APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Budak Nafsu Tuan Jhon!

Budak Nafsu Tuan Jhon!

Kecantikan luar biasa dan bentuk tubuh ideal ternyata menjadi kutukan bagi tiga bersaudara, Sherly, Livy, dan Hanny. Meski masing-masing telah membangun rumah tangga, kehidupan pernikahan mereka justru penuh cobaan berat. Pesona fisik yang mereka miliki malah memicu berbagai konflik rumit yang mengancam keharmonisan keluarga. Mampukah kakak beradik ini bertahan menghadapi badai masalah yang terus datang menghampiri kehidupan asmara mereka?
Bab
Bagikan

Bab 3

“Pa, kenapa bulan ini isi amplop coklat Mama berkurang banyak, ya? Kan tidak cukup untuk bayar macam-macam sebulan?” Livy mencoba berhati-hati menanyakan perihal jumlah uang belanja sembari merapikan sepatu dan tas kerja Albert, ketika ia memasuki kamar dan menemui suaminya tergeletak lemas di ranjang.

“Mama sih cuma butuh untuk membayar tagihan dan belanja saja, tidak perlu lebih. Tapi sepertinyanya yang bulan ini tidak cukup untuk membayar semuanya.”

Masih berbaring di ranjang, Albert menjawab dengan kepala masih terbenam di bantal, “santai saja, Ma. Ada kok. Aku cuma pinjam sebentar untuk membeli keperluan kantor sama beberapa koleksi. Besok pasti aku ganti. Tenang saja.”

Suara lembut Albert membuat hati Livy luluh. Si cantik itu sangat mencintai suaminya dan dia tahu Albert juga memujanya. Yah, memangnya kenapa kalau suaminya itu sedikit boros? Uang belanja adalah uang Albert juga, sehingga kalau dia memang memerlukannya, tidak ada salahnya Livy rela. Apalagi Albert sudah memberikan banyak hal untuk Livy dan anak-anaknya. Albert sudah membuai mereka dengan harta benda dan kasih sayang berlimpah.

Tiba-tiba saja tangan Albert menarik Livy hingga rebah di ranjang. Livy tertawa kecil sembari meronta dan mencoba bangkit.

“Shhh, anak-anak belum tidur. Jangan aneh-aneh ah,” Bisik Livy pada suaminya yang tiba-tiba saja ‘menyerangnya’. Sekali dua kali Livy melirik ke arah pintu kamar dan berharap kedua anaknya tidak tiba-tiba muncul.

“Lah, kenapa aku tidak boleh bersenggama istriku sendiri?”

“Pa! Bahasanya kok jorok gitu? Kampungan!”

“Hm, kalau dulu aku tahu akan menikahi perempuan lugu, aku pasti protes keras pada almarhum Ayah dan Ibumu,” canda Albert. “Mereka membesarkan seorang anak perempuan yang pintar dan cantik jelita tapi naif luar biasa.”

“Tidak lucu. Memang kenapa kalau aku anak kemarin sore yang naif atau lugu? Salah sendiri kamu mau menikah sama aku.”

Albert mengamati istrinya. Rambut panjang indah menggelora, bulat mata indah dengan bulu mata yang lentik, pipi halus tanpa bercak ataupun jerawat, kulit mulus seputih susu, buah dadanya masih membusung kencang, pinggang langsing, pinggul sempurna di atas bokong yang bulat merangsang dan kaki jenjang yang sangat menawan.

Saking mempesonanya, dulu pernah sekali waktu, seorang agen iklan meminta Livy menjadi model iklan sabun mandi terkenal, namun Livy menolaknya karena ia hanya ingin menjadi ibu rumah tangga biasa. Sejak menikahinya hingga kini, Albert selalu mengagumi kemolekan istrinya yang hampir sempurna, anugerah terindah yang pernah ia miliki. Kemanapun Livy pergi, mata para kaum Adam selalu mengikuti alunan anggun gerak tubuhnya. Sungguh Albert seorang lelaki yang beruntung.

Tangan-tangannya dengan nakal menjelajahi perut Livy. Masih seperti perut seorang gadis remaja, padahal kenyataannya sudah melahirkan dua orang anak.

“Bukan naif dan lugu ya? Hmm... kalau begitu kamu ini wanita konservatif," seru Albert.

