APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cold-hearted girl

Cold-hearted girl

Seorang pembunuh bayaran wanita yang tangguh kini memegang misi baru sebagai pelindung seorang ilmuwan jenius. Keselamatan sang ilmuwan terancam setelah ia berhasil menciptakan sebuah penemuan yang sangat krusial. Namun, di tengah situasi berbahaya yang mengintai nyawa mereka, benih-benih asmara justru mulai tumbuh. Pertemuan intens ini memaksa sang gadis menghadapi konflik batin saat perasaan profesionalnya perlahan berubah menjadi cinta yang mendalam.
Bab
Bagikan

Bab 3

"Nama dia Stefan Anjano," ucap Pak Harsono setelah membiarkan aku beberapa saat menatap foto itu dengan seksama. Aku berdehem sebentar dan mengembalikan foto tersebut.

      "Apa dia orang yang harus aku lindungi?" tanyaku.

      Pak Harsono mengangguk.

"Meski dia terlihat seperti orang biasa, tetapi dia adalah seorang profesor muda yang berbakat. Baru-baru ini, dia menciptakan sebuah obat untuk menangani penyakit kanker. Masalahnya obat tersebut berubah menjadi virus berbahaya saat terpapar oleh tubuh orang yang sehat. Kini obat itu tengah diperebutkan. Para penjahat dan teroris menghalalkan segala cara untuk mendapatkan obat tersebut," tuturnya panjang-lebar.

      Aku menggeleng. Semula aku mengira pria muda bernama Stefan itu seorang artis atau model yang sedang dikejar penggemar gila hingga meminta bantuan polisi. Atau anak manja kaya yang gemar terlibat narkoba. Ternyata dia memang terlibat masalah. Masalah yang sangat besar dan tidak kubayangkan akan terjadi pada orang sepertinya.

      "Dia pasti meminta perlindungan polisi, bukan? Jadi apa kalian tidak bisa menangani masalah yang dia timbulkan?"

      Wajah Pak Harsono berubah muram. Dia kemudian mengangguk.

"Stefan sendiri bukanlah orang yang mudah ditangani. Ia keras kepala dan merasa tidak butuh dilindungi. Meski begitu, aku sudah mengutus dua orang untuk melindungi dia, tetapi justru mereka berdua ...."

        Pak Harsono menggeleng. Wajahnya menyiratkan kesedihan yang teramat sangat. Aku menduga dua orang itu mungkin orang terbaiknya dan dekat dengan beliau. Kemudian, tragedi menimpa mereka.

        "Baiklah, aku tahu apa yang harus aku lakukan," jawabku. Aku kemudian pamit undur diri untuk bersiap-siap.

***

        Aku sedang mengemas pakaian dan beberapa senjata ketika Vano datang. Ia semakin berani saja, bahkan masuk ke dalam kamarku tanpa mengetuk lebih dulu.

        "Aku sudah mendengar semua dari Pak Yan. Aku tidak suka kau pergi menemui pria lain. Batalkan misi kali ini atau biar aku yang menggantikannya," ucapnya pelan.

      "Aku sudah setuju untuk menjalankan misi ini, jadi aku tidak akan mundur. Satu hal lagi, aku tidak akan pernah melempar misi pada orang lain," sahutku sambil menutup koper yang berisi pakaian.

        "Tetap saja, aku tidak ingin melihatmu dengan pria lain."

        "Dia tidak berbeda denganmu atau orang lain. Aku bukan gadis bodoh yang akan jatuh cinta padanya. Aku tidak akan tertarik padanya sama seperti aku tidak tertarik padamu. Saat ini hanya misi yang terpenting bagiku. Baik kau maupun dia, kalian sama sekali tidak penting!"

          Vano diam mengangguk. Perlahan tangan kanannya terulur dan mengacak rambutku.

"Baiklah, aku mengerti, tapi jaga dirimu. Aku tidak ingin kau berada dalam bahaya."

        "Vano," panggil Risa. Sama sepertiku, Risa juga adalah gadis pembunuh yang tinggal di sini, hanya saja tingkat dan kemampuannya lebih rendah dariku. Ia lebih sering mengejar-ngejar Vano daripada berlatih dengan serius.

          Aku tersenyum saat melihat Vano yang dengan risih berusaha melepaskan tangan Risa yang menggelayut mesra padanya. Cinta benar-benar membuat seseorang menjadi bodoh. Orang bahkan dengan mudah mengalahkan Risa dengan kemampuannya yang amatiran itu.

          "Nila, tunggu!" panggil Vano saat aku bergegas melangkah.

"Kau hanya salah-paham.  Aku tidak ada apa-apa dengan Risa!"

          Aku berbalik dan melepas kaca mata hitam yang kukenakan.

"Apa aku terlihat peduli?" sahutku sambil mengangkat bahu. Aku lalu kembali melangkah menuju mobil yang telah menunggu.

***

      Pohon-pohon tinggi dengan daun-daun lebat menaungi perjalanan kami menuju ke kediaman Stefan. Di ufuk, terlihat awan mulai berubah jingga. Kunikmati semua itu bersama semilir embus angin yang bertiup melalui jendela yang terbuka. Bagiku keindahan mereka dan kesejukan yang kurasakan jauh lebih menyenangkan dari apa pun, karena mereka tidak menipu. Tidak seperti manusia yang pandai bersiasat.

      Bahkan aku juga seperti itu, ucapku dalam hati sambil tersenyum miris.

      Bangunan rumah Stefan tampak anggun dan klasik. Tembok-tembok marmer berwarna gading menghias dinding. Lantai keramik putih berkilat. Tidak nampak setitik debupun di sana. Berbagai lukisan serta pajangan antik menghias bagian dalam rumah. Di antaranya, terdapat juga foto-foto Stefan sedang menerima penghargaan. Bahkan ada potongan artikel terpajang pula di sana.

        Rumah ini seperti istana dan kehidupan Stefan tampak seperti seorang pangeran yang bersembunyi, tetapi tetap bergelimang kemewahan, pikirku.

          Netraku terhenti saat menatap sosok pria itu berjalan menuruni tangga. Berbeda dari penampilannya di foto yang terlihat ceria, sosok Stefan tampak muram. Matanya juga terlihat sayu. Janggut tipisnya yang tumbuh menunjukkan bahwa dia mungkin sudah tidak bercukur selama beberapa hari. Rambut hitamnya yang agak ikal juga terlihat kusut masai.

        Aku meneguk ludah tanpa sadar. Meski kata cinta adalah sesuatu yang haram bagiku, tetap saja, aku tidak bisa menyangkal bahwa penampilan cowok bertubuh atletis itu begitu memikat. Entah mengapa, mendadak aku merasa gugup. Jantungku bahkan berdetak lebih cepat dari biasa hanya karena dia juga membalas tatapanku.

          "Stefan, maaf sudah mengganggumu, tapi orang yang kujanjikan untuk melindungimu sudah ada di sini," ujar Pak Harsono.

        Stefan hanya mengangguk. Mata hitamnya masih tetap menatapku lekat. Aku jadi merasa semakin salah tingkah.

          Pak Harsono berdehem sesaat. Stefan seolah tersadar dan mengalihkan tatapan padanya sambil tersenyum. Lesung pipi muncul di wajahnya, membuatku mati-matian berusaha untuk tetap tenang.

        Berpikirlah sehat, Nila. Dia orang yang harus kaujaga, bukan calon kekasihmu. Lagipula, apa yang salah dengan dirimu? Kau adalah Snow Queen yang tidak terjamah oleh cinta. Jangan sampai seorang pria yang baru kaukenal membuat pertahananmu runtuh! tegurku pada diri sendiri. Sekuat tenaga aku berusaha menenangkan diri.

        Lelaki muda di hadapanku tersebut mengalihkan tatapan pada pria yang berdiri di samping Pak Harsono. Mungkin dia menduga lelaki bertubuh gempal itulah yang akan melindungi dia.

        "Apa dia bisa diandalkan? Aku tidak mau peristiwa yang sama terjadi lagi. Itu sangat mengerikan," ucapnya sambil mengendikkan kepala ke arah pria tersebut.

        Pak Harsono tersenyum mendengar itu.

"Kalau dia, aku tidak yakin dia akan bisa menjagamu karena dia hanya sopirku."

      Tatapan mata Stefan terlihat bingung. Perlahan ia mengalihkan pandangan padaku.

        "Dia ...?" ucapnya sambil menunjuk ke arahku.

        Pak Harsono mengangguk.

"Benar. Dia Nila Fariska. Dialah yang akan menjaga dan memastikan keamananmu."

        Ucapan beliau membuat suasana berubah hening. Stefan kemudian melihatku dari atas ke bawah dan sebaliknya. Ia tampak tidak percaya. Tidak lama kemudian justru tawanya meledak.

      "Apa Anda sedang bercanda, Pak Harsono?" ucapnya sambil mengusap air mata yang mengalir keluar.

"Mana bisa gadis sekecil dia melindungiku? Ia bahkan tidak akan bisa menang melawanku."

        Perasaanku berubah geram. Hilang sudah semua rasa kagum yang kutujukan padanya. Aku paling tidak suka ada orang yang meremehkanku hanya karena aku seorang gadis bertubuh mungil dengan penampilan menurut orang-orang terbilang cantik.

        "Apa kau menantangku?" desisku.

"Jika aku bisa mengalahkanmu, apa kau akan menerimaku menjadi pengawal pribadimu?"

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bangkitnya Sang Menantu Benalu
8.7
Selama tiga tahun, Stefan hidup menderita sebagai menantu yang dihina dan dianggap benalu oleh keluarga Lionny. Pasca kecelakaan yang memicu amnesia, posisinya kian terpuruk hingga ia nyaris gila. Putus asa, ia mencoba mengakhiri hidup dengan menelan ratusan butir obat sekaligus. Namun, keajaiban terjadi; alih-alih tewas overdosis, ingatan Stefan justru pulih sepenuhnya. Inilah titik balik sang menantu sampah untuk bangkit dan menunjukkan jati diri aslinya.
Sampul Novel Istri yang Dihancurkan Mereka
8.1
Bramantyo dan Bima terobsesi menyiksaku dengan kehadiran Sandra demi menguji cintaku. Puncaknya, saat kecelakaan terjadi, mereka membiarkan tanganku hancur demi menyelamatkan Sandra. Karier musikku pun sirna. Mereka menantikan amarahku, namun aku hanya diam membisu, bahkan saat liontin ibuku dihancurkan Sandra. Di ranjang rumah sakit, pengabdianku mati. Ini bukan cinta, melainkan sangkar kejam. Kini aku bersiap melarikan diri dan membalas kehancuran ini.
Sampul Novel KEMBALINYA RATU MAFIA
9.3
Pasca wafatnya Aderald Ibrahim, Diandra Safaluna mewarisi seluruh kekayaannya. Namun, ketiga anak Aderald yang murka berusaha melenyapkan Luna demi harta tersebut. Beruntung, Luna diselamatkan oleh rival mafianya. Kini ia kembali dengan identitas baru sebagai Diana, seorang ART di rumah suaminya sendiri. Sambil menyembunyikan cintanya yang mendalam, Luna memulai misi balas dendam. Akankah Sayudha menyadari bahwa sang istri berada di dekatnya?
Sampul Novel Ketika Cinta Mati, Dendam Dimulai
9.8
Pasca kematian tragis putranya, Eva Anindita justru dikhianati suaminya, Jaksa David Adiwijaya. Demi melindungi Karin, pelaku tabrak lari, David memenjarakan Eva atas tuduhan palsu. Setelah tiga tahun mendekam di penjara dan kehilangan anak keduanya, Eva bebas hanya untuk melihat kenyataan pahit. David telah membina keluarga baru bersama Karin. Kini, jurnalis investigasi ini siap menuntut balas atas pengkhianatan keji yang menghancurkan hidupnya.
Sampul Novel Penjara Bos Gila
9.6
Sean Anderson tumbuh dalam keluarga retak sebelum diasuh pamannya yang merupakan bos mafia kejam. Lingkungan keras membentuknya menjadi pria dingin tanpa ampun. Namun, hidupnya berubah saat ia bertemu seorang gadis yang mampu menggoyahkan kewarasannya. Meski terus ditolak, Sean tak menyerah. Ia menggunakan segala cara demi mengurung gadis itu dalam kendalinya. Ikuti kisah penuh ketegangan dan intrik tentang obsesi gelap di dunia mafia yang berbahaya.
Sampul Novel Sebuah Penyesalan
8.4
Steven Alessio terjerat pesona wanita asing yang menyeretnya ke dalam tragedi pembunuhan sang istri. Niat awal untuk membalas dendam justru membuat Steven terjebak dalam lingkaran keluarga wanita tersebut. Di sana, ia terpaksa menyaksikan terbongkarnya berbagai rahasia gelap dan kebobrokan keluarganya sendiri. Perjalanan penuh aksi dan misteri ini membawa Steven pada titik balik yang menyakitkan, di mana ia harus menghadapi arti dari sebuah penyesalan terdalam.