APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Belenggu Cinta Sang Pangeran Mafia

Belenggu Cinta Sang Pangeran Mafia

Pernikahan Belleza dan Rafaele hanyalah aliansi bisnis antar klan mafia yang menghancurkan impian Bella akan cinta sejati. Terjebak dalam dunia gelap, Bella terpaksa tunduk pada dominasi Rafaele demi melindungi keluarganya. Namun, kematian mendadak ayahnya di wilayah Jefferie memicu dendam membara. Di tengah kehamilan dan intrik pengkhianatan yang terungkap, Bella harus mencari kebenaran. Akankah cinta tumbuh di balik kebencian, atau justru dendam yang menghancurkan segalanya?
Bab
Bagikan

Bab 1

"Jika aku sampai mati, maka bisa kupastikan Ayah dan Kakakmu juga akan segera menyusul. Kalau memang begitu maumu, banyak orang di luar sana yang bisa mengabulkan."

Gadis dengan celana jeans hitam ternganga, setelah mendengar apa yang diucapkan oleh laki-laki di depannya saat ini.

Rafaele Jefferie. Kuat, berwibawa, tidak terkalahkan. Siapa sangka, laki-laki yang tak lain adalah pemimpin klan mafia dari keluarga Jeffie itu, segera akan menjadi suami dari Belleza Chiara Steel. Gadis manis, yang menghabiskan hampir separuh umurnya menjadi seorang kasir supermarket.

Bukan inginnya seperti itu. Semua terjadi, imbas dari perang antar klan yang pernah terjadi puluhan tahun silam. Membuat Bella, terpaksa harus diungsikan jauh.

Alaric Steel. Ayah kandung dari Bella, merupakan seorang pemimpin klan dari keluarga Steel. Ia kehilangan sang istri, dan juga sebelah kaki kirinya atas peperangan brutal tersebut. Demi melindungi hidup Bella, yang mana kala itu masih seorang balita, Alaric kemudian mengirim sang putri untuk dititipkan kepada adik angkatnya.

Dirawat dan diasuh oleh sang paman, Bella pun tumbuh menjadi seorang gadis manis, cerdas, mandiri. Dan satu lagi, tangguh. Ya, meskipun benar selama ini dia hidup tanpa mengetahui siapa Ayahnya yang sesungguhnya, tapi darah petarung senantiasa mengalir dalam diri gadis berusia 22 tahun tersebut. Sejak berumur 10 tahun, Bella memang sudah diajari keterampilan bela diri oleh sang paman. Tidak tanggung-tanggung, beberapa medali dan penghargaan pun berhasil Bella sabet dari hasil kejuaraan bela diri yang diikutinya setiap beberapa tahun sekali. Membuktikan, bahwa kemampuan Bella tidak bisa dibilang remeh. Dia berbakat. Secara alami.

Dan kini, ketika tiba-tiba Bella diambil kembali oleh Alaric, dia dihadapkan pada sebuh kenyataan paling konyol. Perjodohan.

"Sialan! Kau pikir aku datang jauh-jauh dari Thailand hanya untuk menyerahkan diri padamu, hah!" Bella berseru sengit. Matanya menajam pada wajah yang kini masih berdiri penuh wibawa di hadapan. Ia lantas maju beberapa langkah, berhenti tepat di depan tubuh tinggi dengan balutan kemeja putih itu.

Rafaele hanya tersenyum singkat, ketika melihat wajah cantik yang kini tengah mendongak. Harus begitu, sebab Rafaele memang memiliki postur tinggi yang cukup jauh dengan Bella. Walau dalam posisi berdiri, kepala Bella saja hanya setinggi dada Rafaele.

"Kupikir kau sudah tahu semuanya. Tapi mungkin aku salah. Apa harus aku yang menjelaskannya dari awal?" balas Rafaele. Suara berat itu baru saja mendorong Bella mundur selangkah ke belakang. Mendadak ia merasa baru saja diancam, hanya dengan aksi Rafaele mengembangkan senyuman.

Ya Tuhan, senyum itu benar-benar terlihat sempurna. Garis bibir, bentuk alis, rahang yang tegas, serta sepasang manik hitamnya, menjadi perpaduan terbaik dari wajah sang pangeran mafia. Satu-satunya putra yang dimiliki oleh Henry Jefferie. Sayang sekali, Henry harus wafat dua bulan sebelum kembalinya Bella ke Sisilia. Sebuah pulau indah di selatan Italia. Terletak di laut tengah. Menjadi asal-muasal lahirnya mafia dan gengster. Tak sedikit di antaranya, yang berhasil menguasai kota-kota besar di Amerika Serikat dan Eropa.

Termasuk juga Henry. Ia menjadi generasi penerus dari pemimpin mafia terdahulu, dan secara otomatis juga telah diturunkan kepada Rafaele. Putra tunggalnya.

Manusia tetaplah manusia, tidak peduli seberapa berkuasa dia ketika di dunia. Sehebat apa Henry, nyatanya ia harus kalah oleh jantung koroner. Penyakit yang menggerogoti kesehatannya selama ini. Ia dinyatakan meninggal setelah perjuangan selama setengah tahun terakhir. Menyisakan Rafaele, pangeran dari keluarga Jeffie, yang kini resmi menjadi pemimpin penerus dari keluarga Jeffie.

"Jika harus jujur, aku pun tidak ingin menikah denganmu. Tidak juga wanita lain. Hidupku milik klan Jeffie. Banyak beban dan musuh yang otomatis akan menjadi milik istriku juga, jika aku menikah." Rafaele melanjutkan. Ia menggulung kedua lengan kemeja hingga sebatas siku. Lantas mendekat pada sofa berbentuk leter L di samping kanan. Menjatuhkan tubuhnya duduk di atas sana. Menyandarkan punggung dengan nyaman, diakhiri mengepang kaki ke atas meja. Meja kayu bulat, yang terletak persis di depannya berada.

Sampai detik itu, diam masih menjadi pilihan terbaik bagi Bella. Meski dadanya penuh dengan rasa marah, tapi entah kenapa dia masih ingin mendengar Rafaele bicara. Gadis itu berkedip kecil, sekilas mengagumi betapa aura seorang Rafaele sangatlah kuat dan mengintimidasi. Dua lengan kokoh yang baru saja Rafaele rentangkan. Ia letakkan pada masing-masing sisi tempatnya duduk. Bagai sebuah tanda, bahwa dirinya lah yang berkuasa. Dan Bella? Dia hanya seorang pendatang. Sama sekali tak memiliki effort apa pun di sana.

"Tapi, aku bukan orang yang bisa memilih, saat yang menjadi jaminannya adalah klan. Juga, kau," imbuh Rafaele lagi. Mengacungkan satu telunjuknya ke arah Bella berdiri. Hanya sekilas, kemudian tangan itu kembali ke atas pangkuannya.

Bella mengernyit. Wajahnya melengos ke samping, meninggalkan tatapan mata Rafaele yang sedari tadi tak mau lepas darinya. Sadar, apa yang dikatakan laki-laki itu memang tidak salah. Bella masih ingat jelas, apa saja yang sudah dikatakan oleh Alaric padanya tentang pernikahan. Sebuah bentuk lain dari persekutuan antar dua klan. Ya, pernikahan yang harus dilakukan oleh Rafaele dan Bella, tak lebih hanyalah jalan pintas untuk menguatkan klan Steel dan Jeffie.

Apa lagi setelah Henry jatuh sakit, banyak pihak yang mengincar wilayah dan kekuasaan milik keluarga Jeffie. Maka, sebelum Henry meninggal, dia pun melakukan negosiasi dengan Alaric untuk menjadi sekutu. Tidak ada cara lain, selain menikahkan putra-putri mereka. Dengan bersatunya dua keluarga, maka dapat dipastikan segala kekuatan dan kekuasaan menjadi dua kali lipat lebih besar. Hal tersebut tentu sangat mampu meminimalisir kemungkinan buruk yang akan mendatangi mereka. Dalam bisnis ini, apa pun bisa saja terjadi. Dan yang harus dilakukan adalah; bersiasat. Bertarung antar klan, hanya akan mendatangkan perang lagi. Dan itu merupakan sesuatu yang harus dihindari.

"Kau mungkin tidak tahu, bahwa sepersekian wilayah operasi milik Kakakmu, sebagian besar masih berada di dalam teritoriku. Sekali aku mencabut izinnya, Kakakmu bisa mati kapan pun, oleh senjata orang-orangku yang ada di sana." Dan demikian kalimat dari Rafaele, yang sukses mengusik seorang Bella.

Gadis itu menegang. Dua telapak tangannya mengepal erat. Netra dengan bulu mata lentik itu kian sengit menatapi Rafaele. Sama sekali tidak pernah menduga, jika sekembalinya ia ke Sisilia, hanya dipergunakan untuk memperkuat bisnis sang ayah. Lebih dari itu, Bella pun dipaksa harus menikahi laki-laki yang bahkan baru ditemuinya hari ini. Gila!

"Kau mengancamku." Bella berdesis geram. Dia paling tidak suka diancam. Apa lagi oleh seseorang seperti Rafaele.

"It's your choise. Aku tidak mengancam. Tapi hanya mengingatkan. Kau menolak pernikahan ini, sama saja dengan mendekatkan maut untuk Ayah dan Kakakmu. Pikirkan itu, Belleza." Rafaele menjawab begitu santai dan tenang. Kini ia terlihat mengambil gelas kristal berisikan minuman anggur dari atas meja. Meneguknya sedikit, masih dengan mata yang berpusat pada sosok cantik berambut pendek di sebelah sana.

Topi yang Bella kenakan mungkin membuat wajah itu sedikit terhalang. Tapi tidak menyulitkan Rafaele, melihat bibir pink Bella yang merapat ketat. Ekspresi menahan diri. Rafaele bisa membaca hal tersebut.

"Aku bersumpah, begitu kita menikah … kau benar-benar akan mendapatkan seorang istri yang sangat buruk, Mr.Jeffie." Kali ini Bella akhirnya angkat suara. Membalas cukup berani, atas kalimat Rafaele yang sudah ia anggap sebagai sebuah ancaman.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Belenggu Pernikahan Sang Mafia
8.6
Gabriel Alaric menjadikan Aveline Harper alat balas dendam terhadap ayahnya, Leonard. Gadis berusia 21 tahun itu dipaksa menikah demi menebus dosa masa lalu keluarganya. Di tengah kebencian Gabriel yang dingin, terdapat rahasia kelam yang menyiksa batinnya. Aveline pun berusaha bertahan sambil memahami luka suaminya. Akankah dendam ini berakhir dengan kehancuran, atau justru cinta yang tak terduga muncul menyatukan mereka di tengah badai emosi?
Sampul Novel Gadis SMA Milik Mafia Kejam
9.8
Jimmy Alexander adalah mafia berusia 25 tahun yang tak kenal ampun dalam menjalankan bisnis ilegalnya. Namun, sebuah kecelakaan mengubah hidupnya saat ia bertemu seorang siswi SMA yang tulus menolongnya. Ketulusan itu memicu obsesi cinta dalam diri Jimmy yang kejam. Masalah besar muncul karena gadis impiannya ternyata sudah bertunangan dengan pria lain. Akankah sang mafia merelakan cintanya, atau justru melakukan segala cara demi memiliki gadis tersebut?
Sampul Novel Gairah Cinta Mr. Luca
8.8
Pertemuan maut terjadi saat Luca tertembak di tengah konflik mafia. Kondisinya memburuk akibat kesalahan suntikan hormon yang memicu gairah tak terkendali. Sarah, kurir makanan yang menolongnya, terpaksa menjadi pelampiasan hasrat Luca. Demi menutupi jejak, keluarga mafia memutuskan menghabisi semua saksi. Sarah pun dibuang ke jurang oleh pengawal Luca setelah kehormatannya direnggut. Akankah takdir mempertemukan mereka kembali setelah pengkhianatan keji ini?
Sampul Novel Hati yang Kau Hancurkan Tak Bisa Kembali
8.6
Pasca penembakan kekasihnya, Rafael Von Ardent berambisi menghancurkan dinasti Elmore. Pemimpin organisasi gelap ini mengincar Lyra Elmore sebagai alat balas dendam. Dijadikan tawanan di The Black Fortress, Lyra ternyata tidak sombong seperti dugaannya. Ketegangan berubah menjadi ketertarikan berbahaya saat benih cinta mulai tumbuh di tengah dendam. Rafael kini terjebak antara amarah dan obsesi mematikan terhadap putri musuhnya yang seharusnya ia musnahkan.
Sampul Novel I'm Not a Gangster
9.8
Seorang pemuda desa terpaksa merantau ke kota besar demi menyambung hidup. Dengan tekad sederhana, ia bercita-cita menjadi seorang pengawal profesional. Namun, takdir justru menyeretnya ke dalam gelapnya dunia kriminal yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Tanpa disadari, ucapan masa lalunya menjadi kenyataan pahit yang menuntunnya menjadi sosok gangster. Kini ia terjebak dalam pusaran konflik bawah tanah yang menguji prinsip serta keberaniannya.
Sampul Novel Jangan bermain-main dengan saya
8.9
Kisah mafia dan romansa ini berawal saat seorang ayah tega menjual putri kandungnya sendiri. Seiring berjalannya waktu, gadis itu tumbuh dewasa hanya untuk menghadapi kenyataan pahit tentang garis hidupnya. Dia tidak memiliki pilihan selain menerima takdir kelam yang telah ditetapkan, yakni menjadi istri dari seorang pengedar narkoba yang berbahaya. Perjalanan hidupnya kini terjebak dalam dunia kriminalitas yang penuh dengan intrik dan bahaya besar.