APKDock Logo
Sampul Novel CINTA DI ANTARA TASBIH DAN ROSARIO

CINTA DI ANTARA TASBIH DAN ROSARIO

8.5 / 10.0
Pertemuan dan perpisahan adalah bagian dari garis takdir yang tak terelakkan. Sepasang kekasih terjebak dalam dilema besar saat cinta tulus mereka terbentur tembok perbedaan yang nyata. Di tengah tangis dan dekapan erat, sang pria berusaha meyakinkan bahwa perasaan mereka tidaklah salah. Namun, perbedaan keyakinan menjadi ujian berat bagi masa depan mereka. Di dunia di mana jodoh dan maut telah tertulis, mampukah mereka bertahan saat takdir seolah memaksa untuk menjauh?

CINTA DI ANTARA TASBIH DAN ROSARIO Bab 1

Pagi yang dingin dengan suara hujan di luar rumah semakin meninabobokan semua orang yang berlindung di bawah selimut tebal. Begitupun dengan seorang gadis cantik berkulit putih yang semakin terlelap dalam tidurnya.

"Elena," terdengar suara ketukan di luar pintu kamarnya. "Sayang, bangun! Ini sudah adzan subuh. Nanti waktu sholatnya habis. Elena!"

Tidak ada jawaban, sepi. Hanya terdengar suara hujan dari arah luar rumah.

"Sayang, bangun! Nanti waktu subuhnya habis!" Terdengar lagi suara ketukan. "Elena, bangun!"

Terlihat Elena menggeliat. Matanya yang tertutup rapat berusaha untuk dibuka.

"Elena! Bangun, cepat sholat subuh. Nanti waktunya habis."

"Dingin sekali," gumamnya pelan dengan suara serak menarik kembali selimut tebalnya.

"Bangun nak!"

"Jam berapa ini?" Matanya yang sulit dibuka melihat jam dinding Hello Kitty yang terpasang.

Terdengar lagi suara panggilan dari luar kamarnya. "Sayang bangun!"

"Iya Ma! Aku sudah bangun," teriak Elena dengan suara serak.

"Cepat sholat subuh, nanti waktunya habis," jawab Mamanya dari luar pintu kamar.

"Iya!" Dengan rasa malas yang menggelayuti dirinya, Elena menyibakkan selimut tebal yang menutupi tubuhnya. "Ahhh, dingin sekali."

Elena turun dari tempat tidur langsung masuk ke dalam kamar mandi. "Kalau bukan karena kewajibanku, aku tidak mau memegang air dingin. Aduh, mana dingin banget lagi nih air."

Elena cepat-cepat membersihkan dirinya dan segera mengambil air wudhu. Sebagai seorang muslim, sudah tentu merupakan suatu kewajiban jika dirinya harus menjalankan kewajiban lima waktu.

"Kamu sudah sholat sayang?" Tanya Mama begitu melihat putri kesayangannya datang mendekat.

"Sudah," jawab Elena menarik salah satu kursi meja makan.

"Anak pintar," puji Mama. "Mau susu putih atau susu coklat?"

"Susu coklat," jawab Elena. "Juga roti bakar isi coklat."

"Iya," Mama dengan telaten menyiapkan semua yang dipinta putrinya.

"Papa mana? Biasanya sudah duduk manis di sini menemani Mama."

"Tadi ada di sini, tapi katanya sakit perut. Mungkin Papa kedinginan, karena dari tadi malam hujan tidak berhenti," jawab Mama.

"Papa masuk angin kali Ma."

"Sepertinya begitu," jawab Mama.

Tidak lama masuk Papa masih memakai kain sarungnya. "Aduh, leganya perut Papa."

"Papa sakit perut?" Tanya Elena.

"Iya, tapi sekarang sudah tidak sakit perut lagi," jawab Papa. "Kamu sudah sholat subuh?"

"Sudah Pa."

"Bagus, anak pintar. Itu kewajiban kamu sebagai seorang muslim. Jangan pernah tinggalkan sholat karena sholat merupakan tiang agama. Ok sayang!" Ucap Papa tersenyum melihat Elena.

"Iya Pa."

"Papa mau minum apa?" Tanya Mama. "Susu atau kopi?"

"Papa mau kopi, tapi jangan terlalu manis," jawab Papa.

"Mau roti bakar juga?"

"Iya dong, masa kopi doang," jawab Papa.

"Memang si mbak ke mana Ma?" Tanya Elena baru menyadari tidak ada asisten rumah tangganya.

"Mbak lagi pulang kampung, kemarin sore minta ijin pulang karena Ibunya sakit. Tapi nanti siang katanya mau balik lagi ke sini. Pulang hanya untuk mengantar Ibunya ke Dokter," jawab Mama.

"Memangnya tidak ada orang lain yang mengantar Ibunya ke Dokter. Sampai si mbak yang harus pulang?" Tanya Papa.

"Iya, pekerjaan rumah jadi berat kalau tidak ada si mbak," sambung Elena.

"Kan ada kamu yang bantu Mama," jawab Mama.

"Nggak ah, aku mau kuliah. Terus nanti pulang juga harus bantu Papa kerja," jawab Elena.

"Dasar malas. Kerja bantuin Papa juga tidak setiap hari," jawab Papa.

"He-he-he."

"Jam berapa kamu masuk kuliah?" Tanya Papa.

"Nanti agak siangan. Dosennya hari ini kurang aku sukai."

"Masa begitu sama Dosen," ucap Papa.

"Iya, Dosennya memang begitu, bukan aku saja yang tidak menyukainya."

"Jangan begitu tidak baik," tegur Mama.

Elena terdiam, diambilnya susu coklat panas yang ada didepannya. "Enak sekali dingin-dingin begini minum susu coklat."

"Berdoa dulu sebelum minum atau makan apapun," tegur Mama.

"Sudah Ma dalam hati, memang kalau berdoa harus selalu terdengar?" Jawab Elena.

"Kamu ini selalu saja ada buat menjawab," ucap Papa sambil meniup kopi panasnya.

"Iya, dasar bandel," sambung Mama.

"Bandel juga anak Papa dan Mama," jawab Elena. "Bandel, tapi cantik dan baik hati."

Mama mencibir melihat putrinya. "Mudah-mudahan ada laki-laki yang mau sama kamu."

"Eh, Mama sembarangan saja. Begini-begini, bentukan model kayak aku ini banyak yang mau. Mama saja yang tidak tahu," jawab Elena.

"Memangnya kamu punya pacar?" Tanya Papa.

"Tidak," jawab Elena tersenyum penuh arti.

"Bohong! Melihat kamu tersenyum begitu pasti kamu punya pacar," bantah Mama.

"Apa sih Mama ini, memang aku tidak punya pacar. Tapi baru mau punya pacar. He-he-he."

"Kecil-kecil sudah ingin punya pacar!" Kata Papa.

"Kecil apaan sih Pa! Aku ini sudah kuliah, sudah besar. Temanku saja sudah berapa kali berganti pacar. Masa aku tidak boleh punya pacar."

"Jangan ikut-ikutan temanmu," kata Papa.

"Pacar itu penyemangat hidup Pa. Kuliahku bisa tambah semangat dengan punya pacar," jawab Elena tersenyum manis.

"Kamu ini selalu ngeyel kalau dikasih tahu. Laki-laki jaman sekarang sudah jarang yang benar-benar tulus mencintai wanita. Kamu harus berhati-hati. Jangan sampai termakan bujuk rayunya. Ingat kamu itu masih gadis, jangan kamu jual harga dirimu hanya karena cinta. Ingat itu ya baik-baik!" Mama mengingatkan.

"Iya Ma, tenang saja. Aku juga masih punya otak untuk dipakai berpikir."

"Bagus! Mama tidak mau kamu salah arah dalam menentukan pilihan. Jauh cinta boleh, tapi tetap harus pakai logika!" Ucap Mama lagi.

"Iya Ma. Cinta pakai logika!" Jawab Elena.

Begitulah suasana pagi di dapur keluarga Prasetyo Darmawan setiap hari sebelum memulai aktifitas rutin setiap harinya.

Suara klakson mobil yang saling bersahutan selalu mewarnai hiruk pikuknya jalan raya di Ibukota. Terlihat seorang gadis berkulit putih dengan rambut berponi serta rambut yang diikat ekor kuda baru saja turun dari bis.

"Elena!" Teriak suara cempreng dari arah belakang. "Elena!"

Yang merasa namanya dipanggil langsung menghentikan langkahnya dan melihat ke sekeliling yang terlihat banyak orang.

"Gue di sini!" Teriak seseorang melambaikan tangan dari jarak beberapa meter yang terhalang beberapa orang didepannya.

"Dewi."

"Hai, gue memanggil loe dari tadi," ucap Dewi begitu ada di depan Elena.

"Banyak orang di sini gue tidak mendengarnya," jawab Elena kembali meneruskan langkahnya.

"Gue lihat tadi loe baru turun dari bis. Memangnya loe tidak diantar bokap?" tanya Dewi.

"Kagak! Memangnya kenapa kalau gue naik bis, sah-sah saja!" jawab Elena.

"Iya sih, tapi biasanya loe selalu diantar bokap secara loe itu anak kesayangan. Putri satu-satunya yang takut tergores lecet. Ibarat berlian, loe itu jangan sampai retak rusak dan pecah."

"Jangan ngawur deh kalau ngomong. Gue biasa saja," jawab Elena terus melangkah memasuki gerbang kampusnya.

Lanjut Membaca

Daftar Isi CINTA DI ANTARA TASBIH DAN ROSARIO

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Istri Pengganti
9.7
Rayhan yang hancur karena dikhianati calon istrinya nekat memaksa Zahra menikahinya demi melampiaskan rasa kecewa. Zahra pun terkejut dan menolak mentah-mentah tawaran gila tersebut. Namun, Rayhan tak menyerah dan menjanjikan sebuah butik sebagai imbalan jika Zahra mau menggantikan posisi mempelai wanita yang kabur. Akankah Zahra menerima kesepakatan ini dan sanggup menjalani kehidupan sebagai istri pengganti bagi pria dingin seperti Rayhan?
Sampul Novel Kurang dari tiga
9.2
Hubungan asmara Raka kini berada di ambang kehancuran akibat kehadiran Nadia. Sebagai kekasih, Raka merasa diabaikan karena Cherry selalu memprioritaskan sahabatnya yang berkacamata tebal itu. Amarahnya meledak saat ia menyadari posisinya hanya menjadi yang kedua bagi Cherry. Namun, kecemburuan buta ini justru membawa Raka menuju sebuah titik balik yang tak terduga dalam hidupnya. Akankah perasaan mereka bertahan saat prioritas Cherry terbagi?
Sampul Novel Misteri matinya teman-temanku
8.6
Satu demi satu nyawa teman, keluarga, hingga mereka yang pernah menyakitiku terenggut secara brutal. Kematian tragis ini menyisakan kengerian mendalam karena sang pelaku sangat lihai menghapus jejak, membuat identitasnya mustahil terungkap. Di tengah kepungan teka-teki gelap yang penuh misteri, korban terus berjatuhan tanpa henti. Naasnya, aku yang menjadi tokoh utama dalam kisah kelam ini pun tak luput dari incaran maut yang mengintai dari balik bayangan.
Sampul Novel MY LOVELY LITTLE WIFE
8.9
Yuki tak mampu menyembunyikan kekesalannya setelah ditolak mentah-mentah oleh pria yang dijodohkan dengannya. Alasan pria itu sangat klise, ia merasa tidak mengenal Yuki sama sekali. Sambil mengumpat dalam hati, Yuki menjuluki calon suaminya itu sebagai pria tua yang menyebalkan. Namun, rasa dongkol itu segera berubah menjadi sebuah rencana licik. Sebuah seringai muncul di wajahnya saat sebuah ide brilian terlintas untuk memberi pelajaran bagi pria itu.
Sampul Novel Nafsu Kakak Tiriku
9.6
Nando menyimpan obsesi gelap terhadap Laily, adik tirinya yang tampak anggun dan bersahaja. Puncak kegilaan Nando terjadi saat ia nekat mencoba menodai Laily di tengah malam ketika sang adik hendak beribadah. Beruntung, seorang pemabuk bernama Abdi datang menyelamatkan Laily. Namun, situasi berbalik tragis saat Abdi justru difitnah melakukan tindakan asusila. Akibat kesalahpahaman itu, Abdi terpaksa menikahi Laily demi menanggung beban fitnah yang menimpanya.
Sampul Novel P. S. I LOVE YOU
8.5
Cyra Alesha, mahasiswi cantik berusia dua puluh tahun, harus berjuang di kota besar dengan bekerja paruh waktu. Namun, hidupnya berubah menjadi mimpi buruk saat ia terjebak kesalahpahaman dengan Felix Domil. CEO muda yang kejam itu tega menginjak harga diri Cyra dan menyeretnya ke dalam penderitaan. Meski disiksa oleh kekejaman sang pewaris tunggal, Cyra justru terjebak dalam pesonanya. Mampukah ia bertahan atau justru memilih berontak demi membebaskan diri?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan