APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Boss Dingin

Boss Dingin

Zahra Aiza Naadhira sempat mengalami penolakan saat melamar di Perusahaan Haidar karena penampilannya yang berbusana Muslimah. Namun, sang bos akhirnya berubah pikiran karena melihat potensi besar Zahra untuk memajukan bisnisnya. Alvino Daffa Haidar, pemilik perusahaan terkaya di Indonesia, dikenal sangat dingin terhadap wanita. Menariknya, ayah Alvino ternyata menjalin kerja sama bisnis dengan ayah Zahra, yang menambah kerumitan hubungan mereka.
Bab
Bagikan

Bab 2

"Hey cantik" sapa Raka dengan tersenyum yang baru datang dan berbicara dengan Zahra yang tiba-tiba dihadapannya itu

"Astagfirullah pak ngagetin aja" Zahra hanya beristigfar dia kaget yang melihat Raka dihadapannya

"Maaf hehe nanti malem sibuk gak" tanya Raka dengan menangkupkan tangannya dimeja sekretaris

"Gak kenapa pak" jawab Zahra

"Kita jalan yuk" ajak Raka dengan tersenyum menderetkan gigi putihnya itu

"Maaf gak bisa pak" Zahra menolaknya karena tidak baik berdua-duaan apa lagi di malam hari takutnya timbul fitnah

"Kenapa" Raka heran dengan gadis ini biasanya perempuan itu gak nolak dengan ajakannya tapi kenapa gadis ini menolaknya seharusnya kan menerimanya dan yang membayarnya pun Raka bukan gadis itu

"Bukan mahram pak gak baik berdua-duaan di malam hari takut timbul fitnah nantinya"

"Baru kali ini aku ditolak perempuan kalo gak ajak sahabat ku juga gimana tenang saja kok dia bawa anak kecil juga" saran Raka

"Anak kecil bukannya dia belum menikah yah apa dia sudah cerai dengan istrinya" batin Zahra

"Gimana Ra kenapa jadi ngelamun si mikirin siapa hayo pasti mikirin aku yah" tebak Raka

"Eh enggak kok pak Ok seterah bapak saja"

"Aku masuk ke dalam dulu ya mau nemui sahabat ku" izin Raka lalu Zahra pun mengangguk dengan tersenyum kemudian Raka pun masuk ke dalam ruangan Vino sahabatnya itu

"Coba biasakan Rak kalo masuk ketik pintu dulu" nasihat Vino yang sedang mengutik laptopnya

"Rak rak emang gw Rak buku apa" Raka mengalihkan pembicaraannya

"Kebiasaan lu ngalihin pembicaraan orang lain" omel Vino

"Ada apa lu ke sini tumben ke sini mulu biasanya gak" sindir Vino

"Suudzon mulu lu mah gw ke sini mau ketemu ayang beb gw tadi"

"Siapa perasaan lu gak punya cewe deh yang deketin lu aja gak mau" ledek vino

"Lu mah gitu sama sahabat sendiri deh"

"Yaudah siapa ayang beb lu"

"Itu sekretaris lu" Vino pun bengong gak percaya masa iya dia kekasih Raka kenapa hatinya tiba-tiba cemburu yah apa mungkin punya perasaan dengan gadis kecil itu

"Kenapa gw tiba-tiba cemburu yah udah lah Vin perempuan itu sama aja cuma manfaatin lu doang" gumam vino

"Hey lu kok malah bengong sih jangan-jangan lu suka yah sama dia" ejek Raka dengan melambaikan tangannya di wajah VinoTidak semua perempuan hanya memanfaatkan kekayaannya tergantung dengan orang tua masing-masing bagaimana ia cara mendidik anaknya itu

-Zahra

"ya gak lah aneh aja lu masa iya suka sama gadis pakaian kaya gitu" ejek vino yang tersadar dengan lamunannya

"Benar nih lu gak suka"

"Hmm"

"Syukur deh awas aja lu ngerebut dia dari gw"

"Gw gak suka ngambil milik sahabat gw sendiri" datar Vino

"Yaudah sih gak usah jeles gitu kalo gak suka bilang aja" vino tidak menanggapi ucapan Raka karena itu tidak penting bagi dia

"Oh iya Vin gw mau ngajak jalan-jalan nanti malam" ajak Raka dengan menangkupkan tangannya di meja kantor vino

"Tumben ngajak main" sindir Vino

"Sekali-kali senangin sahabat gw ini nanti ajak anak lu ye" kata Raka

"Ya nanti gw ajak kalo dia mau ya" ucap Vino

"Dia pasti mau lah sama gw"

Jam istirahat vino keluar dari ruangannya melewati meja Zahra dengan tatapan datar seolah dia tidak perduli kemudian Zahra pun memanggilnya

"Pak Vino tunggu" Vino pun menoleh ke belakang dan mendekati Zahra

"Ada apa" Datar Vino

"Hmm... Ini pak ada berkas yang perlu bapak tangani" Zahra memberi Berkas itu kepada Vino dia pun mengambilnya dari tangan mungil gadis itu kemudian menandatangani berkas itu dan memberi Zahra kembali berkas itu

"Terima kasih pak" sahut Zahra dengan tersenyum Vino hanya bersikap datar

"Mau makan bareng saya tidak sekalian saya mau ke kantin" ajak Vino dengan wajah yang masih datar membuat Zahra takut dengan sikapnya itu

"Emangnya boleh pak" tanya Zahra dengan gugup lalu vino pun mengangguk kemudian kami pun pergi ke kantin untuk makan bersama

"Mau pesan apa mbak pak" tanya pelayan itu yang menghampiri kami berdua

"nasi goreng sama teh manis" jawab bersamaan antara Vino dengan Zahra kami pun saling tatap Zahra langsung menundukkan kepalanya

"Kalian memang pasangan serasi jadi Nasi goreng 2 dan teh manis 2" goda pelayan itu lalu Mereka pun mengangguk sambil menunggu pesanan tadi kamu mengobrol berdua

"Saya boleh tanya gak" kata Zahra yang sedikit takut berbicara dengannya

"Boleh" jawab singkat Vino dengan dingin

"Kenapa bapak berbicara datar sih sa saya memangnya Salah saya apa pak" Zahra berbicara seperti ini agar dia tau kenapa bosnya ini bersikap datar kepadanya

"Karena semua perempuan itu sama hanya mau harta saya doang" lirih Vino

"Gak semua wanita seperti itu pak tergantung bagaimana orang tuanya mendidik dia" jelas Zahra

"Sudah banyak perempuan yang hanya manfaatkan say jadi untuk apa saya serius dengan wanita" datar Vino

"Bapak gak boleh dong mempermainkan hati wanita seandianya bapak punya anak perempuan memangnya bapak mau jika anak bapak dimainkan oleh cowo lain" nasihat Zahra

"Ya gak mau lah saya bakal ajar tuh cowok yang berani permainkan hati anak saya"

"Nah bapak aja marah kan apa lagi orang tua mereka jika tahu anaknya dipermainkan oleh bapak sendiri mereka pasti marah" Vino menatap Zahra dengan kagum ternyata dia berbeda dengan perempuan di luar sana yang hanya memanfaatkan kekayaannya saja

"terima kasih nasihatnya" baru kali ini Zahra melihat bosnya tersenyum

"Senyum terus ya pak bapak tampan kalo senyum seperti ini" Zahra keceplosan menyebut Vino tampan emang iya sih dia tampan tapi Datar

"Saya emang ganteng dari dulu kok" dengan bangganya Vino mengucapkan begitu dengan Zahra tiba-tiba Raka datang dia ditinggal oleh Vino diruangannya

"Gw nungguin lu lama di ruangan lu eh malah berdua-duaan disini sama kekasih gw" pura-pura marah Raka yang baru saja datang dan duduk di samping Vino sementara Zahra duduk di depan mereka berdua

"Maaf gw lupa, lu mau pesan apa sana gih pesan" perintah vino

"Lu yang bayar ye"

"Ya sana pesan aja" kemudian Raka pun memesan makanannya lalu kami makan bersama-sama

"Eh kok lu samaan sih sama kekasih gw makanannya" Raka cemburu melihat makanan mereka berdua sama

"Kenapa? Lu cemburu" dingin vino sambil makan nasi gorengnya itu

"Iyalah gw cemburu masa makanan lu sama dengan kekasih gw" Raka gak terima jika kekasihnya sama dengan sahabatnya

"Kekasih kapan lu pacarannya coba" vino pun tidak mau kalah dengan sahabatnya itu

"Lagi otw kenapa emangnyau cemburu ya" mengalihkan pembicaraan vino itu

"Ya gak lah karena dia sekretaris gw jadi gw harus tau ada apa hubungannya dengan sahabat gw sendiri" lawan vino yang tidak mau kalah dengan Raka

"Awas ye kalo lu rebut dia dari gw" Zahra hanya tertawa melihat mereka meributkan dirinya itu

"Gak bakal gw gak demen teman makan teman"

"Gw pegang janji lu ya gak beb" Raka berbicara dengan Zahra yang sedang makan

"Lebay lu" sahut Vino

"Sirik aja tetangga" balas Raka

"Gak baik makan sambil berbicara lanjutin dulu makanan kalian berdua" nasihat Zahra

"Tuh dengerin apa kata calon istri gw" ujar Raka dengan tersenyum miris vino pun tidak menanggapinya dia hanya datar kenapa tiba-tiba dia cemburu dengan Zahra padahal dia bukan siapa-siapa Vino apa mungkin jika dia menyukainya masa iya menyukai kekasih sahabat sendiri yang ada mereka ribut lagi

"Lu gak boleh cemburu ingat jangan lukai hati sahabat lu itu" gumam vino yang sedang makan dia melihat Zahra dengan Raka yang begitu akrab sekali sedangkan Vino dia hanya diam tidak mengobrol dengan mereka lagi

Sore hari jam 04.00 Zahra sudah mau pulang kerja sekarang dia sedang membereskan semua pekerjaannya dulu sedangkan Vino yang baru keluar dari ruangannya segera ingin pulang karena malam ini dia ada janji sama sahabatnya itu Zahra pun sama ada janji dengan Raka bosnya pun tidak tau jika Zahra akan datang juga

"Kamu mau pulang Ra" tanya Vino yang baru saja keluar dari ruangannya

"Iya ini saya lagi beres-beres dulu" jawab Zahra yang sedang sibuk merapikan Berkas-berkasnya

"Saya bantu yah biar cepat selesai" kemudian membantu menumpukan berkas-berkasnya yah dia sedang sibuk hari ini

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Bukan Orang Ke 3 (Tak Kuasa Menolak Takdir Cinta)
8.6
Almira Mayangsari berjuang membesarkan dua keponakan tanpa berharap menemukan pria yang tulus. Takdir mempertemukannya dengan miliarder Bastian Navarell yang menyelamatkannya dari bahaya. Meski saling jatuh cinta, Almira memilih lari saat tahu Bastian telah beristri karena tak ingin jadi orang ketiga. Bastian yang terobsesi tidak menyadari bahwa Almira sebenarnya masih perawan. Akankah kebenaran ini menyatukan mereka dalam jalinan cinta yang elegan dan penuh haru?
Sampul Novel Alexandra Mata-mata sang CEO
9.1
Alexandra Johnson terjerat dalam kontrak rumit yang memaksa dirinya menjadi mata-mata untuk mengawasi seorang CEO ternama. Namun, sebuah insiden tidak terduga justru mengubah segalanya dan membuat nasib Alexa kini terjepit di antara dominasi dua CEO sekaligus. Terperangkap dalam situasi yang penuh risiko, ia harus menghadapi kendali dua pria berkuasa tersebut sembari menavigasi intrik dunia bisnis yang berbahaya dan penuh dengan tekanan emosional.
Sampul Novel Baby Daddy
8.2
Bastian Cokro, CEO F&B berusia 30 tahun, diterpa isu miring mengenai kemandulan yang membuatnya tetap melajang. Sementara itu, Eva Sania adalah penyiar berita sukses yang menikmati hidup bebas bersama pasangan FWB-nya. Namun, dunianya jungkir balik saat sang ibu memberikan perintah tak terduga. Alih-alih mendesak Eva untuk menikah, ibunya justru meminta Eva segera memiliki anak tanpa perlu mencari suami. Kini, pencarian pria sehat untuk membuahinya pun dimulai.
Sampul Novel BAYAR dengan Tubuhmu
9.6
Celina terpuruk dalam kehancuran setelah dikhianati oleh tunangannya sendiri. Tak hanya difitnah, ia bahkan dijadikan jaminan hutang demi melindungi saudara laki-lakinya. Kini, ia terpaksa menyerahkan dirinya kepada Mikhael, seorang pria berkuasa yang dingin. Namun, saat Celina datang dengan wajah sembab penuh duka, Mikhael justru mencemooh kondisinya yang menyedihkan. Di tengah tekanan keji ini, Celina harus bertahan melayani pria yang terang-terangan menghinanya.
Sampul Novel CEO Itu Ayah Dari Anakku!
8.6
Risa, gadis desa yang mencari orang tuanya di kota, justru dikhianati teman dan dijual hingga berakhir menghabiskan malam bersama CEO muda, Arjuna. Hubungan singkat itu menghasilkan kehamilan yang mengancam reputasi sempurna Arjuna. Di tengah perbedaan kasta sosial dan intrik keluarga yang rumit, Arjuna terjebak antara menjaga citra atau melindungi Risa. Akankah cinta tumbuh di balik skandal besar ini, ataukah status sosial menghancurkan segalanya?
Sampul Novel CLARITTA, KAMU MILIKKU
9.1
Claritta Indriana, model populer, terjerat dalam pernikahan rumit dengan pewaris Andromeda Group, Aslan Teryeka. Meski mengaku cinta, Aslan memperlakukan Claritta semena-mena dan bersikap posesif, bahkan tega berselingkuh dengan sekretarisnya. Di tengah pengkhianatan dan kebencian Aslan yang membara, Claritta terjebak dalam dilema besar. Haruskah ia bertahan sebagai boneka dalam hubungan hancur ini, atau memilih menghilang selamanya demi meraih kebebasan?