APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel BERBAGI RANJANG DENGAN KAKAK TIRI

BERBAGI RANJANG DENGAN KAKAK TIRI

Kebahagiaan rumah tangga Kenanga hancur seketika saat Dion, suaminya, mengkhianati janji suci mereka. Luka itu kian mendalam karena wanita yang menjadi selingkuhan Dion adalah kakak tiri Kenanga sendiri. Di tengah kemelut poligami yang menyakitkan, Devano hadir kembali. Sahabat masa kecilnya itu datang membawa perasaan lama dan mencoba mengejar cinta Kenanga. Kini, Kenanga terjebak dalam dilema antara mempertahankan pernikahan atau berpaling pada Devano.
Bab
Bagikan

Bab 3

"Apa kamu tidak berniat menceraikan Kenanga, Mas?" ulang Risma lagi.

Dion mengusap kasar wajahnya. Terdengar hembusan napas lelah dari bibir laki-laki itu. "Tolong, jangan bahas perceraian dulu, Risma! Aku harus memperbaiki situasi ini meskipun sangat sulit. Kenanga pasti marah besar padaku dan mungkin tidak akan memaafkanku!" ucapnya.

"Situasi tidak akan menjadi baik kecuali kamu memilih salah satu di antara kami, Mas!" sahut Risma mulai kesal.

"Ck!" Dion berdecak lirih. "Aku harus kembali ke rumah Kenanga! Kamu cepat tidur!" ucapnya lalu meraih kepala Risma dan menciumnya dengan sayang.

Risma mengangguk tak minat. "Baiklah. Tapi jika aku kangen kamu, jangan lupa luangkan waktu ke sini. Tidak ada protes!" sahutnya, lalu bangkit dan memeluk Dion dengan sikap manja.

Dion mengangguk. Dia manangkup wajah Risma dan menatapnya lembut. Laki-laki itu tersenyum samar, melhat sikap manja Risma. Risma memang berbeda dengan Kenanga. Istri pertamanya itu justru lebih mandiri. Dion jarang sekali mendengar Kenanga mengeluh.

Wanita itu lebih sering memendam masalah pekerjaan ataupun masalah pribadinya seorang diri. Namun, meskipun menjadi wanita mandiri, Kenanga tidak pernah melupakan kodratnya sebagai seorang istri. Dia selalu mendahulukan kepentingan Dion daripada dirinya.

Dion juga tidak mengerti karena begitu mudah berpaling dari Kenanga, padahal pernikahan itu baru berjalan satu tahun. Miris, justru wanita spesial lain di hati Dion adalah Risma, kakak iparnya sendiri.

"Apa yang kamu pikirkan? Bukankah kamu ingin pulang?" Pertanyaan Risma menyentak lamunan Dion.

Dion tersenyum kaku menatap mata Risma yang juga tengah menatapnya dengan kilat manja. Risma mengusap dada bidang Dion yang terbalut t-shirt lengan panjang itu dengan gerakan menggoda.

"Jangan menggodaku lagi, Risma! Ya, aku harus pulang sebelum semua menjadi kacau!" tegur Dion sambil memegang pergelangan tangan Risma.

"Apa kamu yakin akan pulang sekarang? Ayolah, tidak ada bedanya kamu pulang nanti atau sekarang. Kenanga masih marah sama kamu. Bukankah lebih baik kita mengulang apa yang tadi tertunda?" Risma mengerling manja sambil menelusupkan telapak tangannya ke dalam baju Dion.

Dion menelan ludah berperang melawan keinginan untuk menolak dan hasrat yang mulai bangkit di bawah sana. Laki-laki itu pun tersenyum, sambil menaikkan sebelah alis kemudian menyambar bibir Risma dengan lahap.

Kini keduanya kembali mengulang adegan panas tadi yang belum tuntas. Bahkan, lebih ganas. Desahan dan lenguhan manja saling bersahutan di ruangan apartemen yang tidak terlalu luas itu. Keduanya tidak terpengaruh dengan peristiwa beberapa jam lalu ketika Kenanga memergoki perselingkuhan mereka. Bahkan, Dion juga seolah lupa jika di tempat berbeda, Kenanga sedang bergumul dengan luka basah yang menganga.

"Ah, Sayang. Kamu benar-benar membuatku hilang kewarasan!" desah Dion sambil memeluk erat tubuh istri keduanya itu.

"Aku lebih suka begini, tidak ada yang menggangu kita, Sayang!" sahut Risma di antara deru napasnya. "Jadi, apakah kamu tidak akan berubah pikiran?" ulangnya sambil mengusap dagu Dion dengan kerlingan manja.

"Maksudmu!?"

Risma merebahkan tubuh dan berbaring miring menghadap Dion. "Jika ada yang kamu ceraikan, itu adalah Kenanga, bukan aku, Mas! Ingat, kan, dengan perjanjian kita?" tanyanya seolah mengingatkan, jika perjanjian di antara mereka telah mengikat Dion ke dalam sebuah hubungan terlarang.

Dion memejamkan mata dan menarik napas dilema. Sekarang, dia tidak bisa memilih. Rasa cintanya yang besar pada Kenanga sama besarnya dengan ketakutan meninggalkan Risma. Wanita kedua yang kini berada di pelukannya.

*

Dengan air mata yang terus menetes, Kenanga memasukkan beberapa bajunya asal ke dalam koper. Sesekali telapak tangannya menyeka air bening yang membasahi pipi mulusnya.

Gerakan tangan Kenanga terhenti manakala menyentuh sebuah kotak perhiasan. Kotak beludru yang berisi satu set perhiasan hadiah dari Dion kala meminangnya satu tahun lalu.

Kenangan indah di hari bahagia itu, dalam sekejap berubah menjadi sebuah luka yang dalam. Kenanga kembali terisak lirih. Sedetik kemudian, dia memejamkan mata dengan wajah mendongak, lalu menarik napas panjang.

"Aku tidak akan larut dalam luka ini, demi kamu!" ucap Kenanga sembari tersenyum getir.

Lantas, dia kembali menutup pintu lemari ketika dirasa tidak ada lagi yang perlu dibawa. Kenanga juga membiarkan kotak perhiasan itu tetap di sana.

"Mau ke mana kamu Sayang? Kita bicara dulu!" ucapan Dion yang sudah berdiri di ambang pintu kamar, menghentikan langkah Kenanga.

Wanita cantik itu menatapnya tanpa ekspresi, lalu tersenyum satu sudut. "Kamu datang lagi?" tanyanya datar.

Dion mendekat dengan tatapan tak berkedip dari istrinya itu. "Kita perlu bicara, Sayang. Ada sesuatu yang perlu kamu tahu sehingga aku be--"

"Berkhianat dengan kakak tiriku sendiri?" sahut Kenanga sinis. "Apa tidak ada perempuan lain selain dia?" lanjutnya dengan suara parau.

Dion menelan ludah. Laki-laki itu hendak memegang tangan Kenanga, tetapi dengan cepat ditepisnya. Kenanga lantas mengedarkan pandangan ke penjuru ruangan dengan tatapan nanar.

"Kenanga, duduklah, kita bicara!" pinta Dion lirih.

"Berapa jam waktu yang kamu butuhkan untuk mengemasi barang-barangmu, Mas? Satu jam, dua jam? Pastikan besok pagi rumah ini sudah bersih dari benda-benda milikmu daripada aku membuangnya!"

Dion tidak menjawab. Dia justru menatap Kenanga dengan dalam. Wanita cantik yang telah terluka karena pengkhianatannya. Kenanga memang berhak mengusirnya. Namun, Dion tidak akan menyerah untuk mendapatkan maaf dari wanita itu.

Dion berpikir, saat ini Kenanga tengah terluka dan tidak bisa berpikir jernih. Namun, jika suatu saat nanti setelah mengetahui alasan perselingkuhan itu, mungkin Kenanga akan memaafkannya.

Tidak kunjung mendapat jawaban, Kenanga segera beranjak, tetapi Dion segera menyambar tangannya. Kenanga yang sudah merasa jijik dan muak segera menepis tangan Dion.

"Baiklah, mungkin kamu perlu waktu untuk menenangkan diri. Tapi jangan pergi! Ini sudah terlalu larut, Kenanga!"

"Besok pagi, kunci rumah titipkan pada Pak Satpam! Ingat, jangan ada satu pun yang tertinggal!" ulang Kenanga tidak ingin berlama-lama.

Dion kembali menarik napas pelan. "Apa memang harus begitu, Kenanga? Apa tidak ada sedikit pun waktu untuk kita bicara?" tanyanya mulai putus asa.

"Tidak! Aku sudah mem--"

Tin! Tin!

Kenanga lantas menatap ke arah jendela kamar meskipun tidak bisa melihat mobil yang berhenti di depan rumahnya.

Tidak ingin membuang waktu, Kenanga segera menarik koper keluar dari kamar tanpa bisa dicegah oleh Dion. Dion yang belum rela istrinya pergi, segera mengejar. Namun, langkahnya terhenti ketika mencapai depan pintu.

Sebuah mobil mewah yang pemiliknya begitu dikenal oleh Dion membukakan pintu untuk sang istri sembari tersenyum manis. Lirikan sinis laki-laki bertubuh jangkung itu, seolah menambah sesak dada Dion.

"Kamu bodoh, Bro!" ucap laki-laki itu sambil mengedipkan sebelah mata pada Dion yang masih berdiri mematung.

****

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bingkisan Daster Bekas Mertua
8.6
Bagaimana nasib sebuah pernikahan jika kendali keuangan sepenuhnya dipegang oleh ibu mertua? Konflik muncul saat sang suami dipaksa untuk selalu menuruti setiap keinginan ibunya tanpa pengecualian. Di tengah tekanan dominasi keluarga yang begitu kuat dan hilangnya kemandirian dalam rumah tangga, mampukah pasangan ini menemukan jalan menuju kebahagiaan? Kisah ini menyoroti perjuangan mempertahankan cinta di bawah bayang-bayang kendali mertua.
Sampul Novel CEO Mesum
9.1
Alice Handerson adalah sekretaris tegas yang harus menghadapi perilaku provokatif bosnya setiap hari. Meski profesional, ia sering terjebak dalam situasi penuh godaan dan makna ganda di kantor. Saat sang atasan mengajukan tawaran skandal, Alice terjepit antara logika dan keinginan hati yang membingungkan. Hubungan benci tapi rindu ini memaksa mereka menjelajahi batas kekuasaan dan cinta dalam narasi romansa kontemporer yang berani dan penuh gejolak.
Sampul Novel Dendam yang Terpendam: Cinta Sang CEO Terhalang Takdir
7.9
Pasca koma panjang, Zeesya Aleena Lawrence tersadar bahwa kekasihnya hanyalah seorang pengkhianat. Di tengah keterpurukan, ia menemukan cinta baru pada sosok pria misterius yang sangat memujanya. Namun, kebahagiaan itu hancur saat rahasia kelam terungkap. Pria tersebut ternyata dalang di balik tragedi berdarah keluarganya di masa lalu. Kini, Zeesya terjebak dalam dilema besar antara mempertahankan perasaan atau membalas dendam atas takdir yang tertukar.
Sampul Novel Desire of Love CEO
8.0
Hidup Alana Handoko hancur seketika saat ia harus bertanggung jawab atas kecelakaan fatal yang menewaskan seorang gadis kecil. Tragedi ini memicu kemarahan besar Reynar Adiwangsa, CEO tampan yang kehilangan sosok paling berharga dalam hidupnya. Dipenuhi dendam membara, Reynar bertekad membalas kematian tersebut dengan menyiksa Alana. Ia merancang segala cara untuk mengubah dunia Alana menjadi neraka tanpa ampun demi melampiaskan rasa sakit hatinya.
Sampul Novel Look At Me
8.7
Dunia Maya Rehana runtuh saat mendapati dirinya hamil di bangku SMA. Alih-alih bertanggung jawab, Jordan sang kekasih justru menuduhnya selingkuh dan memutuskan hubungan. Di tengah keputusasaan antara rasa takut mengecewakan orang tua dan enggan menggugurkan janinnya, muncul Raka Pratama. Sahabat sekaligus adik kelasnya itu menawarkan diri menjadi ayah bagi sang bayi. Kini Maya terjebak dilema: menerima ketulusan Raka atau terus menanti Jordan.
Sampul Novel Lover in Law (Ketika Dua Pengacara Saling Jatuh Cinta)
9.4
Milly merasa hidupnya dipenuhi kesialan sejak harus dimentori oleh Zayn, seorang pengacara senior yang sangat angkuh. Zayn pun membenci Milly yang dianggapnya ceroboh dan keras kepala. Meski awalnya saling muak, kedua pengacara cerdas ini justru terjebak dalam perasaan cinta yang tidak terduga di tengah persaingan profesional mereka. Apakah takdir akan menyatukan dua hati yang keras ini, ataukah ego masing-masing akan menghancurkan segalanya?