APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Beetwen love and hate

Beetwen love and hate

Hendra hancur saat Luna memutuskan hubungan demi mengejar karier model dan pria lain. Di tengah keterpurukan, kecelakaan membawanya bertemu Nita yang tulus menyelamatkannya. Meski awalnya menutup diri, kelembutan Nita perlahan meluluhkan hati Hendra yang terluka. Namun, saat cinta baru mulai tumbuh, Luna kembali datang dan ingin merajut kasih lagi setelah merasa bosan. Kini Hendra terjebak dalam dilema antara masa lalu yang pahit atau masa depan yang hangat.
Bab
Bagikan

Bab 3

Setelah rapat selesai, Hendra gegas ke Rumah Sakit. Ingin menjenguk Ayahnya yang masih di rawat. Ketika Andi ingin mengantar Hendra menolak. Kali ini ingin menyetir sendiri, sembari menikmati waktu senja sore.

Di tengah- tengah konsentrasinya mengemudi Mendadak ponselnya berbunyi. Ia ingin mengambil ponselnya dari dashboard. Namun dari arah berlawanan terlihat truk muatan sembako tengah oleng. Hendra yang kurang konsentrasi, membanting setir ke kanan. Namun tabrakan tak bisa di hindari.

Suara gelegar mengema di jalan itu.

Mobil mercedest metalik terbalik dan terpental sejauh lima meter dari tempat semula.

Mendengar dentuman keras itu. Orang-orang terkejut. Tak terkecuali Nita yang mengerem mendadak Honda Scopy itu. Orang- orang berlari ke arah mobil yang terbalik itu. ada kepulan asap keluar dari mobil itu. Nita yang penasaran segera tepikan Honda Scoopynya. Dan berlari ke arah mobil yang terbalik itu.

Sosok laki-laki tampan tak sadarkan diri. Ada darah di pelipis dan kedua sudut bibitnya.

Orang-orang mengerti mobil itu

"Pak, ada orang di dalam! dia terluka parah!" kata Nita panik, apalagi tubuh Hendra terjepit di antara setir mobil dan jok. Darah segar keluar dari kepala Hendra.

Suara istighfar terucap dari bibir kami yang menonton.

Nita di bantu beberapa orang berusaha menarik tubuh Hedra. Akhirnya dengan perjuangan tubuh Hendra berhasil di keluarkan. Ada dompet di jok depan, Nita penasaran. Ia memungutnya.

Untung Ambulans segera datang. Orang-orang mengangkat tubuh Hendra masuk ke ambulan. Nita mengendarai scopynya mengikuti ambulans itu sembari mengengam erat dompet kulit warna coklat itu.

Mobil ambulans meninggalkan tempat kejadian. Polisi mengamankan pengemudi truk tadi. Ada beberapa orang yang sengaja merekam kecelakaan ini. Pasti mereka akan mengungahnya di media sosial.

Sampai di Rumah Sakit, Nita memarkirkan motornya. Lalu berlari kecil masuk ke Rumah Sakit. Hendra masuk ke ruangan UGD.

Nita duduk di bangku panjang. Entah kenapa Nita merasa peduli dengan korban. Jarinya mengengam erat dompet warna coklat itu. Rasa penasarannya mengelitik, ingin rasanya mengetahui siapa pemilik dompet ini. Akhirnya ia membukanya.

KTP atas nama Mahendra Bastian. Lahir 2 Juli 1990. Status: belum menikah. Pekerjaan: Wiraswasta.

Segera Luna tutup kembali dompet itu. Merasa lancang telah membuka isi tapi bukannya identitas ini nanti akan di tanyakan dokter? Kepalanya celingak celinguk berharap seseorang mengaku dari keluarga laki- laki itu.

Seorang perawat cantik menghampiri Nita.

"Selamat sore, apa mba keluarga korban?" tanya suster.

Nita mendongak menatap lurus kepada perawat cantik itu. Sejenak termenung sangat ingin punya wajah cantik seperti suster yang ada di hadapanya kini. Dulu punya wajah cantik, tapi kini kecantikan berganti cacat di wajah, kebakaran hebat telah merengut kecantikan itu.

"Mba!" Suster itu menepuk pundak Nita yang tengah melamun. Ia terkesiap sadar dari lamunanya.

"Maaf mba, aku teringat seseorang. Aku bukan keluarga korban, tapi aku bawa ini." Nita menunjukan dompet warna coklat itu. Suster itu perlu mencatat identitas korban.

Suster itu menerima dari tangan Nita.

"Mba, jangan pulang ya. Sebelum ada anggota keluarga korban datang," kata suster ramah.

"Baik Mba."

Nita mengangguk lalu kembali duduk di bangku panjang. Suster itu balik badan dan kembali ke ruang resepsionis, Memasukan data Hendra.

Nita sejenak menikmati kemewahan dari rumah sakit ini. Lantai marmer, dinding warna crem. Sejauh mata memandang Rumah sakit ini bersih. Nita menarik napas pelan, ia sudah lama hidup sederhana. Kebakaran rumahnya telah merenggut kejayaan keluarga lima tahun yang lalu.

Mata Nita sesekali melihat lorong, berharap seseorang mengaku keluarga Hendra agar bisa pulang secepatnya. Takut orang tua mencari keberadaanya. Merasa menyesal tidak membawa ponsel saat ke luar rumah tadi.

Waktu berlalu tak terasa sudah setengah jam menunggu di sini. Seorang dokter paruh baya keluar dari ruangan UGD. Namun Dokter itu pergi berlalu pergi sebelum Nita bertanya. Nita hanya bisa bernapas panjang.

Seorang Laki-laki berjas rapi, melangkah dengan tergesa-gesa. Wajahnya di liputi kecemasan. Ia menghampiri resepsionis Suster cantik itu.

"Maaf suster, ada korban kecelakaan yang di rawat di sini?" tanya Andi panik.

Laki-laki muda itu cemas. Ia memberondong pertanyaan pada suster, ketakutan telah mendera lelaki itu. Nita hanya bisa menatap dari kejauhan.

"Iya Pak, Anda keluarga Tuan Mahendra Bastian?" tanya Suster ramah

"Saya Asistennya Suster!"

Laki-laki muda itu mengeluarkan kartu tipis berwarna hitam.

Selesai lakukan pembayaran, Laki-laki berjas hitam itu menghampiri Nita yang tengah duduk.

"Mba yang membawa Tuan Hendra ke sini?" tanya Andi

Andi duduk di sebelah Nita, ia merasa berterima kasih membawa Bosnya ke Rumah Sakit. Namun ada ganjalan di hatinya. Siapa yang akan nunguin Tuan Hendra?

Nita mengangguk sebagai jawaban. Sesekali menunduk, enggan menatap wajah Andi, walau memakai masker Tapi berhadapan dengan lelaki berjas dan wangi membuatnya minder.

"Namaku Andi, asisten Tuan Hendra, Boleh aku minta bantuanya mba?"

"Minta bantuan apa Tuan, aku tak punya apa-apa." Nita binggung dengan permintaan Tuan Muda itu.

Laki-laki muda itu tersenyum mendengar jawaban Nita. Ingin sekali melihat gadis wajah gadis di depannya ini.

"Maaf nama kamu siapa?"

"Aku Nita Wulandari."

Andi mengulurkan tangan dan di sambut hangat oleh Nita.

"Maaf Bantuan apa ya Tuan?" Nita penasaran.

Jantung Nita berpacu, pikirannya melayang takut Andi meminta organ dalam tubuh diri untuk tuannya. Nita bergidik ngeri membayangkan itu.

Lagi-lagi Andi tersenyum melihat kecemasan di mata Nita.

Andi sejenak menghela napas. Menatap kosong di depannya. Ujian ini sangat berat di tanggung sendiri. Kedua bosnya, sama- sama di rawat di Rumah sakit. Ayah Hendra, di rawat karena terkena serangan jantung, Sedang Hendra kecelakaan.

"Tuan, apa yang harus aku bantu?" Kening Nita berkerut melihat Andi tengah melamun. Apa yang dia pikirkan?

"Aku takut Mba, kalau tuan Hendra lama di RS tapi tak ada yang menjaga. Apalagi sekarang Ayahnya sedang di rawat di RS."

Andi mengusap wajahnya gusar. Hening, tak ada suara yang keluar dari bibir mereka berdua.

Melihat Andi dalam kesusahan hati Nita tergerak ingin membantu.

"Lalu apa yang bisa aku bantu Tuan?"

Nita menawarkan diri. Tapi tak lama kemudian dokter keluar dari ruangan UGD.

"Siapa keluarga dari Tuan Mahendra?" tanya Dokter.

"Saya Dokter." Andi mengacungkan tanganya ke atas.

"Mari ke ruangan saya!"

Andi langsung mengikuti dokter, Nita hanya bisa bengong melihat mereka berlalu dengan wajah tegang.

Sampai di ruangan Dokter, menjelaskan kalau benturan di kepala Hendra sangat berat, hingga dia mengalami koma. Dokter terpaksa mengabarkan itu walau berat. Mendadak mendung menyelimuti wajah Andi. Namun harus menerima kabar ini dengan sabar. Tapi pundak Andi terasa berat, apalagi Bos besar juga sedang sakit.

Sambil menahan napas berat Andi meminta ijin Dokter untuk menemui Hendra.

"Dokter, aku boleh menemui Bos saya?" pinta Andi.

"Silakan," jawab Dokter.

Ia sangat cemas atas keterangan Dokternya. Perasaannya campur aduk, takut kehilangan melanda jiwa Andi. Tak rela kalau Tuan mudanya akan meninggal dunia.

Dokter mempersilahkan Andi menjenguk Hendra. Saat ini Hendra sudah di pindahkan ke ruang rawat inap. Langkah kaki Andi berat menuju kamar Hendra di rawat, Sesekali menarik nafas pelan. Namun Hati terasa kosong. Sampai di depan pintu, Tangannya menarik handle, dengan pelan ia membukanya. Terlihat Hendra sedang terbaring dengan selang menempel di hidungnya. Kepala dan kakinya terbalut perban. Matanya terpejam, bunyi napasnya terdengar halus masih menandakan ada tanda kehidupan. Tak terasa air mata mengalir dari kedua matanya. Hati Andi remuk redam.

Apa Andi akan tetap meminta Nita untuk menjaga Hendra?

Bersambung.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Anak Kembar Milik Hot CEO
8.8
Kehidupan Amber sebagai putri konglomerat runtuh seketika hingga ia terpuruk. Di tengah keputusasaan, sebuah kesalahan fatal terjadi saat ia mabuk dan tak sengaja masuk ke kamar hotel Julian Kingston, pria berkuasa yang dikenal sangat kejam. Empat tahun kemudian, takdir mempertemukan mereka kembali. Amber kini memiliki anak kembar yang merupakan darah daging Julian. Terjebak dalam situasi rumit, mampukah Amber menghadapi tuntutan sang CEO dingin tersebut?
Sampul Novel Black White Life
9.5
Zee Rain adalah gadis konglomerat yang terjebak dalam kesepian di balik kekayaan melimpah. Hidupnya penuh cobaan akibat perebutan kekuasaan licik yang berdampak buruk pada banyak pihak. Di tengah konflik harta tersebut, hadir bumbu asmara yang mewarnai perjalanan hidupnya. Akankah misi balas dendam dan pengungkapan fakta rahasia mampu mengakhiri penderitaannya? Ikuti perjuangan Rain dalam mencari kebahagiaan sejati di tengah misteri yang menyelimuti keluarganya.
Sampul Novel CEO itu Tunanganku
8.8
Dua dekade berlalu, Melisa masih menanti cinta masa kecilnya hingga hatinya mati rasa. Saat mencoba membuka hati, ia justru terjebak pria oportunis. Di sisi lain, Rommy kembali dari perantauan sebagai sosok perkasa namun membawa luka lama. Meski Rommy datang melamar, Melisa justru menolak tanpa tahu mereka telah dijodohkan sejak kecil. Di tengah cobaan yang bertubi-tubi, mampukah rahasia perjodohan itu menyatukan kembali takdir cinta mereka yang sempat terputus?
Sampul Novel Cinta Setelah Perceraian: Kasih Sayangnya yang Terlambat
9.8
Selama tiga tahun, pengabdian Giselle hanya dibalas kebencian oleh Lucian. Setelah menyerah pada pernikahan yang menyesakkan itu, Giselle bangkit menjadi CEO saingan dengan berbagai identitas rahasia sebagai peretas hingga desainer ternama. Lucian yang awalnya meremehkan justru terobsesi untuk mengejarnya kembali saat rahasia Giselle terungkap. Meski Lucian memohon kesempatan kedua dengan segala cara, bagi Giselle, penyesalan suaminya sudah sangat terlambat.
Sampul Novel Hasrat Liar
8.8
Meski statusnya hanya anak angkat, Rey mendapatkan dukungan penuh dari orang tua serta saudara-saudaranya untuk bertransformasi menjadi sosok pria perkasa. Mereka mendorongnya untuk mengasah daya pikat yang tak tertandingi demi menaklukkan hati setiap wanita yang ia temui. Ikuti perjalanan hidup Rey dalam mengeksplorasi sisi maskulin dan pesonanya yang liar. Akankah ia berhasil memenuhi harapan keluarga dan menjadi sang penakluk ulung di dunia asmara?
Sampul Novel Istriku Mengkhianatiku Dengan Pria Lain
8.4
Dua tahun menikah, hidup sempurna Zevan hancur saat mengetahui perselingkuhan istrinya, Clara. Dalam kemarahan besar, ia meluapkan rasa sakitnya di kamar gelap. Namun, pagi harinya Zevan terkejut mendapati Amanda, pembantu barunya, yang ada di ranjangnya, bukan Clara. Terjebak dalam pengkhianatan istri dan kesalahan fatal dengan pelayannya, Zevan kini dirundung dilema. Haruskah ia membalas dendam atau memikirkan konsekuensi besar dari kekacauan yang kian rumit ini?