APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Beri Aku Kesempatan Kedua

Beri Aku Kesempatan Kedua

Pasca ayahnya wafat, Ishvara terjebak dalam pernikahan paksa dengan Kalandra Ranjaya, pria yang sudah memiliki kekasih. Dianggap wanita kuno yang membosankan, Ishvara menderita dalam jebakan hidup yang penuh tangis. Namun, perubahan drastis Ishvara menjadi sosok cantik dan pengungkap hubungan misteriusnya dengan pria lain memicu kecemburuan Kalandra. Saat Kalandra mulai peduli, Ishvara justru memilih pergi dan menutup pintu hati demi mengakhiri sandiwara mereka.
Bab
Bagikan

Bab 1

“Jadi bagaimana, Ishvara?”

Pertanyaan barusan membuat lamunan sang gadis yang duduk berhadapan dengan seorang pria lantas tersentak. Ia tersenyum canggung saat dibujuk untuk ikut pergi dari desa ini oleh Sagara — rekan masa kecilnya dulu.

“A-aku...” Ishvara gugup juga bingung karena ini terlalu mendadak.

Seminggu yang lalu, ayah tercintanya meninggal dunia. Ishvara masih terpukul atas kepergiannya. Tersisa seorang diri saja di rumah tua yang dipandang sekilas nampak seperti kandang sapi. Membuat Sagara yang mengetahuinya jadi prihatin.

Sebagai teman yang sudah lama tidak berjumpa, Sagara menyesal karena baru mengunjungi Ishvara kembali. Banyak kabar yang dirinya dengar mengenai gadis itu di desa ini. Dan yang paling fenomenal adalah julukannya ; perawan tua.

“Aku akan menyediakanmu tempat tinggal. Kamu juga akan diberi pekerjaan. Kalau kamu mau, aku juga bisa membebaskanmu dalam kutukan ‘perawan tua’ yang sering dilontarkan orang-orang,” ujar Sagara kembali, masih berusaha membujuk.

Ishvara yang merasa malu, langsung menundukan kepala. “Aku mungkin bisa ikut. Tapi apa maksudmu dengan membebaskan kutukan? Apa kamu juga berpikir bahwa aku memang sejelek itu sampai-sampai belum ada yang mau meminangku? Seluruh hidupku dihabiskan untuk mengurusi kedua orang tuaku yang sakit-sakitan, mana sempat memikirkan hal seperti itu.”

Tampaknya Ishvara salah paham, Sagara jadi tak enak hati. Buru-buru dia menggelengkan kepalanya, bibirnya yang kering ia basahi untuk menyingkirkan rasa gugup.

“Bukan begitu, Ishvara. Maaf kalau ucapanku membuatmu tersinggung. Aku sempat mendengar beberapa kabar yang beredar tentangmu dari orang-orang. Aku di sini hanya mencoba membantumu sebagai teman lama. Tidak ada maksud lain.”

Tubuh Sagara sedikit dibungkukkan agar lebih mendekat pada Ishvara yang masih setia menundukkan pandangan. “Kakak sulungku, Kalandra. Kamu tahu dia, 'kan?”

Mencoba mengingat nama itu, Ishvara mengangguk tak yakin. Merasa pernah mendengar nama tersebut, namun tak punya banyak ingatan tentangnya.

“Dia sedikit terjebak masalah sekarang.”

Kepala Ishvara mendongak. Menatap Sagara kembali. “Masalah?”

Sagara mengangguk. “Ya, di usianya yang sudah cukup matang dia belum juga menikah. Mungkin kamu sudah tahu sifatnya yang amat dingin dengan ucapannya yang selalu sarkas, sampai sekarang dia masih begitu.”

“Lalu kamu ingin aku menikah dengannya, begitu?” tebak Ishvara dengan mimik yang sudah siap akan menolak jika memang itu benar kenyataannya.

“I-iya, jika kamu mau—”

“Aku tidak mau!” Benar saja Ishvara lantas menolak dengan tegas.

“Ugh, tu-tunggu! Dengarkan aku dulu, oke?” Sagara gelagapan, tidak menyangka kalau Ishvara akan menolak secepat itu.

“Dengarkan apa lagi? Aku tidak bisa menikah dengan sembarang orang,” tolak Ishvara kembali.

“Hei, apa maksudmu? Bukankah saat kecil dulu kita bertiga selalu bermain bersama? Kau cukup akrab dengan Kalandra. Setelah penampilannya yang sekarang, kau mungkin akan berubah pikiran.” Sagara mengeluarkan ponsel miliknya dari dalam saku celana.

Ia menyodorkan sebuah foto pada Ishvara. Seorang pria bernampilan rapih dengan kemeja abu yang digulung sampai siku membentuk lekuk tubuhnya yang gagah perkasa, foto tersebut terpampang jelas dalam layar ponsel tersebut. Tampangnya yang dingin tanpa ekspresi itu membuat Ishvara bergidik.

“Dilihat dari mana pun, dia tidak mungkin cocok denganku. Aku hanyalah gadis kampung yang tidak tahu menahu soal kehidupan di kota besar. Tentu pastinya sudah banyak wanita cantik yang sudah dia temui, kenapa dia tidak mencari wanita lain yang sepadan dengannya?”

Sagara tersenyum sedih, sorot matanya seperti sedang menyembunyikan sesuatu. “Sulit. Rasanya itu mustahil. Kalandra sulit untuk jatuh cinta. Aku tidak mengerti, tapi jika tidak begini maka mungkin dia akan melajang sampai seumur hidupnya.”

Tapi belum sempat Ishvara membalas, perhatiannya lebih dulu teralihkan oleh beberapa gerombolan orang-orang yang seperti sengaja berlalu lalang di depan rumah Ishvara, para ibu-ibu rempong itu terus saja berbisik-bisik sambil melayangkan tatapan sinis.

Karena mulai merasa tak nyaman, takut kalau hal ini dijadikan gosip baru oleh warga desa, Ishvara pun memilih untuk berdiri dari kursi. Berniat untuk mengakhiri pembicaraan ini.

“Pulanglah kembali, Sagara. Terima kasih sudah berkunjung untuk menemuiku dan mengucapkan kalimat belasungkawa untuk ayahku. Tapi aku benar-benar tidak bisa. Dengan wanita yang sepadan saja dia tidak mau, bagaimana jika denganku?”

Tubuh Ishvara sudah berbalik. Mengambil ancang-ancang untuk melenggang pergi dari hadapan pria itu.

Sebelum melangkah, Ishvara kembali berucap, “Aku akan tetap di sini. Hidup sendirian lebih baik dari pada berumah tangga dengan seseorang yang tak mencintaiku. Aku juga merasa akan banyak menyulitkanmu jika ikut tinggal di kota.”

Sagara beringsut dengan sigap dari tempat duduknya. “Tunggu dulu, Ishvara. Aku serius. Hanya kamu yang bisa menikah dengannya. Kamu tahu kenapa aku segigih ini?”

Baru dua langkah berjalan, Ishvara dibuat berhenti. Baik tubuh atau pun kepalanya tidak menoleh untuk menatap Sagara, namun telinganya akan mendengarkan.

“Ini karena surat wasiat yang ditinggalkan oleh ayahku. Maaf terlambat memberitahu. Tepat di dua tahun lalu, ayah kami meninggal. Khawatir karena kakakku tak kunjung menikah, dalam surat wasiat tertulis jika Kalandra berumur 40 tahun dan masih melajang, akan lebih baik jika dia menikah denganmu,” papar Sagara, tak mau menyerah.

“Bohong. Aku tidak percaya!” Entahlah, Ishvara reflek saja saat mengeluarkan perkataan itu.

Apa yang dilontarkan Sagara semakin tak masuk akal. Merasa alasan tentang surat wasiat terlalu klise dan kuno. Ishvara masih belum percaya.

“Sungguh. Kemarilah, akan kutunjukkan padamu.” Sagara merogoh sesuatu dari dalam tas yang dibawanya, menyedot perhatian Ishvara yang penasaran.

Sebuah kertas yang dilipat rapih ia serahkan pada gadis itu, biar Ishvara sendiri yang melihat dan membacanya. Mencoba menunjukkan bahwa dirinya sedang tidak bermain-main dan berbohong.

“Cukup sulit untuk mememuimu, Ishvara. Keluargamu pindah ke desa ini tanpa aku tahu. Karena usahaku tidak mau terbuang sia-sia, aku harus memastikan kalau kamu ikut denganku. Kehidupanmu akan kujamin lebih baik dari yang sekarang.” Sagara terus mengoceh di saat Ishvara sedang fokus membaca.

“Tapi aku tidak mencintai Kalandra,” terang Ishvara setelah membaca surat wasiat tersebut, ekspresinya nampak tidak senang.

“Cinta datang karena terbiasa,” sahut Sagara yang masih saja berusaha membujuk.

Ishvara membisu di tempat. Menggigit bibir bawahnya sambil meremat surat wasiat di tangannya. Bingung, rasanya sangat campur aduk.

Sagara berjalan mendekati Ishvara, perlahan menyentuh bahunya. “Sekarang kau ikut saja denganku. Berkemaslah. Hari ini juga kita akan berangkat. Tinggal di desa ini membuatmu sulit, bukan? Karena sekarang orang tuamu sudah tiada dan kamu tinggal sendirian, mengapa kamu sangat sulit membuat keputusan?”

Menunjukkan tatapan gamang, Ishvara bertanya, “Aku takut. Sudah lama kita tidak bertemu dan rasanya ini terlalu mendadak. Apa kamu tidak bisa memberiku sedikit waktu untuk berpikir?”

Kepala Sagara menggeleng tegas. “Aku cukup sibuk untuk mendatangimu dua kali, Ishvara. Aku punya banyak jadwal padat yang tidak bisa aku tinggal. Jika tidak sekarang, maka kesempatan ini tidak akan datang dua kali.”

Sebenarnya jika Ishvara diajak untuk tinggal di kota tanpa harus menikah dengan Kalandra, mungkin dirinya tak perlu berpikir sangat lama. Dalam lubuk hati paling dalam, Ishvara memang sudah lama mengidamkan kehidupan di kota.

Tapi jika dirinya menyetujui, bukan hanya kehidupannya yang berubah. Tapi statusnya yang sudah melajang selama 30 tahun ini akan berganti menjadi seorang istri dari pria bernama Kalandra— teman sewaktu dirinya masih kecil.

Menarik nafas dalam-dalam, Ishvara berharap keputusannya ini tidak akan dirinya sesali suatu saat nanti. “Baiklah. Aku berpikir mungkin ini bagian dari jalan hidupku. Menunggu waktu cukup lama untuk melepas masa lajang, aku tidak menyangka aku akan menikahi seseorang di masa lalu.”

Sagara langsung mengembangkan senyum antusias, manik berwarna abu gelap miliknya terlihat berbinar. Lalu jarinya menjentik sambil berujar, “Itu yang ingin aku dengar darimu!”

Ishvara terkekeh canggung. “Baiklah, aku akan berkemas sekarang.”

“Silakan. Cukup membawa pakaian yang kamu butuhkan, tidak perlu banyak-banyak. Sebab aku yakin kakakku itu tidak akan sungkan membelikan banyak pakaian untuk calon istrinya,” balas Sagara dengan membubuhi tawaan singkat.

Menunggu sampai Ishvara masuk ke dalam, kemudian Sagara berjalan sedikit menjauh untuk mengangkat telepon yang terus bergetar sejak tadi.

“Bagaimana? Apa kamu berhasil membujuknya?” tanya sang penelepon dengan tak sabaran.

Sagara tersenyum penuh kemenangan, ekspresinya jauh berbeda dengan apa yang ia tunjukkan pada Ishvara sebelumnya. Persis seperti manusia dengan sifat bermuka dua.

“Tentu saja aku berhasil! Aku akan membawanya padamu hari ini juga.”

***

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Gadis Tanpa Nasab
9.8
Anna Lee, gadis blasteran yang besar di Korea, menghadapi cobaan saat cintanya pada Emran ditentang keluarga karena status kelahirannya. Namun, Shaka yang merupakan adik tiri Emran justru hadir mendekati Anna. Segalanya berubah ketika orang tua Emran menyadari bahwa Anna adalah putri donatur terbesar pesantren mereka. Meski kini mereka berusaha mempersatukan kembali Anna dan Emran, akankah Anna bersedia kembali di saat keadaan dan hatinya telah jauh berubah?
Sampul Novel Cinta Terlarang & Rahasia
9.4
Karina, gadis dari keluarga retak, terjebak asmara terlarang dengan Evan, kakak sahabatnya yang sudah beristri. Saat hubungan rahasia ini terungkap, ia pun dihujat dan dimusuhi Siska. Karina memilih pergi sambil mengandung buah hati mereka tanpa sepengetahuan siapa pun. Bertahun-tahun kemudian, ia kembali ke Jakarta membawa seorang putra. Kini, rahasia besar mengenai ayah biologis sang anak terancam terbongkar. Sanggupkah ia terus menutupi fakta dari masa lalunya?
Sampul Novel Guru Untuk Nona Muda Nakal
8.2
Dihan terpaksa mencari tempat persembunyian demi menghindari kejaran misterius yang mengancamnya. Di saat bersamaan, keluarga Rahadian sedang kewalahan mencari guru privat bagi dua putri mereka yang sangat nakal dan membenci pelajaran. Dihan pun menerima tawaran tersebut meski harus menghadapi kekacauan luar biasa. Mampukah ia menaklukkan sikap keras kepala kedua nona muda itu? Di tengah keributan tersebut, rahasia masa lalu Dihan terus membuntutinya.
Sampul Novel Hasrat Terpendam Suamiku
8.6
Sophia dan Albert terjebak dalam pernikahan paksa yang dingin dan penuh konflik. Meski Albert dikenal sebagai pria casanova dan Sophia memiliki reputasi angkuh, benih cinta mulai tumbuh di hati Sophia. Ia menyadari bahwa di balik sikap acuh suaminya, terdapat hasrat terpendam yang membara untuknya. Kini, Sophia berjuang mencari cara agar Albert mau mengakui perasaan aslinya. Mampukah mereka memperbaiki hubungan yang kacau dan bersatu dalam cinta yang tulus?
Sampul Novel Istriku selingkuh
9.5
Bagaimanakah perasaan dan tindakan yang harus aku ambil saat menghadapi kenyataan pahit bahwa istri yang sangat kucintai telah mengkhianati janji suci pernikahan kami? Kepercayaan yang telah lama kubangun kini hancur berkeping-keping setelah mengetahui dia berselingkuh di belakangku. Di tengah badai emosi dan rasa sakit yang mendalam, aku dipaksa untuk menentukan langkah selanjutnya bagi masa depan hubungan kami yang kini berada di ujung tanduk.
Sampul Novel JERAT PESONA TUAN MUDA GIDEON
7.9
Gideon Mosha adalah mahasiswa cerdas yang hidup dalam pengawasan ketat orang tuanya akibat trauma masa lalu yang hampir merenggut nyawanya. Sang ibu memutuskan menyewa pengasuh pribadi, namun sifat jahil Gideon membuat tak ada yang bertahan lama. Septin Adena, mahasiswi yang butuh biaya, terjebak dalam pekerjaan ini karena mengira akan mengasuh balita. Meski menghadapi tuan muda yang arogan, Septin terpaksa bertahan demi ekonomi. Akankah cinta tumbuh di antara mereka?