APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cinta Terhalang Ukuran

Cinta Terhalang Ukuran

Dhipta Wisnu Pratama tampak memiliki segalanya sebagai pewaris kaya raya dengan wajah tampan. Namun, di balik kemewahannya, ia menyimpan kekurangan fisik yang membuatnya ragu akan ketulusan cinta. Tantangan terbesarnya muncul saat ia jatuh hati pada Anandhila Prameswary, seorang aktris dan model papan atas yang mempesona. Mampukah Dhipta memenangkan hati Dhila dan meyakinkannya untuk menikah meski ia tidak sempurna? Inilah perjuangan Dhipta mengejar cinta sejati.
Bab
Bagikan

Bab 1

Hadap kanan, dagunya angkat sedikit! Ya begitu, bagus. Tahan!

Dua orang fotografer dibantu asistennya yang menangani set lokasi dan pencahayaan sedang sibuk memotret seorang model yang bergaya dengan berbagai pose.

Seorang fotomodel bekerja tanpa lelah, dalam satu kali pemotretan dia bisa beberapa kali mengganti kostum dan riasan.

Anandhila Prameswary, dialah fotomodel yang sekarang sedang berlenggak lenggok di depan kamera. Kadang dia melakukan pose duduk, tersenyum menggoda dan pose-pose sensual lainnya, dalam hal fotosyut Dhila begitu dia biasa di sapa, bukanlah pekerjaan baru baginya, dia sudah banyak melakukan fashion show di dalam maupun di luar negeri, bahkan sekarang dia juga melebarkan sayapnya di dunia akting dan bintang iklan.

Dengan tinggi 178cm, kulit putih, hidung bangir dan bibir sensual juga lesung pipi yang menambah daya tariknya sebagai wanita. Tak heran banyak laki-laki dari kalangan artis, model maupun pengusaha yang sangat terpesona padanya.

Sempurna. Itulah satu-satunya kata yang dapat menggambarkan seorang Anandhila Prameswary. Semua wanita di dunia mendambakan hidup seperti Dhila sekarang. Cantik, terkenal dan digilai banyak laki-laki.

Hadap kiri, ya cantik. Tahan dan finish! Thanks semua untuk hari ini.

Seseorang berteriak dan bertepuk tangan yang menandakan pekerjaan Dhila hari ini telah selesai, Dhila beranjak menuju kursi tunggunya dan menengguk sebotol air mineral dingin.

"Dari sini kita langsung ke lokasi syuting iklan ya sayang." Seorang wanita berumur 50 tahunan berkata dengan pandangan tetap menatap pada layar ponsel.

"What!" Dhila terkejut dan menatap pada manager dan sekaligus ibunya itu.

"Kenapa?" Bu Marta menatap sekilas pada anaknya lalu kembali sibuk dengan ponselnya.

"Mam Dhila cape, ini foto syut kedua Dhila hari ini, syutingnya di undur besok saja," ucap Dhila memelas sambil merebahkan pungungnya pada sandaran kursi.

"Sayang! Kita sudah tanda tangan kontrak, kalau kita cancel itu akan berakibat buruk pada image kamu."

"Tapi mam.... "

"Tomi. Cepat bantu Dhila ganti pakaian, kita dikejar deadline, para kru sudah siap di lokasi." Bu Marta memotong perkataan Dhila dan beranjak pergi.

"Mam Please!" Teriak Dhila namun percuma Bu Marta tak menghiraukannya.

Dengan kesal Dhila pun beranjak ke ruang ganti di temani Tomi sang asisten. 10 menit kemudian Dhila keluar dengan dress selutut bermotif bunga-bunga yang membuat kulit putihnya semakin terpancar walaupun bibirnya terlihat cemberut.

Di mobil saat dalam perjalanan menuju lokasi asistennya sibuk membacakan skrip untuk syuting hari ini, sedang ibunya tidak lepas dari layar ponsel. Dhila yang masih kesal memilih memalingkan muka dan melihat pemandangan dari balik jendela mobilnya.

Seulas senyum tercipta di sudut bibir Dhila manakala melihat banyak orang yang berlalu lalang di jalan, mereka bebas melakukan apa pun yang mereka mau, pergi ke manapun yang mereka suka dan makan apa pun yang mereka inginkan, hal yang berbeda 180 derajat dengan keadaan Dhila sekarang. Dia layaknya burung dalam sangkar emas dan hanya bisa melompat-lompat dalam kandang.

Di tempat lain di sebuah bangunan bertingkat yang merupakan sebuah perusahaan raksasa yang bergerak dalam bidang export import, di ruangan yang bertuliskan Ceo room seorang laki-laki terpaku memandang sampul pada sebuah majalah.

Laki-laki itu adalah Dipta Wisnu Pratama, seorang pewaris tunggal dari Pratama Grup sebuah perusahaan yang bergerak dalam export import barang tambang, rempah-rempah, hasil perkebunan dan juga bisnis properti. Di usianya yang masih muda dia sudah sukses berbisnis di dalam maupun luar negeri, tidak heran jika dia termasuk salah satu orang yang di segani dalam dunia bisnis.

"Rei, keruangan saya sekarang." Dia berbicara pada asistennya melalui ponsel.

Tidak lama seorang laki-laki berpakaian rapi masuk kedalam ruangan.

"Ia Tuan, ada yang bisa saya bantu?" ucap laki-laki itu dengan hormat.

"Aku ingin kau mencari tau data lengkap mengenai gadis ini." Dipta menyodorkan sebuah majalah pada asistennya.

"Baik Tuan secepatnya anda akan mendapatkan informasi yang Anda inginkan."

"Apa hari ini kita masih punya jadwal pertemuan dengan klien?"

"Tidak Tuan! Namun nanti malam anda ada janji untuk makan malam dengan Tuan dan Nyonya besar."

"Baiklah, kau bisa keluar sekarang."

"Anandhila Prameswary, entah kenapa aku sangat tergila-gila padamu, dan bagaimana pun caranya kau harus menjadi miliku," Batin Dhipta.

Malam menjelang. Sebuah mobil sport warna hitam melaju mulus di jalanan ibukota. Mobil keluaran Itali yang hanya diproduksi 100 unit di seluruh dunia yang salah satunya adalah milik Dipta.

Tidak lama mobil pun berhenti di sebuah restauran mewah yang sudah dipesan khusus oleh kedua orang tua Dipta, saat dia turun dari mobil seseorang langsung menghampiri dan memberi hormat, lalu mengantarkannya pada sebuah ruangan VVIP dimana orang tuanya sudah menunggu.

"Sayang, kenapa terlambat?" Seorang wanita berbicara dengan wajah cemberut.

"Sorry Mam, tadi mendadak ada berkas yang harus Dipta tanda tangani dulu." Dipta langsung mengecup pipi sang ibu.

"Kau ini sama saja seperti papamu, sama-sama gila kerja." Wanita berumur pertengahan lima puluh tahun namun masih kelihatan fresh dan fashionable itu berkata sambil melirik laki-laki yang ada di sebelahnya.

"Hei, kenapa Papa di bawa-bawa?" Laki-laki yang masih kelihatan gagah walau umurnya sudah melewati pertengahan abad itu menatap pada istrinya.

Tidak lama setelah kedatangan Dipta beberapa pelayan pun masuk dan menghidangkan berbagai macam hidangan Itali yang merupakan hidangan favorit Dipta.

"Sayang coba gnocchi ini, ini salah satu hidangan favorit di sini." Ibunya menyuapkan sesendok gnocchi pada Dipta, yaitu sejenis pangsit yang diisi daging dan disiram dengan saus keju.

"Mam, Dipta bisa makan sendiri." Dipta menolak suapan ibunya.

"Iya sayang, putramu itu bukan bayi lagi yang harus kamu suapin ketika makan," ucap Ayah Dipta terkekeh.

"Bagi Mama Dipta ini masih pangeran kecil Mama yang manis, jadi Mama bisa menyuapinya kapan pun, kecuali kalau Dipta sudah memberi Mama cucu baru Mama akan berhenti menyuapinya."

Dipta pun mau tidak mau terus menerima suapan ibunya walau dengan raut wajah yang terpaksa, ayahnya yang melihat pemandangan itu hanya bisa tertawa tanpa bisa melakukan apa-apa.

"Sayang mulai sekarang kamu jangan terlalu fokus dengan pekerjaan, umur Mama sudah tidak muda. Mama ingin cepat-cepat menimbang cucu," ucapnya serius dengan menatap wajah Dipta.

"Mam, Mama tau kan untuk urusan yang satu itu Dipta sangat kesulitan, apalagi dengan keadaan Dipta, Mama sabar ya!" Ucap Dipta sambil memegang tangan sang ibu.

"Percayalah Nak, suatu saat kamu pasti bertemu seorang wanita yang benar-benar tulus mencintai kamu tanpa perduli bagaimana pun keadaan fisik kamu." Ayahnya ikut bicara sambil menepuk-nepuk pundak putra semata wayangnya itu.

"Wanita yang tulus mencintaiku? Dengan keterbatasan fisik yang aku miliki, sepertinya itu hal yang mustahil," batin Dipta.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel AFFAIR
9.5
Mauren yang masih 19 tahun terpaksa menikahi Aron, duda kaya berusia 45 tahun, setelah dijual oleh ayahnya. Di sisi lain, putra Aron yang berumur 23 tahun, Liam, terjebak dalam pernikahan hambar bersama Bella karena ketidakpuasan ranjang. Sementara Liam merasa frustrasi dengan istrinya, Mauren harus menderita melayani nafsu pria tua tanpa pernah merasakan kepuasan. Takdir pahit ini menjerat mereka dalam kemelut rumah tangga yang penuh penderitaan batin.
Sampul Novel Aku Menikahi Paman Mantanku
8.8
Dikhianati Carsten Morgan di hari pernikahan demi perundung masa lalunya, hidupku hancur saat dia menekan kasus pelecehan yang kulaporkan. Aku menjadi sasaran hinaan karena luka fisikku dianggap menjijikkan olehnya. Carsten merasa tak terkalahkan berkat dukungan paman miliardernya. Namun, segalanya berbalik saat sang paman justru merangkulku. Dia menawarkan pembalasan dengan menjebloskan mereka ke penjara, asal aku bersedia menjadi miliknya selamanya.
Sampul Novel Benih Satu Milyar
8.0
Nara harus menelan pil pahit saat ibu kandungnya menjual kesuciannya di usia delapan belas tahun demi melunasi utang. Niat hati merantau ke kota demi mencari sang ibu yang menghilang sejak ia kecil, Nara justru terjebak dalam nasib kelam. Pertemuan yang ia dambakan malah menghancurkan masa depannya secara total. Kini, tiga tahun telah berlalu sejak kejadian tragis tersebut, dan Nara terpaksa menjalani kehidupan yang tak pernah ia bayangkan sebagai seorang sugar baby.
Sampul Novel Dosa Terindah
8.7
Andika, putra konglomerat, rela melepas segalanya demi Lisna meski ditentang keras oleh orang tuanya. Pengorbanannya berujung getir saat takdir memisahkan mereka. Bertahun-tahun kemudian, mereka bertemu kembali dalam situasi yang menyakitkan: Lisna telah menjadi milik pria lain. Meski begitu, Andika tidak menyerah dan terus memperjuangkan cintanya. Akankah takdir menyatukan mereka dalam ikatan sejati, ataukah mereka memang tidak ditakdirkan bersama?
Sampul Novel Gadis Jaminan Tuan Max
7.8
Hera mengira penderitaannya sudah mencapai batas, namun kemalangan lebih besar justru datang menghampiri. Ibunya terjerat utang pada Max, seorang lintah darat kejam, dan kini Hera yang harus menanggung konsekuensinya. Ia dijadikan tawanan sebagai jaminan hingga utang tersebut lunas sesuai tenggat waktu. Jika sang ibu gagal membayar, Hera harus bersiap menghadapi kemungkinan terburuk dalam hidupnya. Akankah ia mampu bertahan di bawah kendali penuh Max?
Sampul Novel IMPERFECT BOSS
8.1
Kehidupan Elgar sebagai bos sempurna hanyalah topeng belaka. Kedamaiannya terusik sejak Lea, karyawannya sendiri, mengetahui rahasia kelam yang ia sembunyikan rapat-rapat. Takut reputasinya hancur, Elgar melakukan segala cara demi membungkam gadis itu. Namun, tekanan yang ia berikan justru memicu rasa bersalah karena telah menindas sosok yang lemah. Seiring berjalannya waktu, kebencian Elgar luluh dan benih cinta mulai tumbuh mekar di hatinya yang dingin.