APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Bingkisan Daster Bekas Mertua

Bingkisan Daster Bekas Mertua

Bagaimana nasib sebuah pernikahan jika kendali keuangan sepenuhnya dipegang oleh ibu mertua? Konflik muncul saat sang suami dipaksa untuk selalu menuruti setiap keinginan ibunya tanpa pengecualian. Di tengah tekanan dominasi keluarga yang begitu kuat dan hilangnya kemandirian dalam rumah tangga, mampukah pasangan ini menemukan jalan menuju kebahagiaan? Kisah ini menyoroti perjuangan mempertahankan cinta di bawah bayang-bayang kendali mertua.
Bab
Bagikan

Bab 3

Jangan Manjakan Istrimu!

     Kruikkkh...

     Terdengar bunyi khas dari perutku. Aku tersadar, hari telah menjelang siang. Aku belum juga makan.

     Astaga, ini berbahaya untuk janin di perutku. Aku meninggalkan adonan kue yang sudah kukerjakan sedari pagi. 

     Berjalan menuju rak piring. Mengambil satu dan mulai mengisinya dengan nasi.

     Kubuka tudung.

     Hmm ...! 

     Harum semerbak aroma kari ayam menggugah seleraku.

     "Kiara, karii yang ini buat Megan, Kiara!. Kau tahu, Megan caoek kerja. Sebentar lagi dia akan pulang. Pasti lapar. Kan kasihan." Tutur Bu Farah sembari menarik kembali kari ayam itu dari hadapanku, lalu menyimpannya ke dalam lemari.

     Astaga...

     Pupus sudah harapanku untuk makan kari ayam yang menggugah seleraku tadi. 

     Aku menelan ludah.

     Seketika selera makanku hilang. Menyaksikan lauk yang tersisa hanyalah sisa lauk kemarin.

     "Nasib, nasib. Nasib menumpang hidup di rumah mertua." Aku membatin.

     Dengan langkah lunglai aku menuju kamar. Membaringkan tubuh dan memejamkan mata, berharap lupa akan kari ayam tadi.

     Ku elus perutku yang membesar.

     "Maafkan Ibu Nak! Jikalau kau tak mendapat kebahagiaan semasa di perut, semoga saja kau bisa hidup  nyaman dan layak seusai terlahir ke dunia," aku berharap.

      "Kiara...!" 

     Berteriak lagi tuh mulut Bu Farah.

      "Adonan kue belum selesai. Ingat, Kiara. Kalau bekerja itu jangan setengah-setengah. Selesaikan dulu satu-satu, baru kerjakan yang lain. Ini boro-boro. Malah tiduran. Hamil itu jangan terlalu di manja. Semua wanita juga pernah hamil kok. Tapi tidak segitu juga manjanya." 

     Kebiasaan. Kalau mengomel, Bu Farah tidak tanggung-tanggung. Berderet-deret panjang hingga seperti gerbong kereta api.

     "Maaf, Bu. Saya kecapean. Mau istirahat sebentar." Jawabku.

     Krieet...

     Pintu kamarku terbuka. 

     "Ck... ck ... ck ...! Ini rupanya. Tiduran..! santai sekali kerjaanmu.  Lihat sana, kerjaanmu belum selesai sama sekali," ocehnya lagi.

     "Maaf, Bu. Aku juga butuh istirahat. Benar-benar capek aku, Bu."     "Memangnya capek ngapain ajah? Baru mengolah adonan segitu. Udah ngelu aja kerjaannya.

     Tin... Tin...

     Terdengar suara klakson sepeda Motor Mas Galih pulang kerja. 

     Buru-buru Bu Fatiah keluar.

     Tidak kupedulikan Mas Galih. Aku tetap berbaring. Tubuh ini benar-benar penat dan letih.

     Sebentar kemudian, Mas Galih muncul.

     "Istirahat, Dek?" Tanyanya.

     "Iya, Mas. Aku capek." Jawabku.

     Syukurnya mulut Mas Galih tudak menurunkan sifat sang Ibu.

     "Ya, istirahatlah. Mungkin Adek memang kecapean. Lagian pula, untuk kesehatan bayi kita juga. Wanita hamil memang jarus cukup beristirahat," ujarnya.

     Mertuaku yang berdiri di ambang pintu nampak bersungut-sungut.

     Aku tidak tahu apakah Mas Galih sadar akan arti sungut Bu Farah atau tidak, ketika kudengar suara Mas Galih berujar,  "Tidak apa-apa, Bu. Sesekali Kiara tidur siang. Kan penting juga buat wanita hamil," ucap Mas Galih lagi.

     Tanpa bicara, Bu Farah melangkah keluar dengan wajah suram.

***

     "Galih, entah berapa kali ibu harus bilang sama kamu, Kiara itu jangan terlalu dimanja. Ngelunjak dia nanti. Lihat! Coba kau lihat! Itu pekerjaan ibu," Bu Farah menunjuk ke arah adonan-adonan kue yang tadi di kerjakan oleh Kiara.

      Perlahan Bu Farah mendekati adonan kue dan mengulek-ulek. Padahal sedari pagi itu adalah pekerjaan Kiara.

     "Sedari pagi ibu bekerja, bersusah payah.  Membuat kue sendiri. Agar apa? Agar busa berhemat. Supaya bisa menghemat uang untuk acara pernikahan Cindi nanti," ucap Bu Farah.

     "Sedangkan istrimu, kau tahu? Sedari pagi tiduran mulu kerjaannya. Tidak mau untuk sekedar membantu ibu di dapur," sambung  Bu Farah lagi.

     "Mungkin Kiara sedang capek, Bu. Namanya saja wanita hamil." Balas Mas Galih lagi.

    "Apaa?"

    Bersambung...

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dinodai Kakak Angkat
8.9
Dalam kondisi tak terkendali, Yugo melakukan tindakan keji terhadap Maheswari, adik angkatnya sendiri. Saat mengetahui Maheswari mengandung darah dagingnya, pria yang sangat mementingkan harga diri itu justru melarikan diri dari tanggung jawab. Kejamnya lagi, Yugo malah menjebak Junior sebagai kambing hitam atas perbuatannya. Kini, Maheswari terjebak dalam dilema besar mengenai masa depannya bersama Junior di tengah situasi penuh kekerasan dan ancaman yang menghimpit.
Sampul Novel GAIRAH ISTRI SATU MILIAR
8.6
Hidup Sinta Maheswari hancur setelah ayahnya menjual dirinya demi melunasi utang dan biaya medis sang ibu. Ia dipaksa menikah dengan putra keluarga konglomerat berkuasa yang memperlakukannya bak budak tanpa nurani. Di tengah penderitaan tanpa cinta, Sinta justru hamil, membawa kegembiraan bagi keluarga besar namun tidak bagi suaminya yang kejam. Kini, Sinta harus berjuang keras mencari cara agar pria berhati iblis itu bisa benar-benar mencintainya.
Sampul Novel Gairah Membara: Cinta Tak Pernah Mati
8.4
Kusuma Hadi sempat menghina Dewi Nayaka tanpa menyadari identitas aslinya. Ia bahkan memerintahkan agar Dewi diusir dan dibuang ke laut. Namun, suasana berubah drastis saat sekretarisnya mengungkap bahwa wanita itu adalah istrinya sendiri. Kusuma pun menyesal dan berbalik memanjakan Dewi dengan penuh kasih sayang. Meski hubungan mereka terlihat sangat harmonis, publik dikejutkan oleh kabar perceraian yang tak terduga di antara pasangan tersebut.
Sampul Novel Hot Billionaire
8.6
Kehidupan Ariel dipenuhi cemoohan karena statusnya sebagai anak dari hubungan gelap. Meski menyandang nama besar sang ayah, ia tetap dianggap sebagai noda hitam yang tak termaafkan. Di tengah penderitaan itu, takdir mempertemukannya dengan Shawn Geovan, seorang miliarder sempurna yang memiliki dunia berbeda. Akankah Shawn mampu menjadi pelindung bagi Ariel dan menjaganya dari hinaan dunia? Ikuti perjuangan cinta mereka yang penuh tantangan dan perbedaan kasta.
Sampul Novel KIBAS DASTER BUNDA
8.0
Dona, ibu tiga anak yang telah menikah selama 17 tahun, sering disepelekan karena penampilannya yang hanya berdaster dan dianggap kuno oleh putri sulungnya, Sakura. Di tengah tekanan ekonomi akibat krisis di kantor suaminya dan tuntutan keluarga yang tinggi, Dona harus berjuang sabar. Namun, rasa jenuh sang anak memicu tekad Dona untuk bertransformasi. Ia memutuskan mengungkap rahasia masa lalunya demi membuktikan bahwa dirinya mampu menjadi sosok luar biasa bagi keluarga.
Sampul Novel Kutemukan kebahagiaan ku
9.0
Prinsip bahwa individu baik akan dipertemukan dengan pasangan yang setara kini benar-benar menjadi nyata dalam hidupku. Setelah melewati fase penuh air mata akibat mencintai pria yang salah, Tuhan akhirnya menjawab doa-doaku. Kini, hadir sosok lelaki tulus yang senantiasa peduli dan menghujaniku dengan kasih sayang yang luar biasa. Inilah akhir dari penantian panjangku, sebuah kebahagiaan sejati bersama seseorang yang mampu menghargai keberadaanku sepenuhnya.