APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Beautiful Hurt

Beautiful Hurt

Marilyn terjebak dalam fitnah keji setelah sebuah pesan singkat menjadikannya kambing hitam atas hancurnya hubungan sang kakak. Christian, sang miliarder yang murka karena reputasinya tercemar, menuduh Marilyn sebagai wanita haus harta yang licik. Sebagai bentuk pembalasan dendam, Christian memaksa Marilyn masuk ke dalam pernikahan yang ia janjikan akan menjadi neraka dunia. Di tengah tuduhan tanpa bukti, Marilyn hanya bisa terdiam menghadapi kebenaran sepihak mereka.
Bab
Bagikan

Bab 3

Waktu menunjukkan pukul 08.00 WIB tepat, saat aku menghempaskan pinggul di kursi kerjaku. Napasku masih tersengal-sengal dengan bulir-bulir keringat yang masih menempel di dahi. Tidak heran, karena pagi-pagi aku sudah melakukan lari sprint pagi. Aku nyaris saja terlambat. Untuk itu aku berlari kencang saat abang gojek tiba di kantor.

Baru saja bermaksud duduk dan beristirahat, telingaku mendengar suara ribut-ribut di counter sales depan. Sepertinya akan keributan di sana. Aku mempercepat langkah. Ingin mengetahui masalah apa yang sudah melanda pagi-pagi begini.

"Kan sudah bilang berkali-kali, jangan kalian menagih cicilan motor ini ke rumahku. Biar saya saja yang menyetor cicilan ke sini. Kau ini mengerti tidak Bahasa Indonesia hah?"

Kulihat ada seorang bapak-bapak paruh baya yang mengamuk di counter pembayaran kendaraan bermotor. Aku segera menghampiri kerumunan itu. Kulihat mata Mbak Tania sudah memerah menahan tangis, karena terus saja dibentak-bentak oleh customer. Breath in breath out. Bismillah. Dan aku pun segera menghampiri biang masalah. Sesama rekan kerja harus saling menolong bukan?

"Selamat pagi, Bapak. Maaf sebelumnya, sebenarnya ada masalah apa ya, Pak? Mari silakan ikut ke meja saya. Kita bicarakan baik-baik semua keluhan dan permasalahan Bapak," ucapku ramah kepada si bapak.

Dari sudut mata aku bisa melihat Mbak Tania menarik napas lega. Ia juga mengelus dada berkali-kali. Sementara Bapak-Bapak tadi dengan semangat empat lima membuntuti langkahku. Namun aku sempat mendengar Mbak Tania mengomel dengan suara rendah.

"Giliran yang mengajak bicara, jidatnya mulus saja, langsung jinak. Dasar tua-tua keladi. Makin tua makin menjadi." Aku meringis mendengar gerutuan kesal Mbak Tania. Wajar kalau Mbak Tania jengkel. Pagi- pagi ia sudah dihadiahi omelan.

"Jadi masalahnya apa, Pak Manik?" tanyaku setelah sekilas melihat draft kartu cicilannya, dengan nama Hotman Manik.

"Jadi begini, 'kan sudah dari dulunya kubilang sama kalian. Jangan kalian tagih-tagih cicilanku ini ke rumahku. 'Kan jadi malu kali aku. Dikira tetangga-tetanggaku, kalau aku ini tidak sanggup bayar membayar cicilan motorku.

makanya sampai kalian kejar-kejar aku ke rumah. Yang macam banyak kali lah utangku ini sama kalian?!"

Bapak itu pun langsung protes keras. Ia merasa keberatan ditagih cicilan motor oleh debt collector.

"Maaf sebelumnya atas ketidaknyamanannya ya, Bapak. Tetapi sesuai dengan klausual perjanjian pengajuan kredit sepeda motor Bapak pada leasing kami, 'kan sudah kita sepakati bersama bahwa Bapak harus membayar cicilan sepeda motor Bapak setiap tanggal dua puluh satu, selama tenor dua puluh puluh empat bulan ke depan. Kalau Bapak tidak membayarnya tepat waktu ke sini, maka sudah sepatutnya tim kolektor kami akan menjemput cicilannya ke rumah Bapak. Intinya sangat sederhana. Kalau Bapak tidak mau di tagih ke rumah, bayarlah sesuai tanggal jatuh tempo. Gampang 'kan Bapak?" Jawabanku membuat si bapak terdiam. Si Bapak pasti menyadari kebenaran kalimatku.

"Kalau pun Bapak mungkin sedikit terlambat membayarnya dikarenakan ada satu dan lain hal, alangkah baiknya kalau Bapak menghubungi kolektor daerah wilayah Bapak. Sehingga tim debt collector tidak akan menjemput angsuran ke rumah Bapak karena sudah ada pemberitahuan sebelumnya. Intinya itikad baik Bapak tetap akan kami apresiasi. Tetapi kalau sudah lewat dari batas waktu yang sudah kita sepati bersama, maka Bapak akan dikenakan sanksi. Sampai di sini penjelasan saya, apakah Bapak sudah mengerti?"

Si Bapak mengangguk puas oleh jawabanku yang tanpa tedeng aling-aling itu. Syukurlah sepertinya ia sudah memahami dengan baik kata-kataku. Kalau tidak ingin dikejar, maka bayar sesuai tanggal jatuh tempo. Simple.

"Itulah penjelasan dari saya. Apakah masih ada sekiranya hal lain yang belum Bapak fahami? Biar saja jelaskan semua klausual perjanjian kita," lanjutku seraya tersenyum manis, untuk memperbaiki suhu pembicaraan yang sempat memanas dengan Mbak Tania tadi.

"Kalau boleh bisa tidak aku meminta nomor handphone kau saja, Dek? Mana tahu sekiranya aku entah mau bercakap apa-apa samamu. Bisa nggak, Dek? Enak kali kurasa bercakap-cakap samamu. Jadi tidak begitu panas lagi hatiku," ujar siBapak sambil mengedipkan sebelah matanya. Astaga si Bapak masih sempat-sempatnya memodusiku. Namun permintaannya aku loloskan. Tidak ada salahnya memberi kartu nama. Siapa tahu besok-besok ia akan mencariku saat hendak membeli motor. Setelah aku memberikan kartu namaku, si bapak beranjak pergi dengan gembira. Ia berjanji akan membayar cicilan motornya besok sore, setelah ia gajian. Akhirnya satu masalahpun terselesaikan.

***

Jam makan siang. Saat makan siang seperti ini sebenarnya adalah moment yang paling tidak aku sukai. Aku sangat gerah bila harus ke kantin dan menjadi pusat perhatian orang banyak. Biasanya setiap aku melangkah, orang-orang akan melirik minimal dua kali padaku. Baik itu laki-laki ataupun perempuan. Hanya saja cara memandang mereka berbeda. Para laki-laki biasanya memandang dengan tatapan kagum. Namun para wanita menatap tidak suka. Dan aku tidak mempedulikan itu semua.

Aku memang mempunyai paras di atas rata-rata, yang mungkin akan sangat diimpikan oleh sebagian besar wanita. Tetapi tidak denganku. Sejatinya aku ingin diriku, kinerjaku dan loyalitasku terhadap perusahaan ini, dihargai karena kemampuanku. Dan bukan hanya dilihat atas dasar kelebihan fisikku semata.

Aku terus berjalan mencari tempat yang paling sudut di kantin. Aku suka duduk menyendiri di tempat yang sepi. Rasanya tenang dan damai. Aku kemudian memesan sepiring nasi campur dan segelas es teh manis pada ibu kantin. Dalam hitungan menit makananku pun telah dihidangkan.

Drttt... drttt... drt....

Tiba-tiba saja ponselku bergetar. Aku meletakkan sendok dan garpu saat melihat nama Ibu muncul di layar ponselku. Nah, ibu memerlukan bantuan apalagi sehingga beliau mau bersusah-susah meneleponku. Ibu tidak akan pernah meneleponku untuk hal-hal yang menyenangkan menurut versiku sendiri. Kecuali saat ia membutuhkan bantuanku.

"Iya Bu. Ada apa?" Aku menjawab dengan takzim, seolah-olah ibu di sana bisa melihat betapa sopannya aku saat mendengar titahnya.

"Nanti cepat sedikit kamu pulang ke rumah ya? Bantu ibu masak dan beres-beres rumah, karena Keluarga Tjandradinata akan bertamu ke rumah kita malam ini."

"Baik Bu. Memangnya jam berapa-"

Tuttt... tut... tutt...

Ah rupanya Ibu telah memutuskan sambungan telepon, tanpa aku sempat bertanya jam berapa acara dimulai. Seperti itulah ibuku. Ibu cuma memberitahu apa yang dia mau, dan dia tidak mengharapkan jawabanku sama sekali.

Baiklah Upik Abu. Ayo semangat kerja hari ini. Agar bisa lebih cepat selesai, dan aku bisa membantu ibu. Dengan begitu aku tidak akan mengecewakan baginda ratu yang agung. Aku menyemangati diriku sendiri.

Aku makan siang sendirian dalan keheningan seperti biasa. Percakapan dan keramaian para karyawan dan karyawati yang sedang makan atau bergosip, pelan-pelan berubah menjadi dengungan pelan dan kemudian menghilang. Sehingga tinggal aku sendiri di sini, hanya aku.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Benih Sang Pewaris
9.3
Kehidupan Isabella, seorang pelayan hotel, hancur seketika saat ia menjadi korban pelecehan oleh pria asing misterius. Meski ditawari kompensasi berlimpah, ia dengan tegas menolak segala bentuk imbalan tersebut. Namun, nasib berkata lain saat ia menyadari dirinya tengah mengandung benih dari sang pewaris kaya itu. Kini, Isabella harus berjuang melewati masa-masa sulit demi mencari kebahagiaan di tengah luka batin dan beban rahasia besar yang ia pikul.
Sampul Novel (Bukan) Istri Kontrak Pria Impoten
8.0
Liam Benjamin merasa hancur setelah ditinggalkan kekasihnya akibat rumor impotensi yang menerpanya. Di tengah keputusasaan, ia menyelamatkan Sheeta, seorang wanita hamil yang mencoba mengakhiri hidup di laut. Meski tahu Sheeta mantan PSK, Liam justru mengajaknya menikah kontrak. Namun, Liam sebenarnya pria perkasa yang terbelenggu kutukan masa lalu. Akankah benih cinta tumbuh di balik rahasia dan perjanjian pernikahan mereka yang penuh misteri?
Sampul Novel Dari Pengkhianatan Tebing ke Cinta yang Tak Terpatahkan
8.1
Marco menjanjikan piknik romantis di tebing, namun ia justru mendorong Clara ke jurang demi selingkuhannya, Chika. Meski tubuhnya hancur, Clara bertahan hidup dan mendengar rencana keji Marco untuk memalsukan kematiannya sebagai kecelakaan. Di tengah keputusasaan, api balas dendam mulai membara. Harapan muncul saat Julian Suryo, miliarder sekaligus musuh bebuyutan suaminya, datang menyelamatkannya. Kini, Clara siap menghancurkan pria yang telah mengkhianatinya.
Sampul Novel DESTINY
9.5
Zeline Zakeisha sering dikhianati karena kondisi genophobia miliknya. Demi kesembuhannya, sahabat Zeline mendaftarkannya ke situs kencan internasional. Di sana, ia terhubung dengan Ricardo Fello Daniello, triliuner asal New York yang muak dengan wanita pemburu harta. Meski terpisah jarak Indonesia-New York, kepribadian Zeline yang unik justru memikat Ricardo. Kini, mereka harus berjuang melawan trauma dan jarak demi membuktikan apakah takdir akan menyatukan cinta mereka.
Sampul Novel Istri sang Tuan Muda Lumpuh
8.4
Fyorin terjebak dalam momen intim yang menegangkan bersama Tuan Muda Sooya. Di tengah balutan gairah dan keraguan, Fyorin menyatakan kesediaannya untuk menyerahkan segalanya. Namun, kepolosannya muncul saat ia terkejut melihat realitas fisik sang tuan muda yang mengintimidasi. Rasa takut mulai menyelimuti benaknya, hingga Sooya memintanya memejamkan mata demi meredam kecemasan. Sebuah kisah romansa dewasa penuh intrik keluarga yang menguji keberanian hati Fyorin.
Sampul Novel Kontrak Ranjang Sang Kapten
9.4
Dara, pramugari Skyward Airlines, hancur saat memergoki kekasih pilotnya berkhianat. Untuk membalas dendam, ia nekat menghabiskan malam panas bersama pria asing yang dikira gigolo. Sialnya, pria itu adalah Arjuna, pilot senior sekaligus pewaris tunggal maskapai tempatnya bekerja. Kini Dara terjebak dalam konsekuensi rumit, terikat rahasia dengan pria yang memegang kendali penuh atas karier serta masa depannya di dunia penerbangan.