APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Bukan Salah Jodoh (Si Kembar)

Bukan Salah Jodoh (Si Kembar)

Claire terpaksa menghadapi kenyataan pahit saat ditinggalkan di hari pernikahannya. Demi menjaga martabat, ia akhirnya menyetujui pernikahan kontrak dengan saudara kembar calon suaminya. Di tengah upaya menumbuhkan benih cinta dalam rumah tangga barunya, Claire harus menghadapi berbagai ujian berat. Gangguan terus datang dari mantan calon suaminya yang berkhianat, serta kehadiran mantan kekasih sang suami yang berusaha merusak hubungan mereka berdua.
Bab
Bagikan

Bab 2

"Kalian akan menikah resmi, mengulang ijab qobul atas nama, Edward dan Claire."

Claire dan Edward saling lirik, mendengar kalimat Sonya yang tak lain ibu dari Edward dan Ethan.

Sesuai yang dikatakan Edward kemarin, hari ini dua keluarga itu berkumpul untuk membicarakan masalah yang ada.

"Maaf ya, Bu Celin, Pak Wirya, tapi jujur saya dan suami saya tidak setuju dengan hubungan, Edward dan Clarha."

Celin dan Wirya mengangguk, mereka menyadari jika sosok Clarha memang tidak seperti Claire, Clarha lebih bersikap seenaknya dibanding Claire.

"Tidak masalah, Bu Sonya, kami mengerti dengan itu, kami minta maaf atas segala sikap buruk, Clarha, selama ini."

"Iya, Bu, tapi kami harap jika mereka berdua bisa benar-benar menikah, bukan Ethan dan Claire, tapi Edward dan Claire."

"Mamih, gak seperti itu dong," ucap Edward.

"Kenapa, kamu masih mempertahankan, Clarha?"

"Aku dan Clarha, sudah berakhir, jadi kami tidak sama-sama lagi sekarang."

"Oh bagus dong," ucap Sonya girang.

"Bagus kan, Bu Celin, Pak Wirya?" tanya Sonya.

Mereka hanya sedikit tersenyum menanggapinya, bagaimana pun, perasaan Claire adalah yang utama bagi mereka.

"Claire, kamu mau kan menerima, Edward, kami akan menikahkan kalian berdua."

Pertanyaan Sonya tak mampu dijawab Claire, tentu saja itu tidak mungkin, Claire tidak ada perasaan apa pun juga pada Edward, bagaimana bisa mereka menikah dan menjadi suami istri.

"Gak bisa, Mamih, sudahlah gak usah membuat rumit semuanya," ucap Edward.

"Lalu kamu mau seperti apa, kamu mau memilih berpisah dengan Claire, kalian baru saja menikah, mau dikemanakan harga diri kami kalau kalian sudah bercerai lagi."

Edward diam, Claire melirik Edward, terdiam menatap lelaki itu, Edward memilih berjabat tangan dengan penguhulu itu demi membela keluarga, agar tidak mempermalukan mereka di hadapan tamu undangan.

Dan mungkin benar, jika mereka memilih membuat perceraian, tetap saja mereka akan mempermalukan keluarga.

Claire menunduk, tapi Claire juga tidak mau menikah dengan Edward.

"Bagaimana, Claire?" tanya Arya.

Claire menoleh, sepertinya bapak dari Edward juga menginginkan hal yang sama seperti istrinya, lalu apa yang harus dikatakan Claire.

"Gak, Mamih, kita tidak bisa menikah tanpa ada rasa cinta," ucap Edward.

"Cinta apa sih, perasaan cinta itu akan tumbuh dengan sendirinya, dengan kalian terbiasa bersama, maka cinta pasti akan datang."

"Gak semudah itu, Mamih."

"Aku mau, kalau memang, Edward, juga mau."

Edward menoleh dan menatap Claire, apa maksudnya, kenapa seperti itu kalimatnya, Claire tidak menginginkannya tapi kenapa Claire justru menyetujuinya.

"Claire, itu tidak mungkin," ucap Edward.

"Kamu mau kembali sama, Clarha?"

"Bukan, tapi kita ...."

"Aku tidak apa-apa, benar kata, Mamih kamu kalau cinta akan datang seiring berjalan waktu."

"Claire, kamu tidak perlu memaksakan, keadaan ini hanya keterpaksaan saja, jangan menambah kekecewaan kamu sendiri."

"Aku tidak memaksa, aku bilang, aku mau kalau kamu mau, kalau kamu tidak mau, maka tidak akan terjadi pernikahan kita berdua."

Edward diam, apa yang harus dilakukan sekarang, Edward memang telah kecewa dengan Clarha tapi tidak mungkin jika langsung berpaling pada Claire.

"Kamu yang bilang kan, apa yang kamu lakukan kemarin, adalah untuk membebaskan keluarga kita dari rasa malu, itu artinya kita harus mempertahankan apa yang telah kamu mulai."

"Tapi, Claire."

"Sudahlah, Edward, kamu tidak perlu mendebat semua ini, kami yakin kalau kamu akan lebih bahagia bersama, Claire."

Perbincangan panjang itu telah membuat perdebatan yang cukup panas, Edward yang tetap menolak dan Claire yang tetap setuju.

Tidak ada yang mendukung Edward, karena orang tua Claire pun turut mendukung agar pernikahan itu ada.

Setelah menghabiskan cukup banyak waktu, setelah Edward mengingat semua hal buruk yang terjadi dalam hubungannya dengan Clarha, Edward akhirnya setuju untuk mengulang ijab qobul antara dirinya dan Claire.

Bukankah mereka sama-sama kecewa dengan pasangan masing-masing, mungkin saja dengan pernikahan itu, mereka bisa menyembuhkan luka yang telah menggores perasaan mereka.

Orang tua mereka mampu bernafas lega, atas jawaban yang diberikan oleh keduanya, mereka akan segera mengulang ijab qobul setelah semua keharusannya terpenuhi.

----

Langit terang telah berubah gelap, keluarga Claire telah kembali ke rumahnya, sedangkan Claire tetap tinggal di rumah Edward.

Claire terduduk di halaman belakang rumah, sudah sejak tadi Claire berada di sana, Edward berjalan menghampiri wanita itu, duduk di sampingnya dan merangkulnya hangat.

Claire menoleh dan menunjukan sedikit senyuman pada Edward.

"Sampai kapan kamu disini?" tanya Edward seraya mengusap pundak Claire.

"Sampai aku mengantuk."

Edward tersenyum, kasihan sekali wanita itu, perasaannya pasti sangat terluka karena ulah Ethan, bisa-bisanya Ethan meninggalkan Claire begitu saja.

"Kamu bisa membatalkan semuanya, kalau memang kamu berubah fikiran."

Claire menoleh dan menggeleng, tidak ada yang akan dirubahnya, Claire tidak ingin mengecewakan orang tuanya.

"Maafkan, Ethan, apa pun yang dilakukannya, jangan pernah membencinya."

Claire berpaling, setelah lelaki itu pergi begitu saja, setelah hatinya terluka seperti saat ini, apa bisa Claire masih berbaik hati pada lelaki itu.

"Keburukan, Ethan, saat ini pasti masih banyak juga kebaikannya sebelum keburukan ini."

"Aku tidak mau memperdulikannya lagi."

"Tapi kamu masih melamunkannya juga."

"Tidak, aku hanya sedang berfikir saja, apa hidup aku akan lebih baik setelah ini."

Edward tersenyum dan membawa Claire bersandar ke pundaknya, mengusap lembut kepalanya.

"Aku masih menyayangi, Clarha," ucap Edward.

"Kalau begitu, silahkan kamu saja yang membatalkan semuanya, dan kamu bisa mencari, Clarha."

"Tidak, mungkin perpisahan aku dan Clarha, bisa jadi awal yang baik untuk aku, selama ini kebersamaan aku dan Clarha, tidak pernah lepas dari cekcok dan pertengkaran, mungkin Tuhan menunjukan jika hubungan kami bukanlah yang seharusnya."

Claire diam, Claire tahu tentang itu, Clarha memang kerap pulang dengan wajah kesal setelah jalan dengan Edward, dan itu nyaris setiap pertemuan.

"Kalau nanti, Ethan, datang diwaktu pernikahan kita, kamu akan batalkan semuanya?"

"Tidak, tapi aku sudah bilang semua terserah kamu, kalau kamu mau bertahan, maka aku akan bertahan, tapi kalau kamu ingin mundur, aku tidak bisa memaksa kamu untuk bertahan."

"Dan kamu akan kembali pada, Ethan?"

"Tidak, seperti apa yang kamu katakan tentang, Clarha, mungkin Tuhan juga menunjukan jika, Ethan, bukan yang terbaik untuk aku."

Edward tersenyum, keputusan yang mereka ambil saat ini adalah dalam kesadaran, niat baik seharusnya mendapatkan hasil yang baik.

"Kamu, mau menikahi aku?" tanya Claire.

"Tentu saja, aku sudah katakan kalau aku setuju."

Claire mengangguk, tak ada lagi kalimat yang terlontar, keduanya diam, bergelut dengan fikiran masing-masing.

Claire dan Edward berharap, jika keputusan mereka itu akan mendatangkan kebahagiaan yang sebenarnya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Jatuh Sakit, Dia Menemani Wanita Lain
9.1
Di Hari Valentine, Betsy divonis menderita kanker lambung dan hanya punya sebulan untuk hidup. Di tengah duka, Sebastian Nash justru mengaku jatuh cinta pada wanita lain meski berjanji tetap setia sebagai suami. Walau hancur, Betsy memilih melepaskan Sebastian tanpa keributan demi sisa usianya yang singkat. Meski Sebastian memohon agar ia tidak pergi, Betsy yang sekarat hanya bisa tersenyum pahit, menyadari bahwa tak ada gunanya lagi menangisi pengkhianatan itu.
Sampul Novel ANGKASA [Perjodohan]
9.5
Angkasa Lesmana Regan awalnya menentang keras ide perjodohan yang direncanakan sang ibu. Namun, pendiriannya seketika goyah dan ia langsung setuju saat mengetahui bahwa calon istrinya adalah Meisya. Di balik sikap dingin dan pura-pura tidak kenal saat berada di lingkungan sekolah, Angkasa ternyata memiliki sisi tersembunyi. Saat di rumah, ia berubah total menjadi sosok yang sangat manja bahkan melebihi bayi demi mendapatkan perhatian dari Meisya.
Sampul Novel Berselingkuh dengan calon suami adik ipar
9.0
Amel terjebak dalam pernikahan hambar bersama Andre, pria kasar yang tak pernah menghargainya. Di tengah rasa frustrasi, wanita 24 tahun ini justru menjalin hubungan gelap dengan Arman, calon suami dari adik iparnya, Bella. Bagi Amel, Arman adalah pelarian sempurna dari derita batin dan finansial. Meski bertahun-tahun tak terendus, rahasia mereka terancam saat Andre tiba-tiba ingin berubah. Akankah Amel memilih setia pada penebusan Andre atau tetap bersama selingkuhannya?
Sampul Novel CEO & Sekretaris
8.0
Tasya memberanikan diri melangkahkan kaki ke kantor pusat Adityaswara dengan harapan besar. Sambil menahan debar di dada, ia segera menghampiri meja resepsionis untuk mencari tahu ketersediaan lowongan pekerjaan di sana. Ia sangat berharap keberuntungan berpihak padanya sehingga bisa diterima bekerja di perusahaan bergengsi tersebut. Langkah awal ini menjadi penentu masa depannya dalam mengejar karir di bawah pimpinan CEO perusahaan yang sangat berkuasa.
Sampul Novel Hamil Dengan Pengkhianat
8.6
Nasib buruk di Paris membawa Vera terjebak dalam malam panjang bersama pria asing. Betapa terkejutnya dia saat menyadari pria itu adalah Dante, perundung masa sekolah yang paling ia benci. Dua bulan berlalu di Jakarta, Vera mendapati dirinya hamil dan bertekad membesarkan janin itu sendirian demi menghindari bayang masa lalu. Namun, takdir justru mempertemukan mereka kembali. Kehadiran Dante yang tiba-tiba membuat hidup Vera kian rumit dan penuh dilema.
Sampul Novel Istriku selingkuh pakai handphone mertuaku.
9.0
Riyadi adalah karyawan pabrik yang sangat setia dan sabar. Namun, rumah tangganya hancur setelah Mia, istrinya, terbukti berselingkuh demi materi. Di tengah luka itu, Riyadi bertemu Ririn, seorang janda yang kehilangan suami karena sakit. Akhirnya, Riyadi menemukan kebahagiaan dalam pernikahan keduanya. Sementara itu, Mia yang kini menjadi istri kedua mulai menyadari kesalahannya setelah selama ini dibutakan oleh ego dan keserakahan yang merusak hidupnya.