APKDock Logo
Sampul Novel Cinta Belum Berakhir

Cinta Belum Berakhir

9.3 / 10.0
Lima tahun berlalu sejak Kanaya pergi tanpa pamit demi pernikahan pilihan orang tua, namun takdir justru mempertemukan kembali dirinya dengan Haitsam. Kini, Haitsam terjebak dalam tugas sulit membimbing Kanaya mengelola perusahaan milik ayah mertua wanita itu. Meski cintanya belum padam, Haitsam harus menekan perasaannya demi menjaga amanah sang atasan. Akankah rahasia masa lalu mereka terbongkar di hadapan suami Kanaya? Inilah dilema hati yang penuh risiko.

Cinta Belum Berakhir Bab 1

"Selamat pagi, Pak Harry," sapa Haitsam pada bosnya. Sambil membungkukkan badan, pria itu berperan sebagai seorang bawahan yang senantiasa bersikap santun pada sang atasan.

Haitsam Rahandika berprofesi sebagai asistan pribadi Harry Ekawira di kantor. Sang atasan merupakan seorang pemilik sekaligus direktur utama PT WIRA GROUP (sebuah perusahaan yang bergerak di bidang kontraktor).

Haitsam menyambut kedatangan Harry setelah pria paruh baya itu turun dari mobil. Haitsam lalu mengambil alih membawakan tas kerja Harry--kemudian berjalan memasuki badan kantor dengan posisi berada di belakang Harry.

Pria paruh baya berusia enam puluh tahun itu mengulas senyum simpul untuk para karyawan yang menyapanya ketika berpapasan di lantai lobby. Harry merupakan sosok pemimpin yang murah senyum. Ia pun tidak pernah membeda-bedakan bawahan. Karena dirinya menganggap semua pegawainya adalah keluarga.

Haitsam dan Harry saat ini tengah bergerak menuju ruang kerja Harry yang berada di lantai sebelas.

"Oh iya, Sam, nanti setelah jam makan siang, anak sama menantu saya datang ke sini," ucap Harry di sela-sela langkahnya.

Posisi mereka saat ini telah sampai di depan ruang kerja Harry. Haitsam pun dengan sigap membukakan pintu untuk Harry, kemudian mempersilakan Harry untuk memasuki ruang kerja bernuansa pastel tersebut.

"Oh, ya? Wah, kebetulan sekali, Pak. Pak Ramdan tumben sekali membawa istrinya ke sini? Seumur-umur saya bekerja dengan Bapak, saya belum sekali pun bertemu dengan menantu Bapak." Haitsam terlihat antusias menanggapi cerita atasannya.

Harry mulai melepas jas hitam yang sejak tadi ia kenakan, kemudian memberikannya pada Haitsam. Pria itu pun duduk di kursi hitam empuk berkaki lima--yang merupakan kursi kebesarannya.

Haitsam senantiasa berdiri di samping atasannya. Tugasnya memang seperti ini setiap hari. Lelaki muda yang memiliki lesung pipit di pipi sebelah kiri itu sudah tiga tahun ini bekerja pada Harry.

Awal pertemuan mereka, Haitsam kebetulan pernah menolong lelaki paruh baya itu sewaktu hampir dirampok oleh orang-orang jahat. Dari situlah, Harry langsung tertarik pada Haitsam. Ia percaya kalau Haitsam adalah orang yang baik. Harry lalu berinisiatif mengajak Haitsam bergabung di perusahaannya. Tanpa ia duga sebelumnya, Haitsam dengan senang hati menerima tawarannya.

Boleh dibilang, Haitsam adalah kaki tangan Harry di perusahaan. Ia mengerti betul seluk beluk perusaahan milik Harry. Haitsam adalah orang yang paling dipercayai Harry di kantor ini.

"Selama ini menantu saya itu sibuk kuliah di luar negeri, Sam. Jadi, ya, maklum ketika Ramdan berkunjung ke sini, dia tidak ikut serta. Ramdan sendiri juga tipikal orang yang gila kerja. Mengunjungi saya pun kalau sedang ada urusan saja. Tujuan Ramdan tiba-tiba mengajak istrinya datang ke sini karena ada urusan yang penting, Sam. Sebelumnya saya sudah berdiskusi dengan Ramdan. Kami berdua telah sepakat menunjuk istri Ramdan menjadi penerus perusahaan ini. Saya berniat ingin pensiun, Sam."

Haitsam sempat terkejut ketika Harry bercerita kalau ingin pensiun. Sejauh ini bosnya itu tidak pernah membahas masalah pensiun.

"Maaf, Pak, tadi Bapak bilang kalau Bapak ingin pensiun? Maksudnya ... Bapak ingin berhenti tidak mengurus perusahaan ini lagi?" tanya Haitsam penasaran.

"Ya, saya ingin menikmati hidup di sisa-sisa waktu saya. Saya ini sudah tua, Sam. Masa iya, sudah bangkotan begini, saya masih kerja terus? Berhubung Ramdan fokus mengelola perusahaan yang di Jakarta, mau tidak mau, istrinya-lah yang harus mengurus perusahaan ini," jelas Harry.

Harry tidak mungkin memaksakan diri untuk terus-menerus bekerja di usianya yang sudah tidak muda lagi. Ia sudah ingin beristirahat dan menikmati masa tuanya.

"Jadi begini, Sam, saya punya satu tugas buat kamu. Saya ingin kamu nanti bersedia membimbing menantu saya mengurus perusahaan ini," lanjut Harry.

"Baik, Pak. Saya tentu bersedia," sanggup Haitsam. Sebagai bawahan yang patuh, ia tidak mungkin menolak perintah atasannya.

***

Pukul dua belas lebih sedikit, Haitsam menemani Harry meeting dengan seorang klien di sebuah restoran. Mereka berdua pun sekaligus makan siang bersama dengan klien tersebut.

Sambil menikmati jamuan makan siang, Haitsam gunakan waktu untuk menjelaskan prosedur kontrak kerja dengan kliennya. Boleh dikatakan, Haitsam pun juga merangkap menjadi juru bicara Harry. Lelaki berusia tiga puluh dua tahun itu adalah orang yang sangat Harry andalkan. Kepiawaian yang Haitsam miliki dalam mengurus perusahaan, nyaris sebanding dengan anak Harry yaitu Ramdan.

"Untuk pembangunannya, apakah bisa kita mulai awal bulan depan, Mas Haitsam?" tanya Dahlan--seorang klien yang siang ini tengah meeting dengan Haitsam dan juga Harry.

"Kami usahakan pasti bisa, Pak. Kami akan mempersiapkan semuanya dengan matang. Bapak tinggal menunggu hasilnya saja," jawab Haitsam mantap.

"Wah, sepertinya Pak Harry benar-benar tidak salah memilih orang sebagai kaki tangan, ya. Bolehkah saya meminjam Mas Haitsam-nya sebentar untuk ikut bergabung dengan perusahaan saya, Pak Harry?" gurau Dahlan. Ia kebetulan teman dekat Harry--dan sedari dulu mereka berdua sudah terbiasa bergurau.

"Eh, tidak bisa, Bos. Haitsam ini anak emasku. Sembarangan saja kamu, mau main pinjam. Kamu pikir Haitsam ini barang pinjaman?" Harry balas bergurau. Hal ini refleks membuat Haitsam tertawa kecil.

"Loh, yang jadi bahan rebutan malah tertawa. Piye to iki? Sepertinya, selain menjadi seorang pengusaha, kita berdua cocok juga untuk menjadi pelawak, ya,  Har?" Lagi, Dahlan makin menjadi-jadi berguraunya.

"Maaf, Pak, saya tertawa bukan karena mengejek, tapi saya merasa terhibur dengan gurauan Bapak. Saya merasa iri dengan persahabatan Pak Dahlan dan juga Pak Harry. Persahabatan dua orang pria hebat yang benar-benar kompak sepanjang waktu," puji Haitsam.

"Hei, jangan asal menilai dulu. Biarpun kami kompak, tapi kami pernah terlibat perseteruan panas, loh, sebelumnya. Saya pernah memusuhi Harry, saat beliau lebih memilih menikahkan Ramdan dengan gadis lain ketimbang dengan putri saya." Dahlan rupanya mulai mengungkit masa lalunya dengan Harry.

"Bukan maksudku tidak mau menikahkan Ramdan dengan Rania, Ferguso. Aku begini karena ada amanah dari mendiang istriku. Jadi begini, sebelum istriku meninggal, dia sudah punya rencana ingin menikahkan Ramdan dengan gadis pilihannya. Aku hanya sebatas menjalankan amanah dari istriku saja," bela Harry. Ia memang semata-mata melakukan semua ini karena ingin mewujudkan impian sang istri--yaitu menikahkan Ramdan dengan gadis pilihan ibunda Ramdan.

"Ya, aku tahu. Aku pun paham. Yang namanya jodoh memang misteri. Ramdan dan Rania sudah pacaran lama, tapi rupanya takdir berkata lain. Ramdan justru berjodoh dengan gadis lain. Itu sama saja Rania menjaga jodoh orang, ya, selama ini?" Gurauan Dahlan kali ini tak sengaja menyinggung perasaan Haitsam.

Ya, Haitsam Rahandika, pernah dalam posisi Rania (anak Dahlan). Lelaki itu dulunya pernah menjalin hubungan dengan Yaya (kekasih di masa lalu). Namun, kenyataan Yaya bukanlah jodohnya.

Yaya lebih memilih menikah dengan pria lain, saat Haitsam tengah mengalami koma lima tahun lalu. Dan sampai detik ini, Haitsam tidak pernah mendengar kabar Yaya lagi. Di manakah gadis itu sekarang? Haitsam selalu yakin, Yaya pasti sudah bahagia dengan pria pilihannya.

Lelaki dengan kemeja abu-abu itu tampak mengusap wajahnya kasar. Ia tak mau larut-larut dalam kepedihan di masa lalu. Haitsam memilih kembali fokus dengan meeting-nya siang ini.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Cinta Belum Berakhir

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Dicampakkan Setelah Menjadi Korban Rudapaksa
9.4
Nalula Diandra mengalami tragedi memilukan saat kesuciannya dirampas di hadapan kekasihnya sendiri akibat rencana keji kakek sang pria. Alih-alih membela, kekasihnya justru memilih menikahi wanita lain. Di tengah kehancuran, Lula ditemukan oleh orang tua kandungnya yang merupakan konglomerat kuat. Bersama mereka, ia merancang pembalasan dendam untuk menghancurkan pria itu beserta keluarganya. Namun, akankah kepuasan batin ia temukan setelah semua hancur?
Sampul Novel Menaklukkan Duda Dingin
8.7
Amber Lim, sosialita cantik dengan reputasi buruk sebagai perusak hubungan, memutuskan untuk bertobat. Demi berguru pada desainer legendaris Adam Smith, ia nekat menembus musim dingin utara yang mematikan. Namun, Amber dirampok dan terdampar di hutan beku. Satu-satunya harapan hidupnya adalah pria misterius bernama Tuan Dingin. Duda yang membenci wanita ini dicap kanibal oleh warga sekitar. Akankah Amber mampu meluluhkan hatinya atau justru menjadi korban kebencian sang pria?
Sampul Novel Nafsu Kakak Tiriku
9.6
Nando menyimpan obsesi gelap terhadap Laily, adik tirinya yang tampak anggun dan bersahaja. Puncak kegilaan Nando terjadi saat ia nekat mencoba menodai Laily di tengah malam ketika sang adik hendak beribadah. Beruntung, seorang pemabuk bernama Abdi datang menyelamatkan Laily. Namun, situasi berbalik tragis saat Abdi justru difitnah melakukan tindakan asusila. Akibat kesalahpahaman itu, Abdi terpaksa menikahi Laily demi menanggung beban fitnah yang menimpanya.
Sampul Novel P. S. I LOVE YOU
8.5
Cyra Alesha, mahasiswi cantik berusia dua puluh tahun, harus berjuang di kota besar dengan bekerja paruh waktu. Namun, hidupnya berubah menjadi mimpi buruk saat ia terjebak kesalahpahaman dengan Felix Domil. CEO muda yang kejam itu tega menginjak harga diri Cyra dan menyeretnya ke dalam penderitaan. Meski disiksa oleh kekejaman sang pewaris tunggal, Cyra justru terjebak dalam pesonanya. Mampukah ia bertahan atau justru memilih berontak demi membebaskan diri?
Sampul Novel PERNIKAHAN JEBAKAN: RAHASIA SUAMIKU
8.7
Samuel Adinata dikenal sebagai CEO Royal Adinata sekaligus sosok suami dan ayah idaman bagi Elena dan Eliott. Namun, di balik citra sempurna itu, tersimpan misteri besar mengenai ketulusan sikapnya. Samuel ternyata menyimpan rahasia gelap yang perlahan mulai terkuak. Bukan sekadar pengkhianatan biasa, Elena akhirnya menyadari bahwa pernikahan mereka hanyalah taktik licik. Ia murka saat tahu dirinya hanya dimanfaatkan demi kepentingan tersembunyi sang suami.
Sampul Novel Sentuhan Ayah Tiri
8.2
Kehidupan seorang gadis berubah drastis saat Hunter Oragle memergokinya tengah mengintip kemesraan intim pria itu bersama sang ibu. Bukannya marah, ayah tirinya justru memberikan tawaran provokatif untuk mengajarinya secara langsung. Hubungan yang seharusnya murni kini terjebak dalam pusaran gairah terlarang yang berbahaya. Segalanya menjadi kian rumit dan penuh tekanan ketika fakta-fakta masa lalu mulai terungkap ke permukaan, mengancam batas moral mereka.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan