APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Crossing Love

Crossing Love

Miya Tamama adalah gadis polos yang menyimpan trauma masa kecil hingga dunianya kehilangan warna. Di tengah hidup yang kelabu, muncul Tamama Kunai, putra konglomerat sekaligus investor di sekolahnya yang memberi warna baru di hati Miya. Meski mendapat kasih sayang dari kakaknya, dokter Koko Tamama, ternyata ada pria lain yang juga mengamati Miya secara rahasia. Akankah cinta sang pewaris mampu menyembuhkan luka lama dan mengubah takdir hidup Miya selamanya?
Bab
Bagikan

Bab 3

"Jika kamu berani menyentuh kekasihku lagi, aku akan menagih akun ini dua kali lipat darimu!"

Semua orang terkejut mendengar pengakuan Tamama.

"Siapa pun yang menyakitinya berarti dia menyakitiku. Mulai hari ini segala urusannya adalah urusanku," tambah Tamama dengan keren.

***

(Asrama pria)

Luki tertawa melihat video itu. Video saat Tamama memberi pengakuan. Tapi Luki juga merasa sedih karena melihat Nana dianiaya.

"Jika kamu khawatir kirim pesan saja padanya!" ucap Tamama yang sedang belajar.

"Belajar saja sana! Jangan urusi aku!" ucap Luki.

"Apa setelah kamu putus, kamu kehilangan indera penglihatanmu sekarang? Perlukah aku memeriksanya?" ucap Tamama dingin.

Luki mendesah kesal dan terus memainkan ponselnya.

***

(Asrama Wanita)

Nana terus memandangi Miya yang sedang belajar. Miya menutup bukunya dan menatap Nana.

"Apa yang ingin kamu katakan, tanyakan saja! cepat katakan dan tanyakan!" ucap Miya dengan nada cepat.

"Kapan kamu mengenal Kak Tama? Apa kamu tahu siapa dia? Mengapa kamu tidak pernah menceritakannya padaku? Kapan kalian mulai berpacaran?" balas Nana dengan nada cepat juga.

Miya menghela nafas. Ia akan menceritakan semuanya tetapi menyuruh Nana menunggunya 5 menit lagi. Nana mengangguk, jika hanya 5 menit tidak masalah. Miya membereskan semua buku-bukunya.

Setelah selesai, ia menceritakan pertemuannya dengan Tamama. Di awali saat insiden di Fakultas Kedokteran dan saat ia terkunci di ruangan kosong itu.

Nana tertawa mendengar ceritanya.

"Jadi, hari ini adalah pertemuanmu yang kedua. Itu maksudmu?"

Miya membenarkan. Nana tertawa ketika mengetahui kebenarannya.

"Kamu, kamu benar-benar sangat hebat Miya. Dalam sekali genggam sudah berhasil mendapatkan Kak Tama. Aku sangat salut padamu, mulai hari ini aku ingin belajar darimu. Oh iya, apa kamu tahu siapa Kak Tamama itu?"

Miya berkata ia tidak ingin tahu dan tidak ingin mengetahuinya. Lalu naik ke tempat tidur. Nana tidur di sampingnya. Miya menyuruh pindah ke tempatnya. Nana menolak, ia ingin tidur bersamanya malam ini.

"Tamama, Miya, apa kamu tidak menyadari sesuatu?" tanya Nana dengan pertanyaan ambigu.

Miya menjawab tidak.

"Namamu dan dia sama 'Miya Tamama dan Tamama Kunai' mungkinkah dia adalah takdirmu?" tanya Nana.

Miya tentu saja menjawab tidak tahu, siapa yang bisa menebak masa depan. Dalam hati, Miya baru tahu jika nama mereka memiliki kesamaan.

Nana mulai bercerita mengenai Tamama.

"Tamama Kunai dari Fakultas Kedokteran, semester 6. Orang yang cuek, dingin, keren, tampan, dan juga pintar. Dia adalah dokter masa depan. Di sukai semua wanita dari berbagai fakultas. Bukankah itu sangat hebat? Dia adalah pria yang sempurna. Dan dia mengatakan bahwa kamu adalah pacarnya. Aku merasa bahagia untukmu."

"Nana," bentak Miya.

Em, jawab Nana dengan mengangkat dagunya.

"Cepatlah tidur, sudah malam!" perintah Miya.

Nana tidak menjawabnya.

Miya menoleh dan melihatnya sudah tidur pulas.

(Tidak ada yang namanya sempurna di dunia ini. Hanya ada kelebihan dan kekurangan. Mungkin semua orang mengatakan bahwa dia sempurna, tetapi entah mengapa dibalik kehebatannya itu, aku merasa dia sangat menyedihkan.) - Miya.

***

Tamama bangun pagi, dan seperti biasa ia selalu mendengar dengkuran Luki. Tamama mencuci muka dan berlari menuju taman sambil menggunakan earphone nya.

Tamama beristirahat di dekat pohon yang besar sambil mengatur nafasnya yang masih tidak beraturan. Sebuah sepatu terjatuh mengenai kepalanya. Ia melihat ke atas. Tanpa Tamama sadari dia tersenyum. Ia melihat Miya sedang tiduran di atas pohon.

Tamama sandaran di pohon menemani Miya. Ia menutup mata sambil menunggu Miya bangun. Sesekali Tamama membuka mata untuk melihat Miya karena takut dia terjatuh tanpa sepengetahuannya.

***

Flashback.

Pukul 04.30, Miya terbangun karena perutnya lapar. Lalu, ia pergi keluar berharap menemukan sesuatu untuk menjanggal perutnya karena semua persediaan di asramanya telah habis.

Miya berjalan kaki mencari toko yang buka. Tapi karena masih subuh semua toko tutup. Lalu uang Miya terbang dibawa angin dan tersangkut di pohon. Miya mencoba segala cara untuk mengambil uangnya kembali. Ia melempar dengan batu, tapi tetap uangnya masih tersangkut dan Miya melempar sepatunya malah sepatunya tersangkut juga.

Akhirnya Miya memutuskan untuk memanjat pohon. Miya membuka sepatu di kaki lainnya. Dia menaruhnya di tanah. Tapi, Miya kembali berfikir jika sepatunya di tinggal, ia takut ada pencuri lalu mengikatnya di pinggang.

Miya berhasil mengambil uangnya kembali dan juga sepatunya. Tetapi, ia tidak tahu cara untuk turun ke bawah. Miya mendesah. Apa yang harus dilakukannya sekarang.

Miya ingin menghubungi Nana, tapi dia lupa membawa ponselnya. Dia mendesah karena mulai kemarin selalu sial. Ia lalu menguap dan tertidur di pohon.

Flashback end.

***

Tamama tertidur pulas sambil bersandar di pohon. Sinar matahari menyinarinya. Wajah Tanama terlihat seperti bocah kecil saat tidur. Ketenangan, kedamaian dan kepolosan terpancar di wajahnya.

Miya terbangun dan tersenyum melihat indahnya pagi hari itu. Lalu dia menatap ke bawah. Dia terkejut melihat Tamama tertidur bersandar di pohon.

"Apa yang dia lakukan disini?" pikir Miya.

Beberapa menit kemudian, Miya memandangi wajah Tamama begitu lama. Dia merasa terpesona dengan wajah berseri itu.

"Hai, mata abu-abu. Apa kau juga melihat pria di depanku? Semua orang mengatakan dia sempurna. Menurutmu apakah seperti itu?" batin Miya berbicara dengan matanya.

Tamama perlahan membuka mata dan menutup cahaya matahari yang menyinarinya dengan tangannya. Ia menoleh ke atas. Mata mereka bertemu, Miya menjadi salah tingkah dan akhirnya terpeleset.

Untung saja ia terjatuh menimpa Tamama jadi tidak terluka. Tamama dan Miya bertatapan lalu Miya segera berdiri dan berlari karena malu.

"Miya, kau melupakan sepatumu!" teriak Tamama dengan senyuman di wajahnya. Lalu dia menatap sepatu Miya yang tertinggal.

Tamama merasa hidupnya mulai tergores dengan warna. Yang awalnya dia hanya sebuah kertas putih bersih. Sekarang sebuah warna telah tercoret di kertas itu.

"Ternyata, Luki benar," gumam Tamama.

Flashback.

(Asrama Putra)

Luki dan Tamama sempat cekcok saat Luki meminta bantuannya untuk putus dengan pacarnya.

"Semakin serius dalam mencintai seseorang maka akan terluka lebih dalam lagi. Tamama, kau yang sekarang belum mengenal cinta, di masa depan ketika kau mulai merasakannya, kau akan mengerti mengapa aku melakukan hal ini."

Luki menepuk bahu Tamama. "Cinta adalah yang kau butuhkan saat ini. Semua orang mengatakan kau sempurna tapi aku, aku mengenalmu sejak kita kecil, jadi aku tahu apa kekuranganmu. Cobalah cintai dirimu sendiri! Dan, cari cinta sejatimu!"

Flashback end.

"Luki, apa yang kamu katakan memang benar yang aku butuhkan saat ini adalah cinta," ucap Tamama sambil menatap ke atas pohon di mana Miya tertidur.

***

Miya masuk ke asrama dengan wajah memerah. Dan langsung minum air.

"Dari mana saja kamu pagi ini?" tanya Nana.

Miya tidak menjawabnya dan balik bertanya.

"Di mana ponselmu, mengapa kemarin aku tidak bisa menghubungimu?" tulis Miya di sebuah kertas.

"Oh, ponselku? Ponselku terkena air karena hujan kemarin jadi masih diperbaiki. Maaf, aku lupa memberitahumu! Tunggu, mengapa kamu balik bertanya soal aku. Jawab pertanyaanku, dari mana saja kamu?"

"Aku ..." belum selesai Miya menulis ponselnya berdering dengan keras.

Miya melihat layar ponsel ternyata kakaknya yang menghubunginya.

"Iya, Kak?" jawab Miya dengan suara serak.

"Ada apa dengan suaramu?" tanya Koko khawatir.

"Hanya sakit tenggorokan. Aku sudah minum obat sebentar lagi sembuh?"

Koko menyuruh Miya datang ke RS karena dia merindukannya. Miya tersenyum, ia akan kesana mengajak sahabatnya. Lalu menutup telepon.

Nana melihat Miya memandanginya. Dia bertanya-tanya ada apa dengan tatapan itu.

***

(Asrama Putra)

Tamama dan Luki sedang rapat berdua. Tamama menanyakan bagaimana persiapan acara seminar minggu depan. Luki memberitahu bahwa tamu yang mereka undang belum menyetujui untuk mengisi seminar. Tamama bertanya siapa tamunya.

"dr. Koko Tamama" jawab Luki.

"Dokter Koko?" Tamama tersenyum karena dokter Koko adalah orang yang ia kagumi. Di masa lalu Tamama pernah datang melihat seminarnya dan dia merasa takjub.

"Hei, kawan. Aku baru saja menyadari sesuatu. Apa kamu tidak merasa aneh? 'Miya Tamama, Koko Tamama dan Tamama Kunai'. Nama kalian bertiga sama. Mungkin sudah waktunya kamu mengganti namamu," ejek Luki sambil merangkul Tamama.

Tamama meliriknya dan menepis tangannya darinya.

Tamama bertanya apa siang ini Luki ada acara. Luki menggeleng. Tamama memberitahu mereka akan pergi ke RSUI mengunjungi dr. Koko.

***

Miya dan Nana sampai di RSUI. Miya menelfon Kakak tapi nomornya tidak aktif. Di tempat lain, Koko sedang melakukan operasi.

Flashback.

Selesai Koko bicara di telpon, perawat datang.

"Dokter, kita baru saja mendapatkan telepon bahwa seseorang mendapat tusukan di punggungnya. Dan pasien itu kehilangan banyak darah. Dan ... " Perawat berhenti karena ia terjatuh.

Koko membantunya berdiri. "Dan?" tanyanya.

"Pasien itu sedang mengandung 7 bulan."

Koko menyuruhnya segera menyiapkan ruangan operasi dan menghubungi dokter spesialis kandungan (SpOG/ obgyn). Dan Koko lanjut berjalan ke pintu masuk RS untuk menunggu mobil Ambulance datang.

Ambulance tiba. Mereka mengeluarkan pasien dari dalam mobil. Dan segera membawanya ke ruang operasi.

Flashback end.

***

Seseorang dokter wanita dengan rambut terikat dan gayanya yang lembut menghampiri Miya.

"Miya?" ucapnya.

Miya menoleh dan bertanya siapa wanita itu.

"Perkenalkan namaku Luna, aku adalah teman kakakmu."

"Sepertinya tenggorokanmu sakit, ikuti aku!" tambahnya.

Miya mengangguk dan mengikutinya. Miya mengetik di ponselnya bertanya di mana kakaknya. Luna memberitahu bahwa Koko masih melakukan operasi. Jadi, Koko menitipkan Miya padanya.

***

Luki dan Tamama sampai di RSUI. Mereka menuju ruang resepsionis dan meminta ijin menemui dr. Koko Tamama.

"Mohon maaf, tuan. Dokter Koko Tamama sedang melakukan operasi sekarang. Apabila anda memiliki pesan, anda bisa menitipkannya kepada kami. Atau anda bisa menunggu sampai Dokter Koko menyelesaika operasimya," ucap perawat yang berjaga.

Tamama bertanya apa dia bisa meminjam bolpen dan kertas. Perawat itu meminjamkannya. Lalu Tamama mencatat nomor ponselnya dan memintanya memberikannya pada dr. Koko. Perawat mengangguk.

Tamama dan Luki pergi. Miya yang habis dari toilet tidak sengaja menatap punggung Tamama, ia merasa mengenalinya. Tapi masa bodoh mungkin itu hanya perasaannya saja.

Luna memanggil Miya dan menyuruhnya masuk.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Buy One Get You
8.4
Audia terpaksa membatalkan niat resign setelah ayahnya, Pak Sapto, tertipu rekan bisnis. Demi melunasi utang, sang ayah menjual rumah beserta isinya kepada Ibu Sosro seharga 1,5 miliar. Sialnya, Audia yang tertidur di dalam ikut terjual sebagai aset. Sang bos, Affangga, yang masih patah hati dan membenci Audia karena mirip mantan tunangannya, tak punya pilihan. Ibu Sosro langsung memanfaatkan momen ini untuk menyeret mereka berdua ke pelaminan.
Sampul Novel CEO Mengejar Cinta Adik Mafia
8.0
Rio terjebak dalam pusaran dendam yang berubah menjadi cinta mendalam sekaligus penyesalan pahit. Meski perasaan di antara keduanya begitu kuat, ia dipaksa mengorbankan egonya demi melindungi keselamatan sang pujaan hati. Kisah ini membuktikan bahwa cinta tak pernah salah memilih sasaran, namun perjuangan untuk bersatu tidaklah semudah membalik telapak tangan. Rio harus menerima kenyataan bahwa mencintai tidak selalu berarti harus memiliki sosok tersebut.
Sampul Novel Dari Abu: Kesempatan Kedua
8.2
Seumur hidup aku mencintai Bima Wijoyo, tunanganku. Namun, saat studio seniku terbakar, dia justru membiarkanku tewas demi menyelamatkan Clara, kakak tiriku. Pengkhianatan itu menjadi akhir tragis hidupku yang pertama. Kini, keajaiban membawaku kembali ke masa lalu, tepat sebelum rapat dewan keluarga dimulai. Dengan ingatan pahit tentang api dan luka, aku berdiri tegak di hadapan semua orang untuk membatalkan pertunangan kami. Aku tidak akan mati dua kali.
Sampul Novel DIBUANG SUAMI DISAYANG AYAH MERTUA
8.4
Elsa, gadis desa lugu, terjebak dalam pernikahan tanpa cinta dengan pewaris Group Parker, Landon. Demi wasiat kakek, Landon justru memperlakukan Elsa dengan kejam hingga ia hancur. Di titik terendah, Alex Parker selaku ayah mertua hadir melindungi Elsa karena rasa tanggung jawab. Namun, kedekatan mereka memicu gairah terlarang yang sulit dibendung oleh sang miliarder dingin. Akankah Alex sanggup menahan godaan Elsa atau justru menyerah pada hasratnya?
Sampul Novel Dimanjakan suami kontrak
9.1
Terikat trauma pengkhianatan yang sama, aku dan seorang duda kaya sepakat menjalani pernikahan kontrak tanpa cinta. Rencanaku sederhana: melahirkan, menerima bayaran, lalu pergi demi masa depan adikku. Namun, takdir menyeretku ke pusaran konflik para penguasa. Saat aku bersikeras bahwa aku bukan siapa-siapa baginya, dia justru mengikatku dalam pernikahan sungguhan. Kini, di tengah ancaman yang mengincar, sang suami kontrak justru menjadi pelindung utamaku.
Sampul Novel Istri Kontrak Sang CEO Dingin
9.4
Demi melunasi utang keluarga yang menghimpit, Hana terpaksa menyetujui pernikahan kontrak dengan Ray, CEO berhati dingin yang butuh menjaga citra publiknya. Meski awalnya sepakat untuk tidak saling melibatkan perasaan, benih cinta perlahan muncul di tengah kepura-puraan mereka. Namun, saat masa lalu kelam Ray terungkap dan ancaman rival bisnis mulai menyerang, hubungan mereka pun diuji. Sanggupkah cinta sejati tumbuh dari sebuah kebohongan yang rumit?