APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Brondong Bucin

Brondong Bucin

Dunia Aira runtuh total setelah kepergian sang suami. Sebagai ibu tunggal, ia sempat terpuruk dalam duka hingga melalaikan ketiga buah hatinya. Sadar kesedihan tak akan memberi makan, Aira mencoba bangkit demi masa depan mereka. Di tengah perjuangan berat itu, takdir mempertemukannya dengan seorang pemuda yang mencintainya dengan sangat ugal-ugalan. Namun, mampukah cinta mereka bertahan saat rintangan baru mulai menguji keteguhan hati Aira kembali?
Bab
Bagikan

Bab 3

Kehidupan Aira mulai sedikit membaik, ia menjadi lebih giat bekerja dan kembali mengurus buah hatinya.

"Alhamdulillah hari ini ibu banyak orderan, nanti Amara bantu ibu jaga Akbar ya, Nak," pintanya kepada si sulung, kebetulan hari ini adalah hari Minggu.

"Iya, Bu," sahut Amara sopan.

Remaja dua belas tahun itu sudah pandai mengurus rumah dan kedua adiknya, Amara tahu apa yang harus ia kerjakan guna membantu sang ibu meringankan pekerjaannya.

Aira dan Amara akan berbagi tugas, begitu pun dengan Amar, ia akan membantu sebisanya.

Seperti Minggu pagi ini, di saat mereka libur sekolah Amara akan membagi pekerjaan rumah dengan sang adik. Ia mencuci piring dan pakaian, sementara Amar menyapu lantai dan membersihkan tempat tidur.

Aira sendiri sudah berkutat dengan tepung terigu dan teman-temannya sejak sehabis subuh, hari ini Aira mendapat pesanan dua ratus boks berisi empat jenis untuk masing-masing boksnya, itu artinya Aira harus membuat delapan ratus buah kue untuk memenuhi pesanan tersebut. Semua Aira kerjakan sendiri tanpa meminta bantuan kepada siapa pun.

Saat ini Aira belum berani mengambil karyawan, ia takut tidak bisa memberikan gaji yang cukup untuk pekerjanya, itu sebabnya ia memutuskan untuk mengerjakan semuanya sendiri.

Tepat pukul tiga sore semua pesanan selesai, tak lama sebuah mobil minibus hitam memasuki halaman rumahnya.

"Rumah Bu Aira, ya?" tanyanya dan Aira langsung menyambut kedatangan tamunya.

"Silakan masuk dulu, Bu."

"Tidak usah repot-repot, Bu. Saya mau ambil pesanan kue aja. Oh ya, tadi Bu Ratna berpesan katanya Bu Aira harus ikut saya ke rumahnya," ucap wanita berhijab putih tersebut.

Karena tidak ada alasan untuk menolak ajakan tersebut akhirnya Aira menurutinya, setelah mengganti daster lusuh dan sedikit memoles wajahnya Aira berangkat menuju kediaman Bu Ratna.

Setibanya di sana keadaan rumah Bu Ratna sudah sangat ramai karena memang wanita kaya itu akan menggelar selematan, sebagian besar tamu memuji kue buatan Aira, mereka mengatakan jika kue buatan Aira adalah kue terenak yang pernah mereka makan.

Tak lama Aira dikejutkan dengan kedatangan seorang pria klimis berkemeja hitam.

"Kuenya enak banget, Mbak. Apa saya boleh minta nomor hapenya? Saya berencana ingin memesan kue dalam waktu dekat," ucapnya.

Tanpa berpikir panjang Aira langsung menyebutkan dua belas angka nomor ponselnya.

"Rencananya saya mau buat kejutan di hari ulang tahun istri saya nanti, Mbak. Istri saya itu suka sekali jajanan pasar seperti ini. Apa Mbak bisa menyusunnya seperti kue ulang tahun?"

"Waduh! Saya belum pernah bikin yang kaya gitu, Pak, tapi kalau Bapak mau insya Allah nanti akan saya usahakan." Aira mengatakan yang sebenarnya.

"Saya yakin Mbak bisa, banyak kok tutorialnya di internet. Soalnya kue Mbak enak banget, saya yakin istri saya akan suka."

"Iya, Pak, akan saya usahakan, tetapi saya nggak bisa berjanji, ya," ucap Aira sebelum meninggalkan rumah Bu Ratna.

Keesokan harinya ketika mendapat pesanan baru, iseng-iseng Aira mencoba menyusun kue-kue basah tersebut menyerupai kue tart dan menghiasnya dengan bunga-bunga yang terbuat dari beberapa jenis sayuran.

"Ternyata tidak sesulit yang aku bayangkan," gumamnya, setelah itu mulai menghubungi pria yang memperkenalkan diri sebagai Arif itu.

"Alhamdulillah saya bisa membuat pesanan Bapak, kira-kira kapan bisa saya kerjakan?" tanyanya.

"Minggu depan ya, Mbak. Tolong berikan rincian biaya serta nomor rekeningnya, saya akan langsung melunasinya."

"Baik, Pak," jawab Aira cepat, kemudian mulai menghitung jumlah modal dan keuntungan yang akan ia ambil.

Sesuai perjanjian Pak Arif datang berkunjung ke kediaman Aira, ia ingin mengambil kue yang ia pesan satu minggu yang lalu. Namun siapa sangka jika setibanya ia di kediaman Aira, seorang wanita datang menghampiri keduanya.

"Oh jadi ini rumah selingkuhan kamu, Mas. Benar kata Bu Ratna, perempuan pedagang kue ini bukan perempuan baik-baik. Awalnya aku tidak terlalu memikirkan hal ini ketika Bu Ratna mengatakan jika kalian bertukar nomor ponsel, sampai akhirnya aku mendengar sendiri jika hari ini kalian akan bertemu janji," ucapnya berapi-api.

"Mohon maaf, Bu. Maksud Ibu apa?" tanya Aira kebingungan.

"Saya tahu kalian sudah janjian sejak Minggu lalu, saya juga tahu kalau suami saya mentransfer sejumlah uang ke kamu dan hari ini benar dugaan saya." Wanita itu terus berteriak hingga memancing beberapa tetangga Aira.

"Ibu salah paham, tolong kecilkan suara Ibu. Saya malu."

Bukannya mengecilkan suaranya, istri Pak Arif justru semakin mengencangkan suaranya. "Masih punya malu rupanya, tapi kamu nggak malu saat janjian juga minta uang sama saya, hah?"

Pak Arif yang merasa tidak enak mencoba melerai istrinya, ia terus membujuk dan menjelaskan kesalahpahaman itu.

"Mama itu salah paham," ucapnya lembut. "Papa ini minta nomor hape Mbak Aira karena kue yang beliau buat sangat enak, jadi papa berencana untuk memesan kue untuk ulang tahun Mama. Papa yakin Mama akan suka, itu sebabnya hari ini papa datang ke sini untuk mengambil pesanan itu," lanjutnya.

"Tapi kata Bu Ratna ...." Istri Pak Arif terlihat kebingungan.

"Yang dikatakan Pak Arif benar, Bu. Sebentar." Aira ikut menimpali kemudian masuk ke dalam rumah untuk mengambil pesanan yang dimaksud.

"Ini, Bu. Tiga tingkat kue dengan lima jenis kue basah yang menurut cerita Pak Arif kelimanya adalah kue kesukaan Ibu. Jadi komunikasi antara saya dan Pak Arif murni karena beliau memesan kue ini, pun dengan sejumlah uang yang dikirimkan ke rekening saya adalah uang pembayarannya."

"Memang Pak Arif memberi saya lebih, beliau mengatakan kalau itu bonus untuk upah merangkainya karena saya sendiri hanya memberi harga sesuai jumlah dari kue yang saya buat saja, tidak menambah uang merangkainya. Kalau memang Ibu tidak Ridho maka saya akan mengembalikannya," lanjut Aira menjelaskan.

Istri Pak Arif menangkup wajahnya dengan kedua tangan. "Maafin saya ya, Mbak. Saya sudah salah sangka sama Mbak Aira, apa lagi sampai menyebut Mbak yang tidak-tidak."

"Nggak apa-apa, Bu. Namanya juga salah paham. Mungkin nanti bisa ibu tanyakan kepada Bu Ratna maksud dari semua ini." Aira memberi saran.

"Pasti itu, Mbak. Kurang ajar si Ratna sudah bikin saya malu. Makanya kemarin waktu acara dia juga saya malas datang, makanya saya suruh suami saya aja, eh malah kejadian kaya gini."

"Dari sini saya juga belajar, Bu. Mungkin lain kali bisa lebih berhati-hati lagi kalau ada pria beristri yang meminta nomor ponsel saya, takut dikira si istri saya akan menggoda suaminya." Aira terkekeh kecil membuat istri Pak Arif semakin tak enak hati.

Akhirnya setelah berulang kali meminta maaf, pasangan suami istri itu pergi meninggalkan rumah Aira.

"Huffttt! Ada-ada aja," gumamnya.

Aira masuk ke dalam rumah, tetapi sebelum itu ia sempatkan untuk menengok beberapa tetangga yang masih melihat ke arah rumahnya, tetangga kepo yang mungkin saja sudah menyebarkan isu jika Aira bukanlah wanita baik-baik seperti tuduhan istri Pak Arif tadi.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Tidak Rela Dimadu
9.6
Lima tahun menikah tanpa buah hati membuat Zeline dituduh mandul oleh Melvin. Meski hasil medis menyatakan dirinya sehat, sang suami yang hilang kesabaran justru memilih menikah siri dengan wanita yang lebih muda. Zeline harus menelan kepahitan luar biasa saat pengabdiannya dibalas dengan pengkhianatan terang-terangan. Di tengah hancurnya martabat dan kepercayaan, akankah Zeline bertahan dalam duka ini, atau ia memilih mengakhiri segalanya dengan perceraian?
Sampul Novel Berondong Simpanan Istriku
9.3
Kehidupan rumah tangga yang tampak tenang mendadak diguncang oleh persoalan yang sangat sensitif. Cerita ini mengeksplorasi gejolak batin dan dilema besar yang dihadapi ketika seorang suami gagal memberikan kepuasan serta nafkah batin kepada istrinya. Di tengah kekosongan emosional dan hasrat yang tak terpenuhi, sang istri mulai mencari pelarian yang tak terduga. Sebuah drama modern yang penuh ketegangan tentang kesetiaan, rahasia kelam, dan harga sebuah kebahagiaan.
Sampul Novel Darling Enemy
8.7
Vanilla Putri Mahameru sangat membenci Altan Wijaya Kesuma, putra dari mantan kekasih ibunya yang sering menghinanya tidak berotak. Altan, seorang konglomerat angkuh, menganggap Vanilla hanya mengandalkan nama besar keluarganya. Konflik memuncak saat Vanilla harus magang di kantor Altan selama empat bulan. Sejak sesi wawancara yang penuh drama dan jawaban nyeleneh, Vanilla harus berjuang menghadapi tekanan kerja di bawah pengawasan ketat pria yang ia juluki Setan Borjuis tersebut.
Sampul Novel Dewa Perang Terbaik
8.9
Daniel adalah sang Dewa Perang yang disegani. Dahulu, saat masa remaja yang sulit dan penuh kelaparan, seorang gadis kecil memberikan sekeping biskuit yang sangat berarti baginya. Kini, demi membalas budi atas kebaikan tersebut, Daniel memutuskan kembali ke kota asalnya. Ia bertekad melindungi sosok yang pernah menolongnya itu, yang sekarang telah tumbuh dewasa menjadi seorang wanita muda dengan paras yang sangat cantik jelita.
Sampul Novel Ditinggal Suami Dinikahi Adik Ipar
8.9
Shifra, yatim piatu yang dinikahi miliarder Elzien Kagendra, harus kehilangan suaminya akibat kecelakaan tragis. Hidupnya berubah menjadi pelayan di rumah mertua hingga sebuah insiden satu malam memaksanya menikahi adik iparnya sendiri. Saat telah memiliki anak, Elzien yang disangka wafat tiba-tiba muncul kembali. Kini Shifra terjebak dalam dilema besar antara cinta pertamanya atau suami kedua yang merupakan ayah dari bayinya. Siapa yang akan dia pilih?
Sampul Novel Gairah Nakal Ayah Temanku
8.8
Kisah romansa modern ini secara khusus ditujukan bagi pembaca dewasa yang mencari narasi dengan tema yang lebih matang. Mengangkat jalinan emosi yang kompleks, alur ceritanya menuntut kedewasaan sikap dalam memahami setiap konflik yang terjadi. Pastikan Anda telah cukup umur dan bersikap bijak sebelum menelusuri lebih jauh dinamika hubungan yang penuh gejolak ini. Sebuah bacaan yang eksplisit serta berani bagi para penikmat literasi romantis dewasa.