“Maksudnya?” tanya Livy.

Albert mulai menyesal memulai percakapan ini.

Livy sangat lugu dan naif dalam hal bercinta dan berpenampilan. Pakaian yang dikenakan istrinya selalu sopan dan tidak pernah menonjolkan keindahan tubuhnya. Livy juga bukan seorang petualang di ranjang. Dia pemain seks yang amatir dan monoton. Berciuman, saling raba lalu bercinta dengan posisi missionary. Selalu begitu, tidak ada inovasi posisi, tidak ada perubahan, konvensional.

Sekali dua kali, Albert bisa melakukan gaya yang lebih lebih menantang, tapi istri Albert itu tidak pernah mengijinkan kemaluan sang suami menyentuh bagian sensitif belakangnya dalam kondisi apapun, anal sex adalah sesuatu yang tidak mungkin dilakukan. Walaupun Livy pernah mengatakan kalau istilah doggie style itu juga merendahkan diri sama seperti binatang, namun dalam kondisi ‘panas’ Livy biasanya menyerah pada keinginan suaminya.

Di awal pernikahan mereka, Albert pernah mencoba melakukan oral seks pada bibir kewanitaan Livy, tapi istrinya itu langsung menjerit dan melonjak-lonjak marah. Dia menghardik Albert dan menandaskan kalau kemaluan mereka kotor dan tak layak dicium atau dijilat.

Livy tidak pernah mengerti kenapa Albert ingin menjilati bibir kemaluannya yang merupakan sumber penyakit. Sebaliknya pun begitu. Suatu ketika sesaat setelah Albert meminta Livy mengulum miliknya, istrinya itu langsung mengunci diri di dalam kamar mandi dan tidak mau keluar selama dua jam. Sejak saat itu Albert tidak pernah meminta posisi yang aneh-aneh lagi. Asal bisa menyentuh istrinya, posisi missionary pun jadilah.

“Jadi? Kok malah bengong? Ayo jelasin! Kenapa konservatif?” lanjut Livy. “Apa karena aku ini kolot dan konvensional? Bukan wanita murahan? Bukan wanita yang kamu suruh apa-apa aja mau? Digulingkan kesana kesini terus buka paha?”

“Duh, kejauhan nih. Kenapa jadi begini ya? Sudahlah. Lupakan saja.”

“Tidak mau ah. Kan kamu yang memulai percakapan ini, jadi aku ingin mendengar lanjutannya. Kenapa aku ini wanita konservatif?”

“Yah, Mama kan memang tidak ingin mencoba hal-hal baru saat bercinta denganku, jadi....”

“Aku melakukan apa yang menjadi tugasku,” kata Livy penuh emosi. “Aku sudah berusaha menjadi seorang istri yang baik, setia, selalu melakukan apa yang kamu minta dan telah memberimu dua orang anak yang cerdas! Masih kurang?”

“Iya… iya… Maafkan Papa, ya? Kamu benar, Mama sayang, aku minta maaf.” Albert mengalah. Dia berusaha mengembalikan mood sang istri yang nampaknya mulai naik pitam. Tangannya kembali bergerak menggerayang.

“Malas!” tolak Livy sambil menepis tangan Albert yang mulai meremas bukit kembarnya. livy bangkit dari ranjang. “Itu airnya sebentar lagi siap.”

Albert memahami nada suara istrinya yang tinggi dan memiringkan badan untuk mengecup bibir Livy. Albert bagaikan mengecup sebatang es batu. Dingin, dan tanpa membuka mulut. Setelah mencium bibir Albert tanpa ekspresi, Livy melangkah keluar kamar. Albert ikut bangkit dari ranjang dan berjalan menuju kamar mandi.

Entah kenapa, setelah duabelas tahun menikah dan hapal dengan sifat-sifat Livy, dia dengan bodohnya memutuskan untuk membicarakan hal yang menyinggung perasaan istrinya. Kalau sekarang malas, nanti malam pasti juga ditolak kalau minta jatah. Suami Livy itu terpaksa menyelesaikan semua nafsu sendirian di kamar mandi untuk melepas hasrat birahinya.

Bukannya bisa menikmati Livy, malah harus kerja sendiri di kamar mandi.

Sial sekali ini, dasar sial. Gerutu Albert.

***

Mr. Ransom adalah pensiunan Militer berusia 62 tahun dengan tubuh tambun dengan kulit hitam kecoklatan akibat terlalu sering berjemur di bawah sinar matahari. Wajahnya sudah dipenuhi keriput, matanya kuning kemerahan dan rambut keritingnya mulai membotak. Wajahnya bukan wajah seorang pria tua yang simpatik, bahkan cenderung buruk rupa.

Bersambung…

Makin penasaran saja bukan dengan kisah 3 kakak beradik ini. Ikutin terus yaa

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku gundik
8.0
Ragazza Perfetto dikenal sebagai sosok pria kaya raya yang memiliki kepribadian hampir tanpa celah. Namun, kesempurnaan hidupnya seketika hancur saat wanita yang ia cintai dengan sepenuh hati justru tega mengkhianatinya. Tanpa belas kasihan, belahan jiwanya tersebut menginjak-injak harga diri Ragazza dan menyerahkan kehormatannya kepada seorang gundik. Kini, sang miliarder harus menghadapi kenyataan pahit saat martabatnya dilemparkan begitu saja dalam konflik romansa ini.
Sampul Novel CEO lumpuh itu, suamiku
9.5
Rachel Martinique, seorang dokter bedah, terjebak dalam pernikahan paksa sebagai alat penebus hutang keluarganya. Ia harus bersuami dengan seorang CEO lumpuh yang tidak ia kenali sebelumnya. Kehidupan baru ini penuh ketegangan karena sang suami menyimpan kebencian mendalam terhadap dirinya. Tanpa landasan cinta, Rachel harus menghadapi ketidakpastian dalam rumah tangga mereka. Akankah kasih sayang tumbuh seiring waktu, ataukah nasib buruk yang menanti?
Sampul Novel Diperas Mafia Tengil
8.6
Hidup Rania penuh cobaan, mulai dari gagal menikah hingga diceraikan karena tak punya anak lelaki. Saat ingin berhenti menjadi asisten pribadi, ia justru diperas oleh bosnya yang seorang mafia, Radin. Namun, Radin malah melindungi Rania dan putrinya dari gangguan sang mantan suami. Sikap kontradiktif ini membuat Rania bingung akan niat asli Radin. Ternyata, Radin menyimpan rahasia besar tentang masa lalu mereka yang menjadi alasan di balik kebaikannya.
Sampul Novel Istri sang Tuan Muda Lumpuh
8.4
Fyorin terjebak dalam momen intim yang menegangkan bersama Tuan Muda Sooya. Di tengah balutan gairah dan keraguan, Fyorin menyatakan kesediaannya untuk menyerahkan segalanya. Namun, kepolosannya muncul saat ia terkejut melihat realitas fisik sang tuan muda yang mengintimidasi. Rasa takut mulai menyelimuti benaknya, hingga Sooya memintanya memejamkan mata demi meredam kecemasan. Sebuah kisah romansa dewasa penuh intrik keluarga yang menguji keberanian hati Fyorin.
Sampul Novel JEJAK CINTA DI SISIKU
9.2
Anindita terjebak dalam dilema saat mencari Zack, kekasihnya yang menghilang tanpa jejak. Di tengah pencarian, ia bertemu Dirgantara, pria pelindung yang masih terbayang mendiang istrinya yang tewas tragis. Saat perasaan Anindita mulai beralih pada Dirgantara, Zack kembali muncul dengan segala misterinya. Takdir pun mulai mengungkap keterkaitan kelam antara masa lalu Zack, Dirgantara, dan sang istri. Siapakah yang akhirnya akan memenangkan hati Anindita?
Sampul Novel Menikahi Seorang Abusive
8.6
Impian Dewi tentang rumah tangga harmonis hancur seketika saat menghadapi kenyataan pahit. Sebagai istri, ia terjebak dalam pernikahan beracun bersama Raihan, sosok suami yang sangat kasar dan abusif. Setiap hari menjadi perjuangan batin yang menyiksa di tengah perlakuan buruk pasangannya. Kini, Dewi berdiri di persimpangan jalan yang sulit. Haruskah ia tetap bertahan demi komitmen, atau berani melangkah pergi demi keselamatan jiwanya?