APKDock Logo
Sampul Novel CEO 1 Miliar Won

CEO 1 Miliar Won

9.5 / 10.0
Kim Liu, pengacara muda yang selalu berbakti, terpaksa menyetujui perjodohan demi ibunya yang sakit parah. Ia menikah dengan Jung Jisung, CEO TJ Group yang kaya namun trauma akibat penculikan masa kecil. Meski awalnya dingin dan penuh rumor, Jisung perlahan luluh oleh ketulusan Liu. Namun, pernikahan rahasia mereka diguncang oleh kebencian ibu mertua, gangguan mantan kekasih Liu, serta intrik Song Minseo yang ambisius. Bisakah cinta tumbuh di tengah rahasia dan tekanan harta?

CEO 1 Miliar Won Bab 1

"Jangan egois, Kim Liu. Kalau ibumu pergi, kamu yang akan menyesal," hardik Paman Shin dengan rahang mengeras.

Liu hanya bisa menutup telinga dengan kedua tangannya, ia benar-benar sudah menangis kali ini. Tangis yang sedari tadi ditahannya di dalam ruangan.

"Teganya Paman berkata tentang kematian ibu di hadapanku di saat ibu masih bernafas di dalam sana? Pantaskah Paman menyebut diri Paman sebagai seorang adik ipar? Paman dan Bibi ternyata sama saja," cerca Liu kesal.

"Aku hanya ingin yang terbaik untuk kakak iparku. Jangan munafik, semua orang tahu bahwa waktunya tak lama lagi."

Liu terdiam. Benar, waktu ibunya memang tak lama lagi. Ibunya sudah berkali-kali kritis, minggu ini saja sudah empat kali ia dipanggil karena ibunya kejang-kejang. Dokter bahkan sudah meminta para keluarga untuk bersiap merelakannya.

Ia pun segera beranjak, meninggalkan paman egois yang sekarang sibuk dengan ponselnya. Liu menemui sang ibu lagi yang kini sudah tertidur pulas di kamar rumah sakitnya. Entah tertidur lelap atau memang sedang tak sadarkan diri karena menahan sakit, Liu tak tahu.

“Ibu, kenapa ibu setega ini?” lirihnya.

“Aku sudah cukup tersiksa selama ini, Bu. Tidak cukupkah dengan menjadikanku boneka selama dua puluh lima tahun ini? Kenapa sesulit ini permintaanmu? Ibu tidak pernah memberikanku pilihan, aku selalu hidup dalam hukum mutlak yang ibu buat sendiri.”

Digenggamnya tangan sang ibu yang masih tepasang infus. Liu baru sadar, tangan itu sudah kurus kering seperti tulang yang terbalut kulit saja. Tumor otak yang ibunya derita memang terlambat didiagnosis karena ibunya sibuk bekerja, begitupun dirinya. Rasa sesal tiba-tiba menyeruak di dadanya, membuatnya kembali bimbang dan dilema dengan permintaan terakhir sang ibu.

“Ibu... aku harus apa?” bisik Liu sambil mencium tangan ibunya.

Ia sebetulnya kesal, tapi ia juga mencintai ibunya lebih dari apapun di dunia ini. Karena ibunyalah satu-satunya keluarga dekat yang ia punya. Ayah Liu sudah meninggal saat ia berusia tiga tahun. Ibunya tak pernah suka jika Liu membicarakan sang ayah.

Sejak kecil, Liu tak pernah berkata tidak pada ibunya, ia terbiasa . Mulai dari memilih tempat bersekolah, mengikuti sembilan jenis les diuar pelajaran, memilih jurusan hukum saat berkuliah, hingga memilih pekerjaan sebagai seorang pengacara, semuanya diatur oleh sang ibu. Liu hanyalah boneka hidup.

Keluarga besar yang cukup dekat dengan sang ibu hanyalah Paman dan Bibi Shin yang menurut Liu hanya memanfaatkan kesempatan di balik dilema perjodohannya. Pasalnya, menurut Bibi Shin, lelaki yang akan dijodohkan dengannya adalah seorang anak konglomerat primadona seluruh negeri. Tapi, Liu tak peduli. Kata “menikah” bahkan tak ada di kamus hidupnya.

“Bibi dan Paman Shin pasti berniat menguras harta laki-laki malang itu,” gumam Liu.

---

“Maaf, Bibi Shin, tapi aku sudah katakan kalau aku menolak perjodohan ini. Aku mohon, pulanglah,” protes Liu pada sang bibi yang baru saja memberikan nomor telepon laki-laki yang akan dijodohkan dengannya pada selembar kertas.

“Bodoh, dia bisa menjamin hidupmu dan bahkan hingga anak cucumu tujuh turunan sekalipun. Kamu munafik sekali, Liu.”

Bibi Shin memelankan suaranya saat seorang perawat menatap mereka dengan tatapan sinis.

“Aku tidak tertarik,” jawab Liu yang kini menyandarkan kepalanya di sisi ranjang sang ibu.

“Dia bukan sembarang orang, Liu. Julukannya adalah ‘CEO 1 Miliar Won’ dari TJ Gr-“

“Aku tidak tertarik,” potong Liu lagi, kembali menarik perhatian perawat yang kini menyuruh mereka untuk tenang dengan gerakan tangan.

Bibi Shin mendecih kesal, ia meraih tangan Liu dengan paksa dan menyerahkan selembar kertas itu di tangannya. Kim Liu bersikap masa bodoh, dirematnya kertas itu yang langsung ia kantongi di saku jaketnya.

“Oke, sudah aku terima, kan? Sekarang lebih baik Bibi pulang, restoran pasti ramai.”

Restoran itu adalah milik ibu Liu, namun dikelola oleh paman dan bibinya sejak ang ibu jatuh sakit. Sedangkan Liu sendiri sibuk bekerja menjadi seorang pengacara publik yang hari-harinya dipenuhi dengan kasus-kasus para klien.

“Kak Hyesu, jangan khawatir. Akan aku pastikan Kim Liu menikah dengan pria itu,” bisik Bibi Shin di telinga ibu Liu yang masih terpejam.

“Aku pergi dulu, pulanglah jika kamu lelah. Ibumu akan aman bersama mereka,” tambah Bibi Shin sambil menunjuk para perawat yang berjaga di sudut ruangan.

Kim Liu hanya mengangguk dengan malas, lalu membiarkan sang bibi menghilang dari pintu dengan perasaan lega.

“Akhirnya pulang juga. Persetan dengan harta, aku tidak peduli.”

“CEO 1 Miliar Won? Apa maksudnya? Cih, kekanak-kanakan sekali.”

“Benarkah dia anak sahabat Ibu? Berapa usianya? Tidakkah dia sudah tua jika memiliki jabatan setinggi itu? Ibu benar-benar mau menjualku, ya?” tanya Liu berturut-turut pada ibunya meskipun tahu sang ibu tak akan mendengarnya.

---

Hari demi hari berlalu sangat berat bagi Liu. Minggu itu sendiri ada dua berkas kasus yang dilimpahkan padanya. Pengacara publik memang cukup berbeda dengan pengacara swasta yang bekerja di firma-firma hukum mandiri. Pada dasarnya, pengacara publik bekerja di pengadilan negeri untuk negara, dan digaji oleh negara. Para klien tak mengeluarkan sepeserpun untuk pengacara publik mereka.

Kasus yang dilimpahkan pada Liu pun cukup rumit, klien pertama yang harus ia tangani adalah seorang pemulung tua miskin yang dilaporkan atas tuduhan pencurian barang bekas oleh tetangganya sendiri.

“Ah, kenapa Pimpinan Jang melimpahkan kasus seperti ini lagi? Dia kan sudah tahu kalau aku selalu lemah dengan klien orang tua,” gumamnya, terindera oleh Jang Doyeon, sahabat sesama pengacara publik di pengadilan.

“Karena dia tahu, kamu pasti akan bersungguh-sungguh mencari keadilan untuknya,” komentar Doyeon.

“Ketahuilah, aku sejujurnya benci terlahir seperti ini. Terlalu baik hati, naif, sok menegakkan keadilan, tidak bisa berkata tidak pada orang lain, benar-benar tidak sebanding dengan tenaga yang sudah aku kerahkan,” ungkap Liu.

“Munafik, setelah ini kamu juga akan berlari kesana kemari mengumpulkan bukti, lihat saja. Setelah aku baca kasusnya, sepertinya pemulung itu justru korban di sini. Semangat menegakkan keadilan, Kim Liu,” imbuh Doyeon sambil mengepalkan kedua tangannya di depan dada untuk menyemangati sang sahabat.

“Oh iya, bagaimana keadaan ibumu? Aku dengar, kamu berencana mengambil cuti?” tanya perempuan berambut pendek itu.

“Setelah dua kasus ini selesai, aku akan cuti dan merawat ibuku. Untuk sementara, ada perawat yang menunggunya di rumah sakit.”

“Benarkah? Setahuku hanya orang-orang kaya yang bisa menyewa perawat secara pribadi untuk menunggu pasien di rumah sakit. Mereka tidak murah, seperti kita, hahaha.”

“Mungkin berbeda kebijakan saja. Mmm, Doyeon, apakah kamu tahu sesuatu tentang ‘CEO 1 Miliar Won’?”

