APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Belenggu Adik Ipar

Belenggu Adik Ipar

Nara yang sedang hamil tua mendadak hancur saat menemukan tumpukan alat tes kehamilan misterius yang jatuh dari tas suaminya, Juan. Kecurigaan mendalam muncul karena setiap benda itu ditandai dengan angka unik, padahal Nara merasa tidak pernah memilikinya. Di tengah usia kandungan tiga puluh delapan minggu, hatinya bergejolak hebat antara rasa kecewa dan gelisah. Mungkinkah Juan selama ini menyembunyikan pengkhianatan besar di balik punggungnya?
Bab
Bagikan

Bab 2

"Tinggal 2 hari lagi, Bu? Kalau mau melahirkan secara normal, perbanyak jalan kaki sama sering-sering dijengukin Papanya ya, Bu." Jelas Dokter padaku.

"Dijengukin gimana maksudnya, Dok?" Tanyaku yang memang tidak paham dengan apa yang dimaksud Dokter obygn langgananku.

"Ya, Masak Ibu gak paham sih? Begituan lah, Bu." Ucap Dokter sambil mengedipkan sebelah matanya.

Kata-kata Dokter barusan masih terngiang-ngiang ditelingaku. Bisa terhitung berapa kali Mas Juan mencumbuku, apalagi sejak hamil kami tidak lagi semesra awal pernikahan. Mas Juan berkata jika dia takut menyakiti anaknya jika ia menuntaskan hasratnya padaku, ia juga berkata bahwa lebih baik menahan diri dari selama beberapa bulan demi keselamatan anaknya.

Padahal sudah ku katakan saran Dokter sejak minggu-minggu sebelumnya saat usia kandunganku memasuki trimester ke tiga ini. Agak malu rasanya saat aku meminta nafkah batin pada suami, tapi mau bagaimana lagi. Sebagai seorang istri aku juga butuh nafkah batin.

"Lokasi berikutnya kemana, mbak?? Atau langsung pulang saja?"

"Ah iya, Pak. Saya lupa kalau hari ini mau berkunjung ke rumah Ibu Mertua saya, ke jalan jingga no. 5 ya, Pak." Jelasku pada supir taksi online yang biasa ku pesan untuk mengantarku ke rumah sakit.

"Baik, Mbak."

Setelah kontrol, Ibu menelponku untuk berkunjung sebentar ke rumahnya. Karena memang sudah lama sekali aku tidak mengunjunginya.

***

Sampai didepan rumah, pintu utama terbuka. Ku fikir Ibu sudah pulang, jadi tanpa ragu aku pun melangkah menjauh dari taksi online yang baru saja mengantarku.

"Assala ..."

"Huwekk ... Huwekk ..."

Belum tuntas aku mengucap salam, terdengar orang yang sedang muntah-muntah didalam rumah. Tanpa fikir panjang aku pun memasuki rumah Ibu tanpa mengucap salam terlebih dahulu.

"Huwekk... Huwekk..."

"Loh, Rea. Kamu kenapa?"

"Huwekk... Huwekk..."

Tak ada jawaban dari Rea adik dari suamiku, ia terus mengeluarkan isi perutnya yang hanya tersisa air saja. Wajahnya pucat dan lagi, bukannya tadi Mas Juan bilang ingin membeli keperluan sekolah Rea? Tapi kenapa Rea tetap disini, dan dalam keadaan yang tidak baik-baik saja. Kemana Mas Juan sebenarnya?

Ku raba kening Rea, memastikan bahwa dia sedang demam atau tidak. Tidak panas sama sekali bahkan Rea seperti mengeluarkan banyak peluh dari tubuhnya.

"Kok bisa begini sih, Re? Ayo mbak bantu kerokin ya!" Ujarku sambil memegang pundaknya, tapi beberapa detik kemudian Rea menghempas tanganku.

"Gak usah," jawabnya ketus.

Ya, sikap Rea memang sering acuh padaku. Bahkan cenderung tidak suka, sejak aku menikah dengan Mas Juan tak pernah sedikitpun aku dekat dengan Rea. Padahal aku tidak pernah berbuat salah padanya.

"Mas mu kemana, Re? Katanya mau anter kamu beli Hp baru?" Tanyaku penuh selidik, siapa tau dia tau kemana Mas Juan pergi. Sebab dia lebih dekat dengan Mas Juan dari pada aku istrinya.

"Gak tau, udah mbak pergi aja sana."

Huh, andai saja bukan Adik ipar mungkin aku sudah bersikap tidak sopan pada Rea, niat hati ingin membantu jawabannya malah begini. Padahal keadaannya saja sudah lemas begitu tetap saja angkuh dan tak mau menerima bantuan dariku.

"Huwekk.... Huwekk..."

Bruak ... Tubuh Rea ambruk, peluh makin membanjiri wajahnya. Tanngannya pun dingin sedingin es, sedang kepalanya kini ia sandarkan pada toilet.

"Duh, Re. Kamu sih gak mau mba bantu dari tadi. Jadi lemes gini, Kan?" Ku pegang pundak Rea perlahan, pikirku mungkin bisa membantunya duduk dengan benar. Tapi nihil, perutku yang sudah sangat buncit ini menghalangiku untuk bergerak.

Brak...

"Astaga, Rea." Sontak aku menoleh ke asal suara.

"Ah ..." Badanku tersungkur hingga hampir terjatuh akibat dorongan yang sedikit kasar dari Mas Juan.

"Kamu gimana sih, Ra. Bukannya nolongin Rea, malah ngeliatin doang." Bentak Mas Juan saat setelah meletakkan tubuh Rea diatas kasur.

"Aku udah berusaha nolongin, Mas. Tapi Rea nya aja yang gak mau dari tadi." Jelasku pada Mas Juan, tak ku sangka dia malah menodongko seperti itu. Apa dia tidak menyadari bahwa anaknya hampir celaka gara-gara ulahnya barusan.

"Kamu dari mana aja, katanya mau nganterin Rea beli Hp? Kok nyampek sini malah Rea keadaannya begini." Tanyaku dengan nada ketus.

"Aku ketemu temen dulu, ada urusan." Jawabnya ketus dan tanpa melihat ke arahku.

Mas Juan merapikan rambut Rea dengan telaten, bahkan Mas Juan memijit kaki Rea secara perlahan. Layaknya kasih sayang seorang Kakak kepada Adiknya, tapi aku merasa ini sangat berlebihan. Dan tak terasa pula sepertinya aku cemburu melihat perhatian Mas Juan pada Rea.

Dia memang tipikal pria perhatian, tapi aku tidak pernah mendapatkan perhatian yang begitu dalam seperti yang ku lihat didepan mataku saat ini.

"Re, Mas udah bawa obatnya. Kamu minum lagi ya, biar cepet keluar." Ucapnya dengan lembut sambil mengusap anak rambut Rea perlahan.

Rea sedikit menbuka mata dan melirik Mas Juan, namun yang membuatku janggal adalah, apanya yang cepat keluar?

"Aku takut kak, kita pertahanin ya" sangat tampak jelas Rea meneteskan air mata.

Aku semakin bingung dengan percakapan dua orang kakak beradik ini, sebenarnya apa yang mereka perbincangkan ini.

Mas Juan menggelengkan kepala seraya berkata, "Nggak bisa, Re. Terlalu banyak dampak negatifnya buat hidup kita,"

"Kakak jahat, kakak gak sayang sama Rea."

Rea memalingkan wajahnya dan juga tubuhnya membelakangi Mas Juan, drama apalagi ini. Aku sebagai istri Mas Juan malah seperti obat nyamuk bagi sepasang kekasih yang tengah berseteru.

"Justru karena Kakak sayang sama kamu, Re. Makanya Kakak gak mau kamu kehilangan masa depan kamu."

"Masa depan? Bukankah sejak lama masa depan Rea udah suram ya, Kak!"

"Mas, ada apa ini? Apa yang kalian bicarakan? Ada apa dengan, Rea." Ujarku menengahi, karena aku benar-benar dibuat penasaran dengan arah topik pembicaraan mereka. Aku istri Mas Juan, tapi tidak tau apa-apa tentang keluarga suamiku.

"Dan ... Apa hubungannya dengan masa depan Rea, Mas?"

Mas Juan menoleh ke arahku, yang masih berdiri terpaku agak jauh dari tempat tidur Rea. Seolah ia tidak menyadari keberadaanku.

"Diam, Nara. Jangan terlalu ikut campur," Lagi-lagi, amarah yang ku dapatkan dari sosok suamiku itu.

"Lagi pula, untuk apa kamu kesini? Bukankah sudah ku katakan, kamu bisa pergi sendiri jika mau ke Dokter. Bahkan sudah ku berikan uang tambahan sebagai rasa permintaan maafku karena tidak bisa mengantarmu, atau ..."

"Kamu tidak mempercayai ku dan memilih memeriksan kesini, benar atau tidaknya aku pergi dengan Rea? Iya!"

Degh ...

Sakit dan takut, itu yang aku rasakan saat ini. Pertama kalinya dalam sejarah pernikahanku, Mas Juan membentakku dengan sangat kasar atas tuduhan yang tidak berdasar itu.

"Nggak, Mas. Aku sama sekali tidak memiliki niatan seperti itu, kenapa kamu tega nuduh aku kayak gitu. Aku kesini, karena Ibu yang menyuruh. Beliau bilang ..."

"Cukup, Ra. Aku tidak ingin mendengar alasan apa pun. Lebih baik kamu pulang sekarang juga."

"Akhhh sakit. Perutku sakit, Kak." Sontak aku dan Mas Juan menoleh ke arah Rea yang berteriak kesakitan.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Accidentally Wedding
8.6
Fachmi heran mengapa matanya selalu tertuju pada Carissa, gadis SMK yang jauh dari kriterianya. Meski mengaku tak cinta, ia justru terhibur oleh kebencian gadis itu. Secara impulsif, Fachmi menawarkan pernikahan saat ayah Carissa mengeluhkan tingkah putrinya. Di sisi lain, Carissa yang baru tujuh belas tahun merasa hidupnya hancur. Ia terpaksa menikah muda dengan Fachmi, pria dewasa yang dicap hobi mempermainkan wanita. Akankah takdir ini berakhir bahagia?
Sampul Novel Cinta Barunya Adalah Taipan Misterius
8.9
Ditinggalkan di altar dan dikhianati oleh tunangan serta saudari tirinya membuat Charlee hancur. Di tengah kepedihan, ia menghabiskan malam panas dengan pria asing yang misterius. Tak disangka, pria seksi itu terus hadir melindunginya dan membantu membalas dendam. Saat benih cinta mulai tumbuh, sang mantan kembali memohon kesempatan kedua. Kini, sang taipan yang selalu ada di sisinya menuntut jawaban tegas mengenai siapa pria yang akan ia pilih.
Sampul Novel GEJOLAK GAIRAH DILAN
9.1
Dilan dan Nessa menjadi sangat dekat hanya dalam tiga kali pertemuan. Namun, momen ketiga itu justru membawa luka hati bagi Dilan. Sebuah insiden tak terduga terjadi saat Nessa berada di bawah pengaruh obat perangsang, memaksa Dilan melanggar janjinya sendiri untuk menjaga kehormatan wanita yang ia cintai. Kini, hubungan mereka dipertaruhkan. Mampukah Nessa memaafkan Dilan, dan akankah kesalahpahaman besar di antara mereka akhirnya menemukan jalan keluar?
Sampul Novel Hasrat Agak Laen
9.7
Temukan narasi romansa modern yang unik dalam novel ini. Karya ini menyajikan perpaduan menarik antara realitas dan fiksi, di mana lebih dari separuh alurnya diangkat dari kisah nyata. Meski beberapa bagian dimodifikasi dan ditambah unsur imajinatif sebagai variasi, esensi ceritanya tetap terasa autentik. Persiapkan diri Anda untuk rangkaian peristiwa yang mungkin sulit dipercaya namun benar-benar bisa terjadi. Segera buktikan sendiri keunikan kisahnya sekarang juga.
Sampul Novel Hasrat Nikmat Bidadari Kampus
9.7
Sosok wanita itu benar-benar memukau, persis seperti yang dikatakan Adrian. Kecantikannya luar biasa dengan bentuk tubuh yang sangat terawat dan aroma harum yang memikat meski dari kejauhan. Tak hanya punya daya tarik fisik yang menawan, ia juga dikenal sebagai mahasiswi paling jenius dengan raihan IP tertinggi di universitas. Perpaduan antara paras rupawan, kekayaan, serta kecerdasan membuatnya tampak seperti mutiara berharga yang bersinar di lingkungan kampus.
Sampul Novel Kariermu Ada di Tanganku
8.2
Nayara Devanka adalah putri tunggal keluarga Mahendra yang berkuasa. Hidupnya sempurna bersama Rafael, mantan staf sang ayah yang ia angkat derajatnya, serta putri mereka, Isolde. Namun, pengorbanan Naya dibalas pengkhianatan keji. Rafael diam-diam menikahi masa lalunya dengan restu keluarga besarnya sendiri. Mereka menikmati kemewahan dari Naya sambil menikamnya dari belakang. Kini, Naya tak akan tinggal diam dan siap menghancurkan karier serta hidup mereka.