APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Crazy Marriage (Pernikahan Paksaan)

Crazy Marriage (Pernikahan Paksaan)

Vintari terpaksa merelakan mimpinya demi perjodohan orang tua saat usianya baru 19 tahun. Menikah dengan Zeus Ducan yang dewasa terasa seperti mimpi buruk baginya, sementara Zeus menganggap Vintari sebagai beban yang ceroboh. Namun, saat benih kenyamanan mulai tumbuh, sebuah rahasia besar terungkap. Zayn, pria yang dicintai Vintari, ternyata adalah adik tiri suaminya sendiri. Kini Vintari terjebak dalam dilema antara Zeus dan cinta lamanya pada Zayn.
Bab
Bagikan

Bab 3

Bibir Vintari menganga terkejut akan apa yang dia dengar. Manik mata amber gadis itu mengerjap beberapa kali, tak sama sekali menyangka. Selama ini, dia tak terlalu tahu tentang Keluarga Ducan, karena memang dia tak tertarik untuk banyak tahu.

Astaga, kepala Vintari hampir pecah mengetahui kenyataan ini. Kebetulan yang sangat menyebalkan. Ternyata dirinya sudah bertemu dengan pria yang akan dijodohkan dengannya dalam moment yang tak disangka-sangka.

“Dad? Kau tidak bilang padaku kalau gadis yang akan dijodohkan denganku masih sangat kecil.” Zeus lebih dulu bersuara, memberikan komentar pedas, menatap ayahnya yang ada di hadapannya. Manik mata pria itu menunjukkan menuntut penjelasan sang ayah.

David tertawa pelan mendengar ucapan putranya. “Zeus, usia Vintari sudah di atas 18 tahun. Jadi sudah masuk dalam kategori dewasa. Dia cantik dan manis. Sangat cocok untukmu.”

Zeus mendesah kasar sambil mengumpat pelan. Dia tidak mengira sama sekali kalau dirinya akan dijodohkan oleh anak kecil. Shit! Zeus rasanya tak ingin berhenti mengumpat. Jika bukan karena ada teman dari ayahnya, sudah pasti dia akan pergi begitu saja akibat tindakan konyol sang ayah.

“Apa yang dikatakan ayahmu benar, Zeus. Usia tidak akan menjadi masalah. Yang terpenting kalian bisa saling membuka diri,” sambung Robby sambil menepuk bahu Zeus.

Vintari memutar bola matanya malas, mendengar ucapan ayahnya.

“Wait, Zeus. Snelli-mu kenapa terkena noda merah?” Jenny menatap kaleng soda di tangan kanan Vintari. Detik itu juga raut wajah Jenny berubah. “Astaga, Vintari. Kau menumpahkan minuman sodamu ke snelli Zeus?” tanyanya menuntut putrinya menjawab.

Vintari mengangguk, tanpa rasa bersalah. “Iya, aku tidak sengaja. Aku sudah minta maaf pada Zeus.”

“Jenny, jangan terlalu memperbesar masalah. Itu hanya noda kecil. Zeus memiliki banyak snelli di ruang kerjanya,” jawab David dengan senyuman di wajahnya. “Anyway, Jenny, Robby, aku rasa kalian biarkan saja putri kalian pulang dengan Zeus. Nanti sekalian, Zeus mengajak Vintari makan bersama.”

“Dad, sepuluh menit lagi, aku harus memeriksa pasienku,” ucap Zeus seraya menatap dingin ayahnya. Mengantar gadis kecil itu? Yang benar saja! Dia lebih memilih untuk memeriksa pasiennya.

“Kau ini hanya memeriksa pasien, bukan melakukan tindakan operasi. Jadi tidak akan lama,” jawab David tegas, lalu menatap Vintari. “Vintari, kau tidak apa, kan menunggu Zeus sebentar?”

Vintari hendak ingin menolak, tapi gadis itu mendapatkan tatapan tajam dari kedua orang tuanya. Tatapan yang mengartikan bahwa dirinya tak bisa sama sekali menolak. Sialnya, Vintari tidak bisa melakukan apa pun.

“Tidak apa-apa, Paman. Aku tidak keberatan,” jawab Vintari begitu terpaksa—dan mendapatkan senyuman dari kedua orang tuanya. Jelas saja! Ini keinginan kedua orang tuanya, bukan dirinya!

“Good.” David tersenyum, sedangkan Zeus sejak tadi memberikan tatapan dingin dan kesal pada Vintari. Gadis kecil itu telah mengacaukan hidupnya yang tenang.

***

Vintari melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruang kerja Zeus. Aroma musk begitu menyeruak ke indra penciuman gadis itu. Ruangan yang tertata begitu rapi sempurna menandakan sang pemilik ruang kerja itu adalah sosok yang perfectionist.

“Tunggulah di sini. Aku tidak akan lama,” ucap Zeus dingin, dengan raut wajah tanpa ekspresi.

“Zeus, wait—” Vintari menahan lengan Zeus.

“Ada apa?” Zeus menatap dingin Vintari.

Vintari mendesah panjang. “Harusnya tadi kau menolak.”

“Kau pun tidak bisa menolak, kan?” Zeus membalikkan ucapan Vintari.

Vintari hanya diam tak bisa menjawab ucapan Zeus. Sebab apa yang dikatakan pria itu benar. Dirinya tidaklah bisa menolak. Andai saja bisa, sudah pasti dirinya tidak akan mau diantar Zeus. Pria itu memang tampan, tapi sangat menyebalkan.

“Aku harus pergi. Ada pasien VVIP yang harus aku periksa.” Zeus langsung melangkah pergi meninggalkan Vintari sendiri.

Vintari menatap punggung Zeus yang mulai lenyap dari pandangannya. Rasa sakit di kepala Vintari mulai menyerang. Sakit yang timbul, karena semua yang hadir dalam hidupnya benar-benar sangat mendadak.

Vintari mengatur napasnya, dan memejamkan mata singkat. Tatapan gadis itu kini mulai mengendar ke sekitar ruang kerja Zeus. Di atas meja penuh dengan banyak foto dan penghargaan.

Vintari sangat yakin bahwa di masa sekolah, Zeus pasti sangat pintar. Terbukti banyak sekali penghargaan yang didapatkan pria itu. Detik selanjutnya, Vintari mulai lengkahkan kaki mendekat, mengambil foto Vintari semasa kuliah. Perlahan senyuman di wajah Vintari terlukis melihat foto pria itu. Wajah tampan Zeuz tampak dingin, tapi tetap memesona.

Menit demi menit berlalu, Vintari sama sekali tak menyadari kalau dirinya tenggelam melihat foto-foto Zeus di masa lalu. Gadis itu sama sekali tak sadar, bahwa Zeus sudah masuk ke dalam ruang kerjanya, dan berdiri di ambang pintu menatap Vintari yang tengah melihat fotonya.

“Sepertinya kau menyukai apa yang kau lihat,” ucap Zeus yang membuat Vintari terkejut hingga hampir menjatuhkan bingkai foto di tangannya. Refleks, Zeus maju dan menangkap bingkai foto itu, dan meletakan kembali ke tempat semula.

Vintari mendesah kasar. “Zeus, kau bisa membuatku mati jantungan!”

“Well, usiamu masih sangat muda. Sangat disayangkan kalau kau mati muda, karena terkejut,” jawab Zeus seraya melepas snelli-nya, dan meletakan ke kursi kerjanya.

Vintari berdecak pelan. “Kau ini selalu membawa-bawa umur. Memangnya berapa usiamu?”

“Menurutmu?” Zeus mengambil kunci mobil dan dompetnya yang ada di atas meja kerja.

Vintari melangkah mendekat, menatap seksama wajah Zeus guna menebak usia pria itu. Ya, tindakan gadis itu membuat Zeus sedikit canggung. Jarak mereka begitu dekat dan bahkan terbilang intim.

“Vintari—”

“Tebakanku usiamu pasti antara 27 atau 28 tahun,” kata Vintari menembak.

Zeus tersenyum samar. “Kau salah.”

“Lalu kau usia berapa?” Mata Vintari menatap polos Zeus.

“45 tahun,” jawab Zeus asal.

Vintari melebarkan matanya. “Tidak mungkin orang tuaku menjodohkanku pada pria yang sangat tua.”

Zeus kembali tersenyum dan melangkah meninggalkan Vintari. “Kita pergi sekarang.”

“Hey, Zeus. Tunggu aku.” Vintari mengejar Zeus yang melangkah dengan cepat, menuju halaman parkir. Sebenarnya, langkah kaki Zeus sangatlah biasa bagi pria itu, tapi tidak bagi Vintari. Vintari harus berlari kecil demi mengejar Zeus. Sialnya, hari ini gadis itu memakai heels tinggi, membuatnya kesulitan melangkah cepat.

Di halaman parkir, heels Vintari tersangkut bebatuan. Gadis itu pun terjatuh dan menjerit. Sontak, Zeus yang ada di depan langsung membalikan badan di kala mendengar suara jeritan Vintari.

“Aw—” Vintari merintih kesakitan dengan lutut yang kini berdarah.

Zeus berdecak kesal. “Gadis itu kenapa selalu saja ceroboh!”

Terpaksa, dia menghampiri Vintari, dan membantunya bangkit berdiri. Pria itu memapah Vintari serta mendudukkan gadis itu ke kursi yang ada di halaman parkir itu. Zeus mengambil kotak obat yang ada di mobilnya, dan mengobati luka di lutut Vintari yang berdarah.

“Aw, Zeus sakit. Kau bisa mengobatiku atau tidak?” seru Vintari merintih perih.

Zeus tetap mendongakkan kepalanya, menatap Vintari. “Apa kau lupa ingatan dengan pekerjaanku?”

Vintari meringis malu, tak lagi berkata. Rasa sakit di lututnya, membuat otaknya menjadi blank seketika. Sudah pasti Zeus bisa mengobatinya, pria itu memiliki profesi sebagai dokter.

Zeus memasukkan kembali obat ke dalam kotak obat di kala sudah selesai mengobati lutut Vintari. “Bisakah kau berjalan dengan hati-hati?”

Vintari menekuk bibirnya. “Iya-iya, maaf. Kau ini galak sekali. Dokter itu wajib ramah pada pasiennya. Tidak boleh galak.”

“Aku akan membuat pengecualian padamu. Jika kau pasienku, maka aku tidak mungkin ramah. Kau gadis paling ceroboh yang pernah aku temui di dunia ini,” seru Zeus kesal.

Vintari mencebikkan bibirnya.

Zeus bangkit berdiri, dan mengulurkan tangannya pada Vintari. “Kita pergi sekarang. Aku tidak mau disalahkan oleh orang tuamu.”

Awalnya, Vintari tak ingin menerima uluran tangan Zeus, tapi keadaan lututnya yang terluka, membuatnya kesulitan untuk berdiri tanpa bantuan. Dengan wajah yang masih tertekuk, gadis itu menyambut uluran tangan Zeus—dan melangkah bersama dengan pria itu menuju ke mobil.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Abang Duda Kesayangan
9.5
Dilara Aysila Airene mengalami pertemuan tak terduga dengan seorang duda menawan usai menolong seorang nenek di jalanan. Terpikat oleh ketampanan pria tersebut, Dilara pun jatuh hati dan bertekad memenangkan hatinya. Berbagai upaya rayuan hingga aksi-aksi konyol mulai ia lancarkan demi menarik perhatian sang pria idaman. Akankah misi cinta Dilara ini membuahkan hasil manis, atau justru menemui hambatan? Simak perjuangan uniknya dalam mengejar sang duda.
Sampul Novel Aku Menunggumu, Cintaku
8.9
Natalia gagal meluluhkan hati dingin Kenzo dan memilih pergi saat mengandung. Ia menghilang tanpa jejak, membuat Kenzo yang putus asa memperluas bisnisnya ke kancah global demi mencarinya. Pencarian buntu itu hampir membuat Kenzo gila hingga ia mengacaukan seisi kota. Bertahun-tahun berlalu, Natalia kembali sebagai sosok wanita berkuasa dan kaya raya. Namun, takdir kembali menjeratnya dalam pusaran emosi bersama Kenzo yang belum berhenti mengejarnya.
Sampul Novel DANCING WITH DESTINY
8.2
Jane Miles adalah dokter andal yang sangat mencintai kehidupan damainya. Namun, kecelakaan tragis di masa lalu membuatnya menderita Amnesia Retrograde, hingga seluruh ingatannya terkunci rapat. Keadaan berubah total saat Rafael Klein muncul dan memaksa masuk ke dunianya. Pria itu mengacaukan segalanya demi satu tujuan: menuntut Jane menerima takdir sebagai pewaris tunggal klan Klein yang berkuasa. Kisah romansa dewasa ini penuh dengan konflik dan rahasia masa lalu.
Sampul Novel Hamil Dengan Pengkhianat
8.6
Nasib buruk di Paris membawa Vera terjebak dalam malam panjang bersama pria asing. Betapa terkejutnya dia saat menyadari pria itu adalah Dante, perundung masa sekolah yang paling ia benci. Dua bulan berlalu di Jakarta, Vera mendapati dirinya hamil dan bertekad membesarkan janin itu sendirian demi menghindari bayang masa lalu. Namun, takdir justru mempertemukan mereka kembali. Kehadiran Dante yang tiba-tiba membuat hidup Vera kian rumit dan penuh dilema.
Sampul Novel Harta, Tahta, Anak Tungal Kaya Raya
9.4
Ella terjebak dalam dilema rasa terhadap William, sahabat masa kecilnya yang kini menjadi pewaris tunggal kaya raya. Meski William menganggap Ella sosok terpenting, ia justru jatuh hati pada Camelia. Posisi Ella kian sulit saat ia dituduh sebagai penghambat asmara mereka, sementara William tidak peka atas penderitaan batin sahabatnya itu. Akankah William tetap memprioritaskan Ella, atau justru Camelia akan memutus ikatan lama mereka selamanya?
Sampul Novel Hello Wife The Tyran CEO!
8.5
Ellina tewas mengenaskan akibat pengkhianatan keluarga dan kekejaman suami dinginnya. Dipenuhi dendam atas takdir pahit tersebut, ia mendadak bangkit kembali ke masa sebelum pertunangan dimulai. Ellina bertekad memutus hubungan dengan keluarga angkatnya dan menjauhi pria yang dulu menghancurkannya. Namun, sang CEO tirani justru terobsesi padanya. Meski Ellina mencoba lari, pria itu siap melakukan segala cara demi mengurung dan mengikatnya selamanya dalam genggaman.