“Apa? Kamu tidak tahu siapa itu ‘CEO 1 Miliar Won’? Dia adalah men-“

Belum sempat Doyeon menyelesaikan kalimatnya, telepon Liu berdering menghentikan bicaranya. Tertera di layar ponsel itu, nama rumah sakit tempat sang ibu dirawat. Ia pun memengangkatnya dengan hati bergetar, sungguh tak siap dengan apapun yang akan didengarnya.

“Halo? Dengan Saudara Kim Liu?” suara perempuan dari seberang telepon.

“I-iya, ada apa?” jawab Liu dengan terbata.

“Ibu Kim Hyesu terus-terusan mencari anda, Saudara Kim Liu. Mohon untuk menemuinya segera.”

Kim Liu menghela nafas panjang, ia lega karena bukan hal yang ditakutkannya yang terjadi.

“Baik, saya ke sana sekarang juga,” pungkasnya kemudian.

----

Lanjut Membaca

Daftar Isi CEO 1 Miliar Won

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Akulah Cintamu
9.3
Hidup Kayra hancur setelah suaminya menghilang tanpa jejak pasca panggilan video terakhir mereka. Kini, ia berjuang sendirian membesarkan dua anaknya. Di tengah kesulitan, ia bertemu Damar, ipar yang membencinya karena skandal masa lalu terkait rahasia saudari kembarnya. Meski awalnya Damar menolak mengakui anak hasil hubungan tersebut, kemiripan sang bayi meluluhkan hatinya. Akankah pertemuan ini membawa Kayra menuju kebahagiaan yang selama ini hilang?
Sampul Novel Dari Saingan Menjadi Ipar
9.8
Josie Watson kembali menuntut cerai untuk ke-99 kalinya. Namun, Laurence Andrews justru mengusirnya dari mobil demi mengangkat telepon mantan kekasihnya, Rosalie Harris. Laurence terus merendahkan Josie dan yakin istrinya takkan sanggup pergi. Dia tidak menyadari bahwa pengabaian berulang ini telah mencapai batasnya. Di balik layar, saudara laki-laki Rosalie diam-diam terus mendesak Josie untuk segera berpisah dan meninggalkan negara ini selamanya.
Sampul Novel En-PD153
8.9
Mantan kekasihku yang kukira telah tiada tiba-tiba muncul membawa wanita hamil yang disebut penyelamatnya. Dia secara tak masuk akal memintaku tinggal bersama mereka dan menawarkan upacara pernikahan sebagai kompensasi sementara ia menikahi wanita itu. Sebagai putri bangsawan dan menantu keluarga konglomerat, aku tak sudi dijadikan selingkuhan. Jika dia menolak hidup mewah, aku akan memastikan dia kehilangan segalanya hingga menjadi pengemis.
Sampul Novel IPARKU, CANDU SUAMIKU
9.8
Dua tahun menikah, Nadia Antika bertahan menghadapi hinaan ibu mertuanya karena cinta tulus Askara Brahma. Namun, kebahagiaan itu sirna saat suaminya berubah menjadi tertutup dan dingin. Nadia mulai mencium rahasia besar yang disembunyikan sang suami di balik perubahan sikapnya. Mampukah ia mengungkap kebenaran yang menyakitkan? Bagaimana reaksi Nadia saat mengetahui Askara ternyata menjalin hubungan terlarang dengan adik iparnya sendiri di rumah mereka?
Sampul Novel KhaRisma
9.0
Penyesalan mendalam menghantui setelah perpisahan yang tak terelakkan terjadi. Kesadaran yang datang terlambat hanya menyisakan duka, karena tangisan tak mampu mengubah kenyataan. Kehadiran sosokmu sebelumnya telah memberi warna dan mengajarkan arti kesetiaan serta pengorbanan yang tulus. Meski mengenalmu membawa rasa sakit dan kesedihan, di sana pula kutemukan kebahagiaan sejati. Kini, andai waktu bisa diputar kembali, aku hanya ingin mengulang setiap detik bersamamu.
Sampul Novel LEMBAYUNG CINTA
9.2
Rangga terjebak dalam obsesi mendalam terhadap Davina. Pria itu rela melakukan segala cara demi mencuri perhatian sang wanita impian. Setiap tindakan yang Rangga ambil dirancang khusus untuk memikat hati Davina agar mau membalas perasaannya. Di tengah ambisi tersebut, ia terus berjuang memancing simpati Davina demi mendapatkan cinta yang ia dambakan. Inilah kisah perjuangan seorang pria yang tak kenal lelah mengejar wanita pilihannya dalam balutan romansa modern.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan