APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cinta Karena Kesalahan

Cinta Karena Kesalahan

Keira Kastari Naryadinata menjalani tujuh belas tahun hidup penuh perjuangan hanya bersama ibunya. Namun, dunianya runtuh saat sang ibu wafat, meninggalkannya sebatang kara. Selama ini, ia dibuang oleh ayahnya yang angkuh, Kastara, hanya karena ia perempuan. Tiba-tiba, Kastara muncul memohon maaf dan mengajaknya kembali pulang ke ibu kota. Benarkah pria egois itu telah berubah? Keira kini terjebak antara rasa benci masa lalu dan harapan akan keluarga yang baru.
Bab
Bagikan

Bab 1

BRAAKKKKK!!

Suara benturan yang terdengar cukup keras menggema di setiap sudut ruangan, akibat punggung salah satu siswa dari SMA Halstead mendarat di atas dinginnya lantai lapangan sekolah. Siswa yang keadaannya sudah berantakkan tersebut sedang meringkuk kesakitan di tengah lapangan basket. Tubuhnya habis melayang sebelum akhirnya mendarat dengan mulus di lantai. Tak berselang lama, siswa itu menyadari akan sesuatu yang hilang setelah tangannya secara tidak sengaja menyentuh pelipis. Ia segera meraba lantai dengan memicingkan mata guna mencari-cari sesuatu disana seraya berkata.

"Ka-kacamataku.." Dengan suara parau, ia berharap kalau benda mati tersebut dapat menghampirinya dengan segera.

Adalah Juno, siswa berpenampilan culun yang pendiam dan tak pandai bergaul dari kelas IPA tahun ajaran ketiga. Saking tak pandainya memulai obrolan, Juno hampir tidak memiliki teman di sekolah. Semua murid lebih mengenal Juno sebagai siswa kutu buku yang menjadi target perundungan murid-murid berandalan di SMA Halstead. Termasuk hari ini, Juno dipukuli dari toilet sekolah sampai ke lapangan basket adalah hal yang biasa terjadi sejak setahun yang lalu. Semua murid mengetahui aksi perundungan tersebut namun tak satupun berdiri membela Juno karena ia tak memiliki teman sejati di sekolah, adapun yang tak ingin berurusan dengan siswa-siswa nakal di SMA Halstead yang terkenal akan peringai buruk mereka.

"Hei, Juno.." Juno dihampiri seorang siswa dari SMA Halstead yang lain. "Kau mencari kacamatamu, bukan?" Ujar siswa tersebut yang memamerkan sebuah kacamata berwarna hitam keemasan di tangannya.

Mata Juno yang rabun jauh bisa melihat kacamata tersebut. Ia memelas seraya menganggukan kepala dengan penuh harapan. Berharap jika siswa yang berada tepat di hadapannya akan berbaik hati mau memberikan alat bantu pengelihatan yang membebaskannya dari kerabunan mines 7. Namun apa yang selanjutnya terjadi? Siswa berkulit hitam manis tersebut malah menampilkan senyuman licik dengan teganya, melemparkan kacamata Juno melayang ke udara. Ya, siswa itu sengaja melakukannya karena ia bukan ingin menolong melainkan membuat Juno lebih sengsara mencari kacamata kesayangannya.

Dengan tatapan nanar, Juno meratapi kacamatanya di udara dan mendarat entah di mana. Ia hampir menangis, tak tahu bagaimana cara untuk mencari kacamatanya di tengah lapangan yang luas ini, apakah Juno harus merangkak seperti bayi?

Sementara itu, pelaku yang baru saja merundung Juno berjalan ke tribun penonton tanpa rasa iba. Ia duduk santai bersama teman-temannya mempertontonkan Juno yang benar-benar merangkak untuk mencari kacamata. Di tribun penonton ada 7 orang yang terkenal di SMA Halstead sebagai anak-anak perundung. Mereka adalah salah satu anggota gangster bernama Phoenix Reckoners. Sebuah gang motor yang terkenal suka keributan dan tali pertemanannya yang erat sehingga bisa mengalahkan banyak gang lainnya di luar sana. Phoenix Reckoners memang tidak memiliki batasan umur, makanya mereka bisa menjadi anggota gang tersebut asalkan memenuhi syarat seperti memiliki motor dan dedikasi yang tinggi terhadap sesama anggota kelompok.

Di SMA Halstead sendiri, ada tiga dari tujuh murid yang terkenal sebagai dedengkot Phoenix Reckoners. Ketiga orang yang mengepalai berbagai perundungan di SMA Halstead dengan menyasar murid-murid culun dan lemah seperti Juno. Mereka adalah Kai dari kelas IPS tahun ajaran kedua yang baru saja merundung Juno, lalu ada Shawn dan Kiv si pria tampan yang dingin dari kelas IPA tahun ajaran kedua. Dari ketiganya, Kiv yang paling banyak digandrungi siswi-siswi di sekolah maupun di luar sekolah. Akan tetapi Kiv lebih tertarik menargetkan seorang mangsa dan mengajaknya bersenang-senang bersama kawanannya seperti yang ia lakukan sekarang. Menyenangkan bila melihat oranglain sengsara, bukan?

Sayangnya tahun ini tak lagi sama dengan tahun lalu, di mana ada seorang pengganggu dari kelas IPA dengan keberaniannya. "Ck, dia lagi.." Gumam Shawn menatap muak pada figur 'pengganggu' acara bersenang-senang mereka.

Dia seorang siswi bertubuh mungil namun gagah berani bernama Keira Kastari. Murid pindahan di kelas IPA tahun ajaran ketiga, memiliki sifat seperti dewi penolong untuk beberapa mangsa murid-murid berandalan. Ini sudah yang kelima kalinya Shawn melihat Keira membantu korban mereka, dan dua diantaranya adalah Juno. Keira juga tak pernah sendiri, selalu ada Grace, teman sekelasnya yang menemani.

"Ini kacamatamu, Jun.." Keira memberikan kacamata Juno yang menganga tak percaya, jika lagi dan lagi Keira dengan keberaniannya menolong Juno tanpa memikirkan apa akibat dari aksi heroiknya tersebut.

Dengan sedikit panik, Juno berkata. "Keira, kenapa kau menolongku? Anak-anak itu bisa mengincarmu, lho!" Ia memberi peringatan.

"Ck!" Siswi lain diantara keduanya membuka suara dengan decakan kesal dan berkecak pinggang. "Aku sudah mengatakan itu padanya, tapi dia tidak mau dengar! Pokoknya kalau Keira menjadi target mereka selanjutnya, kau harus ikut membantuku menyelamatkannya!" Grace menghardik Juno dengan tatapan mengancam.

Si culun Juno terpaksa mengiyakan permintaan gila Grace, karena jika tidak, maka ia akan dihajar habis-habisan oleh gadis pemegang sabuk hitam beladiri karate tersebut. Anggaplah Juno sedang sial karena terhimpit di dua situasi yang tidak menguntungkan namun paling tidak, Grace masih bisa diajak berkomunikasi dibandingkan ketujuh anggota Phoenix Reckoners. Lagipula, mengapa juga Grace harus menggantungkan harapan kepada seorang pengecut sepertinya?

"Kei, kalau sudah selesai lebih baik kita segera pergi sebelum mereka menyadari kau yang menolong Juno," Grace menarik tangan Keira untuk segera pergi dari lokasi eksekusi perundungan terfavorit kelompok berandalan di sekolah mereka, Phoenix Reckoners.

Namun Keira menepis pelan tangan Grace seraya berkata. "Sepertinya mereka sudah tahu, Grace.." Ia memandang sekelompok murid di seberang lapangan, lebih tepatnya tribun penonton.

Grace mematung di tempat mendapati tatapan mematikan dari murid-murid yang paling ia hindari sepanjang tahun lalu. Peringai bengis mereka sudah menggaung di mana-mana bahkan sampai ke luar sekolah. Bagaimana bisa Grace ikut campur dalam urusan perundungan tersebut dan berpotensi menjadi target selanjutnya? Yang lebih menakutkan lagi, mereka berasal dari keluarga kaya raya dan donatur di sekolahnya. Sedangkan Grace, bagaikan remahan makanan yang tidak berarti jika disejajarkan dengan mereka. Bayangkan, mereka bisa melakukan apapun padanya jika benar-benar merasa terusik. Tetapi tahun ini Grace harus duduk sebangku dengan seorang dewi dermawan yang pemberani.

Satu-satunya murid yang bisa dengan tenang mengganggu acara bersenang-senang kelompok berandalan tersebut tanpa aba-aba. Atau paling tidak, dia harus memikirkan itu sampai 100 kali sebelum tertindak.

"Habislah kita! Kiv akan memburu kita sampai dapat!" Grace terlihat ketakutan bersitatap dengan seseorang yang paling menakutkan diantara ketujuhnya. Kiv dikenal tidak akan pernah melihat jenis kelamin mangsanya tapi seberapa pantas si mangsa dijadikan mainan oleh mereka.

"Dia tidak akan melakukannya," Dan itu adalah kalimat yang selalu diucapkan Keira sejak pertama kali ia menolong 'mangsa' mereka. Wajah Keira selalu tidak menunjukan rasa takut ataupun gentar sedikitpun. SELALU.

Grace menatap heran. "Apa?"

"Ayo kita ke kantin, aku sudah lapar." Keira mengalihkan topik dengan menggandeng tangan Grace dan pergi meninggalkan lapanga basket, mengabaikan tatapan kesal anggota Phoenix Reckoners lainnya di tribun penonton.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Tidak Direstui
9.6
Risa Ayu Cahyaningrum adalah dokter spesialis sukses yang memiliki klinik pribadi. Meski berprestasi, ia dipandang rendah oleh ibu kekasihnya, seorang Mayor TNI, hanya karena ia putri seorang petani. Sang ibu merasa status sosial Risa tidak sepadan bagi putranya. Risa pun berjuang membuktikan bahwa ketulusan melampaui kasta. Di tengah intrik dan konflik keluarga yang pelik, kesabaran serta cintanya diuji demi meraih restu yang terhalang oleh perbedaan derajat.
Sampul Novel Cinta Wanita Malam
9.8
Sania memulai hari dengan terburu-buru saat Gevan, kakak kelas populer, menjemputnya di kos. Kedatangan mereka di SMA Brawijaya memicu kehebohan, membuat Sania merasa jadi pusat perhatian. Namun, suasana tenang di kelas XI IPS 2 terusik oleh Bara, murid baru pindahan yang dingin dan misterius. Pertemuan pertama mereka diawali ketegangan saat Bara membongkar kebohongan Sania di depan guru. Di antara pesona Gevan dan sikap sinis Bara, kehidupan sekolah Sania kini tak lagi sama.
Sampul Novel Gairah Nakal Remaja
9.2
Kedewasaan seseorang tidak selalu diukur dari umur, melainkan dipengaruhi faktor lingkungan dan pergaulan. Kisah ini mengajak pembaca bernostalgia ke masa SMA hingga perkuliahan yang penuh gejolak hasrat serta cinta masa muda. Disajikan secara utuh untuk membangkitkan kenangan indah masa lalu, narasi ini juga mengandung konten eksplisit pada bagian tertentu. Pembaca diharapkan bijak dalam memilah bab karena terdapat adegan khusus dewasa dalam alurnya.
Sampul Novel Insafnya Seorang Gigolo
9.7
Dalam industri jasa yang penuh godaan, ia memegang teguh sebuah prinsip profesionalitas yang tak tergoyahkan. Baginya, memastikan kepuasan setiap pelanggan adalah prioritas utama yang harus selalu diutamakan di atas segalanya. Kisah ini mengikuti perjalanan hidup seorang pria yang mendedikasikan dirinya untuk memberikan layanan terbaik, di mana setiap pertemuan adalah pembuktian atas komitmennya dalam menjaga standar kualitas layanan yang maksimal.
Sampul Novel Istri kedua tuan Salman
8.5
Aisyah Sholehatun Nisa, gadis rupawan yang terjebak dalam belenggu utang orang tuanya, terpaksa menerima perjodohan rumit. Ia harus menjadi istri kedua bagi Salman Alfarizki, pria dari keluarga konglomerat yang statusnya hanyalah putra seorang selir. Di tengah pernikahan Salman yang sudah ada, mampukah benih cinta tumbuh di antara mereka? Ikuti perjuangan Aisyah menghadapi takdir dan konflik perasaan dalam dinamika rumah tangga yang penuh tekanan ini.
Sampul Novel Istri Kesayangan Tuan Muda!
7.8
Anna terjebak dalam skenario licik keluarganya untuk menggantikan sang kakak yang kabur dari pernikahan. Kini, ia resmi menjadi istri Zain, tuan muda tampan namun berkepribadian dingin yang harus duduk di kursi roda. Meski awalnya penuh penekanan dan peringatan keras, Zain menjanjikan perlakuan baik jika Anna patuh padanya. Sebagai wanita yang lama terasing, Anna harus beradaptasi dengan status barunya sebagai istri dari pria yang menuntut pengabdian penuh tersebut.