco. Dan kini dia menjadi saudara tiriku.

Rasanya seperti hidupku dilempar ke pusaran badai tanpa peringatan.

Pertama kali aku bertemu Kaelion, dia sudah menunggu di ruang tamu rumah baru ibu dengan senyum dingin yang membuat kulitku merinding. Tubuhnya tinggi, tegap, dengan mata yang mampu menembus kedalaman pikiranku. Rambutnya hitam seperti malam tanpa bulan, dan setiap gerakannya penuh kekuasaan. Aku sudah membaca banyak tentangnya-kisah-kisah kekejamannya, pengaruhnya, bahkan rumor bahwa dia bisa menghancurkan hidup seseorang hanya dengan bisikan. Dan kini, dia menatapku seolah menimbang apakah aku layak hidup di dunia yang sama dengannya.

"Jadi, ini kamu," ucapnya, suaranya rendah, bergetar tapi mengandung ancaman yang tak perlu dijelaskan. "Aku mendengar banyak hal tentangmu. Seseorang yang memilih diam di dunia yang berisik... menarik."

Aku menelan ludah. "Aku... hanya ingin fokus pada kuliah, Pak Kaelion."

Dia tersenyum, tapi senyum itu bukan senyum ramah. Itu senyum penguasa yang tahu kekuatan dan kelemahannya sendiri. "Fokus pada kuliah... atau fokus pada hidupmu? Kadang kedua hal itu bertentangan."

Sejak saat itu, hidupku tidak pernah sama. Kaelion selalu ada, entah di kampus ketika aku pulang, atau di rumah saat aku berharap bisa menikmati kesunyian. Dia hadir dalam mimpi-mimpiku, dan aku mulai menyadari bahwa setiap langkahku selalu diperhitungkan olehnya.

Ibu, tentu saja, tidak melihat apa yang kulihat. Bagi ibu, Kaelion adalah kebahagiaan terakhirnya, pria yang bisa membuatnya merasa aman dan diperhatikan. Aku mencoba tersenyum setiap kali mereka berbicara tentang masa depan mereka, tetapi hatiku seperti ditekan oleh sesuatu yang berat. Aku tidak bisa menjelaskan rasa takut itu kepada siapa pun, karena itu lebih dari sekadar rasa takut-itu adalah insting bertahan hidup.

Malam itu, aku duduk di kamar baru yang harus kutempati sejak ibu menikah. Pintu kamar berderit ketika aku menutupnya, dan aku menatap dinding kosong. Semua barangku masih terserak, tapi rasanya tidak ada yang benar-benar milikku lagi. Dunia ini terasa asing, bahkan rumah yang seharusnya memberiku kenyamanan kini terasa seperti labirin yang penuh pengawasan.

Tiba-tiba, pintu terbuka perlahan. Kaelion berdiri di ambang pintu, tangannya di saku celana hitamnya. "Tidakkah kamu ingin keluar dan berbicara? Dunia di luar kamar ini lebih menarik daripada yang kamu bayangkan."

Aku menatapnya, mencoba menyembunyikan rasa takutku. "Aku... capek, Pak Kaelion. Hari ini panjang."

Dia melangkah masuk, menutup pintu dengan lembut tapi tegas. Aroma parfum mahalnya memenuhi ruangan, campuran aroma kayu dan logam dingin. "Capek, ya? Kamu harus terbiasa. Dunia ini tidak memberi ruang untuk kelelahan. Setiap langkahmu akan diperhitungkan. Setiap keputusanmu bisa menjadi kelemahan atau kekuatan."

Aku menarik napas panjang. "Aku bukan bagian dari dunia ini. Aku hanya ingin... diam, belajar, hidup biasa."

Dia tertawa, tapi bukan tawa biasa. Itu tawa yang menusuk, seperti peringatan. "Biasa? Dunia ini tidak mengenal yang biasa. Kamu pikir karena kamu mahasiswa dan tinggal di rumah ibumu, kamu bisa bebas dari pengaruhku? Aku adalah bayangan yang selalu ada, apakah kamu suka atau tidak."

Kata-katanya seperti belenggu. Aku merasa kaki dan tanganku terikat oleh rantai yang tidak kasat mata. Dia bisa mengendalikan hidupku, bahkan tanpa menyentuhku. Dan aku tahu satu hal: menentangnya bukan pilihan.

Hari-hari berikutnya menjadi latihan bertahan hidup. Aku belajar kapan harus diam, kapan harus berbicara, kapan harus bergerak. Kaelion selalu tahu tempatku, selalu tahu siapa yang kuhubungi, selalu memiliki rencana cadangan untuk setiap langkahku. Bahkan teman-temanku yang sebelumnya aku anggap aman, kini mulai bertingkah aneh karena dia... hadir di mana-mana, entah bagaimana.

Sekali waktu, aku mencoba memberontak. Aku menolak ajakannya untuk makan malam bersama keluarga, memilih tetap di kamar membaca buku. Tapi dia muncul di balkon kamarku, berdiri di sana tanpa sepatah kata pun. Aku merasa matanya menembus dinding, menembus kaca, menembus pikiranku.

"Berdiam diri terlalu lama bisa berbahaya," ucapnya, akhirnya. "Dunia ini keras. Dan kamu... kamu harus lebih keras."

Aku menunduk, merasa seolah dunia ini menyempit. Aku membenci kehadirannya. Aku membenci cara dia menguasai ruang dan waktu. Tapi bersamaan dengan itu, aku merasa ada magnet yang tak bisa kuhindari, sesuatu yang membuatku ingin memahami pria ini, meskipun setiap pemahamanku datang dengan harga nyawa-atau setidaknya harga kebebasan.

Malam itu, aku menangis diam-diam di bantal. Aku menyadari satu hal: hidupku tidak akan pernah normal lagi. Tidak akan pernah damai. Semua mimpiku tentang ketenangan dan privasi kini hanyalah bayangan yang mudah hancur. Aku hidup di dunia yang dikuasai Kaelion Verez Montefalco, dan aku adalah pion di papan catur yang hanya dia pahami.

Hari demi hari, aku mulai merasakan sesuatu yang lebih kompleks daripada takut atau benci. Ada rasa penasaran yang tidak kuinginkan, rasa ingin tahu tentang pria yang tampaknya bisa menghancurkanku dengan satu senyuman. Dan aku mulai sadar, meskipun aku membencinya dengan seluruh hati, ada bagian dalam diriku yang ingin... memahami, ingin tahu, dan mungkin, pada titik tertentu, menentangnya dengan cara yang belum pernah kulakukan sebelumnya.

Namun saat itu, aku masih seorang gadis yang hanya ingin belajar dan hidup damai. Dan Kaelion, dengan segala kekuasaannya, telah mengambil semuanya dariku sebelum aku sempat bersiap.

Aku tahu satu hal: bertahan hidup bukan hanya soal menghindar. Aku harus belajar bergerak, merencanakan, dan berpikir lebih cepat daripada bayangan yang selalu mengikuti langkahku. Tapi bagaimana caranya mengalahkan seseorang yang selalu ada di mana-mana, seseorang yang sepertinya tahu segala hal tentangmu bahkan sebelum kau menyadarinya sendiri?

Itulah pertanyaan yang terus menghantui setiap detik hidupku, di setiap langkahku di rumah baru ini, di setiap napas yang kuhela, dan di setiap malam yang membuatku terjaga.

Aku tidak tahu bagaimana kisah ini akan berakhir. Aku tidak tahu apakah aku akan bisa keluar dari dunia yang Kaelion ciptakan untukku. Tapi satu hal yang pasti: aku tidak akan menyerah begitu saja. Karena meskipun aku hanyalah seorang gadis biasa, aku memiliki satu kekuatan yang mungkin dia remehkan: tekad untuk tetap hidup, tetap bebas, dan suatu hari, mungkin, menulis kembali nasibku sendiri.

Dan itu adalah awal dari segalanya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Sang Pewaris Lumpuh
8.6
Erios Danbert, pria kaya yang lumpuh, harus mencari istri meski hatinya tertutup rapat. Takdir mempertemukannya dengan Emery Olivia La Carlistee, putri keluarga pembunuh bayaran yang mengincar kekuasaan Erios. Awalnya Emery hanya memanfaatkan situasi, namun ia justru terjebak dalam pusaran bahaya yang mengintai sang pewaris. Meski saling curiga dan mengejar ambisi pribadi, benarkah ada cinta tulus saat topeng dan motif asli Emery akhirnya terungkap?
Sampul Novel Darah Sang Mafia
8.9
Dastan, sang pembunuh berjuluk The Black Wings, terpaksa menampung Dara di kediamannya sebagai jaminan utang. Meski awalnya membenci Dara karena dianggap wanita simpanan ayahnya, Dastan mulai luluh setelah kebenaran terungkap. Dara tetap mencintai Dastan walau sering diperlakukan kasar. Di tengah ancaman maut dan dunia mafia yang kelam, mampukah Dara membawa Dastan menuju cahaya, ataukah takdir akan memisahkan mereka selamanya dalam kegelapan?
Sampul Novel Istri Ke-4 Kesayangan Tuan Mafia
8.0
Diculik dan dipaksa menjadi istri keempat mafia kejam Zuan Lee, hidup Aneisha penuh penderitaan. Setelah gagal mengakhiri hidup akibat siksaan suami dan tiga istri lainnya, ia berhasil kabur dan ditolong oleh Xavier, rival bisnis Zuan. Di bawah perlindungan Xavier, Aneisha bertransformasi menjadi wanita tangguh dan mempesona. Bertahun-tahun kemudian, ia kembali bertemu Zuan yang terobsesi memilikinya lagi. Mampukah Zuan merebut hati wanita yang kini berani menolaknya?
Sampul Novel Mantan Kesayangan Menjadi Ratu Mafia
8.3
Dante Adiwangsa menyelamatkanku dari maut, namun sepuluh tahun kemudian, dia mengkhianatiku demi aliansi kriminal. Dia membiarkan tunangannya menghinaku meski tahu nyawaku terancam. Sadar hanya dianggap properti, cintaku musnah seketika. Di hari perayaannya, aku memutuskan kabur dari sangkar emas ini. Sebuah jet pribadi siap membawaku pulang ke pelukan ayah kandungku, sosok pria yang ternyata adalah musuh bebuyutan sang bos mafia tersebut.
Sampul Novel My Sugar Daddy is a Monster
8.4
Nasib malang memaksa Lylia Prozky, gadis polos yang penuh perjuangan, menjadi sugar baby bagi Dante Prime. Dante dikenal sebagai pengusaha kejam dan monster berdarah dingin di dunia bawah tanah. Di tengah pencarian cinta sejatinya, Lylia harus menghadapi obsesi serta sifat posesif Dante yang luar biasa, terutama saat pria lain mulai mendekatinya. Mampukah Lylia bertahan dari ancaman musuh dan jeratan hati sang monster yang begitu berbahaya?
Sampul Novel Pengantin Pengganti Yang Buruk Rupa
8.0
Angela menjalani hidup penuh penolakan. Dianggap buruk rupa dan tidak berharga, ia tidak pernah merasakan kasih sayang. Takdirnya kian kelam saat dipaksa menjadi pengantin pengganti bagi kakak tirinya. Ia harus menikahi sosok misterius yang sangat ditakuti, Dimitri LaRocca. Sebagai pemimpin mafia yang terkenal kejam, buas, dan posesif, Dimitri membawa Angela masuk ke dunianya yang gelap. Kini, Angela terjebak dalam pernikahan penuh dominasi dan gairah berbahaya.