APKDock Logo
Sampul Novel Cinta Terlarang Sang Janda

Cinta Terlarang Sang Janda

8.7 / 10.0
Rio Darmawan adalah CEO muda sukses yang jenuh dengan tekanan perjodohan dari orang tuanya. Selama ini ia selalu menolak setiap calon pilihan keluarga karena merasa tidak ada yang serasi. Namun, pendiriannya goyah setelah bertemu Denanda Kusuma, seorang ibu tunggal yang tangguh dan memikat. Meski mendapat tentangan keras dari keluarganya, Rio bertekad memperjuangkan cintanya pada Denanda. Kini ia terjebak dalam dilema antara mengikuti kata hati atau patuh pada kewajiban keluarga.

Cinta Terlarang Sang Janda Bab 1

Sudah hampir dua tahun ini, Rio tidak menjalin hubungan asmara dengan wanita manapun. Sejak kejadian kekasihnya yang ditikung secara licik oleh pria lain, membuatnya hingga kini masih menutup rapat hatinya. Belum ada satu pun wanita yang berhasil mengetuk dinding pertahanannya.

Orang tua Rio sudah mencoba membantu mencarikan wanita dengan mengenalkan hampir semua anak dari teman-teman sekolah dan sosialitanya. Namun, semuanya berakhir sama, dicampakkan oleh seorang pria bernama Rio Darmawan yang kini berusia dua puluh tujuh tahun.

Entah apa kriteria pasangan yang diinginkan oleh pria itu, hingga membuat orang tuanya pusing memikirkan jodoh Rio yang tak kunjung kelihatan tanda-tandanya.

Setiap hari, Rio menghabiskan waktunya untuk bekerja di perusahaan DR Group. Selain untuk melupakan kenangan bersama mantan kekasihnya, kesibukannya juga bisa dimanfaatkan sebagai alasan ketika meninggalkan para wanita yang sengaja disiapkan oleh mamanya pada saat kencan buta.

Saat ini, pria itu tengah menghempaskan tubuhnya ke atas kursi kerja yang sangat nyaman. Ia baru saja selesai rapat dan memejamkan matanya sejenak untuk beristirahat sebelum melanjutkan pekerjaannya.

Namun, suara pintu yang diketuk dari luar membuatnya harus terjaga. "Masuk!" serunya sedikit meninggikan suara.

Seorang pria yang selalu setia mengikuti Rio itu masuk ke dalam. Dia adalah Gilang, asisten pribadi CEO DR Group. "Tuan, orang tua Anda baru saja mengirimkan pesan," ujarnya seraya menyodorkan ponsel ke atasannya untuk dilihat oleh Rio.

Rio menolak mengambil benda canggih itu. "Tolong bacakan saja, siapa lagi wanita yang harus kutemui?" tanyanya.

Rio sampai hafal kebiasaan ibunya yang setiap hari mengirimkan pesan kepada asistennya tentang kencan buta.

"Dita Andini, putri dari teman sekolah Nyonya Anggi," jawab Gilang sambil memperlihatkan foto wanita yang nanti sore harus ditemui oleh Rio.

Rio terlihat tak tertarik dengan wanita di dalam ponsel tersebut. Tak ada yang menggugah hatinya sedikit pun. Atau mungkin belum. "Biarkan saja, tak perlu dibalas," pintanya.

"Baik." Gilang memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku jasnya lalu menatap atasannya lagi. "Anda ingin makan siang di mana, Tuan? Restaurant seperti biasanya?" tawarnya.

"Tidak, aku mau makan di kantin perusahaan saja. Terlalu banyak kenangan bersama Anita di Restaurant itu," tolak Rio. Selama menjalin hubungan dengan mantan kekasihnya, dia sering makan di restoran tersebut.

Lebih baik Rio mencoba untuk melupakan semua peristiwa bersama orang yang pernah dia inginkan menjadi istrinya, daripada mengganggu rumah tangga Anita demi memaksakan kehendaknya.

"Baik, aku akan sampaikan pada chef untuk menyiapkan hidangan." Gilang berpamitan untuk keluar. Namun getaran dari ponselnya membuatnya berhenti sejenak mengecek penelepon yang seperti tak sabaran.

Gilang berbalik untuk berbicara dengan atasannya lagi. "Tuan, Nyonya Anggi menelepon," jelasnya.

Rio terlihat menghela napasnya. "Angkat saja," titahnya seperti tak bertenaga. Ia sudah tahu apa yang akan disampaikan oleh mamanya.

"Gilang!" seru Mommy Anggi setelah panggilan diangkat.

"Ya, Nyonya, ada yang bisa dibantu?" tanya Gilang.

"Di mana Rio? Kenapa dia mematikan ponselnya?" tanya Mommy Anggi tak sabaran.

"Di hadapanku."

"Berikan ponselnya padanya!"

"Baik."

Gilang menyodorkan benda pipih canggih itu ke atasannya. "Nyonya ingin berbicara dengan Anda."

Rio menerima ponsel tersebut dengan malas dan menempelkannya di telinganya. "Ya, Mom?"

"Jangan lupa sore ini kau harus menemui wanita yang sudah aku siapkan. Mulailah buka hatimu, Rio! Mommy sudah tua, ingin segera mempunyai cucu, dan kau anakku satu-satunya. Harapanku," omel wanita yang melahirkan pria tampan dan mempesona tersebut.

Sementara itu, wanita dewasa berparas cantik dengan rambut berwarna cokelat tengah masuk ke dalam apartemen sederhana yang dia sewa dan dibayar secara bulanan seharga tiga juta rupiah.

Dia adalah Denanda yang biasa dipanggil Nanda, seorang wanita yang sudah melahirkan satu anak. Kini dia harus hidup dengan ekonomi yang tergolong rendah dibandingkan saat suaminya tidak terjerat kasus penggelapan dana dan pengedar narkotika.

Nanda baru saja pulang dari bekerja sebagai pelayan. Dia rela mengerjakan apa pun agar bisa menghidupi keluarganya, sembari terus berusaha mencari pekerjaan yang sesuai keterampilannya serta tidak terlalu menggunakan banyak tenaga, karena ia baru saja pulih dari patah tulang akibat kecelakaan yang terjadi hampir dua tahun silam.

"Kenapa Cherry belum pulang?" gumam Nanda setelah ia mencari keberadaan putrinya di dalam hunian berukuran tiga puluh enam meter persegi itu.

Nanda pun mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi pihak sekolah tempat anaknya mengemban ilmu. Ini sudah sore, seharusnya putrinya berada di rumah.

"Semua murid sudah pulang sejak pukul dua siang, bus sekolah mengantarkan seperti biasanya," jelas salah satu guru yang Nanda hubungi.

"Baik, terima kasih atas informasinya. Maaf sudah mengganggu waktu Anda," balas Nanda.

Penjelasan dari guru anaknya membuatnya justru khawatir dengan keberadaan putrinya yang biasanya sudah berada di apartemen ketika dia pulang.

Nanda tak jadi beristirahat. Ia hendak keluar mencari Cherry tanpa mengganti pakaian bertuliskan nama restoran yang biasa digunakan untuk bekerja menjadi pelayan. Sebagai seorang ibu, dia tak mungkin berdiam diri ketika putrinya tak tahu di mana keberadaannya.

Ketika Nanda hendak meraih handle pintu, ponselnya berdering, membuatnya mengurungkan niat membuka pintu bercat cokelat itu untuk mengangkat panggilan telepon.

"Ya, Ma?" sapa Nanda pada mertuanya.

"Kau sudah ada uangnya belum? Tiga hari lagi jatuh tempo pembayaran sewa apartemenku," tanya Mama Rini, orang tua suaminya.

"Sedang aku usahakan, Ma. Doakan semoga pekerjaanku lancar," balas Nanda.

"Ck! Dari kemarin jawabanmu seperti itu terus. Aku tak mau diusir dari sini. Mau tinggal di mana jika menjadi gelandangan?" protes Mama Rini.

"Tinggal di apartemen sewaku saja, kita bisa mengirit pengeluaran juga."

"Dih! Tak mau aku tinggal di tempat sempit milikmu. Ingat, dua juta rupiah harus ada dalam waktu tiga hari lagi." Mama Rini menekankan nominal uangnya. Itu adalah biaya sewa setiap bulannya yang harus dibayar.

Nanda menghembuskan napasnya setelah panggilan diputus sepihak oleh mertuanya. Semenjak Andres masuk penjara, perusahaan harus gulung tikar akibat kecurangan yang pernah diperbuat oleh suaminya. Dialah yang kini menjadi tulang punggung. Mama dari suaminya tak membantu sedikit pun, justru bergantung padanya juga.

Mertua Nanda satu-satunya itu belum bisa meninggalkan kehidupan kelas atas, sehingga memaksakan diri menyewa apartemen yang sangat bagus tanpa melihat kondisinya saat ini yang sulit.

"Di mana aku dapatkan uang secepat itu? Tabunganku sudah ku gunakan untuk membayar sekolah Cherry," desah Nanda. Ia adalah sosok wanita yang peduli dan santun kepada orang tua, baik kandung maupun mertuanya. Sehingga tak pernah mengeluh di depan Mama Rini ketika dimintai uang. Dia akan berusaha sekeras mungkin untuk memenuhi kebutuhan orang tuanya, karena yakin akan mendapatkan ganti yang mungkin tak akan terduga jika melakukan kebaikan dengan tulus.

Wanita itu kembali melanjutkan niatnya untuk mencari anaknya. Ia berhenti di ambang pintu ketika melihat seorang wanita dan anak kecil berusia dua tahun tengah berdiri di hadapannya.

"Ada apa kau kemari?" tanya Nanda pada orang tersebut.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Cinta Terlarang Sang Janda

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Dari Saingan Menjadi Ipar
9.8
Josie Watson kembali menuntut cerai untuk ke-99 kalinya. Namun, Laurence Andrews justru mengusirnya dari mobil demi mengangkat telepon mantan kekasihnya, Rosalie Harris. Laurence terus merendahkan Josie dan yakin istrinya takkan sanggup pergi. Dia tidak menyadari bahwa pengabaian berulang ini telah mencapai batasnya. Di balik layar, saudara laki-laki Rosalie diam-diam terus mendesak Josie untuk segera berpisah dan meninggalkan negara ini selamanya.
Sampul Novel Gairah Berbahaya Si Gadis Lugu
9.2
Rheina, gadis lugu yang terjebak dalam lingkungan beracun, awalnya berniat membebaskan sahabatnya dari cengkeraman tuan tanah. Namun, situasi memburuk saat ayahnya justru menikahi sahabatnya itu sebagai istri keempat. Konflik keluarga yang kelam ini akhirnya menyeret Rheina ke dalam lembah kenistaan. Ikuti liku perjalanan hidup Rheina saat ia terjerat dalam cinta segitiga rumit bersama dua pria di tengah tekanan hidup yang penuh kata kasar dan adegan dewasa.
Sampul Novel Janda Bertemu Dengan Duda
8.1
Pasca kehilangan Rizal, Sonia pindah ke apartemen kecil bersama dua anaknya, Alif dan Hana, demi lari dari duka. Di sana, ia bertemu Yudha, seorang duda karismatik yang membesarkan putrinya, Mira, sendirian setelah tragedi serupa. Meski sama-sama terluka, pertemuan di lorong apartemen itu memicu percikan emosi. Kini, mereka harus memilih: tetap terbelenggu kenangan pahit masa lalu atau meruntuhkan dinding ketakutan demi menyambut cinta baru yang hadir di depan mata.
Sampul Novel KhaRisma
9.0
Penyesalan mendalam menghantui setelah perpisahan yang tak terelakkan terjadi. Kesadaran yang datang terlambat hanya menyisakan duka, karena tangisan tak mampu mengubah kenyataan. Kehadiran sosokmu sebelumnya telah memberi warna dan mengajarkan arti kesetiaan serta pengorbanan yang tulus. Meski mengenalmu membawa rasa sakit dan kesedihan, di sana pula kutemukan kebahagiaan sejati. Kini, andai waktu bisa diputar kembali, aku hanya ingin mengulang setiap detik bersamamu.
Sampul Novel Kurang dari tiga
9.2
Hubungan asmara Raka kini berada di ambang kehancuran akibat kehadiran Nadia. Sebagai kekasih, Raka merasa diabaikan karena Cherry selalu memprioritaskan sahabatnya yang berkacamata tebal itu. Amarahnya meledak saat ia menyadari posisinya hanya menjadi yang kedua bagi Cherry. Namun, kecemburuan buta ini justru membawa Raka menuju sebuah titik balik yang tak terduga dalam hidupnya. Akankah perasaan mereka bertahan saat prioritas Cherry terbagi?
Sampul Novel Penguasa Abadi Sepuluh Ribu Binatang
8.3
Di Pulau Sepuluh Ribu Binatang yang megah, puluhan ribu anak di bawah sepuluh tahun berkumpul di Puncak Lundao dengan penuh keseriusan. Sebagai murid baru yang baru saja menemukan akar spiritual mereka, mereka mendengarkan wejangan dari seorang tetua berjubah hijau. Ia mulai mengisahkan sejarah sekte, bermula dari sang pendiri legendaris, Wan Beast Immortal Li. Dahulu, Li hanyalah seorang kultivator biasa dari Kerajaan Qin di Alam Qianyang sebelum akhirnya mencapai keabadian.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan