APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Because That Night

Because That Night

Dibalut rasa benci pada diri sendiri, Ariel Anata menyerahkan kesuciannya kepada Sean Rinadi di sebuah kelab malam dengan janji takkan bertemu lagi. Takdir berkata lain saat Sean ternyata adalah calon tunangan Vania, kakak Ariel. Pertemuan tak terduga ini dimanfaatkan Sean untuk mengejar cinta Ariel. Namun, Ariel justru memakai Sean sebagai alat balas dendam terhadap keluarganya yang selalu membandingkan dirinya dengan sang kakak yang dianggap lebih sempurna.
Bab
Bagikan

Bab 3

Ariel kini duduk di ranjangnya, kepalanya tampak bergoyang-goyang mengikuti lantunan musik dari headphone yang ia kenakan. Ia tampak santai dan menikmati kesendiriannya. Tiba-tiba ia terganggu dengan notifikasi panggilan telepon di-handphone-nya dari sahabatnya, Suzy.

Ariel langsung menerima panggilan telepon itu. "Ya, Suzy?"

"Ariel, kami lagi ada di Caffee Sweet. Kau ke sini dong ikut gabung! Kami tunggu, kau langsung ke sini ya!"

Ariel melihat jam dinding di kamarnya. "Okay, aku ganti baju dulu baru ke sana," balasnya.

"Siap, kami tunggu!"

Ariel segera mengganti pakaiannya begitu panggilan telepon itu berakhir. Ia mengambil handphone-nya dan memasukkannya ke dalam tas selempangnya yang mungil. Ia bercermin sekali untuk memastikan penampilannya lagi. Ariel keluar dari kamarnya, dari lantai atas ia melihat keluarganya sedang kedatangan tamu, sepasang suami istri namun tampak perbedaan usinya cukup jauh. Kedua tamu itu tampak begitu akrab dengan kedua orang tua Ariel tapi yang mengherankan di sana juga ada kakak Ariel.

"Ini loh yang namanya Vania," kata mama Ariel bernama Rosita, sedang memperkenalkan anak sulungnya. Vania tersenyum dan menjabat tangan kedua tamu itu dengan sopan.

"Wah ... Vania benar-benar cantik, ya," puji tamu wanita cantik itu.

"Terima kasih, Kak," ucap Vania.

"Vania ini benar-benar kebanggaan keluarga, kelak dia yang akan meneruskan semua bisnisku," kata Ayah Ariel bernama Andri Anata, ia tampak begitu bangga.

"Lulusan Columbia University, ya? Benar-benar luar biasa," puji seorang tamu pria paruh baya.

Mereka pun mengobrol begitu akrabnya dan Vania merupakan pusat dari bahan obrolan mereka. Ariel pun berjalan dengan santainya dan menuruni tangga. Dengan acuh tak acuh gadis itu melewati mereka.

"Hei, kau mau kemana?" seru Andri. Langkah Ariel terhenti, dengan malas dia menoleh ke arah Ayahnya. "Aku mau main dengan teman-temanku."

"Siapa yang memberimu i-?"

"Jangan pulang malam-malam!" sela Rosita. Ia lantas melemparkan isyarat ke suaminya agar menjaga emosinya di depan tamu mereka.

"Okay, aku pergi dulu," kata Ariel lalu gadis itu melenggang pergi.

"Siapa gadis itu?" tanya tamu wanita cantik bernama Angel.

"Oh ... itu anak kedua kami," jawab Rosita sambil tertawa malu.

"Oh, ya? Apa dia sama dengan Vania?" tanya Angel penasaran, "kuliah di Columbia University?"

Kedua orang tua Ariel tampak bingung ingin menjawabnya. Menurut mereka, tak ada yang bisa dibanggakan dari anak keduanya itu.

Rosita mencoba tersenyum. "Tidak," jawabnya walau enggan, "anak kami yang kedua hanya kuliah di Universitas Negeri."

"Oh ...."

Rosita dan Andri saling melirik, mereka tak mungkin mengatakan pada tamu istimewahnya itu bahwa anak keduanya bahkan tak menyelesaikan kuliahnya di Universitas Negeri. Hal itulah yang membuat mereka malu memiliki anak seperti Ariel apalagi harus menceritakannya ke orang-orang.

Mereka pun kembali mengobrol santai sementara Vania mengambilkan minuman dan kue-kue untuk dihidangkan ke tamu mereka.

***

"Hai Sean!"

Sean tersentak, ia berbalik dan tampak seorang pria tampan bertubuh tinggi mengenakan kaos dan celana jeans yang tadi menyapanya. Sean mengingat-ingat, ia kenal wajah pria itu namun ia tak ingat namanya. Sudah sebulan lebih tapi Sean masih ingat wajah pria itu tepat saat mereka bertemu di kelab malam.

"Oh, hai!" balas Sean.

Pria itu tertawa ia lalu duduk di hadapan Sean di suatu restoran ternama.

"Apa kabar? Kamu temannya Bram, kan?" tanya pria itu, "Aku Rey, teman Bram juga, kita ketemu di kelab waktu itu, ngomong-ngomong kau sudah lama tidak main ke kelab."

"Iya, aku ingat kamu," kata Sean, "akhir-akhir ini aku lumayan sibuk jadi tak ada waktu untuk ngumpul dan bersenang-senang."

"Ya, kalau tidak salah kau CEO di salah satu perusahaan ternama ya?" ujar Rey, "pasti kau sangat sibuk."

"Ya, lumayan," kata Sean, "kau sendirian di sini?"

"Aku lagi menunggu pacarku, dia ...."

"Rey!" seru seorang wanita cantik bertubuh montok sambil menghampiri Rey. Mata Sean membulat melihat wanita itu, dia ingat waktu di kelab itu, wanita itu berdansa bersama Ariel. Pastilah dia teman Ariel. Wanita itu berlari-lari kecil menghampiri kekasihnya, ia memeluk Rey lalu duduk di kursi samping pria itu.

"Kau tidak bilang kalau kau mengajak teman," cibir wanita cantik itu.

"Ini Sean," kata Rey, "temannya Bram," lanjutnya, "kau ingat sebulan yang lalu kita ke kelab dan Sean ada di sana juga."

"Oh ...," gumam wanita itu sambil memandang ke arah Sean. "Sean, perkenalkan, ini calon istriku, namanya Suzy!" kata Rey memperkenalkan Sean dengan Suzy.

"Hai," sapa Sean sambil mengulurkan tangannya.

"Hai juga," balas Suzy sambil mencoba tersenyum.

Sean terdiam sambil berpikir. Ia ingin sekali menanyakan kepada Suzy tentang kabar Ariel. Melalui Suzy, ia pasti bisa mendapatkan informasi tentang Ariel bahkan nomor telepon gadis itu. Namun, ia teringat lagi kesepakatan ia dan Ariel, gadis itu pasti akan marah jika ia menghubunginya. Tapi Sean ingin sekali mengetahui kabar Ariel. Sean memandang Suzy yang lagi asik mengobrol dengan Rey.

"Suzy ...." "

Ya?"

"Ah, tidak ...," tiba-tiba Sean menjadi ragu.

"Kenapa? Kau ingin dikenalkan dengan salah satu teman Suzy?" tebak Rey, lalu pria itu tertawa, "aku bercanda ...."

Mereka bertiga pun tertawa bersama lalu menikmati makan malam bersama.

***

Dari mana saja kau?" Tiba-tiba terdengar suara wanita begitu Sean hendak melewati ruang tamu yang tanpa penerangan.

Sean berbalik dan seorang wanita cantik tampak duduk di sofa walaupun di sana hanya mendapatkan penerangan dari lampu teras depan yang masuk melalui jendela kaca yang menjulang sepanjang dinding depan ruangan itu. Dia adalah Angel, istri dari ayah Sean.

"Aku habis pulang dari kantor," jawab Sean, nada suaranya terdengar dingin.

"Kenapa selarut ini? Ayahmu tadi menunggumu sampai dia ketiduran." Wanita itu berdiri dan lingery seksi yang ia kenakan tampak dibalik kimononya yang transparan. Ia melangkah secara perlahan mendekati Sean. "Kau capek?" bisik wanita itu begitu seksi tepat di telinga Sean, seakan memancing gairah Sean.

"Sedikit," jawab Sean singkat.

"Apa kau merindukanku?"

"Tidak sama sekali."

Angel menatap dalam mata Sean. Ia lantas menyunggingkan senyumannya yang amat menggoda. "Aku tidak percaya," ucapnya berbisik.

Sean melirik tajam ke arah mata Angel. "Terserah kau."

Satu tangan Angel bergerak ke wajah Sean dan jari-jarinya mulai mengelus lembut wajah anak dari suaminya itu. "Bagaimana kalau kita bermain malam ini, melepas rindu dan memuaskan satu sama lain," bisiknya, "kita sudah lama tak melakukannya sejak aku menikah dengan ayahmu. Aku ingin sekali merasakan milikmu lagi ...."

Sean lalu memegang lengan atas Angel dan agak mendorong wanita itu agar Angel menjauh darinya. "Sayang sekali aku tidak lagi tertarik denganmu," kata Sean, ia lalu melangkah melewati Angel, namun beberapa langkah ia berhenti. "Satu lagi, aku tidak tertarik dengan istri orang, jadi jangan mencoba merayuku lagi!"

Angel mendengus marah, ia menatap punggung Sean dengan tatapan nanar. "Jangan lupa, minggu depan kau akan bertemu dengan anak dari teman ayahmu itu!" kata Angel dengan nada agak membentak.

"Okay," jawab Sean tanpa menoleh sedikit pun ke arah Angel dan itu membuat Angel semakin kesal padanya.

TBC

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Baby Daddy
8.2
Bastian Cokro, CEO F&B berusia 30 tahun, diterpa isu miring mengenai kemandulan yang membuatnya tetap melajang. Sementara itu, Eva Sania adalah penyiar berita sukses yang menikmati hidup bebas bersama pasangan FWB-nya. Namun, dunianya jungkir balik saat sang ibu memberikan perintah tak terduga. Alih-alih mendesak Eva untuk menikah, ibunya justru meminta Eva segera memiliki anak tanpa perlu mencari suami. Kini, pencarian pria sehat untuk membuahinya pun dimulai.
Sampul Novel Cinta Terhalang Restu Abi
8.2
Aisyah Putri Rasyid terkejut saat Malik Putra Narendra, mantan kekasih masa SMA, muncul kembali setelah tujuh tahun berpisah. Dulu, Aisyah terpaksa memutuskan Malik tepat di hari kelulusan demi mematuhi perintah ayahnya. Ia bahkan mengembalikan tasbih pemberian Malik sebagai tanda berakhirnya hubungan mereka. Kini, tasbih itu mendadak muncul di depan pintu rumahnya, membangkitkan kenangan manis masa lalu. Akankah cinta lama mereka bersemi kembali?
Sampul Novel Cute My Husband
7.9
Zalfa merupakan guru PNS sekaligus janda dua anak yang tak menyangka akan berjodoh dengan Edgar. Edgar sendiri adalah mantan muridnya yang berkepribadian pendiam dan sulit bersosialisasi. Meski baru lulus SMA dan sedang menempuh pendidikan di Akademi Kepolisian, Edgar mantap menikahi Zalfa. Namun, hubungan mereka terhalang restu ayah Edgar yang menentang keras pernikahan tersebut. Sanggupkah keduanya melewati ujian berat demi mempertahankan cinta mereka?
Sampul Novel Istri Kedua Om Tampan
9.2
Samuel penasaran dengan kehidupan Annabelle yang bekerja sebagai biduan orgen tunggal hingga penari striptis. Meski ditawari posisi tetap di sebuah karaoke mewah agar lebih stabil, Annabelle menolak karena enggan terikat jadwal rutin. Dia lebih memilih kebebasan meski hanya tampil sesekali. Ketertarikan Samuel memuncak saat ia mulai menanyakan tarif layanan Annabelle. Samuel pun mengajukan tawaran khusus untuk menyewa jasa Annabelle selama dua belas jam penuh.
Sampul Novel Kau Ceraikan Aku, Tetapi Anakku Akan Menjadi Pewaris
9.3
Lara terpaksa menceraikan Elara akibat tekanan sang ibu mertua yang memandang rendah statusnya sebagai putri sopir. Elara yang dulu hangat berubah menjadi dingin dan membiarkan pernikahan rahasia mereka hancur. Setelah malam tak terduga yang dianggap Elara sebagai momen bersama Elena, ia resmi bertunangan dengan wanita itu. Lara yang patah hati memilih mengasingkan diri ke desa untuk membuat sabun organik, tanpa menyadari bahwa dirinya tengah mengandung pewaris suaminya.
Sampul Novel Kekasih Bayaran
8.1
Demi melunasi utang ibunya, Tiara bersedia menjadi kekasih Adrian Wiratama. Namun, ia justru dicampakkan saat Adrian memilih menikahi tunangannya. Hancur karena hanya dianggap wanita simpanan, Tiara pergi dalam kondisi hamil dan menikahi pria lain demi ketenangan. Sayangnya, hidupnya tetap menderita karena sang suami membenci anaknya. Saat Adrian muncul kembali, ia justru merebut paksa putra Tiara hingga membuat wanita itu nyaris gila dalam kepedihan.