APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel CEO Iblis Azhar

CEO Iblis Azhar

Citra terjebak dalam dilema antara kebencian mendalam atas perlakuan kejam Azhar dan ketakutan kehilangan pria itu saat benih cinta mulai tumbuh. Di sisi lain, Azhar yang awalnya hanya ingin memperbudak Citra demi memuaskan nafsunya, justru mulai dikuasai naluri untuk melindungi. Hubungan penuh luka ini berubah menjadi ikatan yang rumit, membuktikan bahwa mereka adalah perasaan yang tepat namun hadir di saat yang tidak seharusnya bagi satu sama lain.
Bab
Bagikan

Bab 2

“Turut berduka cita atas kematian istrimu, Azhar,” ucapan bela sungkawa itu keluar dari mulut seorang laki-laki yang usianya memasuki angka 27. Orang akan mengira dia berusia tiga puluhan dengan penampilannya, namun usianya jauh lebih muda.

“Terima kasih, Arrow,” balas laki-laki yang diberi ucapan itu. Seorang laki-laki yang meneteskan air melihat pusara sang istri. Azhar mencoba tersenyum, meskipun pemandangan di depannya ini membuat pilu baginya.

“Maaf aku baru datang. Ada urusan perusahaan,” balas laki-laki yang dipanggil Arrow itu. Hanya tiga orang yang masih ada di sana: Azhar, Arrow, dan seorang perempuan dengan pakaian gamis panjang berwarna putih. Jilbab putih menutupi kepalanya.

“Aku permisi dulu,” ucap Arrow berpamitan. Azhar menganggukkan kepalanya. Laki-laki yang baginya sudah seperti teman akrab itu pun pergi dari pemakaman. Azhar lalu melihat kepada perempuan bergamis putih itu.

“Kamu ikut aku pulang,” ucap Azhar kepada perempuan itu, “Citra,” lanjutnya memanggil nama perempuan itu. Perempuan bernama Citra itu menganggukkan kepalanya.

“Baik kak,” ucap perempuan yang disapa Citra. Mereka berdua pun pergi dari pemakaman. Mobil hitam Azhar masih berada di area pemakaman. Hari ini adalah hari yang sepi. Tidak ada orang selain para penjual bunga untuk diuntaikan pada makam orang terkasih.

“Bahkan langit pun bersedih,” komentar Azhar seraya menatap ke langit yang berselimutkan gulungan hitam. Dia menghembuskan nafas berat.

“Kenapa harus seperti ini? Aku sudah mendapatkan semuanya, tetapi, justru aku kehilangan yang berharga,” keluhnya pelan. Tepukan di pundak kiri Azhar membuatnya menoleh kepada sang penepuk.

“Jangan bersedih, Kakak. Kakakku sudah tenang di sana,” balas Citra menyemangati laki-laki yang menjadi suami dari kakaknya selama setahun terakhir. Azhar menganggukkan kepala, namun mengisyaratkan agar Citra melepaskan tangannya yang menyentuh pundak kirinya.

“Terima kasih,” ucap Azhar. Mereka pun berjalan masuk ke mobil Azhar. Perjalanan kembali ke rumah menjadi sangat suram. Tidak ada patah kata antara dua insan itu, hingga mereka dekat dengan area perumahan.

“Apakah kamu mau ku antar pulang ke rumah keluargamu saja?” tanya Azhar kepada Citra. Perempuan yang sempat merenung itu terlihat terkejut. Namun, dia segera menetralkan reaksinya.

“Boleh Kak. Pakaian saya masih di sana pula,” jawab Citra. Azhar menghembuskan nafas berat.

“Baiklah. Akan saya antarkan,” ucap Azhar. Dia pun memutar arah menuju rumah mertuanya yang sekarang sepi. Entah siapa yang membencinya, hingga menyingkirkan orang-orang yang berharga baginya satu per satu. Ayah dan ibunya wafat karena penyakit kanker stadium 4, dengan ayahnya duluan. Kakak tunggal dan Adik-Adik di keluarganya mati keracunan, namun dia tidak bisa mengungkap dalang dibalik pembunuhan mereka.

“Semenjak Kakak berada di puncak, keluarga Kakak mulai tersingkir satu per satu,” ucap Citra pelan, namun Azhar mendengarnya meski samar. Azhar menghembuskan nafas berat.

“Seminggu lalu, aku menghadiri resepsi pernikahan. Seminggu kemudian, aku menghadiri pemakaman. Kehidupan itu memang lucu,” komentar Azhar terhadap kalimat Citra. Perempuan itu terkejut mendengarnya.

“Oh. Aku lupa bilang, salah satu anak buah di perusahaanku resepsi minggu lalu. Namanya Shad,” jelas Azhar kepada Citra. Perempuan itu hanya menganggukkan kepalanya.

“Kita sampai,” komentar Azhar kala mereka tiba di depan rumah itu.

“Kamu masih mau tinggal di sini? Aku menawarkanmu untuk tinggal di rumahku,” tanya Azhar seraya memberikan penawaran. Citra tampak ragu.

“Tapi, apakah-” kalimat Citra langsung dipotong oleh Azhar.

“Kamu tahu sendiri rumahku tidak terlalu dekat dengan rumah lain. Selain itu, orang-orang tidak akan berprasangka macam-macam. Selama ini, kamu juga sering mampir kan?” tanya Azhar lagi. Citra menganggukkan kepalanya pelan.

“Kalau begitu, saya urus pakaian-pakaian saya dulu. Saya juga sekaligus kunci rumah,” jawab Citra. Dia pun pergi keluar dari mobil Azhar. Sebuah telepon masuk ke dalam ponselnya.

“Selamat siang Pak Bos Azhar. Turut berduka cita. Untuk rencana kerjasama dengan perusahaan itu bagaimana?” tanya seseorang di seberang.

“Harst. Kerjasamanya akan tetap berjalan. Aku minta kamu urus berkasnya. Aku akan periksa nanti saat aku ke kantor,” jawab Azhar.

“Siap Pak Bos,” balas orang yang disebut sebagai Harst itu. Azhar mematikan telepon.

“Menyusahkan saja. Perusahaan panah itu terus mengganggu rencanaku. Sudah beberapa perusahaan kecil potensial dia rebut dariku,” keluh Azhar seraya membuka sebuah daftar perusahaan yang dia kejar. Beberapa sudah dia ambil, sementara sisanya dia coret karena pesaing utamanya telah melakukan akuisisi total.

“Aku akan kalah jika bersaing dengan dia. Di lokal, dia tidak terlalu mentereng dibandingkan aku maupun para CEO top lainnya. Namun, resources yang dia punya lebih banyak dari kami semua digabungkan. Si laknat itu,” gumam Azhar ketus. Dia menutup daftar itu.

“Setidaknya pergerakannya menjadi sulit di Indonesia. Jujur, aku tidak mengerti kenapa dia masih berani berada di dalam zona perang yang membahayakan dirinya sendiri,” pikir Azhar heran. Apa yang sebenarnya diinginkan oleh rivalnya dengan terus berada di Indonesia secara fisik?

Azhar membuka sebuah aplikasi rahasia. Dia mencoba melacak dimana rivalnya itu berada.

“Apa yang diinginkan oleh rivalku ini?” gumamnya seraya melihat pergerakan rivalnya yang mengarah ke sebuah bandara. Terbesit untuk melakukan sebuah kecelakaan insidental, namun dia tahu itu bukanlah ide bagus saat ini.

“Dia tahu dia bermanfaat bagiku meski menjadi ancaman. Apa yang sebenarnya dia inginkan?” gumam Azhar lagi. Suara Citra yang mengetuk pintu depan mobil membuat Azhar tersadar dari pemikirannya.

“Sebentar,” komentar Azhar seraya membuka bagasi mobil dari tempat kemudi. Citra memasukkan pakaiannya ke bagasi. Azhar tetap menunggu dengan tenang.

Sebuah telepon masuk, dia melihat nomornya dari anak buahnya yang baru mengadakan resepsi. Apakah ada informasi menarik?

“Assalamu’alaikum Pak Azhar. Turut berduka cita pak,” ucap suara di seberang. Azhar hanya menghembuskan nafas berat.

“Terima kasih, Shad. Bagaimana kondisi di lab?” tanya Azhar kepada orang di seberang.

“Baik pak. Namun, Rahima sampai sekarang masih absen dari shift jaga,” jawab Shad. Azhar hanya geleng-geleng kepala.

“Begitu ya. Aku yakin Arrow menjaga adik Soul dengan baik,” komentar Azhar dengan tenang, “aku putus dulu,” lanjutnya. Azhar menutup telepon itu. Citra sudah selesai dengan bagasinya, dan dia kembali duduk di kursi baris tengah mobil.

“Sudah selesai Kak,” ucap Citra kala dia sudah duduk dengan sempurna. Bagasi mobil telah dia tutup.

“Baiklah. Kita berangkat,” komentar Azhar dingin. Mobil itu pun melaju pergi dari rumah keluarga mertua Azhar.

Mereka tiba di rumah itu kala jam menunjukkan angka 5 sore. Semua sudah lelah. Azhar langsung ke kamarnya untuk mandi dan beristirahat, begitu pula Citra memakai salah satu kamar kosong di rumah itu. Para pelayan di rumah itu tampak kehilangan, namun mereka berusaha tegar karena tidak ingin majikan mereka terus bersedih.

Saat malam, beberapa pelayan telah menyiapkan makan malam. Azhar mengajak Citra untuk makan malam. Makanan malam itu terlihat mewah, dan Citra selalu sulit untuk memahami kemewahan itu.

Namun, saat mereka selesai makan, Citra tiba-tiba ambruk, mengejutkan Azhar. Dia panik dan memanggil beberapa pelayan untuk membersihkan tempat makan dan membawa Citra ke kamar perempuan itu. Baru saja dia kehilangan istri, sekarang dia akan kehilangan sisa keluarganya yang terakhir? Dari keluarga dirinya dan Halima, istrinya, tinggal Citra yang hidup.

Sementara dokter pribadi mencoba memastikan Citra baik-baik saja, Azhar datang ke kamar Citra untuk memeriksa.

“Bagaimana, Dok?” tanya Azhar memastikan.

“Kondisi beliau baik-baik saja. Sepertinya efek obat penidur,” jawab sang dokter. Azhar tampak terperangah. Obat tidur!?

“Begitu ya dok,” ucap Azhar pelan. Sang dokter menganggukkan kepala beliau. Laki-laki sepuh itu lalu izin keluar.

“Kenapa semua keluargaku terancam seperti ini?” ucap laki-laki itu sedih. Dia melihat ke arah pintu yang terbuka, lalu berjalan ke pintu itu dan menutupnya. Wajah teduhnya menghilang, bergantikan sebuah kesinisan.

“Akhirnya, mari kita mulai.”

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bukan Mantan Istri Biasa
9.2
Tiga tahun Laura mengabdi sebagai istri yang penurut, namun Nikolas Riyadi justru membalasnya dengan dingin karena wanita lain. Sadar pengorbanannya sia-sia, Laura akhirnya memilih bercerai. Kabar kembalinya status lajang sang ahli waris kaya ini langsung menggemparkan publik, memicu persaingan para CEO tampan untuk meminangnya. Saat Nikolas memohon kesempatan kedua di depan umum, akankah Laura luluh atau tetap pergi meninggalkan masa lalunya?
Sampul Novel Dikhianati Saat Hati Masih Percaya
9.3
Arkan Ravendra kehilangan pengantinnya, Nayara, yang terpaksa menikah siri dengan Darryl Adraya akibat penebusan utang. Arkan bersumpah merebutnya kembali, sementara istri sah Darryl, Laras, merasa dikhianati hingga terjebak hubungan gelap dengan pria lain. Nayara kini terhimpit di antara keluarga Arkan yang obsesif dan keluarga Darryl yang merendahkannya. Akankah cinta tumbuh dari keterpaksaan ini, atau semua hancur saat masa lalu menuntut balas?
Sampul Novel Get Pregnant Please!
8.3
Hidup Caca selalu dirundung nasib buruk hingga seorang peramal menyarankan agar ia segera memiliki anak demi mengubah takdirnya. Sayangnya, suami misterius yang menikahinya setahun lalu tak pernah menampakkan diri, meski ia hidup mewah di rumah elit. Menduga suaminya adalah pria tua yang buruk rupa, Caca nekat mencari pria idaman di klub malam untuk dihamili. Tak disangka, pria tampan yang menjadi targetnya justru adalah suaminya sendiri yang selama ini ia hindari.
Sampul Novel Malapetaka Cinta Claire
9.6
Impian Claire akan pernikahan bahagia hancur saat ia terjerat dalam keluarga konglomerat yang penuh siksaan. Hidupnya menderita akibat aturan kejam dan penghinaan mertua hingga akhirnya ia diceraikan Randi karena dianggap mandul. Namun, rahasia kelam masa lalu antara keluarga mereka terungkap. Didorong dendam membara, Claire nekat mengubah identitas dan fisiknya secara ekstrem demi membalas sakit hatinya. Mampukah ia menuntaskan misinya terhadap keluarga Randi?
Sampul Novel MENGGODA CEO KEJAM
8.3
Pasca kematian ibunya, Reaneta Alisha terpukul mengetahui perselingkuhan ayahnya dengan gadis seumurannya. Demi membalas dendam, Rea berencana memikat Logan Asher Maverick, miliarder dingin yang menjadi pujaan selingkuhan sang ayah. Namun, Logan bukan pria sembarangan yang mudah ditaklukkan. Situasi berubah mencekam saat niat terselubung Rea terbongkar. Logan yang murka kini mengancam nasib Rea. Akankah misi godaan ini justru menjadi bumerang baginya?
Sampul Novel Pengasuh Duda Jutawan
7.9
Ditinggalkan suami saat melahirkan, Johanne Warrent terpaksa bekerja demi bayinya. Ia menjadi pengasuh Jhin, putra pemberontak Eduard Collen, jutawan duda yang dingin. Di tengah sikap arogan Eduard dan tekanan keluarga besarnya, Johanne berjuang memenangkan hati Jhin yang trauma. Namun, benih cinta yang tumbuh justru mengancam profesionalitasnya. Kini, ia harus bertahan menghadapi berbagai rintangan demi menjaga pekerjaan dan masa depan sang buah hati.