APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Berpaling Darimu

Berpaling Darimu

Aris mencoba sabar menghadapi sikap dingin Bella di tengah hubungan rahasia mereka yang terhalang restu. Perseteruan abadi antar keluarga memaksa keduanya bersembunyi, namun Bella justru semakin abai. Di titik jenuhnya, Aris justru menemukan kehangatan dari sosok Ana. Perhatian tulus yang diberikan Ana perlahan mulai mengikis perasaan Aris pada Bella, hingga hatinya kini beralih sepenuhnya pada wanita lain yang lebih menghargai kehadirannya.
Bab
Bagikan

Bab 3

"Ya, sebaiknya kita makan dulu, ngobrolnya kita lanjut nanti saja' Ujar Gina menengahi.

Setelah mendengar ucapan Gina barusan,

Aris dan Raka yang tadinya tengah berdebat pun langsung terdiam kembali.

"Ayo! kenapa kalian masih belum bangun-bangun juga' Tegur Gina lagi pada

Anak cucunya itu.

Seraya langsung berjalan ke ruang makan terlebih dahulu.

Setelah itu semuanya pun langsung bangun dari duduknya lalu mengekor di belakang Gina untuk makan malam.

Sesampainya di meja makan.

"Sayang ini untukmu!" Ujar Rika lembut seraya menyodorkan sepiring penuh makanan lezat yang diambilnya barusan khusus ia ambilkan untuk calon menantunya itu.

"Gak usah repot-repot buk, Ana kan bisa mengambilnya sendiri," Tolak Ana halus.

"Tak apa sayang, kamu sama sekali gak ada ngerepotin ibuk sedikitpun, ibu malahan senang sekali karena kamu mau berkunjung kesini, jadi sebaiknya kau jangan sampai membuat ibu kecewa!" Ujar

Rika memaksa.

"'Ah baiklah, terima kasih buk' Ujar Ana akhirnya.

Jujur saja makanan yang diberikan oleh Rika adalah makanan yang begitu menggugah selera makannya, hanya saja karena Ana merasa tak enak dan tak ingin merepotkan orang lain jadi dia menolaknya.

"Ehmmm...ehmmm."

Aris langsung berdehem saat melihat ulah mamanya itu.

"Kau kenapa sayang? kau juga ingin mama layani?" Tanya Rika seraya menatap ke arah anaknya itu.

"Ya tentu saja mama, aku kan anakmu, tapi kenapa rasanya aku jadi tersisih sekarang"Jawab Aris seraya pura-pura memberengut kesal.

"Apakah kau cemburu sayang, karena mama lebih perhatian pada calon menantu mama yang cantik ini dibanding dirimu?"

Ujar Rika seraya mengerlingkan sebelah matanya untuk menggoda anak bujangnya itu.

"Mama! mama bicara apa? Aris kan sudah kasih tau kalau Ana itu cuma pembantunya Aris bukan kekasih.

" Suara Aris terdengar sangat kesal, namun entah mengapa di hatinya ada perasaan bahagia saat semua keluarganya terus mengolok-ngoloknya seperti itu.

"Sudahlah kau tak perlu berbohong! sebegitu malunya kah kau mengakui gadis cantik ini sebagai kekasihmu? oma sudah tak sabar ingin melihat kalian segera naik ke pelaminan, jadi oma harap setelah Ana lulus sekolah nanti, kalian harus menikah secepat mungkin Ujar Gina menengahi seraya menatap ke arah Ana yang tengah menyantap makanannya.

"Uhuk..uhuk.."

Ana langsung terbatuk saat mendengar ucapan Gina barusan.

Aris yang kebetulan memang duduk bersebelahan dengan gadis itu pun langsung dibuat panik lalu memberikan gelas air putihnya kepada Ana.

Ana pun langsung cepat-cepat menerimanya dan meneguknya sampai habis dalam sekali tegukan.

"Apa kau tak apa-apa?" Tanya Aris khawatir.

"Ya Ana tak apa-apa pak" Wajah Ana langsung bersemu merah saat mendapat perhatian dari pria itu

"Wah kalau bapak bersikap seperti ini pada Ana siapapun juga memang akan mengira kalau kita berdua adalah sepasang kekasih, jadi tolong berhentilah bersikap seperti ini Batin Ana.

Sementara itu semua keluarga Aris yang menyaksikan perhatian Aris kepada Ana itu pun langsung di buat senyum-senyum tak jelas. Mereka tahu status Ana yang sebenarnya, akan tetapi mereka juga bisa melihat sendiri kalau pria kebanggaan mereka itu diam-diam sudah jatuh cinta kepada pembantunya itu.

Ah rasanya mereka bahagia sekali, akhirnya gunung es yang membeku itu perlahan-lahan mulai mencair, mereka sudah terlalu lelah mengaturkan perjodohan untuk pria itu, saat ini tugas mereka hanyalah membuat Aris agar segera menyatakan perasaannya kepada

Ana.

"Bagaimana tuan Aris kau setuju bukan dengan pendapat Oma?"

"Pendapat apa oma?"

"Menikah setelah Ana lulus sekolah."

Aris tak langsung menjawab pertanyaan omanya melainkan justru menatap ke arah gadis yang ada di sebelahnya itu.

Entah mengapa saat ditanya omanya seperti itu, Aris tiba-tiba malah ingin meminta persetujuan dari gadis itu.

Sementara Ana yang sadar tengah di tatap oleh majikannya itu pun seketika jantungnya langsung kembali berdebar-debar tak karuan.

"Saya sudah kenyang, jadi saya akan keluar terlebih dahulu Pamit Ana seraya langsung berdiri dari duduknya dan bergegas meninggalkan ruang makan.

Sementara Aris tetap fokus memandangi kepergian gadis itu sampai akhirnya Ana menghilang di balik pintu.

"Aris bagaimana pendapat oma, kau setuju bukan?" Suara Gina kembali terngiang di telinganya. Aris pun langsung tersadar dari lamunannya.

"Entahlah oma, yang jelas kami tak memiliki hubungan spesial saat ini"' Sahut Aris datar.

Setelah itu semuanya pun langsung terdiam kembali dan melanjutkan makan malamnya.

Setelah mereka semua puas berbincang-bincang sampai larut malam di ruang tengah bersama anggota keluarganya itu, Aris pun langsung memutuskan untuk pamit undur diri kepada semua keluarganya saat melihat Ana yang sudah menguap beberapa kali karena matanya sudah mengantuk.

"Buk, oma, Ana pulang dulu ya?" Pamit Ana seraya mencium kedua punggung tangan Rika dan Gina secara bergantian.

"Oke hati-hati ya sayang, lain kali kau harus datang kembali kesini," Pesan Rika.

"lya buk!' Sahut Ana. Setelah itu Ana pun langsung melangkahkan kakinya keluar untuk menyusul majikannya.

Sementara semua keluarganya Aris juga tak lupa untuk mengantarkan kepergian mereka sampai ke teras rumah.

"Rika secepatnya kau harus memikirkan cara untuk membuat Aris segera mengakui cintanya pada Ana, Ana adalah gadis yang tepat untuk Aris, dia begitu sopan santun, pertama kali melihatnya saja aku sudah tahu kalau dia adalah gadis baik-baik yang tidak gila harta dan kehormatan, dia memang wanita yang tepat untuk menjadi bagian dari keluarga kita, ingat! keluarga kita turun temurun selalu mengutamakan perilaku dan akhlaq nya dalam mengoreksi seorang calon menantu"' Pesan Gina pada anaknya itu dengan wajah yang sangat serius.

"Ya ma, mama tak usah khawatir, Rika akan berusaha mencari cara agar Aris menyatakan cintanya pada Ana secepatnya, adapun soal Ana, apa yang mama katakan barusan memang benar, Rika pun juga merasakan hal yang sama saat pertama kali bertemu gadis itu" Puji Rika.

"Ya semoga saja segera terwujud" Sahut

Gina singkat.

Keluarga Aris memang benar-benar berharap kali ini Aris akan bersedia menikahi Ana, lagi pula mereka sudah menyaksikan dengan mata kepala mereka sendiri kalau pria itu mempunyai perasaan terhadap pembantunya.

*****

Lagi-lagi di sepanjang perjalanan mereka berdua hanya diam membisu, saat Aris melirik ke arah gadis di sampingnya di lihatnya Ana semakin bertambah canggung dari sebelumnya gara-gara obrolan mereka di meja makan tadinya.

"'Ana apa kau tak apa-apa?" Ujar Aris membuka percakapan saat melihat ulah gadis itu.

"Ya Ana tak apa-apa pak."

"Maaf kalau keluargaku sempat membuatmu menjadi tak nyaman, lain kali aku tak akan membawamu menemui mereka lagi, kau pasti tertekan sekali bukan, saat mendengar ucapan mereka yang begitu konyol itu?"

Wajah Aris tampak sangat menyesal karena sudah membawa gadis itu bermain ke rumahnya.

"Jangan berkata seperti itu pak! Ana bahkan senang sekali bisa berkumpul dengan keluarga bapak, karena mereka ramah tamah pada Ana, walaupun Ana hanya orang luar dan tidak memiliki status sosial seperti keluarga bapak, tapi mereka berbeda dari kebanyakan orang, Ana suka mereka,"Jawab Ana seraya tersenyum.

"Benarkah?"

"lya."

"Syukurlah kalau begitu, aku pikir kau diam karena tertekan dengan kata-kata keluargaku."

Setelah itu keduanya pun langsung hening kembali. Saat ini mata Ana benar-benar sudah tak dapat diajak kompromi lagi olehnya, Ana langsung tertidur pulas di tengah perjalanan.

Satu jam kemudian.

Mobil Aris sudah tiba di halaman rumahnya. saat Aris menolehkan wajahnya ke samping, di lihatnya gadis itu sudah tertidur begitu lelapnya.

"'Saat tidur pun kau masih terlihat cantik"

Gumam Aris seraya tersenyum kecil.

Entah perasaan apa yang mendorongnya,

Aris tiba-tiba langsung ingin mendaratkan ciumannya di bibir mungil gadis itu.

Cupp

Ciumannya berhasil mendarat di bibir gadis itu, bahkan dia juga tak hanya sekedar mendaratkan ciumannya di sana Aris juga menjilat bibir merah alami tanpa lipstik itu.

Ana yang saat itu merasa tidurnya terusik karena ulah jahil majikannya itu, perlahan-lahan mulai menggerakan tubuhnya dan mencoba memicingkan kedua matanya untuk kembali terjaga.

Aris yang saat itu sadar akan ulah gadis itu pun langsung cepat-cepat menjauhkan tubuhnya dan kembali duduk manis di kursinya sambil pura-pura sibuk sendiri.

"Apa kita sudah sampai pak?" Tanya Ana saat melihat mobil yang ditumpangi sudah terparkir di halaman rumahnya.

"Ah ya, aku baru saja ingin membangunkanmu, tapi kau sudah terlebih dahulu bangun,' Sahut Aris gugup.

Wajahnya tampak memerah saat mengatakan itu.

"Apa yang aku lakukan? kenapa aku berlaku seperti pencuri untuk mengambil bahkan aku melakukannya di saat dia tengah tertidur Maki Aris dalam hati.

kesempatan mencium bibir gadis ini, aaah

Ana yang sadar akan ulah sikap majikannya itu menjadi terheran-heran sendiri, di tambah lagi saat dia merasakan bibirnya terasa lembab, seperti habis di cium.

Oh Ana memang sempat berpikir kalau majikannya itu diam-diam mencuri kesempatan untuk mencium bibirnya di saat dia tertidur.

Tapi di saat dia pikir-pikir kembali, itu tidak mungkin terjadi, mungkin saja bibirnya basah karena ilernya ooh, Ana malu sekali saat membayangkan dirinya yang tertidur sampai mengeluarkan iler di hadapan laki-laki itu.

Ana pun langsung buru-buru berlarian ke kamarnya karena malu.

"Apa yang kulakukan? kenapa bisa aku tertidur sampai mengeluarkan iler di hadapan pak Aris, aaaa mau ku taruh menelungkupkan bantal ke atas wajahnya. di mana mukaku" Batin Ana seraya menelungkupkan bantal ke atas wajahnya.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Pasti Bisa Tanpamu
7.8
Selama delapan bulan, seorang istri bertahan dalam siksaan batin dan diperlakukan layaknya pelayan oleh suami serta keluarga mertuanya. Ketakutan akan status janda membuatnya bungkam hingga pengkhianatan suaminya terungkap. Meski diusir dari rumah warisan orang tuanya sendiri akibat kelicikan mereka, ia kini bangkit dalam keadaan mengandung. Ia bertekad memulai lembaran baru demi membuktikan bahwa dirinya mampu meraih kesuksesan dan kemandirian tanpa mereka.
Sampul Novel Dibuang Suami Diperistri Tuan Presdir
8.1
Lima tahun menikah tanpa anak terasa tenang bagi Zara dan Harry, hingga rahasia besar terungkap. Harry mengaku terlilit utang fantastis dan tega menjadikan istrinya sebagai jaminan pelunasan. Zara pun dijual kepada pria kejam yang menjadikannya objek pemuas nafsu. Di tengah penderitaan itu, Zara mulai menyelidiki kebenaran dan menemukan fakta mengejutkan tentang alasan suaminya berutang. Kisah rumah tangga penuh pengkhianatan ini mengandung konten dewasa.
Sampul Novel Dua Titik (Dilamar CEO Dinikahi Dosen)
8.2
Tanpa perkenalan mendalam, Asoka nekat melamar Riri meski restu orang tua menjadi penghalang besar. Di tengah perjuangannya, Asoka terpaksa pergi ke London dalam waktu lama. Saat ia kembali untuk meraih cinta Riri, kenyataan pahit menantinya: Riri telah resmi dipersunting oleh Kris. Kini, Asoka terjebak dalam dilema asmara yang rumit, sementara kehadiran Kris menjadi penengah tak terduga dalam drama cinta yang penuh rintangan dan pengorbanan ini.
Sampul Novel "Gita Cinta dari Gadjah Mada"
8.1
Gita Cinta dari Gadjah Mada menyajikan kisah asmara antara Gita, mahasiswi penuh talenta, dan Mada, pemuda yang sangat ambisius. Berlatar di lingkungan Universitas Gadjah Mada yang dinamis, hubungan mereka menghadapi berbagai dinamika kehidupan perkuliahan. Pembaca akan diajak menyelami perjuangan cinta yang emosional di tengah atmosfer kampus yang berwarna. Sebuah narasi tentang romansa masa muda yang harus bertahan melewati segala rintangan dunia akademik.
Sampul Novel Insafnya Seorang Gigolo
9.7
Dalam industri jasa yang penuh godaan, ia memegang teguh sebuah prinsip profesionalitas yang tak tergoyahkan. Baginya, memastikan kepuasan setiap pelanggan adalah prioritas utama yang harus selalu diutamakan di atas segalanya. Kisah ini mengikuti perjalanan hidup seorang pria yang mendedikasikan dirinya untuk memberikan layanan terbaik, di mana setiap pertemuan adalah pembuktian atas komitmennya dalam menjaga standar kualitas layanan yang maksimal.
Sampul Novel Kawin Kontrak Sang Pewaris Tunggal
8.5
Maya Syaqilla merantau ke kota demi mengangkat derajat keluarganya. Awalnya ia mengira akan bekerja sebagai asisten rumah tangga, namun kesepakatan dengan Handoko justru menjadikannya istri kontrak sang majikan selama setahun. Meski caranya salah, kemakmuran kini menyelimuti keluarganya. Akankah benih cinta tumbuh antara Maya dan Boy hingga pernikahan mereka menjadi nyata? Ataukah rahasia besar ini akan terbongkar dan memicu kemarahan besar dari kedua keluarga besar mereka?