APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cintaku Direbut Sahabatku Sendiri

Cintaku Direbut Sahabatku Sendiri

Hidup Lara hancur total saat Darren, suaminya, berselingkuh dengan Maya yang merupakan sahabat dekatnya sendiri. Pernikahan mereka berakhir tragis setelah Darren memilih menceraikan Lara demi selingkuhannya. Penderitaan Lara kian memuncak ketika kecelakaan hebat merenggut janin dalam kandungannya. Meski mencoba membuka hati untuk cinta yang baru, rentetan cobaan seolah tak berhenti mengejarnya. Mampukah Lara menemukan setitik kebahagiaan setelah segala miliknya hilang?
Bab
Bagikan

Bab 3

Hujan turun deras saat Lara membuka pintu apartemennya, membawa tas kerja yang masih berat dengan dokumen-dokumen kantor. Suasana malam itu dingin, dan aroma tanah basah memenuhi udara. Namun, bukan hujan yang membuat hatinya mencekam; pesan singkat di ponselnya-lah yang membuat detak jantungnya seakan berhenti.

Darren: "Lara, aku ingin bicara. Tolong beri aku kesempatan."

Lara menatap layar ponsel, tangan gemetar. Ia sudah berusaha menata hidupnya kembali, membangun kekuatan baru dari reruntuhan masa lalu, dan kini pesan itu muncul seperti badai baru yang ingin merobohkan semua yang sudah ia bangun.

Ia menutup mata sejenak, mencoba menenangkan diri. "Tidak, Lara. Jangan jatuh lagi. Kau tidak boleh kembali ke masa lalu yang menyakitimu," bisiknya pada diri sendiri. Namun hatinya tetap tak nyaman. Bayangan Darren dan pengkhianatannya tetap membekas, menimbulkan rasa sakit yang sulit dijelaskan.

Pagi berikutnya, Lara tiba di kantor lebih awal dari biasanya. Hatinya masih penuh kegelisahan, tapi pekerjaan selalu menjadi pelarian yang aman. Ia mulai menata dokumen-dokumen yang menumpuk di mejanya ketika atasan datang, menatapnya dengan ekspresi serius.

"Lara, kita perlu bicara," ujar Pak Bram, kepala divisi, dengan nada yang tidak biasa.

Lara mengangkat kepala, menatap pria itu dengan waspada. "Ada apa, Pak?"

"Beberapa klien besar kita mulai mempertanyakan proyek yang kau pimpin. Mereka menyebutkan adanya ketidakkonsistenan, dan ada rumor yang beredar tentangmu... tentang kinerjamu," Pak Bram menjelaskan.

Lara terkejut. Rumor? Di tengah semua yang ia alami, ia tak ingin ada masalah tambahan yang mengganggu hidupnya. Namun, ia menahan amarah dan kecewa. "Pak, saya akan selesaikan masalah ini secepat mungkin. Tolong beri saya waktu," jawabnya tegas, menatap mata Pak Bram dengan keyakinan.

Hari itu, Lara bekerja lebih keras dari biasanya, menunda makan siang dan bahkan mengabaikan rasa lelahnya. Namun, setiap kali ia mencoba fokus, bayangan Darren dan Maya terus menghantui pikirannya. Ia bertanya-tanya, bagaimana mereka bisa melanjutkan hidup mereka tanpa rasa bersalah? Bagaimana mereka bisa menginjak hatinya begitu saja?

Di tengah kesibukannya, Reyhan muncul dengan senyum hangat. "Hai, Lara. Bagaimana kabarmu hari ini?" tanyanya lembut, membawa secangkir kopi hangat.

Lara tersenyum tipis, menerima kopi itu. "Terima kasih, Reyhan. Aku... baik, hanya sedikit sibuk," jawabnya sambil menatap mata Reyhan yang penuh perhatian.

Reyhan duduk di kursi sebelahnya, menatap Lara dengan serius. "Aku tahu kau masih berjuang, Lara. Tapi ingat, kau tidak sendirian. Aku di sini, dan aku akan mendukungmu."

Lara merasa hatinya sedikit hangat. Ada kehadiran yang berbeda dalam diri Reyhan-kehangatan yang tidak pernah ia rasakan sejak kehilangan dan pengkhianatan itu. Meski ia masih berhati-hati, Lara menyadari bahwa perlahan, ia mulai membuka hatinya untuk seseorang lagi.

Namun dunia tidak selalu berjalan mulus. Beberapa hari kemudian, Lara menerima undangan rapat mendesak dari manajemen perusahaan. Di sana, ia bertemu dengan Maya, yang kini tampak lebih percaya diri dan angkuh. Mata mereka bertemu, dan perasaan marah yang selama ini dipendam Lara seketika muncul kembali.

"Lara," Maya menyapa dengan senyum dingin. "Aku dengar kau baru kembali. Bagaimana kabarmu?"

Lara menatap Maya, menahan kemarahan dan air mata yang ingin jatuh. "Aku baik, Maya. Terima kasih atas perhatiannya," jawabnya dengan suara dingin, menahan diri agar tidak terpancing.

Maya tersenyum tipis, penuh tipu daya. "Semoga kau tetap kuat, Lara. Dunia ini keras, dan kau harus bisa bertahan."

Lara tahu, Maya tak mengatakan itu untuk kebaikan. Itu adalah tantangan terselubung, sebuah pengingat bahwa dunia mereka dipenuhi intrik dan pengkhianatan. Lara menelan ludah, menatap Maya dengan mata yang tak kalah tajam. "Aku selalu bisa bertahan, Maya. Kau tidak perlu meragukanku."

Setelah rapat selesai, Lara berjalan ke tempat parkir, mencoba menenangkan diri. Tiba-tiba, Reyhan muncul di belakangnya, menyodorkan payung karena hujan mulai turun. "Kau terlihat stres, Lara. Apa kau ingin bicara?"

Lara menatap Reyhan, menahan emosi. "Ini... ini semua tentang pekerjaan dan... beberapa orang yang mencoba menjatuhkanku," jawabnya pelan.

Reyhan menepuk pundaknya, memberikan dukungan tanpa banyak kata. "Kau tidak perlu menghadapi semuanya sendiri. Aku akan ada di sini, selalu," ucapnya lembut.

Di malam yang sama, Lara duduk di apartemennya, merenung. Ia menyadari bahwa perjalanan untuk sembuh dari luka lama tidak akan mudah. Darren dan Maya mungkin telah menghancurkan masa lalunya, tapi ia tidak bisa membiarkan masa depan dirampas oleh mereka. Ia harus menemukan kekuatan dari dalam dirinya sendiri.

Malam itu, Lara menulis di jurnalnya, menumpahkan semua emosi yang tertahan: kemarahan, kesedihan, ketakutan, tapi juga harapan. Ia menulis tentang Reyhan, tentang bagaimana kehadirannya perlahan membawa kehangatan dan ketenangan. Ia menulis tentang rencananya untuk menghadapi Darren dan Maya, tetapi dengan cara yang tidak akan menghancurkan dirinya sendiri.

Hari-hari berikutnya, Lara mulai membuat perubahan kecil dalam hidupnya. Ia berolahraga untuk menguatkan tubuh, mengikuti kelas seni untuk menenangkan pikiran, dan bahkan mencoba memasak sendiri, meski sering gagal. Setiap langkah kecil itu memberinya rasa pencapaian yang sederhana tapi berarti.

Suatu sore, Reyhan mengajak Lara ke taman kota. Mereka duduk di bangku kayu, menatap anak-anak bermain dan orang-orang yang tertawa. "Lara, kau pernah merasa bahwa hidup ini terlalu berat untuk dijalani sendiri?" tanya Reyhan tiba-tiba.

Lara menatapnya, mata berkaca-kaca. "Setiap hari, Reyhan. Tapi aku mulai belajar bahwa meski berat, aku bisa bertahan. Aku harus bertahan, demi diriku sendiri," jawabnya pelan.

Reyhan tersenyum, menggenggam tangan Lara lembut. "Aku senang mendengar itu. Kau kuat, Lara. Dan kau tidak sendirian lagi."

Malam itu, Lara pulang dengan hati yang sedikit lebih ringan. Meski luka lama belum sepenuhnya sembuh, ada rasa aman dan harapan baru. Ia sadar bahwa meski Darren dan Maya pernah menghancurkan hidupnya, ia masih memiliki kendali atas masa depannya.

Namun, di balik semua itu, Lara tahu ujian masih menunggu. Darren mungkin akan mencoba kembali, Maya mungkin akan terus mengincarnya, dan dunia profesional selalu penuh tantangan. Tapi untuk pertama kalinya sejak pernikahan yang hancur itu, Lara merasa mampu menghadapi semuanya.

Ia menatap langit malam dari balkon apartemennya, hujan baru saja reda, dan bintang-bintang mulai muncul. "Aku akan kuat... aku akan melangkah ke depan... dan aku akan bahagia lagi," bisiknya pada diri sendiri.

Lara yang menatap Reyhan dari jauh, tersenyum tipis, dan merasakan secercah kebahagiaan. Perjalanan untuk sembuh dan menemukan cinta baru masih panjang, tapi ia sudah mulai melangkah, dengan hati yang lebih siap menghadapi dunia.

Kalau mau, aku bisa lanjutkan Bab 4 dengan memperdalam konflik antara Lara dan Darren/Maya, sekaligus memperlihatkan Lara semakin dekat dengan Reyhan, tetap panjang ±3.000 kata.

Apakah mau aku lanjutkan Bab 4?

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Boy and Secret
9.2
Kenzo dan Alesha terjebak dalam pernikahan paksa akibat tuntutan orang tua. Hubungan tanpa cinta ini menjadi semakin rumit karena mereka harus menyembunyikan status tersebut dari publik. Situasi kian pelik saat Alesha hamil, memicu ketakutan luar biasa dalam dirinya. Meski penuh tekanan dan lika-liku, keduanya berupaya membangun komitmen di tengah badai emosi. Inilah perjalanan sulit mereka dalam menghadapi rahasia besar serta tanggung jawab yang tak terduga.
Sampul Novel BUKAN SUAMI RAHASIA
8.1
Ava dan Jay terjebak dalam pernikahan paksa selama dua tahun. Sementara Jay terus berselingkuh, Ava membalasnya dengan memadu kasih bersama pria kaya dari keluarga terpandang. Meski keduanya mendambakan perpisahan, perceraian bukanlah sebuah pilihan. Jay pun akhirnya setuju membiarkan Ava menjalani hubungan tersembunyi dengan lelaki lain. Namun, mampukah rahasia besar ini bertahan selamanya tanpa terungkap ke permukaan? Akankah sandiwara mereka terus berjalan?
Sampul Novel Dendam dan Hasrat Liar
9.5
Alyssa Hartanto bertekad membalas dendam pada Damian Valente, pengusaha yang menghancurkan keluarga dan bisnis orang tuanya. Dengan identitas samaran, ia menyusup ke kediaman Damian sebagai asisten pribadi demi menjalankan misi penghancuran. Namun, rencana Alyssa goyah saat kebencian mendalam tersebut perlahan berubah menjadi gairah yang tak terduga. Kini, ia terjebak dalam dilema antara menuntaskan dendam masa lalu atau menyerah pada cinta yang mulai tumbuh.
Sampul Novel Gadis Imigran
8.8
Iris Barcova terpaksa menjalani kehidupan kelam sebagai PSK demi membiayai ayah dan adiknya. Di tengah keputusasaan, seorang pria misterius keturunan mafia menawarkan pernikahan kontrak sebagai solusi medis bagi ayahnya. Meski ada dokter tulus yang mencintainya, Iris justru terjebak dalam dilema hati. Namun, kenyataan pahit mulai terungkap bahwa pria yang ia anggap penyelamat mungkin adalah dalang di balik segala tragedi dan kesialan yang menimpa hidupnya selama ini.
Sampul Novel Iparku Yang Menggoda
8.8
Kehadiran Matthias di rumah utama demi merawat sang ibu yang sakit justru mengancam pernikahan Lauren dan Matthew. Peristiwa traumatis terjadi saat Matthias menyentuh Lauren secara lancang di suatu malam. Meski Lauren merasa benci dan berusaha menjauh, Matthias yang terobsesi justru mengungkap perselingkuhan Matthew dengan sekretarisnya. Matthias menawarkan bantuan untuk balas dendam, memaksa Lauren memilih antara kesetiaan atau membalas sakit hatinya.
Sampul Novel Kakakku, Pengkhianatku
9.2
Raya hancur setelah dikhianati keempat kakak laki-lakinya yang kini lebih menyayangi Luna, gadis asing yang menggantikan posisinya. Meski Raya berupaya membuktikan diri di tengah intrik licik Luna yang haus perhatian, perjuangannya sia-sia. Ketidakadilan yang terus berulang akhirnya memadamkan rasa cinta Raya kepada saudara kandungnya. Di titik nadir, ia memilih menyerah dan pergi demi meninggalkan luka mendalam yang telah menghancurkan hidupnya selama ini.