APKDock Logo
Sampul Novel CEO YANG MENKUJGKIRBALIKKAN DUNIAKU

CEO YANG MENKUJGKIRBALIKKAN DUNIAKU

8.3 / 10.0
Delia, mahasiswi sederhana, terjerat asmara dengan Arkan, sang pewaris konglomerat. Namun, kebahagiaan itu sirna saat tunangan Arkan muncul dan mempermalukan Delia. Sikap Arkan yang diam membisu meninggalkan luka dalam. Empat tahun berselang, takdir membawa Arkan kembali sebagai CEO di kantor baru Delia. Di tengah bayang masa lalu, Delia harus memilih antara mengundurkan diri, bertahan, atau menuntut balas atas rasa sakitnya yang belum usai.

CEO YANG MENKUJGKIRBALIKKAN DUNIAKU Bab 1

"Arkan, ke aula yuk, lihat anak-anak baru yang lagi orientasi. Ajak Seno sekalian," ajak seorang teman.

"Malas ah," sahutku sambil menguap.

"Palingan muka-muka gitu lagi, bosan."

"Eh, ayolah, siapa tahu ada yang nyantol di hati," Seno memaksa sambil menyikut lenganku.

Dengan berat hati, aku akhirnya mengikuti Seno menuju aula. Setibanya di sana, seperti biasa, saat aku melangkah masuk ke dalam ruangan, suasana yang semula riuh mendadak hening. Sudah sering aku mengalami ini-kehadiranku memang selalu berhasil menarik perhatian.

Namun, di tengah keheningan itu, satu suara terdengar jelas. Sepertinya dia sedang bercanda dengan temannya, tidak menyadari situasi sekitar.

"Kata siapa?" katanya dengan lantang.

Aku langsung menoleh ke arah suara itu. Mataku tertumbuk pada seorang gadis dengan dahi lebar, rambut panjang yang diikat tinggi dengan karet rambut berwarna merah, dan mengenakan kaus merah terang.

Sekilas, aku mengerutkan kening. "Norak banget," gerutuku dalam hati. "Jangan-jangan sepatunya juga merah."

Iseng, aku berkata dengan suara galak, "Siapa itu yang masih bicara saat saya datang? Maju ke depan!"

Semua orang di aula saling menoleh kebingungan, mencari siapa yang baru saja bersuara. Termasuk si empunya suara yang terlihat heran sambil menatap sekeliling.

"Kamu, yang baju merah!" seruku, menunjuk langsung.

Tanpa ragu, dia berdiri. Dengan langkah santai, ia berjalan mendekat ke arahku di depan aula. Dan benar saja, tebakanku tadi tidak meleset. Sepatunya merah, celananya hitam gelap, bahkan jam tangannya pun merah.

Yang paling mencolok adalah bagian depan sepatunya yang melengkung ke atas seperti sepatu Aladdin. Aku hampir tidak bisa menahan tawa.

"Nekat banget sih ini orang," pikirku.

Namun, ada sesuatu dalam caranya berjalan-percaya diri, tanpa rasa takut-yang tiba-tiba menarik perhatianku lebih dalam. Bukan karena noraknya, tapi karena keberaniannya.

Di saat semua orang menunduk takut-takut, dia malah berdiri dengan tegak, menatap lurus ke arahku. Seno yang berdiri di sampingku berbisik pelan, "Nah, kan, gue bilang juga apa. Siapa tahu ada yang nyantol."

Aku pura-pura melotot padanya, tapi dalam hati, aku mulai penasaran dengan si gadis merah ini.

"Siapa namamu?" tanyaku dengan suara keras, masih menjaga wibawa di depan para peserta orientasi.

"Delia, Pak," jawabnya sedikit gugup.

"Sejak kapan aku menikah dengan ibumu sampai kamu panggil aku 'bapak'?" lanjutku, tak kalah galak.

"Maaf, Kak," katanya cepat, menatapku lurus tanpa ragu.

Aku sedikit terkejut. Gadis ini berani sekali. Biasanya, kalau berhadapan denganku, para gadis akan menunduk malu-malu, bahkan tak berani menatap wajahku. Tapi Delia berbeda.

Dari dekat, aku bisa melihat dengan jelas-kulitnya putih bersih, matanya sipit namun tajam, menunjukkan kecerdasan. Alisnya jarang tapi membentuk lengkungan alami yang indah di keningnya yang lebar, hidungnya bangir, dan bibirnya mungil sempurna. Rambut hitam legamnya terikat tinggi, menambah kesan enerjik.

"Hei Arkan, sejak kapan kamu terpukau sama gadis?" ejek hatiku sendiri.

"Darimana asalmu?" tanyaku lagi, berusaha tetap galak.

"Pelabuhan Ratu, Kak," jawabnya mantap, tanpa sedikit pun gentar.

"Maksudmu tadi apa, 'kata siapa'?" tanyaku tetap dengan nada galak.

"Oh, tadi aku lagi ngobrol sama teman, Kak," jawabnya santai.

"Kamu tahu nggak, kalau saya masuk ruangan, semua harus diam?" lanjutku, nada suara makin ditekan.

"Kata siapa?" tanyanya polos, tampak benar-benar heran.

"Kataku barusan! Kamu budek ya?" sentakku.

"Oh..." sahutnya pendek.

"Kamu nggak tahu siapa saya?" aku bertanya lagi, mulai sedikit kesal.

"Memang siapa?" balasnya enteng.

Aku sampai melongo. "Beneran nggak tahu?" tanyaku lagi, setengah tak percaya.

Dia hanya melongo, seolah berpikir keras.

"Jidat gede doang, nggak ada isinya," gerutuku. "Kamu saya hukum!"

"Lho, salah saya apa?" protesnya.

"Banyak! Kamu bicara saat saya datang, kamu nggak tahu siapa saya, dan kamu buang-buang waktu saya!"

"Memangnya Kakak siapa, sampai bisa menghukum saya?" balasnya santai.

"Ya karena saya bisa!" jawabku cepat.

Dia hanya diam, menatapku dengan mata menantang. Senyumnya tipis, sinis, seolah berkata 'apa hebatnya kamu'.

Dasar cewek kurang ajar, nggak pernah diajarin sopan santun kalau berhadapan sama Arkan pikirku geram.

"Cium tangan saya," perintahku.

"Gak mau!" sahutnya tegas.

"Kalau nggak mau, saya yang cium kamu!" balasku iseng.

"Ogah!" Dia melotot, wajahnya memerah.

"Eh, cewek lain ngantri mau saya cium, kamu malah nolak. Kamu cewek beneran bukan sih?" godaku.

"Cewek lah!" jawabnya sengit.

"Kalau cewek, harusnya tertarik sama saya. Jangan-jangan kamu ada kelainan."

"Idih, nuduh sembarangan!" serunya, mendengus kesal.

"Cium tangan saya. Kalau nggak, kita berdiri di sini sampai besok, dan teman-temanmu juga nggak boleh pulang."

Wajahnya memerah karena malu dan jengkel. Dengan mendengus kesal, Delia akhirnya mendekat. Tapi bukannya mencium tanganku, dia malah menggigit jariku dengan cukup keras!

"Aww!" aku meringis.

Tawa langsung meledak di aula, membuatku melongo kaget dan menahan sakit sambil mengibas-ngibaskan tangan.

"Kurang ajar!" desisku dalam hati. "Awas kamu, Delia. Rasakan pembalasanku nanti!"

Lanjut Membaca

Daftar Isi CEO YANG MENKUJGKIRBALIKKAN DUNIAKU

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Dinodai keluarga suami
9.6
Anisa Rahma memulai hidup baru sebagai istri Seno Bagaskara, pria kaya raya yang membawanya tinggal di kediaman besar keluarga. Namun, situasi menjadi rumit karena mereka harus berbagi atap dengan saudara ipar lainnya. Di balik kemewahan tersebut, Anisa tidak menyadari bahwa adik laki-laki Seno dan suami dari iparnya menyimpan hasrat terlarang kepadanya. Kini, Anisa terjebak dalam ancaman nafsu mereka di rumah itu. Sanggupkah ia bertahan?
Sampul Novel En-PD154
9.0
Setelah memenangkan sepuluh laga beruntun di arena, aku justru dikhianati Roderick. Tunanganku itu malah bermesraan dengan cinta pertamanya dan membiarkan wanita itu menghinaku sebagai sosok kasar yang tak berkelas. Kelembutannya kemarin sirna, berganti pengakuan cinta untuk wanita lain di hadapanku. Dengan hati yang mendingin, aku menghubungi ayahku sang bos mafia. Aku meminta pernikahan dibatalkan karena aku ingin mencari pria lain yang jauh lebih layak.
Sampul Novel Jatuh Cinta dengan Dewi Pendendam
9.3
Dikhianati oleh tunangan dan saudara angkatnya setelah kembali dari desa, Sabrina membalas dendam dengan mendekati paman sang mantan, Charles. Meski awalnya Charles menolak ikatan emosional setelah malam penuh gairah, Sabrina justru memancing harga dirinya hingga mereka terikat selamanya. Kini sebagai bibi mantan kekasihnya, Sabrina yang dianggap remeh ternyata menyimpan kekayaan miliaran dolar, membuktikan bahwa dia bukan sekadar pemburu harta, melainkan pemilik takhta sesungguhnya.
Sampul Novel Light Of Love
8.1
Kayla Pratama, seorang yatim piatu, terpaksa menjalani hidup sebagai istri kedua dari pengusaha sukses bernama Raga Dirgantara. Terjebak oleh beban hutang budi di masa lalu, Kayla tidak memiliki pilihan selain menerima nasibnya yang pahit. Kehadirannya dalam pernikahan itu hanyalah demi memberikan keturunan bagi sang miliarder. Ia harus berjuang menghadapi kenyataan bahwa dirinya cuma dianggap sebagai alat tanpa memiliki posisi yang sesungguhnya.
Sampul Novel Menjadi Orang Ketiga Dipernikahan
7.9
Mira Aditya terjebak dalam perjodohan orang tuanya dengan Rafiq Jaya. Alih-alih bahagia, ia justru menghadapi kenyataan pahit bahwa suaminya telah menikahi kekasih lamanya, Elena Faris, secara rahasia. Menjadi sosok yang terpinggirkan dalam rumah tangganya sendiri, Mira harus menanggung luka batin yang mendalam. Di tengah kehampaan dan rasa kecewa yang kian menggunung, Mira kini dihadapkan pada pilihan sulit antara terus bertahan atau pergi mencari kebebasan.
Sampul Novel Menyusui Bayi Mafia
9.7
El Zibrano Elemanus memberikan tawaran gila kepada Lea untuk menyusui putranya dengan imbalan kekayaan yang tak terbatas. Lea yang masih berstatus pelajar menolak keras karena merasa permintaan itu tidak masuk akal bagi gadis seusianya. Namun, El tidak menerima penolakan dan bersikeras bahwa ia bisa mewujudkannya melalui caranya sendiri. Di bawah tekanan sang bos mafia, Lea terjebak dalam situasi intim yang mengancam masa depan dan harga dirinya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan