APKDock Logo
Sampul Novel Cinta satu malam dengan boss

Cinta satu malam dengan boss

9.0 / 10.0
Terjebak dalam tawaran tak terduga, seorang wanita mempertanyakan alasan bosnya memilih dirinya. Tanpa ada rasa cinta, pria berkuasa itu dengan dingin menyatakan bahwa dia hanya menginginkan kepuasan fisik semata. Meski dikelilingi banyak wanita, sang bos hanya tertarik pada tubuhnya untuk memuaskan hasrat pribadinya. Kini, dia harus menghadapi kenyataan pahit menjadi pemuas keinginan sang miliarder dalam hubungan tanpa status yang sangat murni transaksional.

Cinta satu malam dengan boss Bab 1

Di Kamar no: 1001, sebuah Hotel di H City, Robet melihat Reina menjadi gila di tempat tidur. Dengan situasinya saat ini, tidak ada yang akan mempercayainya sebagai CEO grup Su yang berdarah dingin. Dia telah diberi obat perangsang yang  berat dan obat itu membuatnya hilang akal, dia kehilangan ke sadaran. Dia berguling, memutar dan menggaruk tubuhnya tetapi tidak bisa mendapatkan kelegaan.

Reina selalu tetap waspada untuk melindungi dirinya sendiri tetapi hari ini dia harus membayar kecerobohannya.

"Bantu aku." Reina memohon dengan mata sayu saat dia mendekatinya.

Hati Robet merasakan sakit yang teramat pedih ketika melihat matanya yang sayu. Tetap saja dia mengambil napas dalam-dalam untuk mengendalikan emosinya.

"Tidak. Tolong jangan lakukan ini," ucap Robet saat dia akan melingkarkan tangannya di pinggangnya dan akan memeluknya.

Teras sesak saat dia mengatakannya, dia mulai menangis dengan memeluknya erat-erat. Dia tahu ada yang salah dengan tubuhnya dan dia akan membayar banyak untuk itu, dia masih tidak bisa menahan dirinya sendiri.

Robet memeluknya selama beberapa detik dan mendengarkan isak tangisnya. Beberapa saat kemudian, dia melapaskan pelukannya dan menatap matanya yang penuh dengan air mata. Segera dia mengendongnya dari lanti, membawanya ke kamar mandi dan mulai mengisi air dingin di bak mandi. 

"Kamu gila?" ucap Reina dengan mata putus asa menatap Robet.

Robet ingin dia  minum air dingin itu.

"Tidak, coba kendalikan dirimu Reina.. Kamu akan menyesal jika aku menyentuhmu sekarang," Jawab Robet dengan nada tenang.

Membujuknya seperti anak kecil. Hanya dia yang tahu seberapa besar dia mengendalikan dirinya dengan melihat tubuh cantik dan memikatnya yang hanya ditutupi dengan air. Lekukannya terlihat saat pakaiannya yang basah gagal menutupi sosok uniknya.

Renia mengerti arti jawabannya, ia pun merendamkan diri di bak mandi dan mencoba mengendalikan dirinya dengan air dingin.

Setelah beberapa menit dia mulai tenang karena penawar yang dia minum sebelumnya dan air dingin membuat pikirannya sedikit lebih jernih. Ia memejamkan matanya perlahan.

Melihat matanya yang tertutup, Robet merasa lebih baik dan melihat pakaiannya yang basah. Dia berpikir untuk pergi keluar dan berganti pakaian, tetapi ia tetap di tempat yang sama karena dia khawatir Reina akan kedinginan. 

Setelah beberapa menit efek obat mulai lagi, panas mulai mengalir di tubuhnya Reina tiba-tiba saja ia membuka matanya dan menatap Robet dengan tatapan  dingin  ia langsung bangkit dan meraih Robet serta menciumnya dengan ganas selama beberapa menit sampai dia menderita sesak napas. 

Jika dia tahu telah melakukan kesalahan, ia pasti akan menyesalinya, namun tetap saja dia tidak bisa membiarkannya menderita lagi. Besok jika dia bersedia menjadi wanitanya, dia akan sangat bahagia tetapi itu tidak akan pernah terjadi.

Dia mulai bernapas berat dengan menggerakkan dadanya dengan keras. Dia ingin lebih dan dia tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri. Dia mulai menggerakkan tangannya bebas di tubuhnya dan mencoba melepas kancing bajunya. Mungkin karena kedinginan, tangannya mulai menggigil saat membuka kancing pertamanya dan mencoba menyentuh tubuhnya.

Setiap tindakannya sangat membuat Robet hilang kendali.  

"Ingat ini adalah pilihan yang Nona buat," ucap Robet mengingatkan. Dia hanya mengangguk dan melingkarkan lengannya di lehernya. 

Bau mintnya membuatnya gila dan semakin menambah hasratnya. 

Dia semakin mengila disetiap menit dan setiap detik. Robet mengerutkan kening tetapi ia tidak dapat bergerak sedikit pun dan menerima sepenuhnya. 

Dia hanya pasrah, ia pun segera  membawanya keluar dari kamar mandi dan memasuki kamar tidur.

Robet dengan lembut menempatkannya di tempat tidur dan mulai melepas pakaiannya perlahan yang merupakan siksaan baginya.  Dia masih dalam kondisi dilema, dia harus melakukannya atau tidak. 

Dia tidak tahu bagaimana dia akan mengahadapinya besok pagi.

Dia mulai menjadi gila dengan pemikirannya yang lambat. Jadi dia melepas pakaiannya yang basah dalam sepersekian detik, menunjukkan dia bagian pribadinya ditutupi dengan pakaian dalam. Dia kemudian setengah berdiri di tempat tidur dan menciumnya. 

Pertahanan Robet telah hilang dan berganti nafsu yang menguasainya, dengan menekannya di bagian bawahnya, ia mulai menciumnya, serta menjamah seluruh bagian tubuhnya dengan kedua tangannya. Robet sangat paham, barang kali ini adalah permainan pertamanya, jadi dia ingin memberinya foreplay sebelum memasuki tahap lebih lanjut.

"Apa kamu yakin?" tanya Robet pada gadis cantik yang terpaksa ia lakukan, sebelum masuk dan meskipun dia tahu bahwa dia di beri obat pasti  tidak bisa  berpikir denga benar, dia masih ingin meminta izin padanya. 

Ia hanya ingin menunjukkan rasa hormatnya pada wanita yang sangat ia jaga. Dia membuka matanya dan melihat mata Robet yang dalam dan penuh permohonan. 

"Ya, aku menginginkanmu." ucapnya dengan nada lembut. Setelah itu dia menggigit bibirnya dan menutup matanya.

Dia tersenyum melihat ekspresi malu-malunya. Dia belum pernah melihat sisi ini dan sangat bahagia di hatinya. 

Dia membungkuk untuk mencium bibir merahnya dan memasukinya.

"Ahhh... Sakit." Air mata mengalir dari sudut matanya.

"Baby Gigit aku jika itu menyakitkan," ucapnya dengan suara serak, memberikan bahunya dan membungkuk untuk mencium air matanya.

"Haruskah aku berhenti?" tanya Robet dengan nada lembut. Dia tahu dia harus melalui rasa sakit ini untuk menghilangkan obat yang memengaruhi. Jika memungkinkan, dia benar-benar tidak ingin memberinya rasa sakit.

"Tidak. Aku akan menanggungnya," sahut Reina dengan menggigit bibirnya untuk menahan diri agar tidak menangis.

Dia membuatnya selembut yang dia bisa sampai dia melihat ekspresi rilek diraut wajahnya.

Tingkah lakunya menggerakkan hatinya dan melakukan hal-hal seperti seorang gadis kecil. Dia mencium dadanya yang telanjang dan melihat otot perutnya yang terbentuk dengan baik ketika dia menghentikannya setelah satu putaran. 

Gerakannya membuatnya gila lagi. 

"Apakah masih sakit di sini?" tanya Robet dengan perlahan menyentuh area sensitif nya  dengan jari-jarinya dan melihat wajahnya yang berubah menjadi warna merah. Dia bisa mengerti bahwa obat itu mulai lagi dan dia perlu mempercepatnya. Tapi dia ingin menunggu sampai dia merasa lebih baik.

"Tidak, aku panas lagi. Ayo lakukan," Suara yang makin memburu saat jari-jarinya membuatnya kehilangan kendali dan mulai bergerak dekat untuk mencium bibirnya. 

Robet terus melakukan  foreplay, tangannya makin liar, sehingga Reina sendiri merasakan sensasi yang berbeda, ia melengguh berkali-kali dan memohon untuk segera dituntaskan.

Tahu jika ia saat ini sedang hilang kesadaran, kalau tidak dia tidak akan pernah mengucapkan kata-kata itu jika dia sadar.

Robet tersenyum ringan dan memulai misinya. Kali ini dia tidak menahan diri. Sepanjang malam dia melakukannya beberapa kali sampai efek obatnya hilang.

Robet melihat ekspresi lelahnya dan merasa tidak enak, ia juga merasa senang di hatinya karena dia sangat puas karena telah bercinta semalam. Dia tidak pernah berpikir dia akan melakukan ini padanya dalam situasi seperti itu. Takdir memberinya kesempatan untuk bersamanya sekali lagi.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Cinta satu malam dengan boss

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Istri yang Dihancurkan Mereka
8.1
Bramantyo dan Bima terobsesi menyiksaku dengan kehadiran Sandra demi menguji cintaku. Puncaknya, saat kecelakaan terjadi, mereka membiarkan tanganku hancur demi menyelamatkan Sandra. Karier musikku pun sirna. Mereka menantikan amarahku, namun aku hanya diam membisu, bahkan saat liontin ibuku dihancurkan Sandra. Di ranjang rumah sakit, pengabdianku mati. Ini bukan cinta, melainkan sangkar kejam. Kini aku bersiap melarikan diri dan membalas kehancuran ini.
Sampul Novel KhaRisma
9.0
Penyesalan mendalam menghantui setelah perpisahan yang tak terelakkan terjadi. Kesadaran yang datang terlambat hanya menyisakan duka, karena tangisan tak mampu mengubah kenyataan. Kehadiran sosokmu sebelumnya telah memberi warna dan mengajarkan arti kesetiaan serta pengorbanan yang tulus. Meski mengenalmu membawa rasa sakit dan kesedihan, di sana pula kutemukan kebahagiaan sejati. Kini, andai waktu bisa diputar kembali, aku hanya ingin mengulang setiap detik bersamamu.
Sampul Novel Misteri matinya teman-temanku
8.6
Satu demi satu nyawa teman, keluarga, hingga mereka yang pernah menyakitiku terenggut secara brutal. Kematian tragis ini menyisakan kengerian mendalam karena sang pelaku sangat lihai menghapus jejak, membuat identitasnya mustahil terungkap. Di tengah kepungan teka-teki gelap yang penuh misteri, korban terus berjatuhan tanpa henti. Naasnya, aku yang menjadi tokoh utama dalam kisah kelam ini pun tak luput dari incaran maut yang mengintai dari balik bayangan.
Sampul Novel Rahasia Keluarga dan Pengkhianatan
9.5
Demi kesembuhan adiknya, Nadia terjun ke dalam rencana licik Satria, ibu dari konglomerat Reza Azhar. Ia diminta menjadi ibu pengganti bagi Reza dan istrinya yang tak kunjung memiliki anak. Namun, duka mendalam melanda saat adiknya meninggal, memicu Nadia untuk kabur membawa rahasia besar: ia tengah mengandung darah daging Reza. Kini, di tengah kejaran Satria dan kebenaran yang mulai terungkap, mampukah Nadia terus bersembunyi dari takdir dan intrik kekuasaan?
Sampul Novel SETETES DARAH SUCI
8.6
Ramalan kuno mengungkap eksistensi gadis berdarah suci yang mampu memberikan keabadian dan kekuatan luar biasa. Setetes darahnya sanggup mencegah kepunahan klan serta menjamin kemudaan abadi bagi siapa pun yang memilikinya. Kelahirannya disambut pesta pora seluruh makhluk di alam semesta, ditandai awan gelap saat bulan purnama dan hawa dingin yang mencekam. Kini, nyawa dan darah sucinya menjadi incaran utama karena semua entitas mendambakan mukjizat yang ada dalam dirinya.
Sampul Novel She's Mine
9.3
Salju berjuang keras membesarkan She's Mine agar mampu bersaing di industri fesyen. Namun, saat kariernya memuncak, ia justru dihadapkan pada dilema rumit antara dua pria masa lalu. Ada Justin, sang mantan kekasih yang gigih mengejarnya kembali, serta Mars, sosok setia yang selalu membantu bisnisnya. Demi menyelamatkan reputasi perusahaan dari isu miring, Salju harus segera menentukan pilihan hati demi masa depan karier dan kehidupan pribadinya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan