APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cacat Sebagai Penebus Jasa

Cacat Sebagai Penebus Jasa

Bagi sang anak, dilahirkan ke dunia dianggap sebagai beban utang yang harus dibayar kepada ibunya. Demi menebus segala jasa tersebut, ia rela mengorbankan raga hingga mengalami kecacatan fisik yang permanen. Pengorbanan tragis ini dilakukan hanya demi satu tujuan, yaitu menyentuh nurani sang ibu agar mau memberikan pengampunan tulus. Sebuah kisah pengabdian menyakitkan yang menguji batas antara bakti dan penderitaan dalam hubungan keluarga.
Bab
Bagikan

Bab 3

"Mau kemana kamu Gilang?"

"Tentu saja pulang Bu. Vina sudah meninggal, tak adakah sedikit sesal di hati mu Bu? hiks hiks hiks. Dia telah pergi meninggalkan Gilang Bu."

????

Ibu berdecih kesal.

"Jangan harap Ibu akan memberi ijin untuk mu menemui mayat Vina!"

"IBU!" jerit ku menahan Amarah yang memuncak.

"Biarkan dalam kematiannya tetap sendirian dan kesepian. Ini balasan yang tepat untuk nya. Ini karma karena sudah menyakiti hati Ibu." Tersungging senyum sinis dari bibir Ibu.

"Ya Alloh, Buuu. Kenapa Ibu jadi jahat seperti ini. Luka seperti apa yang telah Vina torehkan sehingga hati Ibu laksana batu?"

"Jahat kau bilang? Jahat mana dengan perempuan yang telah memisah kan seorang Ibu yang sudah renta dengan anak nya? Jahat mana selama setahun ini sakit sendirian kesepian bahkan kelaparan? Jawab Ibu, Gilang siapa yang lebih jahat?!" teriak Ibu dengan sorot mata penuh amarah.

Aku terduduk lemas di lantai kamar Ibu.Tak habis fikir akan keras nya hati Ibu.

Drrrttt

Drrrttt

Drrrttt

Suara Telepon Ku berdering. Segera ku angkat karena pasti tentang pemakaman jenazah Vina Istri ku.

[Halo Assalamualaikum.]

[JANGAN LAGI HUBUNGI ANAKKU, MAYAT ITU BUKAN ISTRINYA BUKAN PULA MENANTU KU. BAYI ITU TARUH SAJA DI PANTI ASUHAN SEBAGAI MANA IBUNYA BERASAL. MAKAM KAN SAJA!!!] Teriak Ibu setelah merebut handphone dari genggaman ku, dan segera mematikannya usai berteriak marah.

"Astaghfirullah, Istighfar Bu. Jangan biarkan setan menguasai hati Ibu. Sadarlah Bu, Ibu sudah salah memahami Vina."

Yang Ibu lakukan sudah benar, menyingkirkan perempuan benalu itu dari hidup mu . Sudah lah kembali ke kamar mu jangan pernah berfikiran untuk pergi dari rumah ini . Sekali kaki mu melangkah Kau bukan lagi anak ku dan ku haramkan air susu ku yang mengalir di tubuh mu. Ingat itu!"

Gontai ku langkahkan kaki meninggalkan kamar Ibu , menuju kamar ku saat masih bujang.

Perlahan ku rebahkan tubuh lelah dan penat ini. Bingung menyelimuti hati antara pergi atau tetap tinggal di sini.

[Mengapa bisa jadi seperti ini ? dua wanita yang kucintai saling melukai sedangkan aku hanya bisa terpuruk di kamar ini.] Gumam ku dalam batin.

"AAARRRGGGHHHH." Teriak ku berharap sesak di dada agak sedikit berkurang.

"Maafin Mas, Dek. Maafkan ketidak mampuan ku bertanggung jawab atas dirimu." Rintih ku menahan kesakitan yang sedemikian hebat.

[Bagaimana aku menghubungi Bidan Riyani, kalau handphone sudah di sita Ibu.?

Bagaimana nasib anak ku?] Semua pertanyaan berkecamuk dalam hati. Lelah rasa nya otak tak mampu di ajak berfikir, hanya sekedar mencari solusi.

Satu jam berlalu ku lalui dengan hanya mondar-mandir di dalam kamar. Ku putuskan untuk kembali merayu Ibu berharap keikhlasannya agar mengijinkan ku menghadiri pemakaman Vina, dan membawa putri kami pulang ke rumah ini.

"Bu, boleh Gilang masuk?" panggil ku di depan kamar Ibu.

"Masuklah." Pelan suara Ibu, tapi masih terdengar oleh ku.

"Sudah istirahat Bu? Gilang harap badan Ibu sudah enakan."

"Ada Apa? kalau masalah Vina lagi Ibu malas."

Tidak Bu, Gilang hanya ingin bercerita."

"Cerita lah, Ibu dengarkan."

"Ibu ingat setelah Gilang lulus SMA, masih Luntang lantung mencari pekerjaan. Ketika melewati pasar Gilang lihat ada penjambretan Bu. Dan jambret nya berlari ke arah Gilang. Dengan sigap ku jegal kaki penjambret itu dan dia terjatuh Bu, begitu pula dengan Tas yang di jambret nya.Tak beberapa lama datang lah security pasar menangkap si jambret.ku kembalikan tas itu pada wanita yang tak lain adalah Vina. Itulah pertama kali Gilang bertemu dengan Vina."

flashback on

"Terima kasih ya mas sudah membantu mengembalikan tas ku."

"Sama-sama, hanya kebetulan saja si jambret lari ke arah ku tadi. Jadi langsung bisa ku jegal kakinya. "

"Perkenalkan Aku Vina Mas, dengan mas siapa?"

"Nama ku Gilang."Kusambut jabat tangan Vina.

"Mas Gilang tujuannya mau kemana? mau nyari kerja ya soalnya pakaian Mas Gilang rapi sekali."

"Iya betul dek Vina. Tapi saya hanya lulusan SMA jadi agak sulit untuk mendapatkan pekerjaan. Sementara saya sering ke pasar ini untuk bantu-bantu apa saja yang penting ada uang untuk membeli makanan. Serabutan lah namanya."

"Kalau kerja jadi OB mau mas? menggantikan saya."

"Yang betul Dek ? Terus kenapa kamu keluar dari pekerjaan?"

"Tubuh ku ringkih, gampang sakit sedari kecil sudah sering seperti ini.Jadi aku Ndak bisa kerja jadi OB tubuh ku Ndak kuat mas. Kalau Mas Gilang mau ayo sekarang q antar ke perusahaan tempat aku kerja, mumpung Mas Gilang masih berpakaian lengkap dan rapi."

"Kalau pekerjaan ini kamu berikan pada Mas nanti Dek Vina kerja Apa?"

"Vina mau kembali kerja di mini market milik panti Mas. Biasanya Vina jadi kasir Mas. Di sana gaji nya tak sebarapa karena hanya mini market kecil. Tapi kerja nya santai dan tidak melelahkan."

Akhirnya sejak itu aku punya pekerjaan dan penghasilan tetap .Dengan gaji lebih dari cukup untuk membiayai hidup aku dan Ibu. tak lupa setiap bulan ku sisihkan sedikit untuk Vina.

Beberapa kali Vina menolak uang pemberian ku, tapi terus saja ku paksa . Dan akhirnya dia mau menerimanya.

Selang tak beberapa lama aku dan Vina semakin dekat. Kuberanikan diri meminta ijin pada Ibu untuk menikahiVina. Ibu pun setuju . Segera ku perkenalkan Vina pada Ibu. Dan akhirnya aku dan Vina menikah.

Setelah menikah ku putuskan untuk mengontrak rumah kecil di kota sebelah. Ku bicarakan usulan ku ini pada Ibu. Di luar dugaan ku tatapan mata Ibu menyiratkan luka mendengar keputusan ku. Ibu berusah a mencegah tapi keputusan ku untuk mengontrak rumah sudah bulat.

Kepergian ku bersama Vina di iringi tangis dan tatapan penuh kecewa dari sorot mata Ibu.

Satu bulan setelah aku pindah dari rumah Ibu, ada musibah yang menimpa di tempat ku bekerja. Ada salah seorang OB lain yang memfitnah ku sehingga aku di pecat dari pekerjaan ku.

Di masa terpuruk ku Vina tetap mendampingi ku tak pernah sedikit pun terbersit di pikiran nya untuk meninggalkan ku. Bahkan dia menerima pekerjaan menyetrika dari rumah-rumah tetangga untuk membantu keuangan .

Sedangkan Aku, setelah berhari-hari mencari pekerjaan tanpa hasil ku putuskan menjadi ojek online.

flashback off

"Itulah mengapa Vina tidak bisa mengunjungi Ibu karena dia bekeja jadi buruh cuci dan setrika di rumah tetangga Bu. Berharap bisa menghasilkan uang sendiri untuk biaya rutin Vina berobat dan sedikit menyisihka n untuk di kirim ke Ibu."

"Begitu juga Gilang jadi ojek online setiap waktu harus siap di panggil kalau ada orderan Bu. Makanya Gilang tidak pernah bisa lama menemani Ibu di rumah."

"Setelah Gilang bercerita seperti ini, Gilang harap persepsi Ibu terhadap Vina bisa sedikit berubah. Ijinkan Gilang menghadiri pemakaman Vina Bu, Gilang Mohon."

?????

Bersambung.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Empat Puluh Sembilan Buku, Satu Perhitungan
9.2
Baskara menukar perselingkuhannya dengan buku langka. Empat puluh sembilan kali ia berkhianat, dan sebanyak itu pula aku bungkam. Namun, saat ia mengabaikan ayahku demi membelikan Jelita apartemen dan membiarkan selingkuhannya menodai taman kenangan ibuku, segalanya berakhir. Baskara bahkan membocorkan duka keguguranku pada wanita itu. Kini, sebagai ahli strategi politik, aku memasang penyadap. Buku kelima puluh bukan lagi permintaan maaf, melainkan kehancuran kariernya.
Sampul Novel Fatal Attraction: Jatuh Cinta dengan Target
9.6
Sebelum usia 26, aku adalah penipu ulung tanpa empati yang mahir memikat pria demi uang. Bagiku, mereka hanyalah mangsa hingga Dylan Hewitt muncul. Reputasiku hancur karena tipu dayaku gagal menaklukkannya. Saat aku hampir menyerah, Dylan justru menunjukkan jati diri dan perasaan yang selama ini dia sembunyikan. Terjebak dalam situasi tak terduga, aku kehilangan kendali atas permainanku sendiri. Dylan benar-benar mengubah hidup dan hatiku selamanya.
Sampul Novel HASRAT PENUH LUKA
9.7
Dominic mengejar sosok yang menyerupai Stella di tengah guyuran hujan deras. Sambil berlutut penuh penyesalan, ia memohon ampunan atas dosa masa lalunya. Namun, luka hati Stella dari kejadian tiga tahun silam telah membeku dan tertutup kegelapan. Dengan sikap yang amat dingin, Stella menegaskan bahwa permohonan maaf Dominic tidak ada artinya. Ia menyatakan bahwa hanya kematian pria itu yang mampu menebus segala penderitaan yang telah ia alami selama ini.
Sampul Novel His Darling Debtor
9.2
Dunia Clara runtuh saat ayahnya kabur membawa uang milik Tuan Blackwell. Tanpa pilihan lain untuk menebus utang tersebut, ia terpaksa menyerahkan kebebasannya dan menjadi wanita simpanan sang miliarder. Di balik perjanjian dingin ini, Clara terjebak dalam pusaran emosi terlarang dan rahasia masa lalu yang perlahan terkuak. Hubungan penuh konflik ini pun menjadi ujian berat yang akan mengungkap seberapa kuat ikatan sejati di antara mereka berdua.
Sampul Novel Suamiku Pura-Pura Buta Demi Menyembunyikan Kebohongan Besar
8.7
Selena Atmadja diceraikan Davin Hartanto tepat setelah akad karena skandal kehamilan wanita lain. Demi menjaga martabat, Madame Ratih memaksa Selena menikahi putra keduanya, Leonard Hartanto, pria dingin yang penuh misteri. Meski awalnya menolak, Selena akhirnya terjebak dalam pernikahan hampa bersama pria yang terasa asing. Keadaan berbalik saat Selena mengungkap rahasia besar bahwa Leonard hanya berpura-pura buta. Apa motif di balik sandiwara ini dan mampukah Selena bertahan?
Sampul Novel KERESEK HITAM DALAM FREEZER
7.9
Kehidupan Tedi berubah mencekam saat ia menemukan bungkusan kresek hitam berisi jasad bayi di dalam freezer kulkasnya sendiri. Alih-alih melapor ke pihak berwajib, Tedi justru memilih untuk menyimpan rahasia mengerikan tersebut dan bertekad memburu sosok di balik tindakan keji ini secara mandiri. Mampukah ia mengungkap identitas pelaku sebenarnya sebelum segalanya terlambat? Sebuah kisah misteri penuh ketegangan tentang pencarian keadilan yang gelap.