APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel CEO Dingin Pemikat Hati

CEO Dingin Pemikat Hati

Shintia berjuang memulai hidup baru pasca putus dari Arya. Namun, takdir mempertemukan mereka kembali saat Arya muncul sebagai CEO di kantornya. Meski cinta Shintia bersemi lagi, Arya justru menyimpan kebencian mendalam dan sering bersikap kasar. Keadaan kian rumit akibat kesalahpahaman masa lalu dan skandal Shintia dengan Felix yang memicu kemarahan Arya. Mampukah Shintia meluluhkan hati Arya dengan mengungkap alasan tragis perpisahan mereka dua tahun lalu?
Bab
Bagikan

Bab 2

Semua petinggi perusahaan bersiap menyambut sang CEO. Mereka berdiri berjajar saling berhadapan, pria yang akan mereka temui adalah orang hebat yang akan memimpin perusahaan. Semua orang sibuk merapikan baju yang sama sekali tidak berantakan, disini hanya Shintia yang berdandan apa adanya. 

"Dia datang, dia datang," ucap seorang manajer keuangan. Perempuan yang terkenal cantik dan selalu mengenakan lipstik merah. 

"Jantung aku nih, maraton."

"Katanya dia ganteng lho, terus masih single." 

"Oh ya? Tahu gitu gue pake bedak dari nyai ronggeng biar bisa mikat hati tuh Pak CEO." 

"Jaman sekarang masih aja percaya pelet."

Shintia tak mengindahkan ocehan semua orang,  dia hanya diam sejak tadi. Entah kenapa jantungnya berdebar, hatinya mencelos merasakan rasa yang telah lama ia tekan. 

"Ya Tuhan, kenapa hatiku begini? Seperti akan bertemu dengan orang yang sangat berarti? Apakah karena rasa takut?" Shintia terus bertanya pada dirinya sendiri. 

Hingga seorang pria yang ditunggu mulai memasuki ruangan, dia tak melihat wajah pria itu karena hanya sepatu yang mengkilap yang semakin berjalan mendekat. Ruangan terasa sesak, suasana semakin mencekam karena kabar burung yang didengar pria itu sangat kejam dan tidak memiliki tolet bagi yang melakukan kesalahan.

"Selamat pagi, Pak," sapa seorang general manager. 

Tidak ada Jawa dari pria itu, hingga langkahnya terhenti dan barulah membuka suara. 

"Burhanuddin, Tuan meminta Anda untuk merapikan barang-barang secepatnya." Yang berbicara adalah Hans sekretaris sang CEO. 

Semua tercengang, dia adalah manager keuangan. Entah apa sebabnya dan pria bernama Burhanuddin itu tidak terima tiba-tiba dipecat tanpa alasan. 

"Kenapa saya dipecat, Pak? Apa salah saya?" 

"Perlu saya bicara disini atau Anda menemui saya nanti?" 

"Baik, Pak. Saya akan menemui Anda." 

Mereka kembali melangkah, 

"Kamu juga dipecat, Felix!" ucap Hans, sang sekretaris. 

"Tunggu dulu, Pak. Saya bisa jelaskan. Saya punya bukti yang menyatakan saya tidak bersalah. Jika ada kekeliruan maka itu salah Shintia dan Nola." 

Mendengar namanya disebut Shintia mengangkat wajah begitu juga Nola. Shintia  menatap Felix dengan tajam tanpa melihat ke arah sang CEO dan sekretarisnya. Sedangkan Nola dia terpaku melihat ketampanan sang CEO. 

"Bapak itu kenapa melimpahkan kesalahan pada kami? Jelas-jelas Bapak—"

"Diam, kamu Shintia! Kamu sebaiknya mengaku saja."

"Mengaku apa? Saya tidak melakukan apa pun."

"Kamu berani mengangkat, hah!" Felix kesal, kedua matanya membola. 

"Pak dengarkan saya." Shintia memberanikan diri menatap Hans dan CEO itu. Namun, saat menyadari orang yang ada di sana adalah orang yang menguasai hatinya sejak lama. Bibir Shintia terkatup saat melihat pria yang kini berdiri sejak tadi melihat ke arahnya dengan tatapan yang sulit diartikan. 

"Kamu,"  gumamnya. Shintia diam, dia lupa apa yang dikatakan. Saat ini matanya berkaca-kaca menatap seseorang yang selama dua tahun membuat hidupnya hancur, selama dua tahun sangat dirindukan, dia berjalan melangkah dan hendak menyentuh wajah pria itu sebelum teriakan seseorang membuatnya sadar. 

"Kamu mau merayu hah?" Itu suara Felix, Shintia tersadar dan dia kehilangan semangat untuk membela diri. 

"Hans selesaikan urusan ini," ucap sang CEO dengan berjalan melewati Shintia begitu saja. Hati Shintia merasa sangat nyeri diabaikan pria yang dulu selalu memperlakukan dia dengan baik. 

"Dasar wanita murahan!"

"Dia kira dengan cara menggoda akan meloloskan dia dari kesalahan. Menjijikan!" 

Shintia mengabaikan semua makian itu, dia berlari meninggalkan tempat itu dengan menangis. Felix merasa puas, dia diuntungkan dengan keadaan ini. Meskipun tak mengerti apa yang membuat Shintia bersikap tak biasanya.

Shintia memutuskan untuk menenanhkan diri terlebih dahulu dan pergi ke toilet. Lama berdiam diri di dalam bilik  kamar mandi, menumpahkan rasa sedih yang menyayat hati. Shintia masih setia berada di sana.  Dia memejamkan mata dan air mata kembali terurai menghapus semua riasan wajah. Dia menyandarkan tubuhnya di dinding dengan mata yang terpejam. 

"Kenapa kamu hadir di saat aku mulai menata hidupku kembali, Mas?"

"Lihatlah kamu sekarang, aku semakin mustahil menggapaimu."

"Aku menyadari itu tapi sampai detik ini aku masih belum bisa melupakan semua. Sungguh, semua rasa itu tidak pernah berubah." 

Tubuh Shintia berangsur turun hingga dia berjongkok dan membenamkan wajah di kedua lututnya. Dia menangis tergugu mengabaikan masalah yang terjadi padanya. Tidak peduli dia yang akan kehilangan pekerjaan, dia kini hanya tenggelam dalam bayangan masa lalu yang indah dan berakhir memilukan. 

***

"Elu dari mana aja sih? Bisa-bisanya ya elu pergi tanpa bilang. Sekarang lo lihat, si FX sialan itu minta kita beresin tempat kerja. Noh, si Dinda dan Caca akan gantikan posisi kita? Anjir banget tuh aki-aki. Demi obsesinya ingin kerja dengan para selingkuhan dia menyingkirkan kita. Ah, asu, tai banget dah tuh aki-aki." Nola mengeluarkan semua sumpah serapahnya. Dia benar-benar sangat kesal. 

"Kita mggak bisa diam aja, elu setuju kan, Shin? Elu selalu semangat memberantas kejahatan. Ayo kita berjuang!" Nola mengangkat satu tangan penuh semangat. 

"Kalau kita dipecat kita nyari kerjaan lain aja deh," sahut Shintia asal. 

"Apa lo bilang? Waras gak lo? Kita ini gak salah, kalau kita pergi kita bawa nama buruk. Perusahaan mana yang mau terima." Nola mencengkram kedua bahu Shintia, dia mengguncang dengan sangat hebat. Membuat tubuh Shintia maju ke depan dan ke belakang dengan cepat. 

"Ya apa  ajalah, jual kembang kek, jadi pengamen kek, yang penting gak usah kerja disini." Shintia kembali menangis. 

Noli menyadari bahwa sahabatnya kini sedang tidak baik-baik saja. Perlahan tangannya mulai turun dari bahu. Dia menuntun Shintia untuk duduk di kursi. 

"Minum dulu, Shin." Noli menyodorkan botol air mineral yang sudah dibuka tutupnya. 

Shintia menerima botol air mineral itu dan meneguknya hingga habis setengah. Entah kenapa dia merasa haus. 

"Elu kenapa?" tanyanya lembut. Suara nyaring dan keras itu telah lenyap. 

Shintia mengangkat wajah dan menatap Noli dengan pandangan yang sendu. "Gue harus pergi dari perusahaan ini, Nol. Harus." 

"Kenapa? Ada apa coba elu cerita deh." 

Bukan menjawab Shintia menelungkupkan wajahnya di kedua tangan yang dilipat di atas meja. Nola tahu bahwa sahabatnya sedang tidak baik-baik saja. Dia mengusap pucuk kepala Shintia. Apalagi saat melihat sendiri sikap sahabatnya pada CEO. Nola yakin pasti ada sesuatu yang dia tidak tahu. 

"Elu beneran memanipulasi data?" tanya Nola, Shintia menggeleng. 

"Lalu kenapa elu nangis dan ingin pergi. Bukankah kita sudah sepakat akan membongkar kasus ini. Ayolah, Shin. Gue beneran nggak mau keluar dari perusahaan ini. Berjuang yuk, ungkap semua. Elu kan biasanya paling bersemangat." 

Shintia kembali mengangkat wajah, "Gue gak bisa, gak bisa!" 

"Kalau elu kek gini terus, semua menganggap kita salah. Elu nangis karena apa sih? Kenapa elu juga tadi  bersikap aneh pada CEO? Elu gak niat goda dia kan?"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Anak Rahasia Sang Presdir
8.2
Hidup Ariana hancur setelah dikhianati ibu tirinya hingga ia terpaksa menjadi ibu pengganti bagi seorang miliarder dingin. Setelah persalinan, pria itu secara kejam merampas bayinya demi menghindari ikatan pernikahan. Namun, takdir berkata lain saat waktu mulai mengikis kebekuan hati sang presdir. Di balik luka dan pemisahan paksa, benih cinta yang tak terduga justru tumbuh perlahan di antara mereka, mengubah dendam menjadi perasaan yang hangat.
Sampul Novel Asisten Pribadi CEO yang Terlalu Mempesona
8.2
Demi membalas budi sahabat yang membiayai pengobatan anaknya, Wilona Anastasia bertahan menjadi asisten Marten Dewangga Yanuardi. Meski Marten adalah CEO muda yang arogan dan keras kepala, pesona Wilona perlahan melunakkan sifat kekanakannya hingga ia terobsesi pada asistennya itu. Namun, sebuah rahasia besar membayangi hubungan mereka yang kian intens. Akankah cinta Marten tetap bertahan saat mengetahui bahwa Wilona sebenarnya adalah seorang janda beranak satu?
Sampul Novel Babu Kumal VS CEO Kutub Utara
8.4
Terryn dikirim ibunya untuk tinggal bersama sahabat lamanya, Ibu Imelda. Meski dididik menjadi wanita berpendidikan, Terryn justru diperlakukan bak pembantu oleh Deva, putra bungsu Imelda yang dingin dan angkuh. Konflik memuncak hingga sebuah peristiwa besar memaksa mereka menikah atas keinginan Imelda. Terryn yang mencintai Deva harus menghadapi kenyataan pahit bahwa suaminya tetap tak acuh. Namun, saat Deva mulai luluh, Terryn justru pergi menjauh darinya.
Sampul Novel Diawali Dengan Penceraian
8.2
Setelah diusir dari Keluarga Wilton, Gerald harus menjalani hidup penuh kemiskinan selama lima belas tahun. Nasibnya kian terpuruk saat ia dicap sebagai menantu tidak berguna dan diceraikan oleh Clarisa setelah dua tahun mereka membina rumah tangga. Namun, siapa sangka bahwa perpisahan pahit tersebut justru menjadi titik balik besar dalam hidupnya. Inilah awal dari babak baru perjalanan Gerald yang penuh kejutan setelah statusnya sebagai suami berakhir.
Sampul Novel Jerat Cinta Sang Casanova
8.9
Hidup Aileen Maharani hancur seketika saat dikhianati kekasihnya dan kehilangan kesucian oleh pria asing dalam satu malam. Berharap memulai lembaran baru di Jakarta, ia justru terjebak obsesi Kendrick Adelard. Sang miliarder arogan itu mengklaim Aileen sebagai miliknya dan menuntut pertanggungjawaban atas insiden tak sengaja mereka. Kini, Aileen dihadapkan pada pilihan sulit: melarikan diri dari sang Casanova atau menerima tawaran menjadi wanita simpanannya.
Sampul Novel KANG CENDOL TERNYATA MILIARDER
8.4
Irpan sering kali dianggap sebagai pedagang cendol biasa oleh orang di sekitarnya, padahal ia menyimpan rahasia besar sebagai seorang miliarder. Pertemuan yang tidak disengaja antara dirinya dan Putri perlahan berubah menjadi ikatan takdir yang begitu indah. Namun, mampukah Irpan terus menyembunyikan status aslinya dari wanita tersebut? Akankah Putri akhirnya menyadari kekayaan luar biasa di balik sosok sederhana Irpan dalam kisah romansa penuh kejutan ini?